
Tanpa disadari Su Kha sudah hampir seharian mereka berjalan.
" Untuk apa senior menciptakan tempat ini? ucap Su Kha setelah cukup lama mereka berjalan tanpa bicara.
"Ha.. ha.. ha...
" Kamu salah, apa kamu pikir aku bisa membuat tempat ini!? "
" Jika aku bisa membuat tempat ini aku tidak akan terkurung puluhan ribu tahun ditempat ini! " Ucap
Su Kha tidak bisa menyembunyikan wajah terkejutnya. Jika Je Wei saja bisa terkurung ditempat itu lalu bagaimana dengan dirinya.
"Ha.. ha... ha...
" Kamu tidak akan mati ditempat ini, dan ini juga bukan tempat terkutuk ".
Memang benar sebenarnya tanpa Su Kha sadari kekuatannya saat ini sudah melebihi kekuatan petapa.
" Maafkan aku senior!? Kalau bukan senior yang membuat tempat ini lalu siapa? "
" Jika waktunya tiba kamu akan tahu sendiri " sambil tersenyum.
" Lalu bagaiman cara agar aku bisa keluar dari sini?!
" Kamu tidak akan bisa keluar dari sini kecuali kamu lulus ujian dari pemilik tempat ini " jawab Jepang Wei santai sambil berjalan kembali meninggalkan Su Kha.
" Lalu kapan ujian itu dimulai, aku ingin segera keluar dari sini untuk menemui kedua adikku " tanya Su Kha.
" Ketika kau sampai di tempat ini , dan juga kedua gadis kembar itu baik-baik saja selama ada Leon disamping mereka " ucap Je Wei yang kembali membaca pikiran Su Kha.
" Maksud senior? "
" Kamu ini selain lucu ternyata juga cukup bodoh, coba kamu pikirkan kembali "
Su Kha mencoba mengingat semua kejadian yang sudah dialaminya lalu bertany " senior apakan aku lulus ujian ini ".
" Benar ".
" Lalu kenapa aku masih berada ditempat ini?! "
Ha.. Ha.. Ha...
Ha.. Ha..
" Kamu ini benar-benar.... "
Ha.. Ha.. Ha....
Kali ini Je Wei kembali tertawa.. tapi tawanya kali ini sangat keras.
__ADS_1
" Setelah puluhan ribu tahun akhirnya ak bisa bahagia karena meliat semua kebodohanmu " ucap Je Wei yang kembali melanjutkan tawa kerasnya.
Su Kha yang menjadi bahan tawaan cuma bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dan dia sadar memang sikapnya agak sedikit bodoh, mungkin ini efek dari terkurung disini pikir Su Kha.
" Dengar.. " berhenti sambil berbalik menatap Su Kha serius.
" Untuk menjadi bisa menjadi Pendekar Dewa yang hebat, selain kuat Kuat kamu juga harus pintar " ucap Je Wei yang kini menatapnya tajam dengan sedikit penekanan pada nada bicaranya.
Su Kha cuma membalas dengan gumaman " Pendekar Dewa?! " karna kini makin banyak hal yang tidak dipahami nya.
Wajahnya pun terlihat sedih karna ucapan Je Wei mengingatkannya pada paman nya Yu Liong.
Je Wei cuma bisa menarik napas dalam, karna iya tau apa yang sedang dirasakan Su Kha sekarang.
" Simpan tenagamu jangan gynakan untuk bersedih karena itu akan. menjadi hal hal yang sia-sia ".
" Lebih baik kau gunakan tenaga mu itu bagaimana agar kamu bisa menjadi pintar secepatnya " lalu tertawa untuk menghilangkan ketegangan dan kesedihan pada Su Kha.
" Baik senior " ucap Su Kha lirih.
Malam telah larut tetapi mereka terus berjalan menyusuri gelap menuju ke sebuah titik cahaya yang semakin besar.
Keesokan paginya...
" Makan ini! "sambil melemparkan buah dari pohon Pohon Kehidupan pada Su Kha.
" Terima kasih kasih senior " balasnya.
" Makanlah, kamu tidak akan mati karena memakan buah itu ".
" Tapi seni.. "
" Sudah makan jika tidak kamu akan ku bikin mati beneran " gertak Ye Wei sedikit mengeluarkan hawa membunuh yang membuat Su Kha merinding.
Setelah mempersiapkan diri sesaat akhirnya buah itu dimakan sampai habis.
" Ini aneh se.. "
Belum sempat menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba SU kha merasakan energi yang sangat besar dibeberapa titik tubuhnya, saking besarnya seperti akan meledak.
" Senior apa yang terjadi tubuhku sepertinya akan meledak " ucap Su Kha semakin ketakutan, setelah sebelumnya dirinya takut akan rasa sakit yang akan menimpa dirinya.
" Memang benar kau akan meledak.. "
" Ba.. bagaimana ini senior?!
" Makanya dengarkan, jangan memotong " balas Ye Wei sedikit kesal karena memotong kata-katanya.
Ye Wei menyuruh duduk lalu memposisikan dirinya dirinya duduk didepan Su Kha.
__ADS_1
"Rasakan semua titik energi itu lalu alirkan ke pusat sumber tenaga dalammu.".
Su Kha menyalurkan semua energi yang ada disemua titik meridian ya ke bawah perutnya. Begitu semua terkumpul lonjakan energi yang lebih besar mengamuk di pusat sumber energinya dan hampir meledak.
Ye Wei dengan sigap membantu mengontrol energi itu. Setelah hampir satu jam akhirnya proses itu selesai.
Doooooaaar.....
Ledakan energi yang sangat besar keluar dari tubuh Su Kha. Seandainya ada bagunan atau pepohonan dalam radius satu kilometer bisa dipastikan itu semua akan rata dengan tanah.
" Senior ini... aku merasa sangat berenergi dan kuat".
Ha.. Ha.. Ha...
" Sekarang liat itu...!
Su Kha hanya bisa melotot dan mulut terbuka meliat sebuah istana yang sangat besar dan megah... semua bangunannya terbuat dari emas dan berlian.
Ye Wei berjalan menuju kearah istana di iringi Su Kha yang masih melotot kearah istana itu.
Begitu mereka membuka pintu didepan mereka terasa hempasan energi yang sangat nyaman menerpa tubuh mereka. Mereka terus berjalan masuk lebih jauh.
Ketika samapai di sebuah ruangan yang sangat luas tanpa atap disekeliling nya terlihat banyak pohon kehidupan yang tumbuh subur.
" Rupa sumber energi tadi berasal dari tempat ini " gumam Su Kha. Ye Wei hanya tersenyum mendengar gumaman Su kha.
" Senior.. siapa orang hebat yang bisa memiliki tempat semenakjubkan ini? "
" Aku " jawab Ye Wei santai.
" Senior sungguh hebat bisa membuat tempat seperti ini! ucap Su Kha sambil melirik kearah Ye Wei.
Ha.. Ha.. Ha...
" Kamu salah lagi.. sehebat apapun aku tidak akan bisa membuat tempat seperti ini. tapi aku cukup tersanjung atas ucapanmu itu ".
Ha.. Ha.. Ha..
Ye Wei bejalan kearah sebuah pintu yang ada diseberang mereka.
Ceiiiitt...
Suara pintu besar terbuka. Kini dihadapan mereka ruangan yang amat besar tampak tumpukan emas dan harta benda yang berharga.
Dibelakang gunung emas itu tampak gunung batu yang dua kali lebih besar.
" Batu apa itu, kenapa dikumpulkan dalam satu ruangan dengan emak-emak ini" pikir Su Kha.
Ye Wei cuma tersenyum mengetahui apa yang dipikirkan Su Kha.
__ADS_1
" Luar biasa....! "
" Benar.., mungkin itu semua bisa menjadi milikmu jika lulus ujian dari pembuat tempat ini". Ye Wei lagi-lagi membaca pikiran Su kha membuatnya terkejut.