
Yu Han menatap tajam lalu tersenyum sinis pada Yu Liong.
Hanya senyum keterpaksaan yang diberikan Yu Liong pada Yu Han untuk membalasnya.
" Apa hanya tipuan murahan ini yang kau punya untuk membunuhku" ucap Yu Liong pada Yu Han.
Ha.. ha... Ha....
" Adik..! ini hanya salam, karna sudah lama kita kita tidak bertemu. Mana keramahan yang selalu kau berikan dulu" ucap Yu Han dengan senyum mengejek.
Yu Liong membalas senyuman Yu Han dengan tatapan tajam.
"Tidak perlu basa basi lagi, ayu kita selesaikan urusan kita sampai selesai.. di sini..!! " ucap Yu Liong penuh dengan amarah karena sdh tidak bisa bersabar lagi menahan dendam kesumat.
Yu Liong mengeluarkan pedang pusaka langit dari cincin ruangnya, aura membunuh yang kuat terpancar jelas dari pedangnya, itu sudah cukup untuk membuktikan betapa banyaknya korban yang mati oleh pedang itu.
Tidak mau kalah Yu Han juga mengeluarkan Tombak pusaka langit yang aura membunuhnya tidak kalah dari pedang yang Yu Liong pegang.
Uhuuekk.. uhuuekk... suara batuk yang pertama diucapkan Su Kha ketika baru sadar dari pingsannya.
Yu Liong melirik kearah Su Kha begitu mendengar dia batuk.
Pemandangan ini tidak lepas dari pengawasan Yu Han. Tentu saja kesempatan ini tidak dilepaskan oleh Yu Han, dengan cepat ia melemparkan tombaknya.
Yu Liong yang tadi sempat kehilangan konsentrasi sebentar tentu saja tidak bisa menghindari serangan ini. Dia hanya menangkis dan mundur guna mengurangi efek dari serangan itu.
Douuuuaaaaarrrr.....
Douuar...
Dooouuuuuaaaaaaaaaarrr....
Serangan dasyat ini menghancurkan pohon-pohon yang berada disekitar mereka. Serangan ini juga membuat formasi perlindungan yang dibuat Yu Liong untuk melindungi bangunan tempat Su Kha berada berguncang sangat keras.
Yu Han terus menerus menyerang Yu Liong sampai tersudut dekat dinding promosi perlindungan.
Tidak mau tertekan Yu Liong menebaskan Pedangnya nya sekuat tenaga ke arah Yu Han.
Bayangan pedang sepanjang sepuluh meter mengarah kepada Yu Han. tapi dengan sigap dia membalas dengan memunculkan tiga bayangan tmbak sepanjang belasan meter.
Blaarrrrr..
Yu Han terdorong beberapa meter kebelakang, dengan posisi tombak menancap ketanah untuk menahan dirinya.
Kretak...
Tombak Pusaka Langit Yu Han patah. " ternyata cuma segini kekuatan tombak ini " guman Yu Han sambil menguaap darah yang keluar dari mulut nya.
" Hahaha..... ! ternyata kau jauh lebih kuat dari terakhir kita bertemu " kata Yu Han.
__ADS_1
Yu Liong berjalan mendekati Yu Han dan berhenti ketika jarak antara mereka hanya tersisa empat meter saja.
" Yu Han, mari kita selesai dendam kita hari ini..!disini...!! " ucap Yu Liong.
" Baiklah.. akan kujadikan tempat ini sebagai kuburan-kuburan" kata Yu Han.
...... zeff... bersamaan dengan sebuah pisau yang sangat cepat dilemparkan, Yu Han menghilang sari pandangan Yu Liong.
Treeennngggg.... bunyi ledang beradu. Yu Han yang tiba-tiba muncul dibelakang Yu Liong.
treennnggg.. treng...
Bluuuaaaaarrr... bunyi ledakan dan kilatan-kilatan saja yang dapat dilihat dari pertarungan dua pendekar tingkat petapa ini.
Su Kha yang baru sadar dari pingsan dibuat bingung dengan apa yang sedang terjadi.
Sampai akhirnya Su Kha dikejutkan dengan suara keras hempasan tubuh Yu Liong yang mengenai Dinding pormasi perlindungan..
Ohueikk ... ukkkhuukkk......
Darah segar kluar dari mulut Yu Liong yang menandakan bahwa dia mengalami luka dalam.
" Apa keinginan terakhir adikku? " diiringi senym kemenangan, ucap Yu Han dengan posisi masih melayang di udara.
Sambil menyapu darah di bibir Yu Liong tertawa keras.. penuh amarah.. sampai-sampai hewan buas yang mendengar suara tawanya berlian menjauh. Tidak lama kemudian lalu terdiam.
" Serahkan kitab itu, maka nyawa mu akan kuampuni adikku" Ucay Yu Han.
Yu Liong menatap sedih orang yang dulu sudah dianggapnya bagai saudara kandung sendiri.
tapi kini....
" tatapan sedihmu itu tidak akan merubah keputusanku untuk membunuhmu., kecuali kau serahkan kitab itu pada" ucap Yu Han
" Cuih... ak sedih karna harus melanggar sumpahmu pada Ayah. Karna hari ini aku harus membunuhmu " ucap Yu Liong.
"membu... " belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Yu Han dibikin kaget dengan menghilangnya Yu Liong dari hadapannya. Bahkan aura keadaanya pun tidak ada.
Dia hanya bisa mendengus pelan sambil mengambil kuda-kuda pertahanan terkuatnya.
Tubuh Yu Han diselimuti aura merah, tujuh bayangan pedang berputar mengelilinginya.
Tiba-tiba seluruh tubuh Yu Han merasa merinding.
Dan..
Blaaaaaree....
Duaaarrr....
__ADS_1
Douuuuarrrrr....
Makin lama bunyi dentuman semakin keras...
Tujuh Bayangan pedang yang melindungi Yu Han hanya kini tinggal satu.
Yu Liong muncul didepan Yu Han yang kini ketakutan dengan tubuh gemetaran.
" Kakak.. apa keinginan terakhirmu?!" ucap Yu Liong dingin. Didalam hatinya "ini terAkhir kali aku memanggilmu kakak, Yu Han ".
" Adik, tolong ampuni aku. aku berjanji akan berubah. Dan aku tak akan lagi berusaha mengambil kitab keluarga Yu dari tanganmu. Tolong ampuni aku, adiku" ucap Yu Han mengharap belas kasihan.
" Aku tidak bisa mengabulkan keinginanmu, tolong sampaikan maafku kepada Ayah".
"Ad.. " sekali lagi belumlah menyelesaikan kalimatnya Yu Liong kembali menghilang.
Zzeeeeet.......
Pedang terakhir yang melindungi Yu Han hancur.
" Langkah Kilat Pembunuh " gumam Yu Han, sebelum kepalanya jatuh ketanah.
Air mata menitis ketika meliat kematian dari keturunan terakhir keluarga Yu. Orang yang seharusnya dia lindungi dengan nyawanya, tapi malah harus mati ditangannya. ?
"Jika dulu aku membunuhnya, pasti Ayah dan seluruh keluarga Yu yang lainnya masih hidup" ucap Yu Liong.
Yu Liong anak yatim piatu yang diangkat anak oleh kepala keluarga Yu.
Bakat bela diri Yu Liong sangat hebat, lebih hebat dari jenius jenius lain. Karna itu jualah yang bisa membuatnya bisa jadi petapa diusia 25 tahun.
Itu juga yang membuat Yu Han sebagai Tuan Muda keluarga Yu iri dan sangat membencinya, karna sang ayah mengangkat Yu Liong menjadi pewaris keluarga.
Sampai pada puncaknya Yu Han berkomplot dengan keluarga lain dan melakukan pemberintakan.
Ahir dari pemberontakan itu berakhir dengan hancurnya keluarga Yu.
Bayangan masa lalu itu membuat Yu Liong ingin mengamuk, tapi dia selalu ingat pesan ayah angkatnya untuk mencari pewaris Kitab Cahaya
Setelah menenangkan diri Yu Liong menghancurkan formasi pelindung yang dia buat, lalu mendekati Su Kha.
Tatapan tajam yang diterima Su Kha membuat tubuhnya gemetaran.
"Jika kamu ingin hidup, jawab pertanyaanku dengan jujur" ucap Yu Liong.
"Ba... baba baik tuan." kata Su Kha gemetaran. Bagaimana tidak, Yu Liong sedikit mengeluarkan aura petapanya.
Tatapan tajam Liong masih belum berubah, tajam dan mengintimidasi.
"Siapa kamu sebenarnya? " tanya Yu Liong. "Dan bagaimana kamu bisa tahu tentang Jurus Langkah Kilat Pembunuh?" sambil mengarahkan pedang ke leher Su Kha.
__ADS_1