
"Dalam sepuluh hari ke depan, ku harap kau menerobos Level Golden Core. Jangan keluar jika belum mampu kau mencapai!" tegas Xu Zhu seraya menghadiahi Zhang Lian sekerat besar daging siluman tingkat menengah.
"Mendengarkan perintah!" Zhang Lian membungkuk hormat.
Hari itu adalah pertunjukan, saat Zhang Lian memamerkan pencapaiannya yang berhasil mana ia berhasil mencapai puncak Pendiri Pondasi pada tiga hari yang lalu.
Bakat khusus yang Zhang Lian miliki, membuat begitu cepat tingkat kemampuan dalam setiap level ia lalui. Bahkan Xu Zhu telah mempercayakan Zhang Lian untuk mulai mempelajari teknik pedang andalan Sekte Jinlong.
Dengan latihan yang disiplin, tidak heran jika setiap murid dalam sekte mampu mencapai kemajuan besar dalam masing-masing tingkatan.
Hal yang menarik ialah karena Xu Zhu tidak pernah membeda-bedakan antara murid yang satu dengan yang lain. Prinsip Xu Zhu, setiap murid adalah keluarga. Sekte membangun murid, bukan malah sebaliknya. Menciptakan ikatan hati yang kuat, hingga setiap murid menjadikan sekte sebagai rumah, tempat untuk pulang.
Mengambil keuntungan dari murid, tentu tidak. Melainkan untuk menciptakan murid-murid sekte yang kuat. Dengan demikian maka sekte akan semakin besar manakala setiap murid merasa memiliki. Bahkan rela mempertaruhkan nyawa demi kejayaan sekte mereka.
Kebersamaan, kekeluargaan, serta kedekatan jiwa murid dengan sekte. Hal inilah yang membuat Gao Yin berubah sikap dan justru begitu tertarik untuk menjadi bagian dari Sekte Jinlong.
"A ??? Nona Gao ... kau, kau ..." Lin Fei tercengang, begitu kaget melihat Gao Yin berjalan memasuki pelataran Sekte.
Gao Yin hanya tersenyum sekilas, tidak begitu peduli dan melewati Lin Fei yang berdiri bengong.
Gao Yin telah dilempar ke luar oleh Patriark, dan sekarang kembali datang ke sekte seolah tidak terjadi apa pun. Apakah dia sudah siapkan nyawa cadangan? Gao Yin sangat beruntung bisa keluar dengan selamat, lalu sekarang malah mencari mati?!
Lin Fei baru tersadar dari lamunannya ketika Gao Yin sudah sangat jauh. Ia pun segera mengejar, tentu ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Nona Gao! Gao Yin !!! Hei, tunggu aku!" Lin Fei berteriak seraya berlari kecil mengejar Gao Yin.
"Ya," jawab Gao Yin singkat seraya menghentikan langkah, karena Lin Fei telah merentangkan kedua tangan menghadangnya.
"Ah, anu ..." Lin Fei menggaruk kepala, mencari kalimat yang tepat untuk bertanya.
"Salam hormat untuk Tuanku ..." tiba-tiba Gao Yin membungkukkan badannya sebelum Lin Fei mengajukan pertanyaan.
Lin Fei menoleh dan menemukan Xu Zhu yang berjalan mendekati mereka. Buru-buru Lin Fei menghaturkan salam.
"Beberapa hari lagi, Zhang Lian akan menyelesaikan latihannya. Dia akan menerobos Level Golden Core. Kau persiapkan dirimu, untuk menguji apakah dia benar layak," ujar Xu Zhu seraya memberi Lin Fei beberapa pil sumber daya.
"Waahhh, terima kasih banyak. Patriark memang yang terbaaiikk ..." Lin Fei menerimanya dengan sumringah. Mengacungkan jempol memuji gurunya.
"Lantas mengapa tidak bergeming?"
"Aa ampun Patriark, saya terlalu gembira sehingga otak berhenti bekerja. Lin Fei mohon pamit, Patriark!" Lin Fei membungkuk kemudian cepat-cepat pergi dari sana.
Setelahnya, Xu Zhu segera berbalik badan kemudian mengayun langkah kembali ke tempatnya.
"Tuan ... Gao Yin datang untuk melapor ..." Gao Yin berlari menghadang jalan Xu Zhu, kemudian menjatuhkan lututnya dengan menyatukan kedua tangan di atas kepala.
"Kau yakin akan berguna untuk ku?" Xu Zhu mengangkat sebelah alisnya.
Gao Yin tidak berani mengangkat kepalanya, justru tertunduk semakin dalam ketika menyampaikan laporannya.
"Hutan kabut musim gugur akan segera muncul, Tuan. Teratai Emas akan segera mekar. Gao Yin telah melacak dan menemukan prakiraan kemunculan hutan itu," jelas Gao Yin dengan yakin.
"Hmmm, Teratai Emas ... aku ingat saat Hua Xiang memetiknya, rasanya begitu segar di tenggorokan," batin Xu Zhu.
"Andai benar kau tahu di mana hutan kabut musim gugur akan muncul, maka bawa aku ke sana."
"Siap! Gao Yin tidak akan mengecewakan Tuanku."
°°°
__ADS_1
"Apa kau yakin ini tempatnya? Mengapa tidak ada orang?" tanya Xu Zhu ketika mereka tiba di suatu tempat yang Gao Yin maksud.
"Gao Yin sangat yakin, Tuan. Ini adalah kawasannya. Mengenai para pendekar yang lain ... semoga berita ini belum sempat tersebar jauh."
Xu Zhu menghela napas, menatap berkeliling. Jelas-jelas jika Xu Zhu pun tahu kalau mereka datang ke tempat yang tepat, dia yang pernah datang ke hutan kabut musim gugur tentu bisa merasakan adanya kekuatan energi yang sama, seperti dahulu.
Besar kemungkinan jika Gao Yin tidak menjual berita pada orang lain, hingga Xu Zhu bisa datang lebih awal dari para kompetitor yang juga inginkan Teratai Emas yang langka.
"Kita datang ke dalam hutan, temukan Bunga Teratai Emas." Xu Zhu diikuti Gao Yin bergegas memasuki hutan kabut.
"Tuan, hutan kabut ini begitu misterius dan berenergi negatif. Selain Teratai Emas Gao Yin yakin pasti banyak tanaman berharga lainnya."
"Ambil semua yang bisa ditemukan. Jangan sia-siakan kekayaan hutan kabut yang hanya muncul sepuluh tahun sekali."
"Baik. Gao Yin mengerti, Tuanku!"
Semakin dalam mereka memasuki hutan, maka semakin besar energi ghaib yang dirasakan. Memang tidak ada racun yang tersebar di hutan itu, tapi pengaruhnya justru mengacaukan pikiran. Membuat orang kebingungan hingga berputar-putar di tempat yang sama.
"Tuanku, izinkan Gao Yin untuk mencari ke tempat lain," pinta Gao Yin.
"Tidak perlu. Tetaplah di belakangku, Teratai Emas itu sudah tidak jauh."
Gao Yin mengangguk, dia percaya pada kemampuan yang dimiliki oleh Xu Zhu.
Sementara itu di belakang mereka, terlihat beberapa kelebat bayangan yang membuntuti. Mereka yang terpesona pada kemolekan tubuh Gao Yin.
Sedikitnya ada lima orang pendekar yang terus mengendap-endap, menjaga jarak aman dari Xu Zhu dan juga Gao Yin. Ada dua orang dari mereka merupakan kultivator pada puncak Nascent Soul.
Kendati orang-orang itu tidak percaya bahwa seorang Pemurnian Energi bisa mengantarkan mereka pada Teratai Emas, namun bayangan kenikmatan yang akan mereka reguk dari tubuh wanita cantik yang berada pada level kultivasi Golden Core, rasanya sudah lebih dari cukup.
"Hmm, kualitas Teratai Emas kali ini sangat jelek. Aromanya hambar serta pesona energinya hanya terpancar tidak lebih dari satu mil. Yang aku ingat, pesona energi Teratai Emas yang bagus dulu bisa dirasakan bahkan dari jarak belasan mil jauhnya," gumam Xu Zhu dalam hati.
"Woowww, waaa !!! Tidak disangka, dengan membuntuti seorang sampah pemurni energi kita bisa dengan mudah menemukan Teratai Emas!" dengan mata bulat melotot, seorang pendekar tidak bisa menyembunyikan kekagumannya melihat sumberdaya energi terbaik terpampang di hadapan mereka.
"Teratai Emas di hutan kabut ... ckckck baru kali ini aku melihat penampakannya secara langsung," sambung pendekar lain seraya menyeka liur di sudut bibirnya.
Sementara para penguntit itu terpana, Xu Zhu telah melambaikan tangannya. Menggunakan kemampuan untuk menarik Teratai Emas mendekat lalu jatuh ke telapak tangannya.
"Lumayan ... meskipun jauh dari kata baik," komentar Xu Zhu.
"Tuanku, maaf. Bolehkah Gao Yin menyentuh bunga terbaik Teratai Emas itu?"
Xu Zhu menyodorkan tangannya mendekat pada Gao Yin.
Gao Yin yang begitu terpesona perlahan mengulurkan tangannya dan menyentuh Melati Emas dengan gemetaran. Ini adalah kesempatan paling bagus untuk dia merampas Sumberdaya paling berharga itu dari tangan Xu Zhu.
Namun Gao Yin berhasil mengalahkan dirinya sendiri. Dia tidak menuruti bisikan iblis di telinganya. Hingga cukup dengan menghirup aromanya saja, Gao Yin sudah sangat senang.
DUUAARR !!!
"Siapa di sana?!" Gao Yin berbalik badan seraya melemparkan beberapa senjata rahasia yang langsung meledak saat mengenai sasaran.
Tiga dari lima orang penguntit langsung meregang nyawa. Mereka yang terlalu terpesona oleh Teratai Emas, hingga tidak punya kesempatan untuk menghindar.
Sementara dua orang yang lain, tentu saja mereka yang berada pada Puncak Nascent Soul yang bisa selamat.
Gao Yin sendiri merupakan seorang pendekar dengan kultivasi level Golden Core, jelas kemampuannya terlalu rendah dan tidak mungkin cukup untuk bisa mengalahkan meski hanya seorang Nascent Soul.
"Hahaha! Menarik sekali. Dua orang cecunguk semakin mempermudah urusan kami. Setelah menunjukkan keberadaan Teratai Emas, kalian juga membuat kami mudah dalam berbagi pendapatan." Kedua Nascent Soul itu tertawa terbahak.
__ADS_1
"Mengorbankan teman demi kepentingan pribadi. Jangan pernah bermimpi untuk bisa dapatkan Teratai Emas!" Gao Yin menarik senjatanya, berupa kipas dan bersiap melakukan serangan.
"Hahah! Biarkan aku yang meringkus gadis ini, kemudian nanti kita nikmati bersama-sama!" ujar seorang penguntit.
Tidak lama kemudian, terjadi pertarungan antara Gao Yin dan seorang Kultivator Nascent Soul yang ingin merampok Teratai Emas milik mereka. Sementara Xu Zhu dan pendekar yang lain hanya jadi penonton.
Jelas terlihat jika Kultivator Nascent Soul itu hanya bermain-main. Dia tidak begitu serius dalam membalas serangan Gao Yin. Justru menggodanya dengan mencolek bokong dan juga dagu Gao Yin.
"Hei, sialan! Jangan kau makan sendiri. Cepat lumpuhkan dia, aku juga mau!" teriak temannya.
"Hahaha! Baiklah, kalau begitu. Aku juga sudah tidak tahan mau menete di dadanya yang sintal," jawabnya dengan tawa mengejek.
"Jangan harap kalian bisa melakukannya! Pergilah kalian ke neraka!" selesai bicara Gao Yin melompat ke udara, menggunakan senjata kipas di tangannya untuk melancarkan serangan pamungkas.
BAAMM! Ledakan terdengar seiring hantaman yang Gao Yin lakukan.
Akan tetapi ... setelah kepulan asap berangsur menghilang, kedua pendekar Nascent Soul itu tidak bergeming dari tempatnya. Justru Gao Yin lah yang telah tertangkap, terikat oleh kekuatan belenggu rantai abadi milik salah satu dari mereka.
"Hahaha! Heh cecunguk pemurnian energi. Lihatlah apa yang terjadi pada pelindungmu," dengan tawa penuh kemenangan mereka memamerkan itu pada Xu Zhu.
"Cepat serahkan Teratai Emas itu, atau nyawa temanmu ini akan mati!" ancam seorang Nascent Soul dengan menambah energi tenaga dalam pada rantai yang digunakan mengikat Gao Yin.
"Aaa !!!" Gao Yin berusaha menahan jerit kesakitan, "Tuanku, jangan berikan Teratai Emas itu. Cepat pergi, Tuan. Pergi!"
Xu Zhu menatap pada mereka tanpa ekspresi. Melihat Gao Yin yang bersungguh dalam membelanya, melihat tingkah kedua Nascent Soul yang menindasnya.
Tanpa sepengetahuan mereka, Xu Zhu menjatuhkan setitik kekuatan energi ke atas tanah. Mengirim kekuatan pada alam untuk membantunya. Ketika Xu Zhu melihat alam merespon dan berpihak padanya, Xu Zhu mengangguk perlahan.
"Sialan kau! Mengapa diam saja. Cepat serahkan Teratai Emas itu pada kami. Kau tidak ingin melihat temanmu ini binasa 'kan?!"
Plaakk! Seorang dari mereka menepuk bokong semok Gao Yin dengan gemas.
"Jangan, Tuan. Jangan hiraukan diriku!" Gao Yin tetap pada pendirian dan tidak hirau pada keadaannya.
"Baik, baiklah! Asal kau lepaskan dia." Xu Zhu melemparkan Teratai Emas pada mereka.
Gao Yin terbelalak tidak percaya. Mengapa Xu Zhu begitu mudah menyerah? Atau di mata Xu Zhu sekarang Gao Yin begitu berharga?
"Ah, Teratai Emas!" mereka tersentak gembira.
"Lepaskan orangku!" ucap Xu Zhu.
"Apa?! Aku diakui sebagai orang-orangnya? Apakah aku diterima di Sekte Jinlong?" Gao Yin begitu senang.
Karena hal itu, semakin membuat Gao Yin tenang. Hatinya sangat puas dan bahagia. Meskipun harus kehilangan nyawa, tidak menjadi masalah sebagai bentuk pengabdiannya.
"Mengapa kami harus menepati janji?! Haha! Tubuhnya yang begitu menggoda tentu sangat bodoh untuk dilepas begitu saja!" seraya tertawa, kedua Nascent Soul itu merasa mereka telah menang.
Dengan sengaja, mereka memperlihatkan betapa mereka berkuasa. Di depan mata Xu Zhu keduanya sengaja mele*cehkan Gao Yin.
Tangan kedua Nascent Soul itu bergerak dan meraba lekuk tubuh Gao Yin. Meremas bokong semok Gao Yin, juga menyentuh sepasang gunung kembar yang menonjol padat.
"Uuhhh, cup!" seorang dari mereka mendaratkan kecv*pan di leher Gao Yin.
"Tuanmu akan menyaksikan bagaimana kami akan memberikan kepuasan untukmu!" bisiknya.
"Jangan mimpi!" bentak Gao Yin. "Tuanku, Gao Yin senang bisa melayanimu hingga kita sampai di sini. Tapi maafkan Gao Yin, karena tidak bisa mengantarmu pulang."
"Sialan! Gadis ini!" mereka terbelalak, serentak kedua Nascent Soul itu melompat menghindar.
__ADS_1
Gao Yin meledakkan dirinya.