Pendekar Benang Merah

Pendekar Benang Merah
Tuan Putri: Namaku Kalya


__ADS_3

"Mereka pasti belum jauh. Cari sampai dapat" Samar-samar aku mendengar suara itu dari dalam gua.


Aku yakin pasukan Jaka masih berkeliaran di luar sana. Setidaknya untuk waktu beberapa hari, mengingat area hutan cemara ini tidak terlalu luas. Tentunya alasan lain karena sebelah hutan cemara ini adalah sabana. Daratan itu setidaknya hampir sama dengan kota besar di negara ini.


Untuk menghindari terdeteksinya hawa keberadaan kami, Tuan Putri memblokir jalan masuk dengan sihirnya. Walau dia tampak sehat, sebenarnya luka dalamnya cukup parah. Nafasnya tidak teratur, aliran energi sihirnya bergerak acak dan beberapa luka yang mengakibatkan lemahnya tubuh secara perlahan dalam waktu singkat.


Sementara itu aku mencoba mengecek bagian dalam gua tersebut. Gua ini cukup dalam. Ada sebuah ruang yang besar di dalam sana. Aku tidak tau pastinya itu apa, namun disana ada semacam kuil dan ada altar di tengahnya.


Aku menoleh kearah Tuan Putri. Oh, tidak. Dia dalam kondisi yang berbahaya jika diteruskan.


"Hani, kita akan masuk lebih dalam lagi. Tuan Putri, hentikan saja" kataku.


Dia bersikeras dan hanya fokus pada sihirnya.


"Tidak ada waktu lagi" aku langsung membopong Tuan Putri dan meledakkan mulut gua dengan tenaga dalam ku.


"Tidak, hentikan!" Tuan Putri meronta, namun aku lebih bertenaga.


Setelah sudah jauh, aku melepas paksa gelang teleport ini dan menghancurkannya. Setelahnya punya Hani juga demikian.


"Hei! Apa yang akan kau lakukan?" protes Hani.


"Kita telah di mata-matai oleh kepala akademi sejak kita memakai gelang ini" aku mulai menjelaskan.


"Gelang ini memang fungsi utamanya adalah teleport. Akan tetapi gelang ini mempunyai fungsi lain yakni pengambilan data dari pemakai. Jika kita memakai gelang itu kita akan tertangkap oleh pasukan Jaka" imbuhku.


Hani terdiam. Tuan putri merintih kesakitan. Mungkin akibat dari lukanya.


"Sejak dari awal aku sudah curiga dengan misi yang kita dapat. Pertama, misi ini bukan misi tingkat C, melainkan tingkat B keatas. Secara tidak sengaja aku pernah mendengar tentang tingkat misi yang layak untuk para pemula. Seharusnya misi tingkat pemula adalah misi yang berkaitan dengan pelatihan, apapun itu"


"Kedua" aku melanjutkan


"Pasukan pengawal barisan belakang yang di situ terdapat instruktur seketika menghilang sesaat setelah kita hampir sampai di puncak" aku mengambil nafas.

__ADS_1


"Bukankah ini sangat mencurigakan?"


"Bahkan dari awal tidak ada pasukan pengawal kerajaan. Bukan begitu, Putri Kalya?"


Kalya tertunduk. Aku mengatakan yang sebenarnya.


"Apa, Kalya?" Hani kukira dia sudah tau. Dasar.


"Pewaris tahta kerajaan?"


"Iya" tegas ku dan Kalya bersamaan.


"Hohoho" dengan polosnya dia tertawa.


"Anak ini bodohnya sampe ke tulang" aku menepuk jidat.


"Memang benar. Namaku Kalya, ratu dari kerajaan tengah" kata Kalya dengan nada lirih.


Kalya menjelaskan sebab terjadinya pemberontakan yang terjadi di keluarga kerajaan. Pada awalnya Gabriel, mentri kerajaan menghianati kerajaan dengan cara membunuh raja.


Sepanjang perjalanan Kalya banyak membantu rakyat. Sikapnya lembut dan penuh dengan kasih sayang, sehingga banyak rakyat yang berharap lebih kepadany.


Satu sisi di kerajaan. Mentri Gabriel melulai serangan gerilyanya. Hampir seluruh prajurit berada di bawah kepemimpinan Gabriel. Sedikit demi sedikit dia merangsek masuk tanpa perlawanan yang berarti. Bahkan panglima terkuat kerajaan turut bersekutu dengannya.


Saat purnama telah sempurna, saat itulah Kalya menerima kabar jika kerajaannya diambil alih oleh mentri Gabriel. Dan saat itu juga pasukan jaka berhasil meringkus pengawal kerajaan yang mengawal Kalya.


Pada awalnya mereka berencana untuk membuat Kalya menderita lebih lama, setidaknya setelah dari kota Tersembunyi. Akan tetapi Kalya menyadari dan meminta bantuan dari pihak akademi. Setidaknya dia berharap kepada kepala akademi kota Tersembunyi dapat menyiapkan pasukan elit. Akan tetapi tiga bulan sebelum Kalya sampai bandit badai salju menyerang dengan alasan merebut sesuatu dari pihak akademi, itu semua sudah di rencanakan.


"Jadi bandit itu bawahan Jaka?"


Kalya menggeleng.


"Mereka hanya bekerja sama. Setelah Gabriel menjadi raja, bandit badai salju meminta kawasan yang ia tempati saat ini menjadi miliknya, sekarang dan selamanya" jelas Kalya.

__ADS_1


"Juga pasukan bayangan Gabriel" kataku.


Kalya terkejut.


"Bagaimana kau bisa taun?" tanya Kalya.


"Aku dan Hani hanyalah umpan. Jika kau tidak mengatakan yang sesungguhnya, aku mungkin akan menyerahkanmu"


"Lagi pula aku hanya ingin hidup tenang. Itu saja" ujarku sembari memasuki gerbang kuil.


Aku sengaja meninggalkan mereka dan akan pergi sendiri saja. Itu lebih baik daripada aku terlibat akan masalah orang lain yang akan merepotkan.


"Tunggu. Aku ikut denganmu" Kalya seperti sudah mengetahui apa yang ku fikirkan.


"Walaupun itu merepotkan bagimu. Aku pasti tidak akan menjadi beban untukmu"


"Ehem. Aku juga" Hani ikut-ikutan.


Aku hanya diam dan maju lurus saja.


"Aah" Kalya terjatuh.


"Tunggulah di situ. Ada hal yang harus ku lakukan" kataku.


Ya, itu benar. Kuil ini seperti memanggilku. Khususnya altar yang ada di tengah itu. Sesuatu ernergi yang kuat telah mencuri perhatianku.


Aku berjalan menuju altar yang mencuri perhatianku. Energi di sini sangat murni. Aku merasa ada sesuatu yang merasuki tubuhku, itu benar-benar nyaman. Aliran tenaga dalamku juga perlahan membaik, namun masih terlalu lama. Saat aku berada tepat di altar ini aku merasakan energi murni yang luar biasa.


"Aku harus bermeditasi" ujarku.


Tanpa basa-basi aku langsung bermeditasi. Ini sungguh luar biasa. Tenaga dalamku yang tadinya hilang terasa terisi penuh, padahal hanya sebentar saja.


Sekarang tubuhku sudah seprima dulu. Rasa ringan, panca indra tajam, bahkan indra ke enam ku turut meningkat. Aku yakin dengan begini aku dapat menerobos tingkat selanjutnya, tingkat kutub. Tingkat ini disebut sebagai tingkat raja. Bahkan malaikat pun turut memberi hormat jika sudah sampai tahap akhir.

__ADS_1


Sejauh ini hanya ada puluhan semenjak era Wakil Tuhan Terakhir. Ia adalah wakil tuhan yang ditugaskan memperbaiki manusia agar tidak menganut ajaran iblis. Setelah ia tiada, wakil tuhan di serahkan kepada penerusnya yang merupakan teman seperjuangannya. Kepercayaan yang luar biasa menjadi tanggung jawab bagi temannya itu. Karena itulah ia menjuluki dirinya Pemimpin, dan orang-orang menyebutnya kaisar dunia.


Pada tingkat ini akan ada godaan yang disebut jalan iblis. Pada saat ini aku pun mendapati jalan iblis ini. Benar saja kata Kakek dulu, jalan iblis penuh dengan rintangan. Bukan kekuatan fisik dan tenaga dalam, melainkan kekuatan hati.


__ADS_2