
" ini.... "
Xiao Chen kanget ia merasa tubuhnya seperti bisa melayang, dia jadi lebih tinggi, lebih bertenaga seperti mudah melakukan apa pun dari pada sebelumnya.
" Ini... akhirnya aku berhasil ... "
Terobosan yang membuatnya pusing.
menciba hasil terobosan Dia meninju ke udara. Hembusan angin dari pukulannya membuat rumahnya bergetar.
Bang!
Retakkan-retakan di dinding rumahnya terlihat jelas. Kekuatan semacam ini beberapaa kali lebih kuat dari biasanya!
Rasa percaya dirinya, kekuatan ... telah meningkat secara signifikan!
Xiao Chen merasa sangat luar biasa.
Bukan hanya itu saja matanya dapat melihat tanaman dari celah jendela dan rumah-rumah di luar yang gelap sedikit lebih jelas dari biasanya penglihatan di malam seperti saat siang hari!
Sambil menahan napas dia bisa mendengar bisikan siswa luar lainnya di rumah terdekat
Ini semua karena indera lainnya memiliki peningkatan kualitatif.
" Tubuh ini ..."
Xiao Chen mengangkat tangannya gemetarl. Bertanya dalam hatinya, " apakah ini masih dapat dikatakan tubuh manusia? "
Dia memandang tangannya yang berada di udara..
" Oh.. Tidak! Bekas luka sangan meteorid jatuh didekatnya kini telah menghilang.
Dia menatap lengannya yang tampak mulus seperti lengan bayi.
Dia ingat dengan jelas bahwa ada bekas luka berdarah yang tergores panjang di lengannya.
Sungguh kekuatan penyembuhan diri yang mengerikan!
Xiao Chen menghirup udara. Meskipun praktisi bela diri secara fisik bisa dibilang kuat, menurut tingkat pemulihan manusia normal dibutuhkan setidaknya setengah bulan bagi luka untuk bisa sembuh. itupun akan meninggalkan bekas luka.
Dalam catatan kono, hanya tubuh legendaris atau beberapa ras kono yang telah lama menghilang yang memiliki kekuatan penyembuhan diri sendiri.
" Jadi apa sebenarnya batu giok itu? " Xiao Chen berpikir dalam hatinya.
Chen Yu mengulurkan tangan dan menyentuh hati dan jantungnya. Detak jantung yang mantap dan kuat membawanya keyakinan yang tak bisa dijelaskan.
Untuk sesaat hatinya bingung dan takut.
__ADS_1
Untungnya perubahan ini mengarah keperbaikan dirinya. Bukan kemunduran. Kalau iya iya maka ia ia akan menganggap ini kutukan bukannya berkah.
Tidak ada yang tahu, apa batu aneh ini, apakah Xiao Chen akan berubah jadi monster atau iblis... tidak ada yang tahu.
Kruukk...
Kruukkk...
Bunyi kelaparan di perut mengalihkan pikiran Xiao Chen.
"Aneh, aku baru makan satu jam yang lalu ..." Xiao Chen bergumam.
Xiao Chen pergi kehutan dan berburu bianatang liar untuk mengisi perutnya yang lapar.
Kali ini nafsu makannya tidak seperti biasa. Dia makan sangat lahap, bisa dibilang kali ini makan nya tiga sampai lima kali lebih banyak.
Boookk...
Boookkk...
Boookkkk...
Prarraakkkkk.... Bunyi batang batang pohon yang tumbang terkena pukulan Xiao Chen yang berlatih untuk menstabilkan pondasinya.
Dia berlatih melatih semua keahlianny untuk mensesuaikan dengan kekuatan barunya.
" Wang Ling tunggu saja... " ucap Xiao Chen perang, senyum seringai muncul diwajah.
Kakinya perlahan melangkah menyusuri jalan setapak menuju balik kerumahnya.
Kebahagiaan terlihat jelas di wajahnya. Tenggat waktu yang ditentukan kini tidakblagi membebani pikirannya.
Keberuntungan ini bisa jadi berkah atau kutukan Xiaochen tidak perduli. Yang pasti.. untuk saat ini, semua kejadian ini akan menjadi titik balik hidup yang tidak akan pernah dipikirkannya selama hidupnya.
Kini Xiao Chen sudah sangat dekat dengan rumah.. dua langkah di depanya tepat tempat ketika dia tertelan batu giok. Batu giok yang merubah hidupnya. membiatnya menerobor tahap denyut nadi. tahapan yang beberapa tahun ini tidak bisa dia tembus.
" Oh akhirnya... " tidak ada yang tau apa maksud dri ucapan Xiaochen ini. Apakah akhir sampai dirumah.. atau kah karena dia menerobos.. ataw kah karena dia telah mendapat titik balik dalam hidupnya. tidak ada yang tahu.
Ke esokan paginya....
" Ouuaaah..... " Xiao Chen berjalan keluar dari tempat tinggalnya dengan mulut terbuka lebar, seperti orang yang belum puas dengan tidurnya.
Hari ini diruang makan Zongmem semua murid luar yang berjumlah tiga ratusan beekumpul.
Xiao Chen yang terakhir datang dengan percaya diri di depan pintu. Kepala bergerak kiri kanan seperti mencari sesuatu.
" Disana... ! " dia berjalan dengan santai.
__ADS_1
Tubuh mungil tapi padat berototnya berjalan dengan sangat percaya diri. Ini mungkin karna batu giok sudah menyatu dengan sempurna. Yang membuatnya berubah total dan yang pasti karena Xiao Chen sudah menerobos membuat beban pikiranya hilang.
Meliat Mu xue yang lagi asik menikmati makannya Xiao Chen berniat mendekatinya.
Baru berjalan belasan langkah, tiba-tiba dari arah kiri belakangmya seorang remaja tinggi dan berotot menabrakan bahunya.
Xiao Chen yang fokos menatap Mu Xue kaget karrna tidak memperhatikan orang di sekitarnya.
" Anak ini... " remaja ini sedikit terkejut. Xiao Chen yang yang tidak bergeming mumbuatnya makin kesal.
Sebenar dia ingin membuat Xiao Chen terdorong kedepan lalu menabrak meja anak yang sedang makan di depan.
Mengetahui mendapat tindakan provokasi dari pihak lain Xiao Chen cuma tersenyum. Kini langkah kaki nya makin dekat kearah meja Mu Xue.
Banya anak yang meliat kejadian mencir.
" Sampah ini akan mendapatkan masalah lagi " ucap seorang gadis.
Mendengar ucapn gadis ini temanya spontan melirik ke arah Xiao Chen.
Di Zongmen bamyak orang mengira kalau Xiao Chen mengejar Mu Xue.
Mu Xue dan Xiao Chen sering berjalan berdua. Gadis cantik ini siapa yang tidak suka.. apalagi mengharapkannya.
Tapi dari pemikiran banyak orang ini sebemarnya Xiao Chen dan Mu Xue cuma berteman. Mereka sama-sama dari kota Xiang.
" Itu teman kamu kan " gadis itu bersuara lagi ketika meliat temannya menatap kearah Xiao Chen.
" Iya ... "
Teman gadia itu tidak lain adalah Mu Xue. Matanya beralih menatap remaja yang berada dibelakang Xiao Chen.
Dia terkeju ketika meliat remaja dibelakang Xiao Chen tiba-tiba langsung menyerang.
" Xia.... "
Belum sempat berteriak memperingatkan Xiao Chen tiba-tiba remaja' tepental kebelakang, karena sebelum sempat pukulan itu mengenainya Xiao Chen menyambut pukulan itu dengan pukulan.
" Agh.... " De Feng berteriat. Defeng nama remaja itu. Dia sudah lama mengejar Mu Xue. tapai Mu Xue tidak memperdulikanya malah dia lebih dekat dengam Xiao Chen.
Imilah yang membuat De Feng sangat membenci Xiao Chen. Dia merasa orang yang dicintainya direbut orang lain.
Jika dia bisa membuat Xiao Chen hancur itu akan membuat dirinya terlihat baik di mata Mu Xue. Setidaknya itu yang ada dalam pikirannya.
" Sejak kapan anak sampah ini bisa jadi begitu kuat?! " ucap beberapa orang yang melihat kejadian dari awal.
Sedang yang lain spontan berdiri menatap ketempat kejadian karena mereka tidak mengetahui apa yang terjadi.
__ADS_1
" Kau.. kau benar-benar mencari kematian " Feng de kembali melompat dan melakukan tendangan yang merulakan sepisialisasi keahliannya.