
" Siapa mereka? "
Tanpa memperdulikan pertanyaan ayahnya Pangeran Ve Pian yang telah terlepas dari pelukan ayahnya langsung menurunkan kedua gadis kembar yang berada di atas punggung Leon.
" Ini Mei Ling dan yang itu May Ling " ucap Pangeran Ve Pian sambil menyerahkan Mei Ling pada Jendral yang berada dibelakang raja Ve Nous.
" Pangeran bagaimana kamu bisa kabur dari kejaran Jendral Song?" tanya Petapa Chuan sambil memperhatikan Jendral dan seorang prajurit yang membawa kedua gadis kembar ke tempat tabib istana.
" Sebenarnya aku diselamatkan oleh gadis itu!" sambil melirik kearah Mei Ling.
" Tapi bagaimana itu bisa? Dia kan hanya pendekar tingkat raja!? Sedangkan Jendral song berada ditingkat kaisar. Belum lagi adanya Petapa Arogan yang mendampinginya " tambah Raja Ve Nous yang juga tambah ikutan penasaran.
" Itu benar, tapi coba perhatikan dengan jelas yang menjadi tunggangan kedua gadis itu " ucap Pangeran Ve Pian sambil menunjuk kearah Leon yang sudah merebahkan dirinya untuk beristirahat.
Selain Pangeran Ve Pian dan kedua petapa semua yang berada ditempat itu serempak melihat kearah Leon.
Setelah beberapa saat " Singa Hitam Legendaris " ucap mereka serempak.
Wajar jika mereka kaget, karena selama ini siapa saja yang memasuki Hutan Iblis akan mati diserang oleh Singa Hitam Legendaris. Walaupun sebenarnya sebagian besar orang mati diserah oleh monster yang berada disana.
" Ayo kita lanjutkan bicara nya sambil makan dan mengobati lukamu " sebenarnya Petapa Chuan dan Petapa Gunung hanya ingin mengetahui bagaimana pangeran Ve pian bisa bertemu dengan Singa Hitam Legendari itu.
Petapa Chuan pun menggandeng Pangeran Ve Pian meninggalkan yang lainnya yang masih menatap kagum pada Singa Hitam Legendaris.
Sambil diobati Pangeran Ve Pian meneruskan cerita pertemuanya dengan Mei Ling, sampai akhirnya dihentikan oleh kehadiran seorang pria tua.
" Maaf jika saya mengganggu! "
" Iya.. Ada apa " balas Raja Ve Nous.
" Tadi salah satu gadis sempat sadar lalu menanyakan tentang kalungnya, setelah itu dia kembali tidak sadarkan diri....."
"... Lalu apa yang terjadi " Pangeran Ve Pian memotong kalimat tabib istana.
" Gadis itu me..... "
Doooooouuuaaarrr..........
Dooooooouuuaaarrr..........
Doooooooouuuaaarrr..........
Pelindung yang dibuat Petapa Gunung bergetar keras mengagetkan semua orang yang berada didalam mantra pelindung itu.
" Disini rupanya sarang tikus-tikus pengecut itu rupaya. Ha.. ha.. ha.. ha.. ha.. ha.. ha.. ha.. ha.. !"
Tawa yang keras yang cukup menyakitkan telinga karena dialiri tenaga dalam yang sangat tinggi.
" Cukupppp....kup.. kup.. kup... " balas petapa gunung.
__ADS_1
Cueih...
" Sekarang.. disini.. di tempat ini kalian semua akan mati!" diiringi niat membunuh yang sangat kuat membuat beberapa orang biasa langsungsung pingsan.
Jika saja ini diteruskan beberapa detik lagi pasti akan ada korban jiwa.
Saking kuatnya niat membunuh yang dikeluarkan oleh Petapa Arogan baru bisa dinetralkan oleh gabungan dari niat membunuh Petapa Chuan dan Petapa Gunung.
" Sungguh kekuatan yang dasyat dari seorang pemuda jenius Kerajaan Langit Barat " Petapa Gunung membathin.
Petapa Gunung menarik napas dalam lalu menghembuskan kasar dan berkata " Ini saatnya kita memberitahu anak ini apa artinya arogan". lalu melangkah kedepan.
" Yang ini bagianku " sambil memegang bahu Petapa Gunung.
" Maju saja kalian berdua sekaligus ".
Ha.. ha.. ha..
" Tidak sia-sia namamu sebagai Petapa Arogan. Semoga sifatmu ini bisa kamu bawa sampai mati ". balas Petapa Gunung.
Petapa Gunung mengangkat tangan " Baiklah tapi tolong kontrol dirimu " ucap Petapa Chuan mengingatkan karna Petapa Gunung tetap melangkah maju.
Dalam sekejap mata Petapa Gunung kini sudah berada dihadapan Petapa Arogan dan...
Boooooooommmmmm....
Sebuah tapak mendarat didada Petapa Arogan membuatnya terhempas puluhan meter menyebabkan beberapa pohon besar tumbang.
" Dasar pengencut... " Petapa Arogan sangat marah karena serangan mendadak dari Petapa Gunung telak mengenai dirinya.
Ha.. ha.. ha...
" Siapa yang pengecut? " itu cuma kamu saja yang lengah saat bertarung.
" Dasar orang tua picik pintar mencari alasan ".
" Bukannya kamu yang menyelinap melakukan serangan? Andai saja telat sedikit saja saat mengaktifkan mantra perlindungan pasti akan banyak korban jiwa. Jadi sebenarnya siapa yang picik???!"
" Kamu.... " Petapa Arogan tidak bisa membalas perkataan Petapa Gunung. " Keparat... akan kupastikan kalian semua mati ditempat ini " bathinya marah.
Dengan cepat Petapa Arogan kembali melayang ke atas setelah terjatuh kena serangan Petapa Punung.
" Ini...! " Petapa Arogan terkejut karena Petapa gunung tiba-tiba saja sudah berada kembali tepat didepanya. Belum hilang rasa kagetnya, sebuah tapak kini kembali mendarat di dadanya.
Doaaaarr.....
Tubuhnya terpental puluhan meter dan menghancurkan pepohonan yang dilaluinya.
Ouuughhhukk... darah segar kelhar dari mulutnya dan tubuhnya gemetar.
__ADS_1
" Sangat cepat dan kuat. Lari sudah tidak mungkin lagi baiklah biar aku pertaruhkan semua disini "
Boooomm...
Ledakan energi keluar dari tubuh petapa arogan. Dia mengumpulkan semua kekuatannya dan membakar energi dalamnya untuk melakukan satu serangan yang bisa dikatakan serangan bunuh diri. Sebab berhasih atau tidak dia akan terluka parah dan berakhir mati jika tidak ada yang menolongnya.
Heem
" Rupanya dia sudah putus asa " gumam Petapa Gunung sambil mengumpulkan tenaga dalamnya untuk membuat pertahanan.
" Gawat ini bahaya.... " Petapa chuan langsung melayang keatas dan membuat formasi untuk melindungi orang-orang yang berada dibelakang Petapa Gunung.
Kini dihadapan Petapa Gunung tampak tornado yang menjulang tinggi keangkasa. Dilamnya tampak bayangan merah yang menancarkan niat membunuh yang sangat kuat.
" Rasakan ini Badai Pisau Angin " ucap Petapa Arogan.
Dari Dalam tornado melesat sebuah pisau angin sebesar gajah kearah petapa gunung.
Boommmmm......
Benturan Pisau angin dengan batu gunung yang tiba-tiba muncul dari dalam tanah.
Pisau itu berhenti sebentar lalu kembali melesat kearah petapa gunung .
Pelindung yang dibuatnya dari batu gunung yang sangat keras hanya bisa memperlambat laju serang dari pisau angin itu.
" Matilah kalian semua " Petapa Arogan berteriak lantang dengan senyum kemenangan karena merasa bisa menghancurkan pertahanan Petapa Gunung.
" Mati.. mati... matilah.... "
Kini ribuan pisau angin ukuran kecil dengan kecepatan tinggi melesat kearah Petapa Gunung. Semua yang dilaluinya akan terpotong lalu terbakar. Batu-batu yang juga terus kluar dari dalam tanah langsung hancur menjadi debu.
Booommmm...
Booommmmm...
Booommmmmm..
Bunyi ledakan silih berganti. Tempat Petapa Gunung berdiri kini dipenuhi debu dan api. Pisau angin tanpa henti terus menghantam kearah Petapa Gunung.
Dari ribuan pisau angin dua pertiganya mengenai formasi pelindung yang dibuat Petapa Chuan.
" Sungguh sangat kuat.. harus segera dihentikan. Jika terus berlanjut formasi ini tidak akan bertahan lama lagi " pikir Petapa Chuan.
Baru saja Petapa Chuan hendak bergerak...
Dooooouuaaaaarrrrr.....
Ledakan keras dari arah Petapa Gunung berada membuat tempat disekitar bergetar dan serangan pisau angin pun berhenti.
__ADS_1
Setelah beberapa tarikan napas kini asap dan debu menghilang.