Pendekar Harum

Pendekar Harum
Petapa Muda Yang Arogan


__ADS_3

Sebuah ledakan keras mengguncak istana dan menerbangkan puluhan prajurit dan juga Pangeran Ve Pian. Saking kerasnya ledakan itu kini antara dapur dan ruang tidur istana itu sudah tidak ada lagi yang menghalangi.


Leon yang sudah berada didepan pintu kamar cuma melirik sebentar pada para prajurik yang terluka terkena ledakan. Sedangkan Pangeran Ve Pian yang selamat langsung mendekati Leon.


Dari luar istana ratusan prajurit langsung masuk menuju kearah sumber ledakan.


" Pangeran.. apa yang terjadi?! " ucap komandan pasukan.


"Aku juga tidak tau. Sepertinya ada seseorang yang mencoba keluar dari jalan rahasia yang sudah runtuh itu " ucapnya lirih sambil memegang dadanya yang sakit. Matanya metatap tajam kearah kabut debu didepanya.


Swuuusss.....


Angin keras menyapu debu itu. Kini tampak seorang pemuda berjalan santai dengan hawa membunuh yang cukup kuat membuat para prajurit gemetaran dan hampir pingsan.


HA.. HA... HA....


Tawa yang diringi dengan tenaga dalam membuat para prajuri berguling-guling kesakitan dilantai istana. Niat membunuh yang kuat memancar dari tubuhnya.


Para prajurit yang yang sudah terluka cukyp parah akhirnya merenggang nyawa, mati dengan seluruh lubang ditubuhnya mengeluarkan darah.


" Agh... " Mei Ling yang sedang dalam keadaan lemah juga tekena dampaknya. Mulutnya memuntahkan darah segar. Sedangkan Pangeran Ve Pian berlutut gemetaran menahan sakit.


Melihat itu Leon yang sedari tadi bersikap santai langsung mengaum, membuat pemuda sedikit merasakan angin menerpa tubuhnya membuatnya berhenti tertawa.


Niat membunuh juga menghilang karena tekanan balik niat membunuh dari Leon.


" Singa Hitam Legendaris " ucap pemuda itu yang dikenal dengan Petapa Arogan. Itu sesuai dengan sikap dan tingkah lakunya selama ini.


Petapa Arogan, hanya sedikit orang yang mengetahui nama asli dari Petapa Arogan.


Leon kembali melepaskan serangan bola api sebesar genggaman tangan tapi dengan mudah ditepis Petala Arogan.


Dia menatap tajam kearah Leon, lalu sedikit mengalihkan pandangannya tepat kepada Mei Ling yang sudah sadar dan duduk diatas ranjang dalam kamar yang nerada dibelakang Leon.


Ha... ha... ha...


" Aku akan melepaskan kalian semua asalkan kalian menyerahkan kedua gadis itu ". Wajah penuh nafsu tampak terlihat dari senyumannya. Sambil menyapu bibirnya dengan lidah dia berjalan mendekat kearah singa hitam.


Pangeran Ve Pian yang berada tidak jauh langsung mendekat kearah Leon. berasauntuk menutup jalur langkah dari Petapa Arogan.


" Cueih... tampaknya kamu beniat untuk mati cepat! "


Sweeèsssssth...

__ADS_1


Pisau angin melaju cepat kearah Pangeran Ve Pian, tapi ketika berjarak satu meter Leon langsung menghadang pisau angin itu dengan tubuhnya.


Boooussss....


Disisi lain akibat serangan itu angin kencang menyapu ruangan itu dan sedikit membuat tubuh para prajurit sedikit goyah.


Mereka sedikit merinding. Walaupun sudah sering meliat pembunuhan dan penyiksaan tapi mereka tetap merasakan takut. Bagimapun juga ini pertama kalinya mereka melihat kekuatan seorang petapa.


Hanya dengan ayunan tangan ringan saja bisa membuat meraka mati. SetidakNya itukah yang ada dalam pikiran para prajurit itu.


Andai kata dihati mereka tidak rasa kesetiaan pada Kerajaan Laut Timur pastinya mereka sudah kabur saat pertama penyerangan datang.


" Terima kasih Leon " gumam pangeran pelan.


Sweeeessssss....


Sekali lagi petapa arogan mengayunkan tangan kanan lalu diikuti ayunan tangan kirinya. Kini dua pisau angin yang berukuran beberapa kali lebih besar dan kuat dari yang pertama melesat sangat cepat kearah Leon dan Pangeran Ve Pian.


Aouuuuuuuummmmm....


Leon mengaum keras membuat pisau angin itu melambat dan pecah jadi puluhan pisau kecil lalu menyebar kesamping dan mengenai beberapa prajurit tang berada tidak jauh dari Leon..


Aggh.....


Puluhan prajurit itu langsung mati seketika degan luka sayat yang menganga. Armor baja yang mereka gunakan tersayat yapi seoerti tahu.


" Singat Hitam Legendari ini sangat kuat. Jika aku harus melawannya seorang diri maka aku juga akan mengalami kerugian yang besar. Setidaknya aku akan terluka parah " Petapa Arogan membatin.


" Dasar binatang tidak berotak. Untuk menyelamatkan satu orang tali kamu membuat beberapa orang mati ".


Tanpa menunggu lama selesai berkata Petapa Arongan mengulangi kembali serangannya tapi kali ini agak berbeda, karena dari pisau yang dilepaskanya sedikit memancar energi kuat dan juga tampak cahaya kemerahan dalam pisau angin itu.


Doooooarrrrrr...


Kali ini Leon menahan pisau angin itu menggunakan serangan bola api andalanya.


Sweeeeeesssss...


Sama seperti sebelumnya pisau angin itu pecah dan menyebar kesamping kiri dan kanan Leon. Bedanya kali ini apa saja yang terkena pisau angin itu terbakae dan yang mati kali hampir mencapai dua puluh orang.


" Leon... jika terus seperti ini semua orang dan bangunan ini akan terbakar habis " ucap pangeran Ve Pian yang melihat ruangan dan para prajurit yang mati terbakar.


Leon melirih kearah kamar dibelakang mereka. Melihat itu Pangeran Ve Pian yang mengerti akan makna dari lirikan itu langsung bergegas masuk kekamar diikuti beberapa orang prajurit.

__ADS_1


Rencana Petapa Arogan yang memang bermaksud untuk membunuh semua prajurit dan membakar habis tempat sepertinya berjalan lancar.


Senyum arogan ciri khas nya terpatri diwajahnya yang tampan.


" Heh.. sampai kapan kau bisa menahan seranganku?!" sambil melepaskan serangan yang sama untuk ketiga kalinya.


Swuuusssssss....


Beberala erangan pisau angin berkekuatan api dilepaskan.


Booommmmmm


Dou.....aar...


Doouuaarrrrr..


Doouuuaaarre...


Rentetan ledakan bergemaa didalam istana Kerajaan Laut Timur. Kursi singgasan Raja Ve Nous hancur dan terbakar membuat para prajurit menatap marah.


" Kamu.....!!!!? "


Petapa arogan menunjuk dan menatap tajam pada Leon. Wajah nya kini tampak marah setelah melihat puluha bola api kecil menggagalkan serangannya.


Tangan yang lain dikepal keras dan mengeluarkan pancaran energi yang kuat membuat semua orang yang berada disana ketakutan.


Aoouuuuuuummmm....


Leon menaum keras seolah mengejek. Kini Leon yang bersikap sedikit arogan. Bagaiman tidak rencana untuk membunuh semua prajurit itu digagalakannya.


Marahnya kini sudah sampai diubun-ubun. Ia yang seharusnya bersikap arogan bukannya Singa Hitam Legendaris itu yang ada dalam pikiranya.


Kini Petapa arogan mengeloarkan Kipas Pusaka senjata andalannya. Melihat hal itu Leon melirik kearah pangeran Ve Pian yang kini sedang menggendong Mei Ling ... sedang May Ling diangkat oleh Jendral yang biasa mengawal Ve Pian.


" Jangan pikir kalian bisa lari. Rasa ini?! " sambil mengibaskan Kipas Pusakanya.


Swuuuuusssss..


Swuuuuuussaaas..


Angin tornado yang cukup besar terbentu dan bergerak cukup cepat kearah Pangeran Ve Pian. Meliat itu Leon langsung melompat menghadang tornado itu.


Istana itu kini sudah tidak beratap lagi. Semua perabutan tertarik kedalam tornado itu. Untunya semua prajurit berlindung dibelakang Leon sehingga tidak ada yang ikut terhisab kedalam.

__ADS_1


" Sialan...! "


Cuma itu kata yang keluar dari mulut Petapa Arogan. Rencana untuk membunuh semua orang yang berada dalam gagalistana itu .


__ADS_2