
Keesokan harinya. "Auh.... Shhhhh.... Di-dimana aku?" Ringis Asil sembari mencoba untuk duduk. "Hah? Aku, kenapa aku ada disini. Perasaan ku kemarin aku dibawa ke suatu tempat, aku ingat itu. Tapi... Yang lain tidak." Ucap Asil.
Cklek. "Hu? Tu-tuan Balian?" Asil mengernyitkan keningnya dan menyipitkan matanya.
"Bagaimana kondisi mu?" Tanya Balian. "A-aku baik-baik saja tuan. Tapi kenapa aku bisa sampai disini?" Tanya Asil yang kebingungan. "Oh ya, aku dan tuan Agha yang membawa mu kesini." Jelas Balian. "Oh, terimakasih tuan." Ucap Asil. "Hm." Balas Balian singkat.
"Itulah kenapa kau tidak boleh gegabah." Agha berbicara dengan nada dingin sembari melangkahkan kakinya menuju Asil.
"A-aku, aku minta maaf tuan." Ucap Asil sendu dan menundukkan kepalanya. "Dasar anak kecil. Kau seharusnya lebih berhati-hati." Balas Agha. Mendengar kata-kata Agha Asil hanya menganggukkan kepalanya.
"Yah.Karena Asil masih harus memulihkan kekuatan nya kita akan libur hari ini. Hah... Aku sangat lelah." Agha menghela nafasnya sembari melihat keluar jendela.
"Ide bagus." Ucap Balian dan duduk dipinggir kasur Asil.
"Heh.Kenapa kau duduk disana?" Tanya Agha kepada Balian. "Kau seharusnya menaruh kursi dikamar ini.Aku lelah jika hanya berdiri, lagipula aku tidak terlalu dekat dengan Asil." Tukas Balian. "Ayo.Kau bangunlah, lalu kita akan sarapan. Sebelum sarapan kau harus mandi nanti akan ku suru beberapa pelayan membantu mu." Ucap Agha dingin sambil menarik tubuh Agha. "Ah, tidak perlu tuan aku bisa sendiri." Ucap Asil menolak dengan halus namun Agha tidak menggubris kata-kata Asil.
__ADS_1
"Aku mau makan pangsit!" Gerutu Balian. "Ishh baiklah!" Teriak Agha.
"Hm seperti anak kecil juga." Asil berbicara pelan dan tertawa kecil melihat tingkah Agha dan Balian.
Tok. Tok. "Permisi nona." / "Iya masuklah" Sahut Asil. Dan 4 pelayan langsung memasuki kamar Asil.
"Kenapa yah?" Tanya Asil. "Saya akan membantu nona bersiap-siap. Sesuai dengan perintah tuan." Ucap salah satu pelayan. "Yah? Ta-tapi itu tidak perlu." Ucap Asil lembut. "Tapi nona ini perintah tuan, jika kami tidak menuruti tuan kami akan dipecat." Ucap pelayan satunya. "Ya ampun sulit sekali. Yah sudah baiklah." Asil menghela nafasnya dan turun dari kasurnya.
"Hah! Kenapa kalian ikut masuk?" Teriak Asil. "Kami akan membantu mu nona." Jawab seorang pelayan. "Ehehehe.I-itu tidak perlu aku mandi sendiri saja." Ucap Asil. "Tapi nanti tuan." / "Kalian membantu ku memilih pakaian dan yang lain saja." Ucap Asil memotong bicara seorang pelayan. "Baik nona." Semua pelayan mengikuti kata Asil dan keluar dari kamar mandi.
"Nona itu ternyata mandiri yah." Ucap seorang pelayan. "Iya, dia juga terlihat baik." Balas pelayan yang lain. "Hm, tidak seperti wanita yang pernah diajak oleh nyonya besar kesini." / "Iya aku ingat. Sudah 3 wanita yang dibawa ke sini namun mereka semua sama. Suka membentak tingkahnya sudah seperti ratu. Tapi nona Asil sangat berbeda yah." / "Benar sekali. Aku akan setuju jika Tuan dan nona Asil menikah." Ucap salah satu pelayan. "Aku juga setuju." Balas yang lain. "Ah kita semua setuju." Ucap mereka bersamaan.
Cklek. "Aku selesai." Ucap Asil sembari membuka pintu. "Nona." Seorang pelayan menoleh kearah Asil.
"Nona, nona ini baju yang akan anda kenakan. Sudah saya bawakan." Ucap seorang pelayan memperlihatkan pakaian kepada Asil. "Wah cantiknya. Apakah pantas jika aku kenakan?" Asil terpukau melihat baju yang di perlihatkan oleh sang pelayan. "Tentu saja pantas. Nona kan cantik." Ucap seorang pelayan sambil tersenyum. "Hehe.Baiklah akan aku coba." Ucap Asil.
__ADS_1
"Eh.. Ini masih baru yah?" Tanya Asil. "Eee, iya nona." Jawab seorang pelayan. "Hah! Mahal sekali harganya. Padahal ini hanya untuk orang biasa." Asil terlihat sangat terkejut melihat lebel harga di pakaian nya. "Eh?" Seorang pelayan terlihat kebingungan dengan tingkah Asil. "Umm.Iya ini mahal. Terlalu mahal untuk orang biasa seperti ku." Ucap Asil polos. "Ayo saya bantu kenakan." Ucap seorang pelayan.
"Wah nona sangat cantik!" Ucap para pelayan dengan kompak. "Benarkah? Terimakasih." Ucap Asil sambil tersenyum. "Ayo tuan pasti sedang menunggu." Ucap seorang pelayan.
......................
"Wah! Ini Asil kan?" Balian terlihat terkejut. "Iya tuan, kalau bukan aku siapa lagi." Jawab Asil. "Cantiknya!" Ucap Balian memuji penampilan Asil. "Terimakasih tuan." Ucap Asil. "Silahkan duduk." Ucap Balian.
"Hem.Kak kau tidak akan memberikan tanggapan?" Tanya Balian kepada Agha. "Aku harus mengatakan apa?" Agha balik bertanya. "Heh.Yah, katakan Asil kau sangat cantik atau apapun." Saran Balian. "Ah tidak perlu jika tidak mau tuan. Jangan terpaksa." Ucap Asil. "Hm... Asil kau cantik. Sudah makan la makanan mu. Balian jika ibu bertanya katakan kita masih di mansion." Ucap Agha dingin. "Hah.... Baiklah." Balian menghela nafasnya.
......................
"Aku selesai." Ucap Asil. "Kembali lah beristirahat." Ucap Agha yang juga selesai menghabiskan makanannya walaupun Agha tidak menghabiskan semua makanan yang ada di piring nya. "Baik tuan." Jawab Asil.
...****************...
__ADS_1