Penakluk Hati Sang Mafia Kejam

Penakluk Hati Sang Mafia Kejam
Chapter 2 (Episode 3)


__ADS_3

PENCULIKAN ASIL


Keesokan harinya Eren tidak henti-hentinya menyusun rencana bersama Azel. "Cih tidak ada yang berubah. Yang kulihat dia tidak pernah menoleh kepada ku." Ucap Eren sambil mengepalkan tangannya. "Hei bersabarlah. Kau sangat egois melebihi pemikiran ku, ku pikir hanya uang yang kau mau ternyata lebih." Ucap Azel. "Ck apa maksud mu? Coba kau fikir,jika aku mendapatkan cintanya maka aku akan mendapatkan lebih banyak uang." Jelas Eren. "Bayaran ku akan lebih mahal." Azel tersenyum licik. "Oh tentu. Semua yang kita inginkan akan kita dapatkan." Ucap Eren sembari meminum anggur yang disediakan oleh Azel.


"Sekarang bagaimana?" Tanya Eren. "Bagaimana apanya?" Azel balik bertanya. "Berhentilah bermain-main." Geram Eren. "Yah, yah. I know, sekarang mari coba cara lain." Azel nampak tersenyum membelakangi Eren.


......................


"Asil kau jangan terlalu dekat dengan wanita itu." Ucap Agha kepada Asil. "Hah? Kepada siapa tuan?" Tanya Asil polos. "Hu... Eren wanita itu!" Agha menghela nafasnya. "Yah? Ke-kenapa seperti itu?" Tanya Asil lagi. "Aaaaa... Anak kecil yang menyebalkan!" Teriak Agha. "Hei, hei kak tenanglah. Dia hanya sulit memahami kondisi." Ucap Balian menenangkan Agha. "Kalau begitu jelaskan kepada anak kecil ini! Karena aku tidak mau menyebutkan nama wanita itu berkali-kali!" Teriak Agha dan langsung kembali duduk di kursi nya.


"Hooh, emosi yang membara." Balian tertawa kecil. "Eh, jadi begini Asil. Tidak semua orang itu baik, kau harus berhati-hati." Jelas Balian. "Hm? Apakah di kantor ini ada orang jahat?" Tanya Asil. "Hei anak kecil! Kau, kenapa kau sangat polos!" Teriak Agha. "Ah baiklah, baiklah. Calon istri sendiri kok diwaspadai." Tukas Asil. "Kiaaaaa! Banjingan aku tidak menyukainya. Jika kau berani berbicara begitu akan ku pisahkan antara bibir dan wajahmu!" Teriak Agha. "Ahhaha, Sudah sudah. Jangan emosi seperti itu." Ucap Balian. "Huu... Bos yang kasar!" Gerutu Asil. "Hei anak kecil! Jangan bercanda yah aku akan memakan mu. Jika kau tidak menghormati ku!" Teriak Agha.Dan langsung membalikkan tubuhnya kearah jendela.


"Kalian ini, coba akur." Balian tertunduk karena tingkah bos dan karyawan yang tidak bisa akrab. Dimata Balian Asil dan Agha adalah kucing dan tikus. Walaupun sesekali mereka akan akrab dan berbicara serius.


"Hm.Baiklah aku akan keluar." Asil berjalan keluar ruangan tanpa melihat Agha.


"Cih anak kecil." Ucap Agha dingin. "Yah apa boleh buat." Balas Balian. "Kau ikuti dia. Jika dia masuk kedalam jebakan iblis itu kan gawat. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi." Ucap Agha. "Baiklah." Balas Balian sambil berlalu pergi.


......................


"Hoa... Aku ingin pulang sekarang rasanya." Asil sesekali menguap karena rasa kantuk yang tidak tertahankan.


"Hei! Nona Asil!" Teriak seseorang yang membuat Asil menoleh kebelakang.


"Uuu' Tuan Balian?" Asil mengernyitkan keningnya melihat seseorang yang sedang berlari.


"Tangkap!" / "Aaaaaa! Tolong!" Jerit Asil.


"Asil! Nona!" Nafas Balian terengah-engah karena berlari. "Woi!" Dengan cepat Balian lansung mengejar mobil yang membawa Asil.


"Sialan!" Teriak Balian karena tidak mampu mengejar kelajuan mobil.


"Astaga apa yang akan aku lakukan. Oh iya aku kembali saja dan akan aku ceritakan kepada tuan." Ucap Balian.


......................


"Kak!Kakak!" Teriak Balian sembari memasuki ruangan Agha.


"Apa?" Tanya Agha tidak perduli. "Kakak! Asil! Asil!" Teriak Balian. "Apa Asil apa? Dia marah melompati gunung? Atau gedung?" Tanya Agha enteng. "Lebih buruk!Dia dia." / "Tenanglah.Tarik nafasmu dan bicaralah deng tenang." Ucap Agha. Balian segera mengmbil nafas panjang untuk menenangkan dirinya.

__ADS_1


"Sekarang katakan." Ucap Agha. "Asil diculik!" Teriak Balian.


"Yah? Haha, yah diculik ya." Agha memberikan tanggapan dengan tenang. "Iya kak, diculik." Ucap Balian lagi. "Dan kau hanya melihatnya?" Tanya Agha. "Heh! Sudah aku kejar tapi mobilnya sangat cepat." Jelas Balian. "Huuuuu... Slalu saja menyusahkan." Ucap Agha. "Ayo kita cek CCTV-nya." Agha langsung beranjak dari kursinya.


......................


"Cik, mobil yang ini. Khas penculik." Agha tersenyum. "Heh, ayolah bukan itu yang harus kau lihat." Ucap Balian.


Agha memperlambat kecepatan video. "Ummm, orang ini. Ayo ikuti aku adik kecil." Ucap Agha dingin. Balian tidak menjawab dan langsung mengikuti Agha dari belakang.


......................


"Wah kau sepertinya sangat khawatir." Balian tertawa kecil. "Hm! Jika aku tidak menemukannya maka kau tidak akan tahu apa yang akan ibu lakukan." Ucap Agha. "Yah ibu sangat menyukai sikap anak itu." Balas Balian.


"Stop kak! Itu, itu mobilnya." Agha dan Balian berhenti di sebuah bangunan yang terlihat sudah tua.



"Apa mungkin disini." Ucap Agha.


Agha dan Balian dengan hati-hati mendekati pintu gedung.


"Sut, disini pasti ada penjaga. Mungkin sekitar 4 orang." Bisik Agha kepada Balian. "Menurut ku juga." Balas Balian.


"Untuk apa nona menculik wanita itu?" Tanya seorang lelaki kepada temannya. "Apa peduli mu. Yang penting kita dibayar." Jawab lelaki satunya. "Haha ada benarnya juga." / Tapi jika dia ingin membunuh nya lebih baik kita nikmati saja terlebih dahulu."


"Brengsek!" Cetus Agha pelan.


"Aku akan membunuh mereka. Dan kakak langsung masuk saja." Bisik Balian. "Tidak mungkin seperti itu.Kita akan menghabisi mereka." Ucap Agha.


"Aaa.......Mati kau!" Teriak Balian dan mengeluarkan beberapa tembakan. "Cepat! Kau akan mati!" Teriak Agah.



"Hu..... Selesai." Balian tersenyum. "Cepat." Ucap Agha.


Agha dan Balian segera mencari keberadaan Asil di gedung tua itu.


"Bagus hanya ada dua penjaga tadi." Ucap Balian.

__ADS_1


"Stop!" Teriak Agha membuat langkah kaki Belian terhenti.


"Lihat.Ini adalah bekas seretan. Aku fikir pasti anak kecil itu didalam ruangan ini." Ucap Agha. "Dobrak." Balas Balian dan langsung mengambil ancang-ancang.


Bruk...... Sekali dobrak pintu langsung terbuka.


"Asil!" Teriak Agha melihat sesosok tubuh wanita lunglai di kursi tanpa memperlihatkan gerakan.


"Tidak, tidak. Kenapa kita terlambat." Agha menyentuh wajah Asil dengan lembut. "Apa dia sudah mati?" Tanya Balian. "Ini karena kita terlambat bukan?" Wajah Agha terlihat sangat panik. "Hm... Tolong..." Asil berbicara namun suaranya sudah terdengar serak.


"Hidup!" Teriak Balian.


Tanpa pikir panjang Agha langsung mengangkat tubuh Asil.


......................


"Aku sangat bahagia hari ini." Ucap Eren sambil melangkah menuju gedung tua tempat mereka menyekap Asil. "Tinggal kita bunuh saja." Azel tersenyum licik.


"Apa! Apa ini?" Teriak Eren. "Luka tembakan." Azel melihat Eren dan mengernyitkan keningnya.


Eren dan Azel berlari.


"Sial! Agha...............!" Teriak Eren melihat ruangan yang kosong.


......................


"Uh telinga ku terasa gatal." Ucap Agha sembari memegangi telinga nya.


"Kak mau kau bawa kemana anak ini?" Tanya Balian. "Pertanyaan yang bagus. karena aku tidak mungkin membawanya pulang dalam keadaan begini." Ucap Agha. "Yah karena kau akan menjawab banyak pertanyaan." Ucap Balian. "Bagaimana kalau mansion?" Tanya Balian. "Ide bagus." Balas Agha


......................


Sesampainya di mansion.



"Sekarang apa?" Tanya Balian. "Apanya?" Agha balik bertanya. "Asil." Jawab Balian. "Yah apalagi? Bajunya sudah diganti oleh pelayan. Lalu apa?" Agha kembali bertanya. "Bukan itu. Ini sudah malam apa yang akan kita katakan kepada ibu?" Tanya Balian. "Katakan kita memeriksa mansion dan berencana menginap." Agha menjawab dengan sangat muda. "Cemerlang." Balian menghela nafasnya.


"Oke sekarang aman." Ucap Balian dan langsung merebahkan dirinya di kursi.

__ADS_1


"Kita harus menyelidiki nya." Ucap Agha. "Yah baiklah." Balas Balian.


...****************...


__ADS_2