
" Xiao Chen "
" Xiao Chen "
Seorang pemuda bergumam.
Pemuda yang marah itu mengertakkan giginya sedikit, mengepalkan tinjunya dan tampak wajah agak mengerikan.
Orang ini adalah Feng De beberapa hari yang lalu Xiao Chen bentrok dengan hasil akhir kekalahan telak yang sangat memalukan. Feng De dihancurkan oleh Xiao Chen hanya dengan tiga gerakan.
" Wah.. wah.. wah... aku tahu siapa kamu ...! "
" Keberuntungan kamu sungguh sangat besar. Bagaimana tidak, bahkan seorang wanita cantik
seperti Mu Xue bisa memberikan perlindungannya padamu. aku yang melihatnya sangat iri ... " ucap seorang pemuda kagum.
" Makan nasi lunak? "
Di bawah tatapan bigung orang-orang di sekitarnya, tubuh Xiao Chen hampir menggigil kedinginan.
Banyak orang melihat saat di mana Xiao Chen dan Mu Xue berjalan keluar dari ruang makan sambil bergandengan tangan beberapa hari yang lalu.
" Yagh... karena sekarang setelah kamu saling kenal lebih mudah untuk berbicara ".
" Aku sudah siap dan aku hanya ingin bergabung dengan timmu untuk bermburu beruang besi bersama timmu ". Xiao Chen berucap dan ada rasa gelisah dihatinya.
Xiao chen dengan cepat langsuk ke topik utama.
" Berburu beruang besi...? kamu... ? "Beberapa orang yang hadir terkejut mendengarkan perkataan Xio Chen.
Selain dari Feng De.. tiga lainnya memperlihatkan tanda-tanda ketidak setujuan mereka.
" Apa maksudmu? " Xiao Chen akhirnya baru menyadari bahwa arti " makan nasi lunak " dibenci oleh orang-orang ini.
" Karena kamu tidak terlihat cukup kuat! " Ding Jiu melirik Xiao Chen sebentar, ucapanya langsung blak-blakan.
Sebagai murid murid luar senior dia tidak ingin sedikit pun memberi Xiao Chen wajah. Bahkan terang-terangan berkata menolaknya.
"Haha!
" Saudara... Xia Chen beruang besi itu dapat dimasukkan kedalam tingkat binatang buas, dan anda tidak akan bisa untuk berurusan dengannya ".
" Kamu tahu beberapa dari kita adalah puncak dari tahap denyut nadi dan juga anggota kelompok paling lemah harus berada dia awal denyut nadi "
__ADS_1
Salah satu pemuda berucap dengan halus yang melambangkan bahwa walau dirinya yang paling lemah di tim itu, tepapi masih jauh lebih kut dari pada Xiao Chen.
" Oohh.. , itu dia ..."
Chen sedikit termenung. ternyata untuk tugas berburu beruang besi benar-benar tidak muda seperti perkiraannya..
" Kamu sekarang mengerti? "
Ding Jiu menjulurkan bibirnya tersenyum seolah-olah Xiao Chen dan dirinya adalah seorang kenalan lama.
" Tentu saja..! dan jika cuma itu masalahnya maka aku juga bisa bergabung dalam perburuan ini " Xiao Chen menegaskan bahwa dia masih memenuhi syarat untuk berpartisipasi ..."
Xiao Chen berkata perlahan bahwa dia sudah mengalahkan salah satu anggotanya.
" Apa! "
Ding Jiu tetkejut dan penyebaran energi internal yang tak berwujud dari periode denyut nadi membuat beberapa orang hadir dan mengambil napas dalam-dalam.
"Bagaimana bisa ... kamu bisa mengalahkan orangku."
Mendengar ini Xiao Chen diam tidak tergerak. tapi tatapannya sengaja tidak sengaja tertuju pada Feng De.
" Xiao Chen... kaamu... kamu... " Feng De tidak bisa melanjutkan perkataannya.
" Kamu sungguh gila...! " setelah jeda sejenak dan wajah Feng De merah antara marah dan malu. Saat wajahnya kini memerah seperti babi.
Di antara anggota misi ini kekuatannya dianggap sebagai yang terbawah dan hanya karena ia memiliki hubungan yang baik dengan Ding Jiu sehingga ia dapat ikut bergabung dengan tim ini
"Oh jadi begitu....?" Ding Jiu menatap Feng De dengan serius dan ada sedikit rasa tidak percaya di raut wajahnya.
Tapi melihat dari perkataan dan raut wajah Feng De, Ding Jiu bisa mengetahui bahwa apa yang dikatakan Xiao Chen adalah kebwnaran.
Kekalahan Feng De yang memalukan tentu saja tidak akan disebarkan dengan mudah.
Konfrontasi singkat di ruang makan pada hari itu hanya dapat dianggap sebagai urusan kecil yang tidak patut disebutkan.
Karena ada adengan dimana Xiao Chen dan Mu Xue yang keluar ruang makansambil berjalan bergandengan tangan.
Hal yang jauh lebih menarik bagi para pemuda, khususnya yang tertarik pada Mu Xue.
" Hei bocah sepertinya aku harus iri padamu. Karena itu sebagai wakil pemimpin kamu hanya perlu satu tes untuk bisa bergabung dengan tim ini ".
Ding Jiu kembali mengamati Xiao Chen dengan serius.
__ADS_1
Dia akhirnya bisa mengkonfirmasi bahwa kekuatan Xiao Chen sebenarnya harus di atas Feng De.
Maka sangat masuk akal bahwa Xiao Chen memenuhi syarat untuk bisa masuk menjadi anggota terakhir tim ini.
Namun biar pun demikian...
Sebenarnya Xiao Chen telah kehilangan wajahnya barusan dan ditambah lagi bahwa dia dan Feng De memiliki hubungan yang kurang baik.
" Satu Serangan.. "
Semua anggota tim itu bingung sebentar tapi akal sehat mereka kembali normal dan mereka mengerti bahwa Ding Jiu ingin mempermalukan Chen dan bahkan menyerangnya untuk membuatnya benar-benar terluka.
" Baiklah kalau begitu ".
Wajah Xiao Chen terlihat normal dan bahkan bisa dibilang cukup santai.
Sepertinya dia tidak bisa memahami kebenaran dari niat Ding Jiu. Dia tidak berpikir dalam hatiya bahwa Ding Jiu ingin mempermalukan dan membuatnya terluka.
" Baik ... Silakan.... " balas Xiao Chen santai
Mendengar persetujuan dari Xiao Chen tanpa menunggu lama Ding Jiu tersenyum lalu mengulurkan jari dengan lembut dan terbang ke arah Xiao Chen
Jari itu tampaknya tidak berbahayai sama sekali hanya sampai ketika berjarak sekitar satu jari dandi aliran udara muncul bunyi siulan.
" Ini adalah seni bela diri tingkar menengah " Beberapa orang di dekatnya terkejut dan raut majah mereka berubah warna.
Mereka terkejut karena seni bela diri ini biasanya digunakan oleh para wanita tetapi secara keseluhan ini bisa disebut bela diri yang sangat membunuh.
Xiao Chen merasa jurus ini lebih kuat dari kurus tinju besinya memang benar jika murid senior biasanya lebih kuat.
Setidaknya selain sudah lebih lama berlatih jua merwka mendapatkan poin jasa yang lebih banyak dari murid baru. Yaa.. setidaknya dari nilai akumulasi selama ini bisa ditukar dengan banyak hal untuk meningkatkan budidayanya.
Xiao Chen sedikit merasa tertantang.
Xiao Chen tidak mau mundur dan malah membalas meninju dengan kepalan tangannya. Jantungnya berdetak kencang lalu ada semburan darah mengalir di dalam mulutnya.
" Hah.. hah.. ha ....."
Saat tinju melayang angin bertiup kencang dan samar-samar ada sedikit percikan badai petir yang muncul!
Lalu sat satu jari dan satu pukulan bertabrakan di udara.
Boooooom...
__ADS_1
Menimbulkan gelombang ledakan udaran yang tidak terlihat.
Beberapa orang yang menonton pertempuran hanya merasakan angin dingin yang menusuk kekulit dan mereka hanya bisa mengambil langkah mundur menghindari efek kejut tabrakan dua kekuatan.