
Asap mengepul dimana-mana. Keadaan menjadi sangat buruk. Tanaman obat yang sengaja dirawat oleh naga salju sebagian besar terbakar dan sebagian lainya rusak. Sarang naga salju porak poranda.
Terdengar suara pertarungan di arah gua naga. Aku khawatir Alice dalam bahaya sekarang.
"Hentikan!"
Benar dugaanku. Ada belasan petualang tengah mengepung Alice. Dia berusaha mempertahankan gua yang terdapat barang berharga didalam sana.
Aku kagum pada Alice. Walaupun dia tak tau seperti apa naga salju namun dia mempertaruhkan hidupnya demi melindungi sarangnya. Luka di sekujur tubuhnya adalah jawaban mengapa aku menyimpulkannya demikian.
"Lihat, ketua. Naga itu telah kembali!" seru seseorang dari mereka.
Aku berdiri tepat dibelakang Alice yang terluka cukup parah. Untung saja ini hanya luka luar saja. Walaupun cukup parah ini tak akan membahayakan nyawanya.
"Keputusanmu meninggalkanku disini adalah benar, Master" kata Alice sebelum dia pingsan.
Ini di luar dugaan jika akan ada sekelompok orang yang akan membuat rusuh disini. Naga salju yang masih terluka juga tak dapat berbuat banyak ketika melihat halaman yang ia rawat di hancurkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab itu. Dia langsung hilang kendali dan membekukan sebagian dari mereka. Sisanya melarikan diri.
"Apa kau baik-baik saja, Yori?" tanyaku setelah naga salju mendarat di dekat kami.
"Aku baik-baik saja, Modo. Hanya sedikit kelelahan saja"
"Baguslah. Istirahatlah, aku akan mengobati luka Alice dan akan menanyakan apa yang terjadi padanya setelah dia siuman nanti"
Luka-luka Alice cukup parah. Untungnya aku langsung bertindak cepat untuk mencari bahan-bahan obat di hutan. Walau sedikit kacau di sana sini masih ada beberapa tanaman obat yang dapat digunakan untuk mengobati Alice. Sekarang tinggal menunggu dia bangun dan untuk Yori, aku takut itu akan membuatnya beristirahat hingga berbulan-bulan.
Hingga malam menjelang Alice masih belum sadarkan diri. Aku membuat perapian dekat dengan ia berbaring dan sedangkan aku mencoba melatih energi internalku agar semakin stabil. Sesekali aku juga mencoba mempelajari sihir, namun itu sia-sia saja. Ada beberapa alasan yang membuatku tidak bisa mempelajarinya. Sebagai gantinya aku mengkombinasikan dasar sihir tingkat legenda untuk memperkuat teknikku. Semua yang di ajarkan Arisanti pada waktu itu aku terapkan. Hasilnya aku semakin mahir dalam menggunakan energi yang melimpah ini.
Saat malam semakin larut terselip di pikiranku tentang kejadian siang seharian ini. Apakah tiga penyihir itu cuma pengalihan saja atau ini sebuah kebetulan. Ini cukup aneh.
Hampir ratusan tahun tempat ini damai-damai saja. Tak kusangka akan terjadi keributan sebesar ini. Mungkin hanya kebetulan. Ya, mungkin saja.
...
Saat burung-burung berkicau dengan riang. Dinginnya tempat yang tertutup salju terhalang oleh keanehan yang menjadikan tempat ini satu-satunya tempat yang di penuhi oleh pepohonan rindang nan hijau. Di saat itulah aku baru menyadari jika ada dua gadis yang terbaring di dekat perapian yang tinggal tersisa arangnya saja.
__ADS_1
"Eh, siapa dia?" kataku terkejut.
Gadis yang tergeletak itu adalah Alice. Dia sangat familiar karena dia akhir-akhir ini cukup membantuku dalam hampir segala hal di rumah, namun yang satu itu siapa.
"Ah, sudah pagi. Selamat pagi, Modo" kata gadis kecil itu.
Aku terkejut. Alice terbangun.
"Ah, Master. Kau mesum!" serunya tiba-tiba memecah heningnya pagi yang tenang.
"Hah? Apa maksudmu?" tanyaku bingung.
Sementara itu Alice dengan sigap menutupi bagian tubuh gadis itu yang ternyata tanpa busana.
Ah, sekarang aku paham kenapa dia tiba-tiba berteriak seperti itu. Sial, mengapa loli ini tiba-tiba muncul disini, sih. Apa karena aku terlalu tak sadarkan diri saat tidur sampai-sampai ada gadis tanpa busana di tempat sedingin ini dan kemudian menyisul kehangatan di samping Alice. Untung saja dia tak berbaring disampingku.
"Hei, gadis kecil. Darimana asalmu?" aku mencoba tenang.
"Hei, Master. Kau jangan melihat kearah sini. Tidak sopan!"
"Tersesat gundulmu! Kau bahkan tak mengenali aku dalam wujud ini, Modo" kata gadis itu.
"Ah! Jangan-jangan kau anaknya master yang ditinggalkannya" Alice semakin ngaco.
"Hei, apa yang kau maksud, gadis kecil"
"Hei, lihatlah siapa yang kecil!" Alice naik darah sepertinya.
Sekarang aku dapat melihat sisi lain Alice yang nampak selalu formal. Dia lucu juga ketika dia seperti itu.
"Aku lebih tua dari Modo, tau" kata gadis itu.
"Wah, kau terlihat cocok dengan gaun Alice. Walau sedikit kebesaran, sih"
Dia terlihat manis untuk ukuran anak kecil.
__ADS_1
"Apa! Jelas-jelas kau masih kecil. Kau bilang lebih tua dari om-om itu?" Alice terlihat sedikit kesal.
Dan apaan coba. Om-om? Setua itu kah.
"Memang berapa usiamu?" Alice mulai tenang.
"Baru lima puluh tahun. Tepatnya lima puluh tiga tahu" jelasnya.
"Apa?" Alice terlihat tak percaya.
"Memang kenapa? Ras naga dewasa bisa berumur ratusan hingga ribuan tahun" katanya dengan santainya.
"Jangan-jangan kau, Yori"
Dia mengangguk.
Memang benar yang dia katakan. Ras naga mempunyai umur yang sangat panjang. Aku waktu itu kaget ketika aku berkunjung ke istana naga. Anak termuda dari si tua Putih saja berumur dua ratusan tahun. Itu saja masih terlihat sama seperti aku yang masih berumur belasan tahun wakti itu.
"Astaga. Kau terlihat lebih manis dari ekspetasiku, Yori" kataku.
"Master. Kau menjijikkan"
Kemudian aku dan Yori tertawa bersama.
Setelah itu aku menyelesaikan tugas dari guild bersama mereka. Waktu berjalan dengan begitu cepat. Hampir dua minggu sampai akhirnya kami benar-benar menyelesaikan semua tugas itu. Selanjutnya pulang.
....
"Lihat, itu Kara dan Alice. Eh, tunggu. Siapa gadis kecil yang bersama mereka. Apakah dia anaknya?"
Seperti itulah. Kehadiran Yori membuat warna baru dalam hidupku. Ada rumor beredaran jika aku dan Alice adalah pasangan suami istri yang sudah lama berpisah. Ada juga yang bilang jika Yori adalah anak haram kami dan masih banyak lagi. Mereka semakin membuat masalahnya lebih runyam.
Di rumah Alice hanya berdiam diri di kamar dan tak keluyuran. Biasanya ia pergi ke pasar jika di pagi hari. Latihan sampai sore dan kemudian dia sekedar ijin keluar entah kemana, sekarang ia mulai mengurung diri.
Kurasa aku paham apa yang ia rasakan. Aku paham karena kita sama-sama jones. Ditambah dia adalah seorang gadis. Jika ada rumor semacam itu maka akan berakibat pada pandangan orang terhadapnya. Walau demikian aku tak mau juga jika Yori terungkap identitasnya. Akan menjadi gempar gan tentunya akan memancing musuh kemari.
__ADS_1
"Ah, situasi ini sangat menyusahkan. Kakek, apa yang harus aku lakukan?"