Pendekar Harum

Pendekar Harum
Kitab Naga dan Formasi


__ADS_3

Waktu terus berlalu...


Hampir delapan puluh tahun waktu yang dibutuhkan Su Kha untuk bisa menguasai kedua kitab Dewa yang diberikan Ye Wei. Saat ini bisa dibilang Su Kha tidak ada yang bisa mengalahkannya di empat Kerajaan.


Dengan santai Sy Kha berjalan kearah Baju Perang yang dilindungi mantra pelindung.


Wusssssh...


Dengan santainya dia melambaikan tangan dan membuat perisai pelindung itu hilang seperti tidak terjadi apa.


" Aeih... kukira aku akan mati kebosanan menunggu mu untuk bisa membuka mantra formasi ini " sindir Ye Wei yang tiba-tiba muncul di samping Su Kha ketika hendak berjalan mendekati baju Perang itu.


" Kukira senior sudah benar-benar mati, sebab tidak pernah muncul lagi" dengan senyum mengejek membalas sindiran Ye Wei.


" Kenapa tidak kau hancurkan saja formasi tadi, sekalian mencoba jurus barumu ".


" Iya jurus itu terliat sangat hebat, tapi aku tidak memiliki pedang senior "


" Kamu memang bodoh atau apa?! ketika kamu menguasai jurus itu maka kamu sudah bisa menyatu dengan pedang. kamu adalah pedang dan pedang adalah kau. itu tertulis di halaman terakhir Kitap Naga Langit kan? "


" Oo.. jadi itu Kitap Naga Langit. Tapi lebih bagus membuka formasi dari pada menghancurkannya". sambil tersenyum.


" Jadi sekarang kamu sudah berani membohongiku".


" Tidak... senior aku tidak berani! "


" Lalu pedang pusaka langit yang ada di cincin ruang kamu itu apa? " Ye Wei yang baru saja membaca pikiran kesal merasa telah dibohongi Su Kha.


Padahal jika dipikir-pikir tidak sepenuhnya Su Kha berbohong.


" Maafkan aku senior, menurutku Pedang Pusaka Langit milik paman Yu Liong ini tidak akan mampu menahan energi yang sangat besar dari Jurus Kitab Naga Langit". sambil mengeluarkan sebuah pedang.


Ha.. Ha... Ha...


" Kamu sekarang sedikit lebih pintar" sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Ya sudah cepat buat segel pengikat pada baju Perang itu. Lalu teteskan darahmu. Dan ingat nama kitab itu adalah Kitab Formasi dewa. Aku sangat senang bisa berbicara d banyak denganmu"


Su Kha melirik bingung ke arah Ye Wei sambil terus berjalan kearah Baju Perang itu.


Hampir dua sampai akhirnya segel pengikat berhasil dibuat.


Ketika akan meneteskan darahnya tiba-tiba kilatan cahaya memasuki Baju Perang itu. Su Kha melihat kebelakang mencoba mencari Senior Ye Wei.


" Kemana senior itu pergi? ya sudah yang penting Baju Perang ini sudah berhasil ku segel" lalu meneteskan darahnya.


Blaaaaaaar.....

__ADS_1


Ledakan energi yang sangat kuat kluar dari baju Perang itu membuat Su Kha terdorong ratusan meter menghantam gunungan batu krista dibelakangnya.


Aghk..


Rintihan Su Kha sambil berusaha berdiri lalu berjalan kearah pohon kehidupan untuk menyerap energi langit dan bumi. Dia sudah cukup kelelahan setelah membuat segel pengikat ditambah lagi hantaman energi dari baju Perang tadi membuatnya sedikit luka salam.


Tanpa disadarinya kini sudah sepuluh tahun Su Kha menyerap energi langit dan bumi. Andai tidak ditekan oleh hukum ruang pasti Su Kha akan sangat terkejut kesenangan dengan kekuatan yang dimilikinya saat ini.


Gejolak energi yang sangat besar mengamuk dibawah perutnya. Dengan cepat Su Kha mengontrol energi itu. Setelah bebrapa saat tiba-tiba..


Blaaarrrrrr....


Lagi-lagi ledakan sebuah energi besar, tapi kali ini dari dalam diri Su Kha.


" Perasaan luar biasa ini belum pernah aku rasakan " sambil membuka mata secara perlahan.


" Diman senior Ye Wei ?" gumamnya sambil berjalan mendekat kearah baju perang.


Su Kha yang sebenarnya sangat bosan berada sendirian itu sudah sangat ingin secepatnya keluar dari tempat itu. Dalam. pikiranya kini hanya ada dua gadis kembar dan kluar dari sana.


" Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apakah masih akan ada ujian lain atau tidak? Dimana senior itu.".


Tidak terasa susah seminggu Ye Wei menghilang.


" Ah sudah lah.. ini saatnya aku berusaha sendiri " sambil bejalan kearah baju perang.


Ketika selesai memakai baju perang itu mata Su Kha langsung tidak bisa melihat apa-apa. Hanya gelap dan tiba-tiba putih terang yang sangat menyilaukan.


Setelah semua kembali normal Kha membuka matanya perlahan.


" Apa yang terjadi "


Kini dihadapan Su Kha berdiri empat pendekar.


" Dimana aku berada? apa yang terjadi, kenapa aku tidak bisa bergerak"


" Zou Lian, Ye Zhou dan kau Qing Zhan jadi selama ini kau hanya... "


" Tidak usah banyak bicara, menyerah saja makan mau akan kubiarkan kau tetap hidup" ucap Zou Lian.


" Diam..! "


" Kau yang Diam. Ini kesempatan terakhirmu menyerah atau mati?! Aku Sin Au akan menjamin keselamatan keluarga Chu".


Cuih....


Ha.. Ha.. Ha.....

__ADS_1


" Hari ini aku Chu Thian Bersumpah! Atas nama langit dan bumi jika aku bisa melewati hari ini akan ku bumi hanguskan keempat Pilar Penjaga Langit. Jika aku tidak bisa maka generasi selanjutnya yang akan melakukannya ".


" Chu Thian apakah kau tidak ingin menyelamat keluarga?


" Untuk apa kau tetap mempertahankan pedang itu " cepat berikan kepadaku, aku berjanji tidak akan pernah menggunakan pedang itu".


Ha.. Ha.. Ha...


" Mimpi.. kau bukan orang yang bisa kupercaya, lebih baik ak tersiksa dineraka untuk selamanya dari pada harus percaya dengan kata-katamu".


"Kam... " belum selesai kata-kata Sin Au.


" Langkah Ruang" Chu Thian langsung menghilang dan muncul diatas langit.


" Formasi Langkah Deminsi " .


Tiba-tiba kubah besar mengurung keempat penjaga pilar langit membuat gerakan mereka seperti siput.


" Ju.. jurus itu sangat hebat! " ucap Su Kha kaget.


" Jurus Naga Mengguncang Surga " bayangan Naga Naga masuk menghantam kubah dan siap menghancurkan semua yang ada dalam formasi.


" Pondasi Empat Elemen " tepat ketika bayangan Naga hampir menghantam ke empat dewa itu empat ukiran rune tiba-tiba muncul dan membalik energi serang kearah Chu Thian


Agh....


Chu Thian erpental ratusan meter dan memuntahkan darah segar. " seandainya aku tidak keracunan pasti kalian sudah mati.


" Kepaarrrrraaaaaaat kau Chu Thian " Kupastikan hari ini kau dan seluruh keluarga Chu mu itu akan mati lalu mengirimkan pesan jiwa.


Sin Au dan ketiga penjaga pilar langit terluka sangat parah. Chu Tian yang juga tidak bisa berbuat banyak selain mengumpulkan semua energi yang tersisa.


" Rupanya Para Bajingan itu sudah sampai "...


Ha... Ha... Ha... Ha.....


" Kalian tunggulah hari kehancuran kalian... saat dimana kalian akan menyesali semua yang telah kalian lakukan"


Ha.. Ha.. Ha.


Setelah tertawa keras Chu Tian menghilang.


Bleeb...


Semua menjadi gelap lalu kembali terang "Apa yang sebenarnya terjadi? " ucap Su Kha kebingungan.


Kini Su Kha berada di tempat yang sangat terang. Tidak ada apa-apa ditempat itu.

__ADS_1


" Yu Su Kha " suara yang terdengar sangat berwibawa memanggilnya dari arah belakang.


__ADS_2