Penakluk Hati Sang Mafia Kejam

Penakluk Hati Sang Mafia Kejam
Episode 13


__ADS_3

Keesokan harinya, dipagi yang cerah Agha sudah berada diruangan nya. Itu adalah sebuah kejutan karena Agha sendiri sangat langkah datang sepagi ini. Asil juga ikut terkejut melihat tuannya datang sangat pagi.


"Permisi tuan Agha, aku punya sebuah laporan." Ucap seorang staf masuk ke ruangan Agha.


"Hm, apa itu?" Agha mengangkat kepalanya, dan memalingkan pandangan nya dari kertas-kertas diatas mejanya. "Tuan nyonya besar telah menerima karyawan baru, dan nyonya besar menyuruh ku untuk memberitahu nya kepada mu." Ucap staf lelaki itu. "Umm, kenapa tidak memberitahu kepada ku tadi." Agha berbicara pelan. "Oh ya baiklah." Ucap Agha lagi.


"Hei anak kecil apa kau tahu sesuatu?" Tanya Agha kepada Asil. "Yah? Hm, aku tidak tahu tentang karyawan barunya." Jawab Asil. "Yah baiklah tidak masalah, lagipula tidak penting." Agha kembali melirik kertas diatas mejanya.


......................


Tok.. Tok.. "Yah masuklah." Ucap Agha yang mendengar ketukan pintu di ruangan nya.


"Permisi kesayangan ku." Seorang wanita memasuki ruangan dan langsung menghampiri Agha. Agha hanya diam dan melihat tajam kearah wanita yang tidak lain adalah Eren.


"HEI! Apakah kau tidak tahu sopan santun!" Teriak Agha yang langsung berdiri. "A-aku minta maaf, aku tidak akan mengulanginya." Eren gemetaran mendengar suara Agha. "Apa yang kau inginkan?" Tanya Agha sambil menghela nafas untuk menenangkan dirinya. "Aku sekarang bekerja disini." Eren memberikan senyuman hangat kepada Agha. "Oh kau, kalau begitu kerjakanlah tugas mu." Ucap Agha dan kembali duduk. "Ah iya, baiklah." Eren langsung meninggalkan ruangan Agha.


"Hu... Aku harus ekstra hati-hati. Sebelum dia membunuh ku, ingat aku harus membuat nya jatuh cinta kepada ku." Gumam Eren sambil berjalan tenang.


......................


"Apa yang dia inginkan." Gumam Agha.

__ADS_1


"Asil apakah kau bisa mengerjakan yang ini." Ucap Agha sambil menutup matanya dan meregangkan tubuh. "Hah? Iya nanti akan aku kerjakan." Sahut Asil.


Agha menghela nafas dan berdiri dari duduknya. "Oh ya, aku keluar sebentar dan kerjakan tugas mu." Agha berlalu pergi bahkan Asil belum sempat memberikan jawaban.


"Slalu saja begini." Gumam Asil.


......................


"Hei, Balian ayo ikut dengan ku sekarang." Ucap Agha kepada Balian yang telah menunggu nya didepan pintu. "Hm baiklah." Balian berjalan dibelakang Agha.


"Wah aku baru tahu ternyata tuan presdir sudah punya tunangan." Bisik salah satu karyawan kepada teman disebelahnya. "Iya aku juga, wah pasti hati Asil sekarang terluka." Bisik salah satu nya. "Hei, Hei apa bedanya dengan Asena."


Agha hanya melirik dan memalingkan pandangan nya dari para staf yang sibuk menggosipi nya.


......................


"Kemarikan kunci mobilnya, biarkan aku yang menyetir." Ucap Agha kepada seorang supir nya. "Ini tuan." Dengan hormat si supir memberikan konci mobil kepada Agha. "Dan kau buka mata mu dan awasi orang aneh di kantor." Ucap Agha lagi.


Agha melajukan kecepatan mobilnya. "Kak apakah kita akan mengurus lelaki itu agar dia membuka mulutnya?" Tanya Balian. "Yah tentu." Ucap Agha dingin.


......................

__ADS_1


"Tu-tuan aku tidak mau mati..... A-aku mohon tuan biarkan aku hidup." Ucap seorang pria yang berlutut didepan Agha.


"Apa yang kau lakukan. Aku kesini bukan untuk melihat kau berbagi kesedihan." Agha pistol yang tepat mengarah menuju pria itu. "Berikan aku informasi siapa pengkhianat nya!" Teriak Agha. "Tuan, sungguh tuan aku tidak tahu apa-apa tuan. Aku mohon jangan bunuh aku." Pria itu terus memohon kepada Agha sambil menangis. "Kau sudah seperti wanita saja." Ucap Agha dengan senyuman kejamnya.


"Tuan sungguh aku tidak tahu apapun, lepaskan aku tuan." Ucap pria itu lagi.


Agha menghela nafasnya sejenak.


DUAR......"Tuan!" Teriak Balian,ketika melihat tangan Agha berlumuran darah segar.


"Dia menyuruhku untuk melepaskan nya kan. Hei dengar aku sudah melepaskan mu." Agha mendekati pria yang sudah tidak bernyawa dan membisikkan kata-kata nya.


"Hei kalian semua selesaikan pemakaman untuk nya. Berikan dia pemakaman yang layak." Agha berdiri dan berjalan menuju mobilnya.


"Masuklah kak, aku yang akan menyetir." Balian dengan cepat membukakan pintu untuk Agha. "Ide bagus." Balas Agha sambil tersenyum.


......................


Diperjalanan Agha sedang membersihkan darah di tangannya. Balian merasa ingin memuntahkan isi perutnya karena mencium bau dari darah ditangan Agha.


"Kak kenapa kau membunuhnya? Kitakan masih harus mencari informasi si pencuri saham mu." Tanya Balian. "Aku sudah muak mendengar kata-kata yang slalu keluar dari mulut orang itu. Informasi yang dia berikan juga tidak terlalu penting, dia lebih banyak berbohong. Lagipula adik kecilku kita masih bisa mencari orang lain, dan yang itu adalah punya mu." Ucap Agha kepada Balian. "Yah apa boleh buat." Balas Balian.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2