
Cuit.. cuit... Cuit
Suara burung bersahutan di pagi hari. Su Kha masih larut dalam tidur setelah hampir semalaman mempelajari Kitab Cahaya.
Mei Ling dan May Ling baru saja selesai mencuci muka ketika Yu Liong datang sambil membawa tiga ekor ayam hutan, lalu menyerahkannya kepada kedua gadis kembar untuk membersihkannya.
" Ayo bangun, jangan jadi pemalas. Jika kau ingin mencari kuat kamu harus berusaha dua kali lebih keras dari pada orang lain" ucap Yu Liong.
" Tapi kamu juga harus pintar " cuma ini yang bisa kuajarkan pada anak pemalas sepertimu ucap Yu Liong yang melihat Su Kha masih tidur-tiduran diatas batu besar.
Sebenarnya dia hanya ingin memberi semangat pada Su Kha agar tidak terlalu memikirkan kepergian Lei.
Bisa saja Yu Liong memberi semangat dengan cara membakar api dendamnya. Tapi hal itu akan membuat Su Kha menjadi haus darah. Itu hal yang tidak di inginkan oleh mendiang Lei dan juga Yu Liong.
" Ayu cepat cuci mukamu sana " suruh Yu Liong.
Entah kenapa hari ini Yu Liong sedikit cerewet, sebelumnya dua gadis kembar juga mengalami nasib yang sama.
Mungkin perasaan gelisah yang membuatnya sedikit cerewet.
" Semoga hari ini semua baik-baik saja " bathin Yu Liong.
...
...
Di depan hutan iblis tampak seorang lelaki dengan jubah putih dengan caping besar menutupi wajahnya.
Lelaki itu berjalan perlahan memasuki Hutan Iblis.
Ada rasa ragu dimatanya ketika langkah kakinya mulai memasuki Hutan itu.
" Sungguh sesuatu yang konyol sampai-sampai harus aku yang bergerak sendiri" ucap pria itu.
" Semoga hasil kali memuaskan... ha.. ha.. ha...! "
Ha.. ha.. ha.. ha......
Lelaki itu tertawa keras seperti orang kesetanan.
Setelah cukup lama berjalan lelaki itu tiba-tiba berhenti mendadak.
" Tampaknya hari ini akan menjadi hari yang berat " ucapnya dingin.
Panas matahari sudah mulai membakar kulit. Pria itu beristirahat dibawah pohon yang sangat rindang.
Matanya menyapu wilayah disekitarnya. lalu terhenti ketika meliat sebuah tumpukan tanah dan baru yang baru saja dibuat.
" Tampaknya itu sebuah kuburan yang baru kemarin dibuat" gumamnya sembari berjalan mendekati tumpukan tanah dan batu.
" Heeeeh.... "
Ketika sampai " Ini memang kuburan baru " ucapnya pelan.
Pria itu lalu berdo'a didepan kuburan itu.
__ADS_1
Tiba-tiba wajah pria itu berubah serius " seperti dugaanku " gumamnya, lalu melompat dari satu pohon ke pohon lain.
" Agh... mungkin ini perasaanku saja" bathin Yu Liong sambil melihat kearah belakang.
Yu Liong langsung mengajak Su Kha dan gadis kembali melanjutkan perjalanan setelah selesai makan..
Kini tinggal beberapa langkah lagi mereka memasuki Gua Iblis.
Sampai akhirnya dari arah belakang ada dua hawa membunuh mendekati mereka.
" Dua hawa membunuh ini.....?! " gumam Yu Liong yang yang samar di dengar Su Kha.
" Pam... " belum selesai berkata tiba-tiba.
Dooooaaaarr......
Sosok Makhluk makhluk hitam terpental dari atas pepohonan dan berhenti tepat di depan Yu Liong.
" Cepat bawa masuk mereka " Yu Liong menyuruh Su Kha membawa gadis kembar memasuki Goa Iblis.
" Kali ini aku akan benar-benar membunuhmu singa sialan " ucap pria berjubah putih dengan caping. Sambil melepaskan caping yang menutupi wajahnya.
" Yong An si Petapa Tua " ucap Yu Liong Lirih.
Sosok hitam yang tak lain adalah Singa Hitam Legendaris Hanya merintih kesakitan. Beberapa tulang ditubuhnya patah. Kini dia hanya hanya bisa menatap penuh amarah dan dendam sambil menunggu nasibnya.
" Kau sungguh singa yang beruntung, aku akan membunuhmu setelah aku selesai membereskan Orang tua itu " Petapa Tua menunjuk ke arah Yu Liong.
" Kebetulan sekali ak jadi tidak perlu repot-repot mencarimu " Ucap Yu Liong.
" Mari kita mulai " Yu Liong Langsung menyerang Petapa Tua.
Dengan Pusaka Langit ditangannya Yu Liong menyerang dari sisi kiri dan kanan secara bergantian.
Doooa.. .. aa... ar
Doooooooaaaaaaaa...... a... ar
Ledakan-ledakan keras mengguncang tempat itu.
Su Kha keluar dari goa untuk membantu pamannya. Tapi begitu meliat pertarungan tingkat petapa yang begitu dasyat nyalinya sedikit menciut.
Tampak dua bayangan pedang sepanjang belasan meter mengarah ke petapa tua.
Dengan tenang Petapa tua menangkis serangan itu dengan memmuculkan tiga bayangan pedang.
Doouuuaaaaaaaaaarrr.....
Doooouuuuuuaaaaarrrrrr....
Dua serangan Yu Liong ditangkis petapa tua dengan sangat mudah.
" Tidaaaaakkk...! " Su Kha berteriak keras ketika melihat satu Pamanya hampir terkena serangan dari petapa tua.
" Langkah awan " gumam Su Kha ketika meliat Yu Liong berdiri didekat Singa Singa Hitam.
__ADS_1
" Pantas untuk dsebut Setan Pembunuh" Kata Petapa Tua saat meliat musuh nya bisa menghindari serangannya.
" Paman siapa orang itu " tanya Su Kha.
" Dia Yong An si Petapa Tua dari Kerajaan Langit Barat " ucap Yu Liong.
Wajah Su Kha memerah, amarahnya memuncak dibarengi dengan niat membunuh yang kuat.
" Hahaha... jadi itu generasi terakhir keluarga Yu. Akan ku hapus nama Keluarga Yu dari muka bumi ini " ucap petapa tua dengan wajah sombong nya.
" Cepat selamat Singa Hitam Legendaris ini" Dia bisa mati jika terus berada disini.
Dengan susah payah Su Kha menyeret Singa Hitam klasik Kedalam Goa Iblis.
" Ayo kluarkan semua kemampuanmu " tantang Petapa Tua.
Yu Liong menyalurkan tenaga dalamnya kedalam pedang, warna hitam dari pedang itu seketika berubah menjadi merah kebiruan akibat sari panas yang luar biasa.
" Kalau begitu aku juga akan mulai serius " Petapa Tua tidak mau kalah.
" Langkah Awan Pembunuh " ucap Yu Liong lalu menghilang dan muncul dibelakang petapa Tua.
" Pedang Pembelah Laut " ayunan pedang Yu Liong Mengarah ke leher Petapa Tua.
Dooaarrr
Ketika hampir menyentuh leher sebuah pisau emas menahan lajunya pedang Yu Liong.
Petapa Tua terdorong kesamping sejauh belasan meter.
" Dia sangat cepat hampir saja " gumam Petapa Tua. Kini disekitar tubuhnya melayang tujuh Pisau Emas.
Singa Hitam yang meliat pemandangan tersebut langsung memaksakan dirinya untuk berdiri.
Dia langsung bisa mengenali aura dari pisau tersebut. Karna aura Pisau itulah yang telah membuat induk Singa Hitam Legendaris mati.
Meliat Singa Hitam berencana hendak ikut kedalam pertempuran, Su Kha menahannya.
" Saat ini kau belum bisa mengalahkanya " ucap Su Kha pelan.
" Kini giliranku " Petapa Tua maju menyerang. Dari atas langit muncul ribuan bayangan pedang menghujani Yu Liong.
" Langkah Awan Melayang " dengan indah bak menari Yu Liong menghindari ribuan bayangan pedang seperti air hujan yang jatuh dari langit.
Blaaaa... rr...
Blaaaa aa.. rrr...
Tanah tempat pijakan Yu Liong hancur meledak menjadi debu, jika bekas ledakan itu di isi air pasti akan menjadi sebuah danau.
Baik Yu Liong maupun Petapa tua sudah mulai kelelahan.
Tenaga dalam mereka pun sudah berkurang cukup banyak.
Yu Liong menyerang kembali " Langkah Awan Melayang ".
__ADS_1
" Kenapa paman hanya menggunakan Langkah Awan saja dari tadi " pikir Su Kha.