
Su Kha dengan wajah menunduk berjalan pelan meninggalkan makam pamannya. Wajahnya terliat seperti tanpa semangat. Matanya sembab dan memandang kosong.
" Kaka jangan terlalu larut dalam kesedihan, Kaka harus ingat apa pesan paman Yu Liong dan bibi Lei " Ucap Mei Ling lembut memberi semangat pada Su Kha.
Aaaaa.......... a.... a....!
Su Kha berteriak keras melepaskan semua emosi yang ada didadanya.
Kata-kata Mei Ling seperti membangunkan dari sebuah mimpi buruk.
" Benar aku harus menjadi lebihh kuat " gumam Su Kha sambil memandang cincin ruang milik Yu Liong, samar- samar di dengar oleh dua gadis kembar disampingnya.
Su Kha berjalan memasuki Goa Iblis di ikuti Mei Ling dan juga May Ling dari belakang.
Didalam gelap yang hanya diterangi dari cahaya api unggun, Suka duduk di sebuah batu besar.
Su Kha mengeluarkan Kitab Cahaya dari balik baju.
Lalu duduk diatas batu besar.
Baiklah mulai hari ini Hutan Iblis akan menjadi tempat tinggal ku dan Goa Iblis ini akan menjadi rumah baru ku.
" Terus kami tinggal diman? ucap May Ling yang mendengar ucapan Su Kha.
" He... he.. he... , ngontRak! Jawab Su Kha yang dibalas wajah cemberut May Ling.
Baru saja mulai membuka bab ketiga Jurus Langkah ruang, Grruuukkk. Perut May Ling berbunyi, wajah Su Kha ketika mendengar bunyi perut May Ling cuma tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
" Kalian berdua tu di sini sebentar " kata Su Kha yang bemaksud pergi kluar sebentar mencari hewan buruan.
" Ka.. kamu, kenapa kamu tidak meninggalkan tempat ini? pergi dari sini?! Su Kha mengusir Singa Hitam yang duduk di depan mulut Gua Iblis dengan tenang.
Sebenarnya bukan tidak ingin pergi, tetapi Singa Hitam yang terluka karena serangan Petapa Tua cuma bisa duduk santai sambil menunggu sakit akibat luka dalam nya hilang.
Su Kha melambaikan tanganya seolah-olah berkata " terserah kamu saja " pada Singa Hitam.
Tidak beberapa lama kemudian Su Kha kembali dengan membawa beberapa ekor ayam hutan.
Ketika tiba dimulut Gua Iblis Su Kha melemparkan dua ekor hasil buruanya kepada Singa Hitam. Sing hitam hanya membalas dengan melambai-lambaikan ekornya.
Hari Sudah mulai gelap ketika Su Kha dan Kedua gadis kembar sudah selesai makan.
Su Kha kembali duduk diatas batu besar sambil mempelajari Kitab Cahaya. Sedangkan kedua
gadis membaringkan tubuhnya lalu tertidur pulas karena kekenyangan.
__ADS_1
Baru ketika tengah malam Su Kha menghentikan latihanya.
Keesokan harinya..
Kaka bangun, sudah siang. waktunya makan kak! " ucap May Ling membangunkan Su Kha.
" Ini..?" Su Kha kaget ketika meliat seekor ayam pagang di sodorkan kedepan wajahnya.
" Kami membuat jebakan untuk menangkap nya " ucap May Ling bangga.
" Bibi Lei yang mengajarkan ya kepada kami lanjutnya setelah meliat tatapan penuh tanya dari Su Kha.
" Terima kasih " ucap Su Kha sambil membelah ayam yang diberikan Maying.
" Kakak mau kemana? " ucap May Ling meliat Su Kha berjalan ke mulut goa.
" Aku mau memberikan ini kepada Singa Hitam didepan sana" ucap Su Kha sambil menganggap belahan ayam yang dipegangnya.
" TidK usah kak, tadi Mei Ling sudah memberikannya makan " ucap May Ling.
Mereka anak-anak yang baik pikir Su Kha.
...
...
Akhirnya aku bisa juga membuat segel, sekarang tinggal menguasai Jurus Langkah Ruang dari Kitab Cahaya.
Hari sudah siang ketika Su Kha selesai membuat ukiran segel pada sebuah kayu.
Di depan mulut Goa tampak Singa Hitam memasuki Goa dengan menyeret seekor babi hutan di iringi oleh dua gadis kembar.
hehe.. heheh.... kedua gadis kembar cekikikan. "Mulai hari ini biar su Hitamm saja yang berburu" ucap May Ling sambil menatap Singa Hitam".
Andai kan orang-orang tahu kalau Singa Hitam Legendaris yang sekuat seorang petapa di suruh oleh dua orang anak gadis, pasti mereka semua akan muntah darah.
" Ambil ini" sambil menyerahkan kayu dengan ukuran segel mantra kepada kedua gadis kembar yang baru saja menyelesaikan makannya.
" Ini apa kak " jawab mereka serempak.
Kalian bawa saja itu keluar, Lalu sembunyikan agar aku tidak bisa menemukannya.
" Iya Kak! " sambil pergi berlari kluar Goa. Tidak begitu lama kemudian mereka berdua kembali kehadapan Su Kha.
Singa hitam yang sudah bertekat mengikuti kedua gadis untuk selalu melindunginya., hanya duduki mengibas-ngubaskan ekornya sambil menikmati babi bakar hasil buruan ya.
__ADS_1
" Langkah Ruang" Su Kha langsung menghilang, lalu muncul di dekat sungai tidak jauh dari Goa Iblis.
" Aiih.. jurus ini cukup banyak menguras tenaga dalam ku. Kayaknya semakin jauh jarak nya semakin besar tenaga yang diperlukan" gumam Su Kha dengan wajah serius.
"Setelah mengatur napas sesaat " Langkah Ruang " sekali lagi Su Kha menghilang. Tapi Su Kha salah perhitungan, kali ini tidak semudah yang pertama.
Blubuukk.. blubeeekk... blebuuukkkkk....
Su Kha gelabakan karna kali ini ia muncul didalam sungai tidak jauh dari tempat pertama kali dia muncul. Karena panik Su Kha hanya berenang secepat mungkin menuju ke permukaan. Padahal Ia bisa saja langsung pergi ke Goa Iblis tempat pertama dia pergi.
" Aghhh sial,, " sambil tersenyum tipis menyadari kebodohannya karena tidak memperhitungkan kemungkinan ini.
" Oo aaaa Aaaaa... " memasang wajah seram mengagetkan kedua gadis kembar.
Singa Hitam pun langsung berdiri kerena sedikit kaget. Sedangkan Kedua gadis kembar cuma bisa terduduk dengan wajah sedikit pucat.
" Kenapa kakak basah kuyup " tanya Mai Ling setelah berdiri bisa tegak.
" Ini perbuatan salah satu dari kalian " ucap Su Kha. " Kalau saja tidak dibuang disungai tidak akan kaka bs basah kuyup seperti ini! ".
Kedua gadis kembar saling memandang, lalu tertawa terbahak-bahak.
" kreetakk " kayu yang sudah diberi ukiran mantra tiba-hancur.
" Apa yang terjadi? " ucap Mei Ling serta tatapan penuh tanya juga dari May Ling.
" Sepertinya kayu itu hanya bisa untuk sekali pakai "
jawab Su Kha yang membuat kedua gadis kembar menatap semakin bingung.
Hari sudah sore ketika Ketika Su Kha selesai menjelaskannya.
" Apa kakak tidak merasa aneh dengan keadaan disekitar kita??? " tanya Mei Ling.
" Maksudnya? "
" Coba kaka perhatikan, selama kita tinggal disini kami tidak pernah bertemu bahkan sekalipun melihat binatang buas. Padahal hutan Iblis terkenal menakutkan karena binatang buasnya yang sellu menyerang manusia yang berani memasuki hutan ini" sambil menatap serius Su Kha
Su Kha melirik sebentar kearah Singa Hitam lalu di ikuti kedua gadis kembar.
" Mungkin mereka takut dengan tunggangan kalian berdua " sambil melirik Singa Hitam yang sudah tidur, karena hari memang sudah gelap.
Itu adalah Singa Hitam Legendaris yang yang sangat ditakuti bahkan oleh seorang petapa sekalipun. sambil berdiri meninggalkan kedua gadis kembar.
" Sudah sana tidur! " ucap Su Kha tanpa menoleh sedikit pun.
__ADS_1