Pendekar Harum

Pendekar Harum
Ujian Harta


__ADS_3

Merasa sudah cukup lama berada dimensi diruang dan waktu Su Kha ingin secepatnya menyelesaikan ujianya lalu berkata " Apa ujian kali ini ".


" Ujian Harta "


" Lalu dimana tempat ujiannya senior ".


" Disini " ucap Ye wei.


Su Kha menatap Ye Wei bingung, ia berpikir apa yang harus dilakukannya. Banyak hal yang dipirkannya membuat Ye Wei yang menatapnya nya cuma bisa menggulingkan kepalanya.


" Dasar.. "


"Apa kira-kira isi yang ada didalam bu yang paling di inginkan para pendekar ditempat ini " jawab Ye Wei lalu bejalan menjauh meni gagalkan Su Kha yang masih tampak kebingungan.


" Ingat kamu juga harus pintar jika ingin menjadi kuat ".


kata-kata yang membuat Su Kha teringat akan Pamanya Yu Liong dan ini juga menjadi obat penyemangat dirinya dalam berlatih.


Kini Su Kha hanya sendirian dibawah gunungan emas dan harta benda. Dia berjalan menaiki gunungan itu sampai akhir dirinya berada di puncak gunung emas.


Matanya melihat kesana kemari mencoba mencari harta yang paling berharga.


" Ah.. Kitab itu tampaknya memancarkan kekuatan yang besar " sambil berlari turun kearah sebuah Kitab tua yang tebal ".


Ketik berhasil mengambil kitab itu dia langsung mengacungkan nya ke atas langit seolah-olah sangat juara yang mengangkat piala kemenangannya.


Merasa tidak terjadi apa-apa Su Kha melempar kitab itu.


" Itu kan kitab... " belum selesai bergumam tiba-tiba " jangan berpikir macam-macam. Kau belum menjadi pemilik tempat ini ". Suara Ye Wei. bergema dikepalanya.


Tidak terasa sudah dua minggu Su Kha memutari Gunung emas itu. Tapi belum menemukan Harta Yang paling berharga dari tempat itu.


Waktu berlalu dengan sangat cepat.


Kini sudah memasuki tahun ke sepuluh Su Kha berada di dimensi Ruang dan waktu.


" Aih.. sampai kapan kau akan memelihara kebodohanmu itu " sambil memandang Su Kha yang duduk termenung diatas puncak gunung emas.


" Bagaiman kabar kedua ga dis kembar?! "


Dalam pikirkan Su Kha kini muncul bayangan kedua gadis kembar. Rasa kesepian selama tujuh tahun ini telah sampai pada puncaknya ketika dia sudah mulai merasa putus asa.


" Aku tidak boleh menyerah bahkan jika harus meratakan kedua gunung ini ".

__ADS_1


Su Kha yang telah bangkit dari rasa putus asanya mulai menggali gunung emas itu hanya dengan sebuah tekad yang kuat dan keyakinan dihati kalau dia akan berhasil.


Hari-hari berlalu digantikan minggu.


Minggu-minggu penggalian yang masih belum berhasil.


Minggu berganti bulan. Bulan silih berganti. kini sudah hampir memasuki kedelapan tahun Su Kha menjalani ujian harta.


Tubuh kurusnya tampak kelelahan, jiwa dan api tekat kuat yang membara sudah mulai padam.


Tubuh fisiknya berada pada titik terendah, walaupun tidak separah pada ujian tekad.


" Walaupun aku dalam segala hal telah melampaui seorang petapa tapi aku tetap tidak bisa melawan waktu " sambil mencoba berdiri.


" Aghk.. " Su Kha jatuh kedalam lubang besar hasil dari galianya.


Kini dia hanya berbaring lemah dengan mata terpejam mencoba mengumpulkan tenaga..


" Rasa nyaman ini datang lagi... " tanpa sadar Su Kha sedang menyerap energi langit dan bumi yang berlimpah ditempat itu.


Tanpa disadarinya kini sudah dua empat tahun dirinya berada di dimensi Ruang dan Waktu. Yang artinya sudah tujuh belas tahun Su Kha menjalani ujian harta.


Seandai nya para pendekar jenius tahu tempat penyimpanan energi Su Kha sepuluh kali lebih besar dari mereka, pastinya mereka akan berhenti berlatih mungkin akan muntah darah mendengarnya.


Setelah delapan jam baru energi itu bisa dikendalikannya.


Baaammmmmmmnn......


Ledakan energi dari dalam yang membuat gunung emas runtuh berhamburan kemana-mana.


Kini tampa terlihat jelas sebuah baju Perang berwarna perak, tampak sangat anggun tapi penuh wibawa. Sekilas juga tersirat hawa menakutkan dari baju Perang tersebut.


Ha... Ha... Ha.....


" Senior.... aku telah menemukannya... aku menemukannya senior " teriak Su Kha karena merasa telah berhasil menemukan harta yang paling berharga ditempat itu.


" Tidak usah berteriak seperti itu... ak bisa mendengarnya walaupun hanya dalam benakmu saja" ucap Ye Wei yang tiba-tiba muncul didepan Su Kha membuatnya terdorong kebelakang karena kaget.


" Mana... ? " sambil mengulurkan sebelah tangan kepada Su Kha.


" Itu... i.. i.. tu " lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Ini senior! " lalu menunjuk tepat kearah kebawah pusatnya ".

__ADS_1


" Kamu....ingin menjahili aku!? " dengan wajah marah.


" Maaf senior, bukan maksudku seperti itu. Tapi sekarang kekuatanku semakin bertambah ketika menyerap energi yang melimpah ditempat ini" dengan wajah polos dan tampak terliat kejujuran dimatanaya.


" Ini adalah sesuatu yang sangat aku inginkan dan mungkin juga oleh para pendekar lainnya, bukakan berarti ini harta yang paling berharga senior?! "


Kalau dipikir-pikir apa yang dikatakan Su Kha ada benarnya juga.


" Baiklah kita lanjutkan kembali ujiannya. Jika kamu bisa mengambil baju Perang itu kamu bisa memiliki. tapi sebelum mengambil baju itu kamu harus bisa menghancurkan formasi mantra pelindung itu" menunjuk lingkaran yang berada sekitar satu meter dari baju Perang ini.


Melihat apa yang sedang dipikirkan pemuda yang ada didepannya membuat Ye Wei langsung menepuk dahinya keras.


" Apa kebodohan itu akan terus kamu pelihara? ini..." sambil melemparkan sebuah kitab.


" Pelajari dan latih sampai ke tingkat empat baru kamu bisa menghancurkan formasi mantra itu. Atau kamu bisa mempelajari Kitab Mantra ini agar bisa membuka dan membuat suatu mantra formasi" berjalan meninggalkan Su Kha setelah melempar kitab kedua.


"Kamu Tinggal pilih .. " berjalan menjauh membelakangi lalu Melambaikan tangan.


" Ah... berapa lama lagi ak baru dapat menyelesaikan ujian ini " lalu berjalan menuju pohon kehidupan dan memetik satu buah.


" Jika kamu tidak ingin mati jangan kau makan lagi buah itu " suara Ye Wei terdengar jelas ditelinganya.


" Kamu tidak akan mati kelaparan. Bukankah katamu telah mendapatkan apa yang paling pendekar inginkan? Jadi gunakan itu "


" Kenapa senior selalu melihat apa yang aku pikirkan? " Su Kha sedikit kesal karena hal ini.


" Nanti ketika kekuatanmu sudah melampaui ku ataw paling tidak setingkat denganku" Lagi-lagi Ye Wei membaca pikiran Su Kha.


" Dasar Kakek Tua.... "


" Kamu yang gila.... "


Aaaaaaaaaa...............


Su Kha cuma bisa berteriak kesal.. tiba-tiba pancaran energi yang sangat kuat keluar dari dalam dirinya sampai membuat mantra formasi bergetar.


...


...


...


Kini waktu puluhan tahun dihabiskan Su Kha di dalam istana emas yang berada di Dimensi Ruang dan Waktu hanya untuk mempelajari dan berlatih.

__ADS_1


Dia hanya istirahat ketika menyerap energi langit dan bumi yang melimpah ditempat itu.


__ADS_2