Pendekar Harum

Pendekar Harum
Kerajaan Bumi Utara


__ADS_3

" Berhenti..." ucap seorang pria dengan kapak besar yang biasanya digunakan untuk menebang pohon. Matanya menatap tajam penuh selidik kepada rombongan yang berjumlah delapan orang.


" Maafkan kami Tuan jika kami mengganggu saudara. Kami tidak bermaksud buruk. Kami hanya ingin cepat sampai kekerajaan bumi utara saja makanya melewati jalan pintas ini" dengan wajah yang dipaksa pura-pura ketajutan.


Buukkk...


Plaaakkk...


Bunyi kapak dan batang pohon yang roboh terkena hantaman kapak besar. Wajah nya mulai terliat merah karena marah.


" Apa kau berniat mengejek diriku" ucap Ca Bao yang merasa telah diejek sambil mengacungkan kapak besarnya kepada pimpinan rombongan itu.


" Tidak Tuan kami tidak berani " sambil melangkah mundur lalu memberi kode pada teman-temanya untuk waspada kalau-kalau terjadi pertarungan.


" Kau ini... " sambil menghantamkan kapak besarnya pada pohon disampingnya.


Bruukkkk..


Pohon itu langsung tumbang sekali hantam. Pimpinan Rombongan itu langsung melompat menjauh diikuti yang lainya.


" Maaf Tuan.. kenapa apa tuan bermaksud ingin membunuh kami semua?"


Ha.. ha. ha..


" Membunuh ...?"


" Kalian salah.. Aku malah ingin menghancurkan kalian sampai tubuh kalian bahkan tidak bisa dikuburkan" ucap pria dengan kapak besar yang marah meliat senyum kepura-puran rombongan itu.


" Tampaknya hari ini akan menjadi berat " Sambil memberi kode kepada bawahanya untuk segera mengepung pria dengan kapak besar.


Ha.. ha.. ha..


" Akhirnya kalian menunjukan sifat asli kalian juga"


Booooooomm


Ledakan energi pendekar tingkat kaisar dan hawa membunuh yang sangat kuat membuat beberapa orang pendekartingkat raja kesulitan untuk bergerak.


' Apa begini cara Kapak Gila menyambut Pria tua ini" suara otang tua yang datang dari arah belakang rombongan itu membuat Kapak Gila terperanjat dan hampir saja mundur terdorong kebelakang akibat tekanan dan hawa membunuh yang sangat kuat.


Kapak Gila hampir pingsan akibat tekanan itu. Sampai tiba-tiba " Apa begini cara Petapa Chuan pelindung Raja Ve Nous pada pelindung Hutan Terlarang Kerajaan Bumi Utara" ucapan yang diiringi hawa membunuh yang sangat kuat hingga menetralkan tekanan tapi niat membunuh sdkit pun.


Ha.. ha.. ha..


" Maafkan aku jika sudah menyinggung Petapa Gunung " lalu melesat kesamping Kapak Gila.


Booooom....


Duar....

__ADS_1


Sebuah serangan gelombang energi menyerang Petapa Chuan membuat Kapak gila terpental sejauh 15 meter.Sedangkan rombongan yang bersama Petapa Chuan cuma terdorong beberapa langkah karna sebelumnya sudah bergerak menjauh.


Uohuuukkk


Uohuuukkk


Kapak Gila batuk karena banyaknya debu akibat ledakan energi itu. Ia juga memutar kepalanya kekiri dan kekanan karena pusing.


Zeeep..


" Lama tidak bertemu " ucap petapa chuan ketika meliat Petapa Gunung muncul dihadapanya.


" Mari Saudaraku " sambil merangkul.


" Apa yang yang terjadi dengan Kerajaan Laut Timur " Petapa Gunung Menatap pada Raja Ve Nous yang berjalan mendekati kedua Petapa itu.


" Salam Hormat pada Petapa Gunung " ucapa Raja Ve Nous tulus.


" Salam hormat pada yang mulia " balasnnya dengan senyum ramah.


" Maafkan kami yang telah bersembunyi diwilayah kekuasaan Petapa Gunung ".


Ha.. ha.. ha..


" Yang Mulia ini... " wajah nya menatap serius ".. ini sepertinya juga terjadi pada rombongan kami! " ucap nya dengan wajah sedih.


" Apa... "


" Benar... "


Mereka terdiam selama beberapa tarikan napas. Exsfrisi wajah mereka semua campur aduk. Ada yang marah.. sedih.. bingung dan bahkan ada yang acuh ta acuh.


Petapa Gunung menarik napas dalam lalu di ikuti Raja Ve Nous. Mereka trrus diam selama beberapa saat sampai akhirnya..


" Apa sudah selesai Reunianya? " ucap Seorang Pemuda tampan dengan pakaian mewah.


" Ooh.. maaf jika kami telah mengabaikan Raja San Mo dari Kerajaan Bumi Utara " ucap raja Ve Nous yang sedikit terkejut dwngan sapaan Ra San Mo.


" Paman Ve Nous tidak usah terlalu sungkan... " sambil mendekat dan merangkul Raja Ve Nous.


Dari arah belakang dan samping muncul puluhan orang yang diiringi beberapa orang prajurit.


" Jendral San Lio memberi hormat pada Raja Ve Nous" sambil bersujut.


Melihat semua rombongan sudah berkumpul mata Raja Ve Nous menyapu semua orang yang baru saja datang, lalu berkata " Mana Petapa Gunung Tua dan Raja San Lian " lalu menatap San Mo penuh tanya.


San Mo menarik napas dalam lalu berkata " Ayah dan Petapa Gunung Tua menahan pasukan Kerajaan Langit Barat yang dipimpin oleh Long An si Petapa Tua " ucapnya lirih dan wajahnya terlihat sedih.


Buusssh....

__ADS_1


Letupan energi tingkat petapa yang diiringi hawa membunuh yang kuat menyapu semua orang yang berada disana. Untungnya hanya berlangsung satu tarikan napas saja, jika berlangsung lama maka akan banyak orang yang pingsan akibat tekanan itu.


Petapa gunung menepuk pundak Petapa Chuan. Bagaimana pun Petapa Gunung Tua adalah Saudara lain ibu dari Chuan.


" Paman harus bisa menahan emosi sampai saat tiba" ucap San mo dengan wajah marah dan tangan yang dikepal.


Didepan Hutan Iblis


Agkh...


Mei Ling yang bertarung dengan Jendral Song mulai terdesak dan mengalami beberapa luka serius karena juga harus melindungi Pangeran Ve Pian.


" Ve Pian kamu harus pergi mencari bantuan kedalam Hutan Iblis. Cari sebuah goa dan temui May Ling ".


" Tapi.. bagaimana denganmu "


" Masih bisa menahan jendral busuk ini sampai kalian tiba disni untuk membantuku " Ucap Mei Ling yang meringis kesakitan.


" Baiklah semoga kamu selamt " bathin Ve Pian yang langsung dengan cepat memasuki Hutan Iblis.


" Jangan berpikir kau bisa kabur " ucap Jendral Song marah lalu melesat secepat mungkin bermaksud mengadang Pangeran Ve Pian.


" Mati kau " sambl melepaskan serangan. Tapi belum sempat terkumpul sepenuhnya tenaga dalam yang disalurjan di pedang nya tiba-tiba Mei Ling Muncul disamping lalu melancarkan serangan yang mengarah leher dari Jendral Song.


Blesss...


Tlainnng...


Serangan membokong dari Mei Ling bisa digagalkanya dengan membatalkan arah serangan pedang yang pada awalnya ditujukan untuk Pangeran Ve Pian.


" Kurang ajar, gadis ini cukup merepotkan juga " Jendral Song membathin.


Sedangkan Mei Ling kembali menghilang dan muncul membali dibelakan Jendral Song.


" Baiklah... Karena kau benar benar ingin mati maka akan aku kabulkan " dengan wajah marah lalu tanpa meliha langsung memutar tubuhnya melakukan serangan.


Boooooomm..


Booooooommm..


Boooooooommmm..


Lagi- seranganya hanya mengenai Udara Kosong.


Merasa seranganya tidak satupun yang bisa mengenai Mei Ling Jendral Song sangat marah.


Mei Ling yang selalu berpindah temlat menggunakan Jurus Langkah Ruang kini sudah merasa diatas angin. Sampai tiba tiba Jendral Song memejamkan matanya.


" Cuei.. rupanya kau sudah menyerah dan meminta kematian yang cepat ya " Gumam Mei Ling lalu melesat menghilang menyerang menggunakan Jurus Langkah Ruang.

__ADS_1


" Mati .. " ucap Mei Ling menyerang Jendral dengan menyalurkan semua tenaga salamnya kedalam Pisau yang dipegangnya.


__ADS_2