
Boommm..
Boommmm...
Boommmmm...
Bunyi ledakan beruntun menyambut Kedatangan Mei Ling di Kerajaan Laut Utara. Bunyi ledakan dan teriakan penduduk saling bersahutan.
" Ah tampaknya Kerajaan Langit Barat sudah berhasil Menguasai jalannya peperangan".
" Aku harus melihatnya kesana " Lalu berlari secepat angin menggunakan langkah awan.
Setibanya di Kerajaan Laut Utara nampak para prajurit yang di ikat dan dikumpulkan ditengah alun-alun Kerajaan. Disana sini tergeletak mayat para prajurit dan penduduk serta pelayan Kerajaan Laut Utara.
" Cepat kumpulkan dan ikat prajurit yang masih hidup dan bunuh siapa saja yang melawan " Ucap Jendral dari Kerajaan Langit Barat dengan senyum sumerungah setelah berhasil menjatuhkan Kerajaan Laut Utara.
" Lapor Jendral Raja Ve Nous Berhasil melarikan diri tapi kami berhasil menangkap Ve Pian nanaknya.
" Bagus.. Bawa kesini dan terus kejar raja Ve Nous sialan itu " sambil mengeluarkan niat membunuh kepada Pangeran Ve Pian yang membuatnya kesulitan untuk bergerak bahkan untuk bernapas sekalipun.
" Cepat katakan kemana ayahmu pergi " Ucap Jendral Song setelah menghentikan niat membunuhnya.
Cueih...
" Kau bisa membunuhku kapan saja kamu mau, tapi jangan harap kau dapat membuatku bicara" balas pangeran Ve Pian dengan sorot mata tajam penuh amarah.
Ha.. ha.. Ha...
" Bagus.. Bagus... Sikap dan watakku tidak jauh berbeda dengan raja Ve Nous yang keras kepala itu " dengan tatapan menghina.
buuukk...
Sebuah tendangan keras melayang kearah perut pangeran Ve Pian.
" Agh.. Bunuh saja aku, jika tidak aku akan membalasmu ribuan kali lebih menyanyakitkan dari semua penderitaan yang kami alami ini" Ucap pangeran Ve Pian sambil meringis menahan sakit.
Cuih...
" Tidak akan semudah itu kamu mati.., ha.. ha... " lalu menatap tajam penuh penghinaan.
" Setidaknya kamu akan menyaksikan bagaimana aku akan menyiksa ayahmu yang bodoh dan keras kepala itu dulu baru aku akan membunuhmu".
" Kurang ajar.. Kalau berani ayo kita bertarung secara jantan! " ucapan pangeran Ve Pian marah.
__ADS_1
Ada rasa penyesalan dihatinya. Kenapa dulu dia tidak mempelajari Ilmu bela diri dengan lebih serius.
Bukk
Bukk
bukk
Beberapa tendangan mendarat di perut dan wajah pangeran Ve Pian. " Diam kalau tidak mau seluruh gigimu kerontokan!? " ucap komandan bawahan jendral Song sambil menambah rambut Pangeran Ve Pian lalu membenturkan wajahnya ketanah.
" Aku akan memotong semua jari-jari motormu itu kelak" pangeran Ve Pian membatin.
" Agh... apakah aku harus membantu pangeran itu atau... " gumam Mei Ling yang sedikit ragu akan apa yang harus dilakukannya saat ini.
" Andai aku bersama Leon pasti mudah untuk membawa kabur pangeran itu".
Sinar matahari sore menerpa wajah cantik Mei Ling ketika angin meniup daun pohon yang tadi melindunginya.
Perbedaan kekuatan dari pendekar kaisar ke pendekar raja memang tidaklah terlalu jauh tapi penguasaan jurus dan pengalaman bertarung Jendral Song bukan hal yang bisa dianggap enteng. Setidaknya itu lah yang ada dalam pemikirannya.
" Baiklah.. mungkin inilah saatnya aku bertaruh nasib " Mei Ling yang telah membulatkan tekadnya untuk menolong Pangeran Ve Pian.
Dengan sigap dan cekatan Mei Ling Membuat beberapa segel di tempat-tempat strategis dalam rencana untuk pelarian pangeran Ve Pian.
" Inilah saatnya "
Zeep dalam sekejap Mei Ling menghilang dan mucul disaping Pangeran Ve Pian. " Ayu ikut.. " sambil menarik paksa.
" Siapa kamu? " ucap komandan prajurit yang terkejut atas kemunculan Mei Ling yang secara tiba-tiba itu.
Tanpa banyak bicara Pangeran langsung dibawa pergi menggunakan Jurus Langkah Kilat. Para prajurit dan komandan yang masih belum hilang keterkejutan nya cuma bisa berteriak " Berhenti kalian...!" ucapan mereka serempak yang sudah pasti sangat :jelas tidak akan mereka dengarkan.
" Apa yang terjadi?! " ucap Jendral Song dengan sedikit membentak karena tidak tahu permasalahanya. " Ada orang yang membawa kabur Pangeran Ve Pian. " ucap sang komandan cemas. Dan itu sangat tampak pada wajahnya.
" Kuuurraaaang ajar. Siapa yang berani macam-macam denganku?! " sambil menggenggam erat pedang di pinggangnya.
Aura niat membunuh nampak sangat jelas terasa membuat para prajurit dan tawanan menggigil gemetaran.
" Cepat kejar... mereka pasti belum jauh. Jika kalian gagal kepala kalian sebagai gantinya " ucap Jendral Song sambil mengeluarkan niat membunuhnya.
" Aassssssiiaaaap Jendral " Lalu serempak berlarian kesegala arah.
houss
__ADS_1
husss
Napas Mei Ling yang ngos-ngosan karna membawa tubuh besar Pangeran Ve Pian yang terus meronta-ronta karena tidak bisa bernapas akibat tidak terbiasa dengan Jurus Langkah Kilat Pembunuh.
Ouuaaagh...
Pangeran Ve Pian langsung muntah begitu tubuhnya Mei Ling jatuhkan dari bahunya. Pangeran Ve Pian yang memang tidak menyukai ilmu bela diri karena tidak suka menyakiti orang lain apalagi membunuh dan memang suka kedamaian. Itulah yang membuatnya sampai saat ini hanya menjadi Pendekar tingkat Kesatria.
Ketika kembali normal Pangeran Ve Pian menyodorkan tangannya yang Terima sebagai isyarat untuk dilepaskan.
" Oh.. maaf aku hampir lupa! " ucap Mei Ling sambil menutup mulutnya karena malu.
" Siapa kamu sebenarnya? "
" Terima Kasih kasih karna Pangeran sudah mau bertanya siapa aku? "
Dengan mata sedikit melotot lalu berkata " Oh... maafkan aku dan sebelumnya aku ucapkan Terima kasih karena sudah menolongku tadi" dengan menundukan wajah memberi hormat karena sadar akan sindiran dari Mei Ling.
" Aku Ve Pian, dan kalau boleh tau siapakah senior ini? " ucapnya dengan senyum yang sangat tulus.
" Aku Mei Ling " ucapnya sinis sambil membuka penutup wajahnya. " Sekarang Pangeran sudah bebas dan bisa pergi kemana saja kamu mau!" balas nya.
" Seni.. senior..." saat meliat wajah Cantik dan jauh lebih muda dari pada dirinya.
" Tidak usah memanggilku pangeran. Panggil Ve Pian saja. Karena sekarang aku bukanlah seorang pangeran lagi " ucapnya tulus dan tampak amarah dan kesedihan diwajahnya.
" Dan kau jangan memanggilku senior karena aku jauh lebih muda dari pada pang.... "
Boooommm
Tanah tempat Ve Pian berdiri hancur lebur terkena serangan. Sedikit saja tadi Mei Ling terlambat pasti Ve Pian sudah menjadi daging cincang.
" Hoh... dasar pengecut! Bentak Mei Ling kesal.
Hahaha
Siapa yang pengecut, aku atau kamu? " Ucap Jendral Song marah karena Mei Liat g yang langsung kabur begitu berhasil mendapatkan Ve Pian.
" Kali ini ini aku mendapatkan lawan yang berat. Tapi.. jika aku harus bertarung sambil melindungi Pangeran Ve Pian itu sangat tidak mungkin dengan kemampuanku saat ini " Mei Ling membatin dan sadar akan kemampuan bertarungnya yang hanya mengandalkan kecepatan saja.
Jika lawan yang dihadapi Mei Liing setingkatan mungkin dia bisa dengan mudah mengalahkannya walaupun harus dengan melindungi Pangeran Ve Pian.
Satu-satunya jalan cuma melarikan diri yang ada dalam pikiranya.
__ADS_1