Pendekar Benang Merah

Pendekar Benang Merah
Merebut Tahta: Langkah Awal


__ADS_3

Setelah dua minggu kami akhirnya keluar dari gua. Benar kata orang, di balik masalah pasti ada hikmahnya. Akibat melarikan diri dari pasukan Jaka pada waktu itu aku berhasil menerobos tingkatan selanjutnya. Aku bahkan mendapat barang berharga dari Kakek Lintang.


Entah kenapa aku merasa sangat tenang. Hatiku tidak lagi merasa gelisah sama sekali. Akupun tidak usah menekan kekuatanku dengan teknik pengekang tenaga dalam. Aku lebih bertenaga dan juga sangat bersemangat. Mungkin ini efek dari kekuatan alam. Menyatu dengan alam dan alam akan memberi tahu segalanya.


Untuk sekarang aku akan mengantar tuan putri dahulu. Setelah itu aku akan bergabung dengan guide petualang di ibukota. Mungkin ide buruk untuk kembali ke akademi karena ada kepala akademi disana. Lagi pula aku tidak berencana untuk tinggal lebih lama. Aku hanya ingin mencari tahu tentang keberadaan bandit badai salju untuk menyelamatkan Widi.


Untuk saat ini aku tidak perlu mengkhawatirkan Widi terlebih dahulu. Sekarang kondisinya sangat baik, bahkan diperlukan dengan hak istimewa di kediaman bandit badai salju. Dia seperti raja saja. Apa yang ia pinta langsung di kasih. Pemimpin bandit itu yang terkenal bengis luluh di hadapannya. Aku tidak bisa mendengar dengan jelas, namun dia akan baik-baik saja untuk saat ini. Yah, setidaknya perasaanku berkata demikian.


Aku, Hani dan Tuan Putri bergegas menuju ibu kota. Menurut gagak ini ada jalan cepat menuju ibu kota. Setidaknya memakan sedikit waktu dari pada melalui jalan utama.


"Ini dia jalannya" gagak itu menunjuk jalan yang terlihat menyeramkan, namun aku tidak bisa merasakan apa pun.


"Ya sudah, ayo" ujarku.


...


Kota kerajaan tengah nama asli kerajaan ini adalah kerajaan Awan Sembunyi. Setiap musim penghujan pasti terdapat kabut tebal menyelimuti kota ini. Biasanya kabut hanya terdapat di area luar dinding kota saja. Saat itulah penjagaan akan diperketat. Kerajaan juga akan mendatangkan para pemanggil untuk membentuk formasi dan berpatroli. Warga kota dilarang keluar dan sebaliknya.


Kami tiba di kota kerajaan sebulan sebelum musim penghujan tiba. Kami menyamarkan identitas kami untuk kedepannya. Aku akan menjadi petualang yang berperan sebagai kakak. Hani dan Kalya berperan sebagai adik-adikku. Jika alasanku mereka itu istri juga nggak bakalan ketahuan juga sih.


Langkah pertama kita akan mendaftar terlebih dahulu di guide kota Awan. Menurut Kalya, guide ini adalah langkah awal kita agar bisa menyusup ke kastil kerajaan dengan aman. Penjagaan disini sangatlah ketat, apa lagi ada pasukan pemanggil yang senantiasa berpatroli di kota. Belum lagi penjaga kerajaan adalah pasukan elit dari berbagai guide di kota.


Aku diberi artefak oleh Kalya. Artefak ini mampu mengelabui alat detektor sihir di guide yang kami ikuti. Tentunya target kami menjadi penyihir tingkat tinggi.


Setelah mendapat lencana kami langsung berpartisipasi dalam misi. Kali ini kami akan memulai debut kami dengan memburu hewan magis tingkat A yang meresahkan di suatu daerah. Ini bagus untuk membuat kami naik pangkat.


Di kota Awan ini ada perbedaan atau klas penyihir. Tidak ada pemula, disini paling rendah di tingkat penyihir rendah, sedang, tinggi, elit, dan master. Kami masih jauh untuk bisa berpartisipasi dalam misi yang di berikan oleh kerajaan.


"Baiklah. Kita mulai dari sini"

__ADS_1


Kami akan mengumpulkan poin terlebih dahulu untuk naik tingkat. Dengan menyelesaikan misi, bukan hanya hadiah yang kami dapat juga poin untuk meningkatkan rank di guide ini. Kesempatan ini sangatlah bagus.


Kurang dari seminggu kami dapat menjadi penyihir elit. Kami menyelesaikan misi dengan mudah. Setiap hari kami menyelesaikan empat sampai lima misi tingkat A dan S. Nama kami melambung di guide ini.


"Wah, mereka adalah Ye bersaudara. Mereka mengalahkan monster tingkat S dengan sekali serang. Sangat mengagumkan" tutur dari salah seorang anggota guide saat kami selesai dari misi.


"Cih, mereka hanya mengandalkan Yi saja saat menjalankan kan misi. Apa hebatnya lelaki itu. Dia tidak lebih dari seorang pecundang. Lihatlah tingkat sihirnya saat ini kalah dengan tingkat rendah"


"Aku dengar saat tes dia menggunakan artefak langka. Memalukan!"


Bla bla bla.


Mereka yang iri lebih banyak daripada mereka yang peduli. Yah, sudahlah. Toh itu hanya omongan.


"Hei, Ye. Aku menantangmu di arena hidup dan mati" seru dari seorang yang mereka sebut belati angin.


"Kau tak pantas berada di sisi Yiyi dan Ayu"


Astaga. Ternyata benar itu masalahnya. Di dunia ini harta, tahta, dan wanita adalah sebab musabab dari timbulnya permusuhan di rumah sendiri, dan menjadikan musuh sebagai teman.


"Apa yang kau kataka?" Hani naik darah.


"Arena hidup dan mati? jangan konyol. Kau bisa kehilangan nyawamu disana"


"Kau mengkhawatirkan aku, cantik?" wajahnya sangat dekat dengan Hani.


"Kau tenang saja, aku akan mengatur pemakaman yang layak untuk kakakmu. Setelah itu kau bisa jadi wanitaku" dia mulai berlagak.


"Kau!" Hani tampak emosi.

__ADS_1


"Hari ini juga, aku tunggu di arena" katanya sembari berlalu.


Aku tak tau apa yang dia pikirkan.


"Apa itu arena hidup mati?"


"Arena pertarungan yang mengijinkan yang hidup saja yang boleh keluar. Kalau pun dia menyerah, dia juga akan tetap mati karena sihir yang ada di arena itu. Bahkan tingkat master pun akan mati di sana" jelas Kalya.


"Jika menolak?" tanyaku.


"Tak bisa menolak. Setelah penantang mendaftarkan diri dengan lawan otomatis mereka akan terseret ke arena dan tak bisa mengelak. Walau di ujung dunia sekalipun akan kembali ke arena tersebut"


"Bagaimana, bisa?"


"Tak ada yang tau sebabnya. Ada yang mengatakan kalau itu sihir tingkat legenda dan hanya bisa di gunakan oleh penyihir tingkat legenda" tutur Kalya.


"Haih" keluhku.


Ini akan menjadi sangat merepotkan jika aku membunuh orang. Aku sekarang dalam mode latihan. Jika aku membunuh seseorang aku akan mengulang metode pemurnian hati yang dikatakan kakek itu dari awal. Hah, bebar-benar ujian yang sulit.


....


Arena hidup dan mati.


Aku tengah berdiri di sudut yang berbeda dari lawanku. Penontonnya pun terlihat dangat ramai. Wajar sih, sudah bertahun-tahun tidak ada yang bertarung di sini. Apalagi ini adalah pertarungan atar tingkat elit yang sangat jarang di jumpai.


Tidak ada wasit dan tidak ada aturan yang melarang. Mereka di anjurkan saling membunuh satu sama lain. Siapa yang bertahan hidup akan di jadikan pemenang dan jika keduanya mati maka dianggap seri. Jika sama kuat, itu tidak penting. Hanya ada satu yang hidup.


Pertandingan hidup dan mati dimulai!

__ADS_1


__ADS_2