Penakluk Hati Sang Mafia Kejam

Penakluk Hati Sang Mafia Kejam
Episode 12


__ADS_3

"Aku merasa sangat beruntung bekerja disini." Ucap Asil. "Beruntung?Kenapa?" Tanya Agha sambil tersenyum. "Iyah aku beruntung, karena aku bisa bekerja dan menikmati pemandangan." Ucap Asil polos. "Dasar anak kecil." Agha tersengeh. "Berarti aku orang yang slalu bersyukur." Ucap Asil lagi, dan Agha hanya tersenyum.


"Eh bunyi ponsel siapa?" Tiba-tiba Asil mendengar deringan ponsel. "Hah, oh maaf aku permisi sebentar." Ucap Agha melirik ponselnya.


"Nomor siapa?Aku tidak pernah memberikan nomor ponsel kepada sembarang orang. Ini pasti wanita itu, Hu ibu membuat anaknya dalam kesulitan." Gumam Agha menebak-nebak pemilik nomor ponsel itu.


"Halo, apa mau mu?" Tanya Agha tanpa basa-basi. "Ah, kau ternyata sudah tahu." Balas nya. "Hei dari mana kau mendapatkan nomer ku?" Tanya Agha lagi. "Uuuu, kau sangat galak yah." Balas wanita itu. "Hei wanita konyol, kau tinggal menjawab." Ucap Agha lagi. "Dari mana lagi, kalau bukan dari calon ibu mertua ku." Ucapnya sambil tertawa kecil.


"Cih, calon mertua. Bagaimana bisa, kau tidak akan pernah mendapatkan apa yang kau mau." Gumam Agha dan langsung mengakhiri pangggilan.


"Apakah kau sudah selesai memandangi keindahan kota?" Tanya Agha kepada Asil. "Oh, hmmm aku masih ingin disini." Jawab Asil. "Baiklah, kalau begitu aku akan pergi. Aku punya urusan." Ucap Agha. "Oh baiklah." Sahut Asil.


"Kau sangat polos, aku tidak tahu kau merasa sakit dengan kata-kata iblis itu atau mungkin kau cepat melupakan nya." Gumam Agha.


Asil menikmati keindahan gedung-gedung kota,dan sesekali menghela nafasnya.


"Jika aku tahu calon istri tuan tidak menyukai kedatangan ku maka aku tidak akan ikut menemuinya." Gumam Asil sambil memejamkan matanya mengingat perkataan wanita itu tadi.


Diatas atap gedung Asil mengingat semua kejadian yang lama bahkan sudah berlalu.Dengan sesekali menghela nafasnya.


"Ah sudahlah, sebaiknya aku turun." Gumam Asil.


......................


"Hu kosong, kukira tuan punya urusan dan mengerjakan tugas nya di ruangan." Ucap Asil melihat ruangan yang kosong.


Asil duduk dan melihat lembaran kertas pekerjaannya. "Masih menumpuk, ratusan kertas pergi, ribuan kertas datang. Aku lelah, letih, lemas." Gumam Asil.

__ADS_1


Cklek.Pintu ruangan Asil terbuka.


"Oh kau." Ucap Asil melihat Agha berdiri di depan pintu.


"Kau sangat rajin." Ucap Agha sembari berjalan kearah mejanya.


"Itu karena aku sangat menginginkan pekerjaan, aku butuh karena itu aku ingin bekerja dengan rajin. Sebelumnya aku kehilangan pekerjaan ku." Jelas Asil. "Oh kau kehilangan pekerjaan mu." Ucap Agha sambil menganggukkan kepalanya. "Iya karena itu aku tidak mau pekerjaan ku kali ini terlepas." Ucap Asil sambil tersenyum. "Yah baiklah, kau akan tetap bekerja disini anak kecil." Ucap Agha. "Wah baiknya, terimakasih." Asil tersenyum.


"Anak yang polos, namun dikelilingi orang jahat." Gumam Agha.


...----------------...


Keesokan harinya hari libur hari yang ditunggu oleh Asil untuk beristirahat.


Terlihat Asil yang sedang berolahraga didepan rumah.


"Hei anak kecil, kau sedang apa." Agha menyapa Asil.


"Tuan.Sini bergabung dengan ku, aku sedang berolahraga meregangkan otot tubuh." Ajak Asil.


"Wah hari libur kau bukan nya bersantai malah mencari kegiatan." Sahut Agha. Sembari berjalan kearah Asil.


"Hu.. Aku sangat menyukai kegiatan ini, tuan tahu sudah lama sekali aku tidak berolahraga." Ucap Asil sambil mengatur nafasnya.


"Oh begitu ya, baiklah aku akan bergabung." Ucap Agha sambil tersenyum.


"Wah ternyata kalian sedang berolahraga bersama." Sapa Balian kepada Asil dan Agha.

__ADS_1


"Eh tuan Balian, sini bergabung bersama." Ajak Asil.


"Balian tidak akan mau." Ucap Agha. "Hooh, itu karena tubuhku sudah bagus." Balian menyilangkan tangan didepan dadanya. "Uuuu tuan Balian menantang mu." Ucap Asil kepada Agha. "Cih tubuh ku lebih bagus." Agha memalingkan wajahnya. "Wah, wah. Sangat percaya diri." Ucap Balian sambil mendekati Agha.


"Aku tidak ingin mengganggu olaraga mu kak, aku hanya ingin membicarakan sesuatu." Ucap Balian. "Nah yang kutunggu." Agha tersenyum.


"Asil kau lanjutkan saja, aku ada urusan." Ucap Agha kepada Asil. "Oh baiklah tuan." Sahut Asil.


......................


Agha dan Balian duduk dengan ekspresi serius.


"Wanita itu seperti bunglon ya." Ucap Agha. "Iya, setelah ku awasi sepertinya begitu." Ucap Balian. "Wanita yang sangat mengganggu." Agha menghela nafasnya. "Apakah kakak tidak ingin melihatnya?" Tanya Balian. "Oh tidak, bukan seperti itu." Ucap Agha. "Lalu?" Tanya Asil lagi. "Kita harus mengikuti permainan nya." Ucap Agha, dan Balian menganggukkan kepalanya tanda setuju kepada ide Agha.


"Baiklah, aku akan kembali berolahraga, kau mau bergabung?" Tanya Agha. "Oh tidak perlu, nanti kakak merasa sedih." Ucap Balian. "Hei kau mencoba menantang ku?" Ucap Agha sembari berdiri. "Wah marah, aku kan hanya bicara." Ucap Balian sambil tertawa.


......................


Akhirnya Balian dan Agha berolahraga bersama.Sementara Asil menjadi instruktur mereka.


"Ini olaraga untuk wanitakan." Bisik Balian. "Iya sepertinya." Balas Agha. "Haruskah kita masih mengikuti ini semua." Bisik Balian lagi. "Kita cari kegiatan lain saja." Ucap Agha.


"Nona Asil bisakah kita mencari kegiatan lain?" Tanya Balian. "Hmm, baiklah. Ayo kita joging bersama mumpung matahari bersinar indah." Ucap Asil. "Aku sangat bersyukur." Balian menghela nafasnya. "Bersyukur? Maksud tuan?" Asil melihat tajam. "Ah tidak, maksudnya kakak, eee kakak kelelahan dengan gerakan nya." Balian mencari alasan, karena melihat wajah Asil yang kelihatan marah. "Oh begitu, yah sudah ayo." Asil berlari lebih dulu.


"Sangat menakutkan melihat wajahnya berubah." Bisik Balian kepda Agha. "Kau tidak pernah belajar memahami wanita." Ucap Agha. "Cih apa bedanya." Sahut Balian.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2