Penakluk Hati Sang Mafia Kejam

Penakluk Hati Sang Mafia Kejam
Chapter 2 (Episode 7)


__ADS_3

Beberapa hari berlalu dan Asil terlihat aman dari gangguan Eren.


Ting.... "Eh ponsel siapa?" Ucap Asil. "Bukan aku." Sahut Balian. "Ponsel tuan? " Tanya Asil kepada Agha. "O, iya. Ponsel ku." Jawab Agha sambil melihat pesan masuk di ponsel nya.


Agha tiba-tiba mengerutkan keningnya dan menghela nafas.


"Ada apa?" Tanya Balian. "Kau ingat Aldan kan?Aku berfikir dia hanya basa-basi." Jawab Agha. "Apa yang dia inginkan?" Tanya Balian lagi. "Bukan hal yang penting. Dia hanya ingin bertemu." Ucap Agha sembari beranjak dari duduknya.


"Apakah kakak akan menghadiri nya?" Tanya Balian. "Iya." Jawab Agha singkat.


"Bertemu dengan tuan Aldan. Aku lebih baik tidak hadir disana, lagipula tidak mungkin tuan mengajak ku." Batin Asil.


"Asil setelah makan siang nanti kita akan pergi." Ucap Agha. "Eh, tapi tuan." / "Ada apa?" Agha langsung memotong kata-kata Asil. "Ah tidak." Balas Asil sambil tertawa kecil.


......................


Setelah makan siang Agha, Balian, dan Asil langsung menuju alamat yang diberikan oleh Alden.


Asil sesekali menghela nafas nya. "Kenapa kemarin tuan Alden melihat ku dengan tatapan aneh ya, ah sudahlah lupakan saja." Batin Asil.


.


.


.


.


.


Setelah perjalanan yang panjang karena tempat pertemuan cukup jauh dari kantor Agha akhirnya mereka sampai.


Agha memasuki restoran yang dikatakan oleh Alden diikuti dua anak kecilnya.


.


.


.


.

__ADS_1


"Halo tuan Agha, selamat datang!" Sapa Alden menyambut kedatangan Agha. "Yah terimakasih atas undangan nya." Balas Agha. "Silahkan duduk." Ucap Alden.


"Kenapa aku merasa aneh." Batin Asil.


"Jadi ada kepentingan apa tuan Alden?" Tanya Agha tanpa basa-basi. "Aku hanya ingin lebih dekat kenal dengan tuan Agha. Karena kemarin banyak orang membicarakan tuan Agha, anda adalah pengusaha yang sukses dan perusahaan anda sangat besar. Jadi saya tertarik." Jelas Alden sambil tersenyum.


"Dia kembali melihat ku dengan tatapan nya yang tajam. Apakah tuan Alden tidak menyukai ku." Batin Asil dan menundukkan kepalanya.


"Ku lihat asisten mu sangat kalem ya." Ucap Alden sambil melihat Asil. "Iya Asil sedikit pendiam." Balas Agha dingin. "Ha..... Begitu yah." Alden menghela nafasnya dan tersenyum.


.


.


Lama berbincang akhirnya perbincangan Agha dan Alden selesai.


"Ah... Syukur lah sudah selesai, aku merasakan ada yang aneh disini." Batin Asil.


......................


Mereka akhirnya kembali ke kantor.


"Ayo kak!" Ajak Balian sambil merangkul Agha. "Iya, iya." Balas Agha.


.


.


.


.


"Huuuuu...Ini melelahkan." Gumam Asil sambil menunggu bis nya datang.


"Hai nona apakah kau sedang menunggu bis?" Tanya seorang lelaki kepada Asil. "Ah? Iya tuan." Jawab Asil. "Kalau begitu mari menunggu bersama." Ucap lelaki itu lagi, Asil hanya menganggukkan kepalanya.


"Wah lama sekali, apakah kau ingin minum?" Tawar lelaki itu kepada Asil. "Oh terimakasih." Sahut Asil dan mengambil minuman yang diberikan oleh lelaki itu.


"Ha.Kenapa kepala ku terasa pusing." Gumam Asil.


"Bagus, sangat mudah." Ucap pria itu.

__ADS_1


......................


.


.


"Hah! A-aku dimana?" Ucap Asil yang telah sadar dari pingsan. "Ini terjadi lagi." Gumam Asil.


Tap. tap. Suara langkah kaki mendekati Asil. "S-siapa itu!" Teriak Asil. "Kau sudah sadar rupanya." / "Kau.Apa yang kau inginkan?" Teriak Asil. "Anak-anak bawa dia!" Titah pria itu kepada beberapa orang dibelakangnya. "Lepaskan aku! Jangan sentuh aku!" Teriak Asil, namun teriakan Asil tidak digubris oleh anak buah lelaki itu.


.


.


.


.


"Kemana kalian akan membawa ku?" Teriak Asil. "Diam!" Balas seorang lelaki dan langsung membanting tubuh Asil di lantai.


"Auh.. " Ringis Asil sembari berdiri.


"Kerja bagus anak-anak." Ucap seorang wanita sambil mendekati Asil.


"Nona Eren, apa yang anda inginkan?" / "Nona, nona, his... Aku sangat benci kata-kata yang keluar dari mulutmu!" Teriak Eren sembari mencengkam wajah Asil. "Ah... Lepaskan aku!" Teriak Asil. "Cih, lepaskan aku. Kau pikir aku akan membiarkan mu mendekati Agha!" Ucap Eren dan langsung berdiri.


"Cukup!" / "T-tuan Alden." Eren terkejut melihat kedatangan Alden.


"Tuan, tolong aku!" Ucap Asil kepada Alden, namun Alden tidak memperdulikan kata-kata Asil.


"Kau memakai bantuan ku, kau harus membayarnya." Ucap Alden kepada Eren. "Tentu saja." Balas Eren. "Baiklah, kalau begitu aku ingin anak ini menjadi milikku." Ucap Alden dingin. "Hah! D-dia tidak ada gunanya." Teriak Eren. "Aku mendapatkan apa yang ku mau." Alden mendekatkan wajah nya kepada Eren. "Maaf tuan." Eren tertunduk ketakutan.


"Cih, dasar wanita ******. Apa cantiknya dia, sehingga semua lelaki tergoda dengan nya." Gumam Eren.


"Jadi kalian bersekongkol! Apa yang kalian inginkan?" Teriak Asil memberanikan diri. "Wanita ****** diamlah!" Eren berteriak dan menampar wajah Asil. "Ah.. " Ringis Asil sambil memegang wajahnya yang kesakitan.


"Ah, gelang itu. Apakah dia adalah anak kecil itu." Batin Alden terkejut melihat gelang yang dipakai oleh Asil.


"Tuan apakah kau yakin akan membawa wanita ini, jelas-jelas dia adalah wanita penggoda." Ucap Eren kepada Alden. "Bawa dia." Ucap Alden tanpa menanggapi ucapan Eren.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2