Pendekar Harum

Pendekar Harum
Singa Hitam Legendaris


__ADS_3

Doooooaarrr.....!


Doooooaaaarrrrr....!


Suara ledakan dasyat mengagetkan hewan-hewan buas yang sedang berburu mangsa.


Dari tempat asal suara ledakan, mengepul asap hitam dan pekat yang bisa diliat dari jarak beberapa km.


Io Singa Hitam itu mulai memasuki Gua Iblis.


Tling.. ting.. tlingggg.....


Bunyi logam keras jatuh ke lantai gua


tempat Singa Hitam tinggal.


Ditengah remang-remang cahaya senja di dalam Gua Iblis, Singa Hitam menatap dua buah pisau tipis secara bergantian.


Kalau saja yang meliat kedua pisau itu hewan buas lain, niscaya yang terlihat cuma satu pisau hitam pekat yang tipis namun elok dan elegan.


Brukkkkk....


Singa Hitam terjatuh ketika hendak mendekati kedua pisau tersebut.


..


..


"Pagi yang cerah" seorang prajurit menyapa gadis pelayan penginapan. Pelayan penginapan tersebut hanya membalas dengan senyum canggung sapaan prajurit itu.


Pagi hari itu suasana sangat sejuk, langit cerah seakan akan menggambarkan betapa cerahnya masa depan Kerajaan Laut Timur.


"jangan lari...! hei pencuri... jangan lari kataku!!keributan yang terjadi tidak jauh dari penginapan ditengah keramaian pasar tampak seorang pemuda tampan dan gagah sedang diburu oleh beberapa orang prajurit.


"Ayu sini kejar" kata Su Kha, pemuda yang dikejar kejar oleh prajurit Kerajaan Laut Timur tersebut.


Tampak sangat jelas Su Kha sedang bermain main dengan perajurit kerajaan yang mengejarnya. yang muali kepayahan mengejarnya.


"Makan apa bocah itu" sambil mengelap keringat di mukanya dengan pergelangan tangan. "Jika aku berhasil me..menangkapnya... ", belum sempat melanjutkan kata-katanya prajurit lain memotong " lalu mau apa".


Semua prajurit yang mengejar Su Kha cuma bisa terdiam. Karna mereka tau selama satu bulan ini, tidak ada satu prajurit pun yang bertugas jaga dipasar yang bisa menangkapnya. bahkan menyentuh sehelai rambutnya pun tidak bisa.


"Ayu kembali ke pos jaga" kata pemimpin prajurit jaga pasar d Kerajaan Laut Timur Tersebut.

__ADS_1


Su kha berjalan santai sambil memutar mutar kantong uang hasil curiannya dari seorang saudagar kaya yang sangat kikir.


"Akhirnya..! " Su Kha bergumam pelan dengan senyum yang terus merekah sepanjang jalan.


"Baiklah... mulai hari ini sampai dua tahun kedepan anak-anak itu tidak akan kelaparan lagi". Su kha sangat bahagia, karna setelah ini anak-anak yang ditemukan ya di Hutan Iblis dapat ditinggalkannya dengan tenang.


Tok.. tok...


Tok... tok... tok....


Pintu terbuka... nampak wanita paruh baya yang masih terliat karisma kebangsawanan nya. " Nenek lei" Su Kha menyapanya sekaligus menyerahkan kantung uang hasil curian dari saudagar kaya di pasar tadi.


"Apa ini..? tanya Lei


" ini untuk biaya hidup anak anak yang saya titipan pada bibi, semoga ini cukup untuk biaya hidup mereka semua selama dua tahun kedepan".


Setelah menyerahkan kantung uang, suka langsung pamit undur diri.


"Kamu mau kemana Su Kha? " tanya bibi Lei dengan tatapan penuh tanya. Su kha hanya menjawab dengan senyuman sambil melangkah pergi meninggalkan bibi Lei yang menatapnya dengan rasa bingung dan senang karna telah diberi Su Kha uang untuk membiayai anak anak.


....


....


Di gua Iblis Singa Hitam yang sudah dalam keadaan sekarat, menggali tanah dengan kukunya yang tajam untuk menyembunyikan pisau yang didapatkan setelah mencabik cabik bangkai Badak Besi.


Matanya mulai menutup secara perlahan, dan semuanya menjadi gelap.


Disisi lain hutan Iblis. Di atas sebuah batu besar, tampak sosok hitam. Matanya menatap ke atas langit.


Entah apa yang membuat sosok hitam itu gelisah, lalu menatap kekiri dan kekanan. Dimatanya tampak amarah yang meluap-luap.


Setelah bisa menenangkan rasa gelisahnya, makhluk hitam itu melompat dan berlari sangat cepat memasuki hutan Iblis tanpa memperdulikan tempat yang dilewatinya.


...


...


"Hei botak..! coba liat itu" seorang pedagang dpasar Kerajaan Laut Timur sambil mengetuk kepala pedagang lain disampingnya.


"Botak, Botak.. sakit tau! " sambil mengusap kepala yang sakit.


"Coba liat itu Botak.." sambil menunjuk beberapa orang prajurit yang tampak sedang menempelkan sesuatu didepan kedai arak dan penginapan.

__ADS_1


"Iya.. iya...! lalu apa? " tanya Botak dengan wajah kesal karna masih merasakan sakit di kepalanya akibat ketukan tadi.


"It.... " belum sempat menjawab, botak langsung menarik keras rambut temannya. "Aouuw... sakit Botak! ". Dengan senyum kemenangan dan mengangkat satu jarinya keatas, menandakan bahwa mereka sudah impas.


"Apa kamu tidak merasa ada yang aneh? " tanya Botak pada temannya.


"Apa nya yang aneh?! yang aneh itu klu ada rambut di kepalamu., dasar Botak! ". "Iya juga ya..! padahal udah lama tidak ada pemberitahuan atau pengumuman dari Kerajaan" tok.. tok.. skli lagi kepala Botak kena ketuk.


" Aku rasa ini ada kaitannya dengan pemuda yang mencuri uang saudagar kikir kemarin". sambil mencoba mengetuk kepala Botak. Tapi dengan sigap Botak menghindar.


"Ayo.. kita lihat kesana! " sambil menarik telinga temanya untuk melampiaskan kesalnya karena kepala botaknya terus terusan jad sasaran ketukan.


" Memang benarkan tebakanmu Botak?"


"Iya.. iya! kamu itu selalu benar" jawab Botak sekenanya.


...


...


"Ah... perutku sudah terasa lapar" gumam Su Kha setelah cukup jauh dari rumah bibi Lei


Ketika hampir sampai di kedai arak Su Kha merasa banyak mata menatapnya. " aihhh apa ini cuma perasaanku saja?!"


Baru selangkah memasuki kedai arak Su Kha baru sadar setelah meliat papan pengumuman. Di sana tampak jelas terlihat lukisan kasar sketsa wajah Su Kha.


Tapi yang membuat Su Kha lebih terkejut adalah nilai hadiah atas dirinya. Untuk hidup ataupun mati.


"Hoh.. Seharusnya paling tidak diriku bernilai 100 keping emas" karena Uang yang kuambil lebih banyak dari itu". keluh Su Kha.


Dengan sikap tidak peduli Su Kha mendekati pelayan Kedai arak, setelah memesan segoci arak ia lalu memesan makanan untuk dbawa pulang.


Begitu mendapatkan bungkusan makanan yang dipesanya Su Kha langsung pergi meninggalkan kedai itu.


Setelah berhasil keluar dari gerbang Kerajaan Laut Timur Su Kha berencana pergi ke Kerajaan Bumi Utara.


"Mungkin inilah saat nya ak pergi sari Kerajaan Laut Timur".. Gumam Su Kha sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Kerajn Timur Laut.


..


..


Didepan Gua Iblis tampak sosok hitam menatap tajam kedalam gua. Setelah napas nya mulai teratur sosok hitam itu melangkah perlahan memasuki Gua Iblis.

__ADS_1


Setelah beberapa langkah sosok hitam menatap tajam kebalik batu besar, sekilas dia dapat meliat ada bercak darah. Sosok hitam pun melanjutkan langkahnya.


Dugh... Jantung sosok hitam begitu mlihat dibalik batu besar yang lain ada bangkai Singa Hitam. Sosok hitam itu mengaum keras penuh amarah. Tapi surut matanya memperlihatkan sebuah kesedihan yang mendalam. Dengan kenyataan ini, sosok hitam itu sekarang menjadi Singa Hitam Legendaris terakhir.


__ADS_2