Pendekar Harum

Pendekar Harum
Langkah Demensi


__ADS_3

" Kaka bangun " Mei Ling membangunkan Su Kha yang tidur sampai tengah hari. Karena menjelang subuh Su Kha baru tertidur, itupun karena dia kelelahan setelah sebelumnya berlatih siang dan malam.


Tidak terasa sudah hampir dua tahun setelah Su Kha berhasil menguasi Jurus Langkah Ruang. Tapi sampai hari ini dia baru bisa menguasai ukiran mantra Jurus Langkah Demensi. Jurus terakhir dari Kitab Cahaya.


Su Kha sebenarnya sudah mulai prustasi, tapi karena api dendam di hatinya yang membuatnya tidak menyerah.


" Kapan kakak akan mengajari kami Jurus-jurus yang kakak miliki " ucap May Ling manja.


" Baiklah, besok akan kakak mulai latihannya " ucap Su Kha.


Mungkin istirahat sebentar dari latihan bisa membuat nya sedikit santai. Mungkin saja nanti setelah nya ketika dia mulai berlatih kembali dia akan bisa menguasai Jurus Langkah Demensi dengan mudah seperti sebelum-sebelumnya nya. Itu yang pikir Su Kha sambil melangkah meninggal Goa untuk mandi.


...


...


" Langkah Kilat Pembunuh " Kedua gadis kembar yang sudah mulai beranjak remaja bertarung sengit. hanya kilatan-kilatan benturan pedang mereka yang terliat.


" Egh.. tidak terasa sudah 2 tahun aku tidak berlatih " Gumam Su Kha. Mungkin sudah waktunya aku berlatih kembali.


" Aku yakin mereka akan menembus tahapan mesra tidak lama lagi " pikir Su Kha sambil berjalan memasuki Goa.


Diluar goa kedua gadis kembar terus berlatih, sampai akhirnya Singa Hitam datang sambil membawa seekor kambing besar dan gemok.


" Mei Ling sudah waktunya makan " ucap May Ling.


Didalam gua Su Kha yang masih belum bisa menguasai Jurus Langkah Demensi Demensi berpikir keras kenapa ia bisa gagal dalam mengeksekusi jurus ini.


" Apakah karna aku kekurangan energi tenaga dalam" pikir Su Kha yang sudah mencapai tingkat Kaisar.


" Kakak.. si Singa jelik itu menghilangkan kayu ukiran mantranya lagi " ucap May Ling menunjuk Singa Hitam yang cuma duduk menghadapi kambing yang sedang di bakar oleh Mei Ling.


Panggilan yang mengagetkan Su Kha dari konsentrasi nya ini cuma dibalas lambaian tangan menyuruh May Ling pergi lalu meletakkan satu jarinya dibibir.


Tiba-suka saja Su Kha yang fokus mempelajari Jurus Langkah Demensi tersenyum.


" Kakak.. ayo sini makan " kedua gadis kembar serempak memanggil mengajak Su Kha makan yang dibalasnya dengan mengangguk pelan.


" Boogaimana latihan kakak " ucap Mai Ling dengan mulut penuh dengan makanan.

__ADS_1


" Masih belum ada kemajuan, tapi sepertinya aku sudah menemukan satu titik terang" jawab Su Kha santai, lalu makan sedikit lebih cepat dari biasanya.


Selesai makan Su Kha berjalan mendekati batu besar tempat dia biasanya mempelajari Kitab Cahaya.


Tidak terasa hari sudah malam.


"Ha.. ha.. ha..


Mei Ling mengusap kedua matanya setelah terbangun karena mendengar tawa keras, lalu melirik kearah Su Kha sumber suara tersebut.


Singa Hitam yang mendengar tawa Su Kha bersikap tidak peduli karena itu bukan ancaman.


" Sepertinya aku harus istirahat dulu " ucap Su Kha yang beranjak dari tempat duduknya mendekati api unggun.


Api unggun sudah padam ketika Su Kha bangun. Ia melihat ada sisa kambing bakar semalam sementara kedua gadis kembar dan Singa Hitam sudah bergo berburu.


" Akhirnya ukiran ini selesai juga " sambil mengusap kayu yang sudah diberi ukiran mantra Jurus Langkah demensi lalu melemparkannya jauh kearah mulut goa.


" Langkah ruang " Su Kha muncul didepan mulut goa.


" Ternyata benar " aku salah memahami makna ukiran ini. " Energi yang digunakan juga jauh lebih sedikit " gumam Su Kha.


Su Kha kini memahami kegagalannya selama ini karena kesalahanya dalam membuat ukiran mantra Jurus Langkah Demensi.


Suka kembali memasuki goa Iblis lalu membuat ukiran mantra Jurus Langkah Demensi.


Sore harinya Singa Hitam yang ditunggangi dua gadis kembar kembali dengan membawa banyak ikan,.


" Hari ini kita akan makan ikan " ucap May Ling sambil melompat turun dari punggung Singa Hitam diikuti oleh Mei Ling.


" Simpan ini dan Pakaikan kepada... apa itu aku lupa namanya..!" Ucap Su Kha sambil menyerahkan Segel Mantara ( mulai sekarang disebut Segel Mantra ).


" Leon! " ucapan kedua gadis kembar serempak dengan menampakkan wajah kesal Su Kha dan author sebab udah lama mengasih nama tapi selalu lupa menulisnya.


Setelah makan...


" Selesai.. " Su Kha tersenyum memandangi Segel Mantra yang dibuatnya dbatu yang bisa digunakannya untuk tempat berlatih.


" Sekarang salurkan energi kalian kesegel ini " ucap suka.

__ADS_1


" Sekarang kalian bisa ke kembali ketempat ini kapanpun kalian inginkan, asalkan kalian sudah bisa menguasai Langkah Ruang" ucap suka dengan senyum puas. " Iya kak.. " sambil menundukkan kepala memberi hormat.


" Sudah kubilang jangan seperti itu padaku. Aku ini kakak kalia, bukan guru kalian! " ucap Su Kha.


Entah mengapa kedua gadis kembar terlalu terbawa perasaan. Perasaan kedua gadis kembar ini juga tidak nyaman beberapa hari ini, tetapi mereka tidak mau membuat Su Kha kawatir karena itu mereka hanya menyimpan perasaan itu dihatinya.


" Simpan baik-baik kita ini, pelajari secara berurutan. jika sudah sampai tahap mesra baru lanjutkan meningkatkan selanjutnya" ucap suka.


Kedua gadis kembar cuma bisa menitiskan air mata haru.


" Sudah istirahat sana, mulai besok kalian harus berlatih keras" ucap Su Kha.


Pagi harinya,


Dengan menggandeng Mei Ling disebelah kanan lalu May Ling disebelah kiri, " Langkah Dimensi " ucap Suka penuh percaya diri. Tapi tidak terjadi apa-apa.


" Apakah karena karena energiku kurang" gumam Su Kha. yang msih kebingungan karena gagal.


Setelah mencoba beberapa kali Su Kha akhirnya menyerah.


" Baiklah akun ku coba seorang diri dulu" gumam Su Kha pelan tapi didengar oleh Mei Ling.


" Jurus Langkah Demensia " tiba Su Kha menghilang dari pandangan Kedua gadis kembar dan hanya menyisakan kilatan cahaya yang sangat menyilaukan mata.


" Akhirnya Kakak berhasil menguasai jurus terakhir dari Kitab Cahaya! " ucap Mei Ling senang.


Setelah beberapa saat,


" Ooo aaahhh.... Mei Ling ak mengantuk".


" Ak akan menunggu kaka kembali, kamu tidur saja duluan" sambil membuka Kitab Cahaya didekat api ungun.


Keesokan paginya,


" Tumben kakak bagun pagi-pagi sekali " ucap May Ling yang baru bangun hanya meliat Mei Ling dan Leon yang berbaring didekat apai unggun yang sudah padam.


" Tampaknya Mei Ling berlatih sampai larut malam" pikir Mar Ling yang meliat Kitab Cahaya ada disampingnya.


May Ling lalu pergi keluar untuk mencari hewan buruan, membiarkan Mei Ling yang tidur ditemani Leon.

__ADS_1


" Wah hari ini ini tampaknya aku akan mendapatkan banyak ikan, ketika meliat jebakan ikan dari bambu nya bergoyang keras.


__ADS_2