Pendekar Harum

Pendekar Harum
Yu Su Kha


__ADS_3

"Apa yang harus aku jelaskan tu.. tuan" ucap Su Kha gelagapan.


" Bagaimana kamu bisa tau tentang Jurus Langkah Kilat pembunuh.? " kata Yu Liong.


Yu Liong sendiri tahu bahwa hanya beberapa orang yang tahu tentang Jurus Langkah Kilat Pembunuh.


Jurus ini pun hanya dipelajari dari salinan saja, karna Kitab Cahaya yang asli cuma kepala keluarga Yu saja yang pernah melihat nya.


Sampai pada akhirnya keluarga Yu hancur baru kitab itu terungkap. Hanya diketahui oleh Yu Han yang mencuri dengar pembicaraan ayahnya dengan Yu Liong.


"Cepat katakan!! " sambil mengeluarkan niat membunuh yang kuat karna Yu Liong sudah mulai tidak sabar.


Su Kha memejamkan matanya. Beberapa saat kemudian...


"Aaa........ a...... a........! " Su Kha berteriak keras. Ia juga mengeluarkan aura pendekar raja.


Bersamaan dengan membuka kedua matanya ia menghilang lalu muncul kembali dibelakang Yu Liong. Gerakan yang cukup membuat Yu Liong kaget, karna pemuda didepannya juga menguasai Jurus Langkah Kilat Pembunuh.


"K.kau....?


" lya, aku juga dari keluarga Yu. Yu Su Kha "


" Kakekku bernama Yu Kha, dan ibuku Yu Wen" ucap Yu Su Kha. Dimatanya terpancar kesedihan yang mendalam.


"Ja.. jadi.. kau keponakanku?!" ucap Yu Liong dengan mata berkaca-kaca. " Yu Yan.. " sambil memeluk Yu Su Kha.


" Yu Han sudah mati dihari kehancuran keluarga Yu" sesaat suasana jadi hening sampai Yu Su Kha berkata " sekarang aku adalah Su Kha".


Mata hari sudah mulai menampakan wajahnya.


" Bagaimana kamu bisa selamat? " sambil duduk didepan Su Kha.


Yu Ska menjelaskan pada Yu Liong, pada saat penyerangan keluarga Yu. dia bibi Lei jalan-jalan kerumahnya.


Bibi Lei yang merupakan adik ayah nya berasal dari Kerajaan Langit Barat.


Hari sudah terang ketika Su Kha selesai bercerita.


" Dimana bibirmu sekarang"


"Bibi masih berada didalam Kerajaan Timur Laut." jawab Su Kha.


" Apakah paman ingin menemui bibi Lei? "


"Tidak untuk sekarang, aku ingin membawamu ke suatu tempat" kata Yu Liong


" Kemana itu paman?! " tanya Su kha yang sedikit penasaran kemana Yu Liong hendak membawanya.


" Ayu ikuti aku! " sambil berjalan mendahului Su Kha.


Mereka berdua berjalan menjauhi bangunan tua, serta membiarkan mayat Yu Han tergeletak begitu saja. Tidak perduli apakah mayat itu akan dimakan binatang buas atau tidak.


Tidak terasa hari sudah siang ketika mereka memasuki wilayah Hutan Iblis.


" Apa kamu lapar? " Yu Liong memulai pembicaraan setelah cukup lama mereka membisu semenjak meninggalkan bagunan tua. Kebisuan yang terjadi diantara mereka berdua karna mereka larut salam perasaan masing-masing.


"Apa paman tidak lapar? " Su Kha mejawab pertanyaan Yu Liong dengan pertanyaan.


"Ha.. Ha... Ha...!


"Lima hari lagi pun baru makan aku masih sanggup! tapi bagaimana dengan kamu?! " ucap Yu Liong dengan senyum sedikit mengejek bermaksud bercanda dengan Su Kha.


" Apa paman mau membunuhku? " Lagi-lagi Su Kha balik bertanya. Dia paham maksud candaan pamannya.


Sebelum memasuki bagian dalam hutan Iblis mereka mencari hewan buruan untuk mereka makan.


Menjelang sore baru mereka melanjutkan perjalanan, mereka beristirahat cukup lama karena semalaman Su Kha tidak tidur. Yu Liong membiarkannya tertidur cukup lama.

__ADS_1


Mereka berlari kencang memasuki Hutan Iblis biar saat gelap mereka bisa menemukan tempat untuk beristirahat.


..


..


Booummm..


Sebuah rumah meledak dan terbakar.


Para warga berlarian coba memadamkan api yang membakar rumah sederhana tersebut.


Tidak berapa lama api pun padam. Para warga dan prajurit yang menyaksikan mulai pergi meninggalkan tempat itu.


" Bagaimana keadaan Lei" kata nenek tua pada seorang warga yang masih belum pergi menjauh.


"Maaf, ak juga tidak tau nek" jawab warga itu sambil pergi menjauh.


Tidak terlalu jauh dari tempat itu, dua anak kembar terliat.sedang memapah seorang wanita yang terluka. Lei nama wanita itu.


"Bibi kemana kita harus pergi" tanya salah satu anak.


Sambil menahan sakit " Mey Ling kita akan pergi ke Hutan Iblis" jawab Lei.


"Kenapa kita pergi ke Hutan Iblis, disana kan sangat berbahaya" kata Mey Ling


Kedua gadis kembar itu terlihat amat sangat kelelahan, tetapi tekad kuat untuk menyelamat orang yang telah merawat mereka selama beberapa waktu lah yang membuat mereka tetep bertahan.


Kita istirahat disini dulu ucap Lei kepada May Ling, karena masih berusaha untuk memapah Lei. Sedangkan Mei Ling sudah terduduk lemas.


Dari tempat mereka istirahat, gerbang Kerajan Timur Laut terliat jelas. Disana tidak ada prajurit yang berjaga. Ini dikarenakan suasana damai selama lima belas tahun ini.


" Mei Ling, bagaimana keadaanmu? " tanya Lei.


"Aku baik-baik saja, bibi" jawab Mei Ling.


Mata Lei berkaca-kaca, seandainya tidak ada dua gadis kecil di sampingnya, Lei pasti juga akan menangis.


Masih terlihat jelas dimata mereka, bagaimana ketiga anak yang bersama mereka dibunuh lalu diberikan kehewan buas sebagai makanan.


Balas dendam, cuma itu yang ada dalam pikiran kedua gadis kecil itu.


..


..


Di Dalam Hutan Iblis.


" Kita akan bermalam di Gua Itu " ucap Yu Liong sambil berlari memasuki mulut.


Didalam gua setelah mereka selesai memakan daging bakar hasil buruan, "Su Kha jurus apa saja yang sudah kamu kuasai" tanya Yu Liong.


" Bibi Lei cuma mengajariku Jurus Langkah Awan dan Langkah Kilat Pembuatan" jawab Yu Su Kha.


" Cuma itu saja?! " tanya Yu Liong tidak tidak percaya, sambil menggelingkan kepala pelan.


" Benar paman Yu Liong " tanpa keraguan Su Kha menjawab Yu Liong datar.


" Bibi tidak ingin ak membalas dendam atas kehancuran keluarga Yu, makanya bibi tidak pernah mengajarkan ilmu bela diri lain " lalu Yu Kha berdiri.


" kata bibi Lei, ini sudah cukup untuk bisa menyelamatkan diriku. Asalkan aku bisa menguasainya sampai ke tingkat lebur".


" Lalu Jurus Langkah Kilat Pembunuhmu sudah sampai tahap apa? " tanya Yu Liong.


" Mesra " jawab Su Kha santai.


Tapi jawaban ini membuat Yu Liong terperanjat kaget. Sebab Yu Liong sendiri saja hanya bisa sampai tahap lembut.

__ADS_1


Pada tahapan mesra ini hanya petapa tua dari Kerajaan Langit Barat yang bisa mencapainya, itu pun masih belum bisa dipastikan kebenaranya.


" Bisakah kau perlihatkan pada pamanku ini Su Kha?" Tanya Yu Liong sedikit rasa tidak percaya pada keponakan yang baru satu hari ditemuinya.


..


..


..


..


.........


...Tingkatan Pendekar...


...Prajurit...


...Ksatria...


...Jendral...


...Raja...


...Penguasa...


...Petapa...


...Dewa...


.........


...Tahapan Jurus...


...Halus...


...Lembut...


...Mesra...


...Lebur...


.........


...Tingkatan Binatang...


...Binatand Buas...


...Binatang Suci...


...Binatang Roh...


...Binatang Kayangan...


.........


...Tingkatan Pusaka...


...Pusaka Kono...


...Pusaka Suci...


...Pusaka Bumi...


...Pusaka Langit...


...Pusaka Nirwana...

__ADS_1


................................


__ADS_2