
" Paman liat batu itu " sambil menunjuk kearah batu kecil disamping Yu Liong
Baru saja meliat batu yang dimaksud Su Kha tiba-batu itu menghilang. Lalu Su Kha mempeliat baru ditelapak tangannya.
Cuma kekaguman yang tampak dari wajah Yu Liong. Karna iya yakin bahkan riak lembut angin pun tak dapat dirasakannya saat Su Kha bergerak mengambil batu itu.
" Agh... mungkin inilah saatnya ku keserahkan kitab itu pada orang yang memang berhak memilikinya" pikir Yu Liong. Wajahnya tampak berseri bahagia karna tugas yang diberikan ayah angkatnya telah terselesaikan.
" Yu Su Kha, kau orang terakhir dari keluarga Yu" diam sesaat.. " dengan ini kuserahkan Kitab Cahaya kepadamu" Yu Liong menyerahkan kitab yang dikeluarkannya dari cincin ruang.
" Terima kasih paman, dengan ini aku bisa mempelajari Jurus Langkah Ruang" kata Su Kha.
" Ayo kita istirahat " ajak Yu Liong karna besok mereka akan melanjutkan perjalanan.
..
..
Hari sudah siang ketika hidung Su Kha bergerak-gerak mencium aroma daging bakar.
" Cepat cuci muka lalu makan " ucap Yu Liong menyuruh keponakannya yang baru bangun.
" Iya paman " jawab Su Kha sambil berjalan kearah genangan air yang ada didekat dinding goa lalu mencuci muka.
Tidak Jauh dari mereka tempat mereka berada, Mey Ling dan May Ling berjalan Menggandeng Lei yang terliat sangat lemah. Bahkan mungkin sekarang bisa dikatakan dalam keadaan kritis.
Dari pagi hari mereka terus berjalan sampai sekarang.
Blaakkkk... meyling jatuh pingsan.
" Meyling.. Mey Ling bangun.. ayu bangun" ucap Mey Ling coba membangunkan kakanya. Air matanya menitis.
May Ling yang tadi pagi makan buah hutan yang di berikan Mei Ling kini sadar kalau kaka nya jatuh pingsan karna belum makan apa, Lei memberitahunya agar May Ling tidak panik lagi.
Yu Liong yang baru selesai makan mengetahui bahwa ada beberapa orang yang mendekat, " cepat selesaikan makanmu, karna ada orang yang membutuhkan pertolongan kita" Ucap Yu Liong.
" Baik paman " sambil memasukan potongan terakhir ayam bakar hasil buruan Yu Liong kedalam mulutnya.
Mereka berdua bergegas keluar menuju ke tempat Lei dan kedua gadis kembar berada.
Tidak berapa lama.
__ADS_1
" Mei Ling, May Ling... apa yang terjadi pada bibi?! " tanya Su Kha dengan wajah cemas.
Dia langsung memeluk Lei, air mata Su Kha kluar melihat bibinya bersandar dipohon dengan bibir yang memucat.
Orang awam pun akan tau kalau sekarang keadaan Lei sangat parah jika melihatnya.
Yu Liong hanya bisa menarik napas dalam. Ia pun tau kalau Umur Lei tidak akan lama lagi.
" Bibi.. siapa yang telah berani mencelakaimu? " tanya Su Kha penuh amarah.
" Kau jangan membalas dendam, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu " ucap Lei dengan suara berat dan serak disertai batuk.
" Kelak jika kau sudah menjadi kuat, per... pergi... lah... " suaranya terputus-putus karna menahan sakit dan sesak didadanya. " .... pergilah ke seberang laut., dan temukan ayahmu" lalu menarik napas dalam sambil memejamkan mata karna sakit yang amat sangat didadanya.
" Bertahanlah Lei.. " ucap Yu Liong.
Senyuman hangat penuh kebahagiaan tampak dari wajah Lei ketika meliat Yu Liong. Ia tahu Su Kha akan aman jika bersama Yu Liong.
" Petapa Yu Liong, jenius dari keluaaarga Yu ".
" Tak usah menghiburku, kau tau bagaimana keadaanku sekarang" senyum hangat kluar dari bibir pucatnya.
" Yu Su Kha, dengan ini kau akan menemukan siapa ayahmu!" Dengan susah payah mengeluarkan sebuah Giok dari cincin ruangnya karna Lei sudah hampir kehabisan tenaga dalamnya.
Su Kha menyambut Giok yang diserahkan Lei dengan berat hati, karna ini menandakan bahwa Lei akan meninggalkanya untuk selamanya.
" Yu Liong, ma.. maukah kau menciummu sebelum aku mati" ucap Lei berat dengat sorot mata penuh harap.
Yu Liong cuma menganggukkan kepalanya pelan.
" Te.. te.. tririma kasih " Leu memejamkan matanya.
Kini orang yang telah merawat Su Kha sejak ibunya meninggal juga telah pergi meninggalkan nya.
Yu Liong mendekati jasad Lei yang berada dalam pelukan Su Kha lalu mencium keningnya.
" Terima kasih juga karena kau mau mencintai pria egois ini " guman Yu Liong pelan, tapi dapat didengar Su Kha yang sedang dalam keadaan menangis.
" A..... a. . a.. aaaaaaa............... a.. !!!
Teriakan keras Su Kha yang membuat burung-burung disekitarnya beterbangan.
__ADS_1
Matahari mulai menyembunyikan wajahnya ketika proses pemakaman Lei selesai.
" Mei Ling katakan sapa yang telah membunuh bibi Lei " tanya Su Kha.
Mei Ling hanya diam memandang jari-jari tangannya. Ia bukan tidak ingin memberitahukan, cuman ia hanya mengikuti perintah bibi Lei agar tidak memberi tahu Su Kha.
Su Kha pun tau alasan dari diam nya Mei Ling.
Sambil menggiling-gilingkan kepalanya pelan Su Kha menatap tajam kearah May Ling.
Mei Ling yang meliat Su Kha menatap tajam adik mencoba untuk mengingatkan May Ling sengan menyikutnya.
May Ling yang pada dasarnya penakut begitu ditatap tajam Su Kha langsung gemetaran tapi juga tetap diam seperti Mei Ling.
Tetapi akibat sikutan Mei Ling membuat kangen May Ling. Dia pun langsung menceritakan tentang penyergapan pasukan rahasia Kerajaan Langit Barat yang membuat bibinya terbunuh.
Mendengar cerita May Ling tersebut wajah Su Kha langsung memerah, tangannya terkepal gemetar.
Niat membunuh terpancar keluar membuat dua gadis kembar didepannya merinding gemetaran.
Plookk..
Tepukan lembut dibahu Su Kha membuatnya sadar.
Jika sedikit saja lagi dibiarkan maka kedua gadis kembar didepannya bisa di pastikan akan pingsan.
" Tahan dulu dendam dan amarahmu " sambil melambaikan tangan kepada Mei May Ling agar menjauh. " Akan tiba waktunya kamu untuk membalas dendam. Untuk sementara kamu harus menjadi kuat dulu" ucap Yu Liong.
Setelah cukup tenang Yu Liong memanggil gadis bersaudara dan mengajak Su Kha untuk kembali ke goa. Hari sudah gelap ketika mereka berempat memasuki goa.
Melihat keponakan duduk termenung meratapi kepergian Lei, Yu Liong mendekati Yu Su Ka memintanya untuk mempelajari Kitab Cahaya.
Su Kha melirik sebentar ke arah si kembar u tuk memastikan mereka berdua tidur sebelum mempelajari Kita Cahaya.
Secara perlahan-lahan Su Kha membuka lembar demi lembar kitab dewa itu, sampai pada bab ketiga " Langkah Cahaya " gumam Su Kha.
Dengan teliti Su Kha membaca dan memahami setiap kata dari isi bab ketiga.
Di bab ini kita Kitab Cahaya berisi tentang perpindahan tempat. Tapi untuk bisa menguasai jurus ini si pengguna harus terlebih dulu mempelajari tentang mantra formasi. Karena si pengguna jurus harus menandai tempat yang akan dituju jika dia belum pernah ketempat itu.
" Pantas untuk disebut Kitab Cahaya " gumam Su Kha.
__ADS_1