Pendekar Benang Merah

Pendekar Benang Merah
Cucu Kawan Lama


__ADS_3

Hutan pohon pinus membentang luas di dataran kerajaan Awan. Sinar mentari bahkan tak mampu menembus dedaunan. Semak tumbuh dimana-mana. Hanya ada satu jalan menuju desa Sunyi. Kami melalui jalan itu dengan segera sebelum gelap datang.


Butuh dua hari jalan kaki sebelum kami sampai di tempat tujuan. Sesaat kita sampai, tempat ini bahkan tidak bisa dibilang pemukiman penduduk. Ini seperti medan pertempuran. Hampir sama seperti perang dunia sihir beberapa abad lalu. Tempat ini terbakar habis hingga menyisakan puing-puing bekas bangunan jerih payah para warga desa. Ini bukan perang. Ini perbuatan hewan magis yang mengamuk. Bahkan penyihir elit yang dikirim kerajaan tewas ditempat ini. Tentu saja ini sangat merugikan kerajaan.


Tim informan mengklarivikasi bahwa ini murni naga yang mengamuk tidak dikendalikan oleh mantra sihir dari manapun. Saat penyerbuan terahir dilakukan, para informan berhasil meloloskan diri dan memberi kabar kepada kerajaan dan memberikan tugas ini kepada guide yang juga mempunyai penyihir tingkat master dan berharap dapat menaklukan naga itu.


Kami tertari dengan berbagai pertimbangan. Selain menghindari kerumunan warga yang menyeramkan, kami juga tertarik akan hadiah yang di berikan oleh kerajaan jika berhasil dan tentu ada tujuan lain selain itu.


Saat kami melintasi tempat ini tak ada tanda kehidupan sama sekali. Semuanya hangus tanpa tersisa. Bahkan bangkai mayat para penyihir pun tidak ada. Sangat mengerikan. Api ada dimana-mana. Seperti lautan api abadi yang tak pernah padam.


Ditengah kobaran api ada seorang anak dengan baju compang-camping tengah memandang kami dengan tajam. Kami menhentikan langkah kami. Anak itu mengeluarkan niat membunuh yang mengerikan. Bahkan Kalya dan Hani pun tak sanggup menahannya.


Anak itu mempunyai tanduk dikepalanya seperti ras siluman. Jika dugaanku benar, anak ini adalah keturunan iblis asli jika dilihat dari tanduknya. Jika itu hasil perkawinan sesama siluman, maka mereka tak akan memiliki tanduk sama sekali. Siluman bisa dikatakan mirip dengan manusia namun memiliki darah iblis. Ini jelas perkawinan silang antara siluman dan keturunan iblis asli jika di lihat dari tanduknya yang ada dua. Huh, dua?


Ini agak aneh. Hanya ada satu ras yang mempunyai ciri seperti ini. Itu adalah ras naga. Biasanya ras naga yang mampu mengubah wujud menjadi seperti manusia adalah naga dewasa atau yang telah memasuki tingkat yang lebih tinnggi.


“Kau yang menyebabkan kekacauan ini?” tanyaku.


Tak ada jawaban. Malah dia semakin memperkuat tekanannya hingga tingkat dimana Kalya dan hani hingga tak sadar diri. Kini tinggal aku dan bocah naga itu.


“Sudahlah, hentikan” terpaksa aku menekannya dengan aura milikku sendiri.


Dia meengerang sambil memegang kepalanya. Tekananku membuatnya kesakitan. Perlahan-lahan ia mengubah wujudnya menjadi seekor naga yang belum cukup besar namun sayapnya sudah mendekati sempurna.

__ADS_1


Kekuatan naga bisa di lihat dari lebar sayap dan juga panjang tanduk mereka. Semakin panjang tanduk mereka, semakin pintar pikirannya. Dan semakin lebar sayapnya, semakin kuat didinya pula. Naga yang aku hadapi ini memiliki sayap yang hampir sempurnya seperti kawan lama. Dan karakternya pun hampir sama. Tunggu dulu...


“Keluarlah putih!” seruku.


Awan bergemuruh. Langkit sekejap menjadi gelap seperti matahari hilang ditelan langit. Tanah bergetar hebat. Hewan magis tingkat legenda saling berhamburan tak menentu arah. Suasana mencekam menyebar keseluruh daratan sebelum sesuatu muncul diatas desa Senyap.


Perlahan naga muncul dari balik awan hitam yang membentuk lingkaran. Dia begitu besar, hingga kota kerajaan pun dapat melihat sayapnya yang begitu sempurna. Tanjuknya canti. Warna tubuhnya berwarna putih keemasan.


Semua orang mengentikan aktivitas mereka sejenak. Mereka mendongak keatas dan bertanya-tanya apakah dewa akan marah? Apa hari akhir itu telah tiba? Kenapa ada naga membelah lagit hutan pinus? Apakah naga itu akan menghancurkan kota ini?


Dalam sekejap pasukan keamanan dan segenap tentara bersiap berangkat menuju tempat kejadian. Mereka harus mengentikan naga itu sebelum memasuki kota. Para pemanggil seketika memanggil panggilannya, namun para hewan panggilan seketika memberontak dan tak ingin menuruti tuannya.


Kekacauan semakin membesar ketika para hewan panggilan memberontak. Lengkingan hewan-hewan itu membelah kebisingan di seluruh kota yang panik. Para penduduk siap untuk di ungsikan. Anak-anak, lansia, dan para wanita dievakuasi ketempat yang telah disediakan oleh kerajaan. Bukan hanya kota Awan saja yang bertindak. Kota-kota yang berada di dekat hutan pinus pun bergegas mempersiapkan tentara mereka dan berangkat menuju tempat kejadian dengan segera setelah naga itu muncul. Sementara itu...


Naga itu melirik kepadaku.


“Hahaha” naga itu tertawa.


“Kenapa kau tertawa” kataku sewot.


“Kau telah membuat kekacauan ketika muncul dan malah tertawa?”


“Maaf, maaf. Aku terlalu bersemangat, Modo”

__ADS_1


Seketika dia merubah wujudnya menjadi manusia. Perlahan-lahan dia berubah menjadi lelaki paruh baya dengan jubah berwarnya putih keemasan dengan mengenakan mahkata yang menceng di kepalanya. Perlahan gejala alam yang telah terjadi menghilang. Perlahan-lahan keadaan menjadi normal kembali.


Aku menepuk jidat. Pria paruh baya itu memandangku penuh tanya. Sementara naga kecil terduduk terpaku. Pandangannya kososng. Sepertinya dia ketakutan.


“Mahkotamu selalu seperti itu” kataku. Pria itu sesegera membenahi mahkotanya lalu tertawa.


“Ada apa?”


“Sepertinya naga kecil itu cucumu”


Dia menoleh ketempat naga kecil itu berada. Sejenak dia terdiam sebelum airmatanya berlinang membasahi pipinya. Seketika ia langsung menghampiri naga kecil itu yang perlahan berubah menjadi manusia. Ia juga menangis.


“Ka-kakek” katanya dalam isak.


Pria tua itu lalu memeluknya erat seraya berkata “Kami mencarimu kemana-mana. Kemana kau selama ini, cucuku?”.


Pemandangan yang mengharukan. Aku jadi teringat ketika aku tersesat saat aku mencoba melarikan diri dari gunung saat aku tak tahan dengan pelatihan keras kakek. Kakek mencariku berhari-hari hingga tak makan berhari-hari. Ia terus mencariku.


“Maaafkan aku, kakek. Maafkan aku” kata naga kecil dalam tangisnya.


Aku sekarang mengerti. Setelah kekacauna di khyangan pada waktu itu naga kecil ini melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Tak sengaja ia masuk ke dalam dimensi yang mengantarnya ke dunia sihir ini.


Bertahun-tahun ia terlantar disini. Ia berjalan tanpa arah tujuan. Perutnya kosong tanpa asupan makanan berhari-hari lamanya sampai ia ditemukan oleh sepasang kakek nenek yang memberinya naungan dan makanan. Naga kecil itu di anggap seperti anaknya sendiri. Kasih sayang mereka curahkan kepadanya hingga ia hampir lupa jika ia mempunyai keluarga yang mencarinya. Terkadang juga ia merindukan keluarganya di kahyanga. Namun sepertinya ia tak akan bisa kembali lagi ke tempat ia berasal.

__ADS_1


Bertahun-tahun berlalu. Perlahan-lahan tanduknya tumbuh seiring berkembangnya pengetahuannya. Kepalanya sering sakit ketika tanduknya berkembang. Kakek dan nenek yang mengetahui itu segera mengetahui jika anak yang mereka asuh adalah seekor naga yang menjelma menjadi manusia.


__ADS_2