
" Yu Su Kha "
" Apa...!? " Yu Su Kha yang terkejut mendengar suara itu langsung berbalik kearah suara itu.
" Maaf, Siapa senior ini? " ucap Su Kha setelah sebelumnya memberi hormat.
Ha.. Ha.. Ha..
" Tidak usah bersikap terlalu formal seperti itu dengan leluhurmu ini. Aku Chu Thian leluhurmu dari alam para dewa abadi ".
" Alam para dewa abadi?! "
" Benar. Tapi untuk sementara lebih baik kamu tidak mengetahuinya dulu" dengan senyum ramah diwajahnya.
" Bertanyalah satu persatu agar aku bisa menjawabnya" Ucap Chu Thian yang baru saja membaca pikiranya.
" Iya maaf senior "
" Apakah kamu kamu malu memiliki leluhur sepertiku, jadi memanggilku dengan sebutan senior?! "
" Tidak.. Tidak seperti itu sen..eh Leluhur".
" Ya sudah tidak apa, lagi pula aku juga hanya sebuah pecahan jiwa saja".
" Apa yang kamu lihat itu adalah kejadian yang kualami beberapa ribu tahun yang lalu. Setelah kejadian itu aku membawa beberapa keluarga Yu dan pelayan yang selamat kedunia ini. Lalu membuat Dimensi Ruang sangat Waktu untuk mencari Pewaris dan penerus ku".
"Lalu siapa Sebenarnya Senior Ye Wei? "
" Dia adalah roh penjaga dari Jubah Naga Bumi ini " sambil menunjuk jubah perang yang dikenakan Su Kha.
" Jiwa Naga Itu telah menyatu dengan dirimu, Semakin besar kekuatanmu semakin kuat jubah pelindung itu ".
" Dan tato itu" menunjuk kebelakang Su Kha " Tanda bahwa Naga Bumi sudah menjadi bagian dari dirimu. Dengan kata lain kau bisa menguasai kekuatan elemen bumi.
Maksud leluhur...? "
" Didunia ini ada empat kekuatan elemen alam Yang pertama Angin atau Udara, Tanah atau Bumi, Air, Dan api".
" Dengan penguasaan elemen itu kau bisa mengendalikan bagian dari elemen itu"
" Di tempat asalmu belum ada penguasaan elemen karena didunia tempat asalmu itu telah ku segel sehingga kekuatan tertinggi disana hanya sampai tingkat petapa dan orang tidak bisa masuk atau keluar".
" Lalu bagaimana aku bisa keluar? "
" Kau pasti bisa! " sambil memberikan sebuah cincin kayu yang penuh dengan ukiran-ukiran kono dan rumit.
" Ini kunci untuk masuk dan keluar dari tempat ini. Dengan ini juga kamu bisa memasukan dan mengeluarkan apa saja yang ada disini. Terimalah! "
" Terima kasih leluhur " sambil bersujud.
__ADS_1
" Sepertinya ujiannya sudah berakhir " pikir Su Kha.
Ha.. Ha.. Ha....
" Semua ini bukan ujian, tapi latihan. Rupanya kau telah dikerjai Ye Wei".
" Apa?! jadi selama ini... "
" Benar, tapi sudahlah itu semua untuk kebaikanmu juga".
" Iya leluhur " sambil mengerutkan kening karena kesal.
" Apakah aku juga akan mati jika makan buah dari Pohon Kehidupan itu".
Ha.. Ha.. Ha..
" Sebenarnya tidak apa-apa, tapi lebih baik nanti saja ketika kau sudah menjadi pendekar dewa langit. Untuk menjadi dewa surga dan dewa abadi sangat sulit. Saat itulah baru kau makan buah itu".
" Kenapa seperti itu leluhur??"
" Buah itu hanya tiga kali saja bisa meningkatkan kekuatan seorang pendekar dewa. Setelah itu buah itu hanya jadi seperti buah biasa".
" Kau sudah satu kali memakan, dan saat ini kau berada di tingkatan pendekar dewa bumi".
" Pendekar Dewa Bumi??? "
"Jadi sekarang aku adalah pendekar Dewa bumi" wajahnya tidak bisa menyembunyikan rasa senang. Tingkatan yang tak pernah bisa dia bayangkan dan baru sekarang dia ketahui bahkan dia miliki.
" Lalu dimana senior Ye Wei sekarang? "
" Dia telah menyatu dengan jubah itu,, Karena selama ini dia yang bertugas menekan kekuatan Naga bumi yang ada di jubah itu. Karena sekarang Kau sudah berhasil mengikatnya nya maka tugasnya telah selesai. Dan sepertinya Ye Wei lebih memilih melindungimu dengat ikut menyatu pada jubah itu".
Tampak perubahan raut wajah Su Kha ketika mendengar kata-kata leluhur Chu Thian
" Jadi kata-kata terakhir senior Ye Wei itu adalah kata perpisahan".
" Iya seperti yang kau pikirkan!"
" Terima kasih senior Ye Wei " sambil menyentuh jubah naga bumi. Wajahnya menampakan sebuah kesedihan. Bagaimanapun dialah yang telah menemani Su Kha selama puluhan tahun berada di dimensi ruang dan waktu ini.
" Baiklah, sebelum aku melatihnya apakah kau siap untuk membantuku membawa kejayaan keluarga Yu?! "
" Baik, Ak Yu Su Kha berjanji atas nama Langit dan Bumi akan mewujudkan keinginan leluhur ".
"Leluhur, sebelum aku berlatih bisa kah aku meminta sesuatu?! "
Ha.. ha.. ha...
Permintaan Su Khas hanya dijawab dengan tawa keras Chu Thian
__ADS_1
...
...
...
Didepan gua Iblis..
Seorang gadis cantik sedang duduk bersandar dekat mulut goa dengan membelai kepala singa hitam yang berbaring malas sambil melambai-lambai kan ekornya.
" Sudah hampir sepuluh tahun.. kamu dimana dan apa yang sebenarnya terjadi?" Pikir gadis cantik itu sambil memainkan sebuah pisau.
Plak...
Tling... Bunyi pisau jatuh yang terlepas dari tanganya.
" Hoh.. dasar kamu May Ling bikin kaget aza" ucap Mei Ling yang kaget atas kedatangan adiknya yang menggunakan Jurus Langkah Ruang dan langsung menepuk pundaknya.
" Apa kamu pikirkan?! Pasti memikirkan kaka Su Kha lagi kan??? kalau kamu sudah bosan menunggu pergi saja sana?! dengan senyum mengejek..
" Enak saja.. bukankah kamu dulu yang sangat ingin pergi??? Balas nya dengan senyum mengejek.
Ha.. ha.. ha..
Kedua gadis kembar itu tertawa serempak lalu tertunduk diam. Mata mereka tidak bisa menyembunyikan rasa sedih dan merinduan.
Mei Ling menarik napas dalam " Aku akan tetap menunggu kakak walaupun sampai tua dan mati disni" Lalu menatap sayu kepada May Ling.
" Aku juga. Aku sangat yakin kalau kakak Su Kha akan kembali. Dan itu tidak akan lama lagi! "
" Dari dulu juga kamu bicara seperti itu " lalu mengambil buah pemberian May Ling.
" Tidak Mei Ling... Kali ini aku bener-benar sangat yakin! "
" Kamu ituu...?! "
" Benar.. entah dari mana datang nya perasaan ini... tapi aku merasakan kakak sudah tidak jauh lagi dan semakin mendekat dengan kita" ucap May Ling dengan wajah sangat serius dan sangat meyakinkan.
" Aku harap keyakinanmu kali ini benar. Jika tidak...??! " Dengan mata menatap tajam dan sedikit hawa membunuh yang sengaja dibocorkan kearah May Ling.
" Jika tidak... apa? " Balas May Ling dengan sikap dan wajah pura-pura ketakutan.
" Jika tidak kamu akan di makan Singa Hitam ini...ha.. hah..hah.. " lalu melompat dan berlari menunggangi Leon menjauh dari mulut goa.
" Dasar Mei Ling ini giliranmu jaga di goa ini" teriak keras May Ling yang hanya dibalas dengan lemparan buah dari kejauhan.
" Aihh.. dasar kak Mei Ling lagi-lagi mengerjai ku".
Tidak butuh waktu lama bagi Leon untuk bisa keluar dari kawasan wayah Hutan iblis.
__ADS_1