Pendekar Nomor Satu

Pendekar Nomor Satu
Penguasa Lembah Huang Quan


__ADS_3

"Siapa yang berani menodai Lembah Huang Quan ku, maka darahnya untuk membuat tanaman kering menjadi bunga!"


Layaknya dengung keras dari terompet kematian, terdengar suara intimidasi yang mengitari kawasan Lembah Huang Quan di Tanah Terlarang.


Xu Zhu harus membentuk energi pelindung yang kuat untuk bisa melindungi gendang telinga mereka agar tidak pecah terkena getaran suara. Selain suara tersebut, muncul pula cahaya silau yang menyebar radiasi hebat. Wajar saja jika tidak ditemukan pepohonan hijau di sekitar sana.


"Akhirnya kau muncul," desis Xu Zhu seraya mengelap sisa liur Huo Jia yang menempel di sudut bibirnya.


"Aku Da Yinshen, pemilik Lembah Huang Quan. Tidak pernah mentolelir siapa pun yang berbuat kotor di wilayahku!" Iblis Besar melayang turun dari langit.


Sayap Da Yinshen mengepak kuat, menimbulkan badai besar yang kemudian mengangkat sebuah batu besar.


Reeggg !!! Batu besar itu bergerak dan meluncur deras ke arah Xu Zhu.


Bagaikan jeruk purut yang diperas, sudah pasti tubuh Xu Zhu dan Huo Jia akan jadi seonggok daging pipih jika benar batu besar itu menggiling mereka.


DUARR !!! batu besar kiriman Da Yinshen hancur menjadi abu tepat ketika batu tersebut menyentuh lingkar energi pelindung yang Xu Zhu ciptakan.


"Hah??? Kepa*rat, kiranya itu kau!" Da Yinshen terbelalak ketika menatap wajah Xu Zhu yang muncul dari balik kepulan abu.


"Apakah kita pernah bertemu?" tanya Xu Zhu.


"Setelah sepuluh ribu tahun, bahkan kau masih tidak mampu menaikkan level kultivasimu. Kau sangat menyedihkan! Hahaha!" tawa Da Yinshen meledak, raut wajahnya begitu puas melihat Xu Zhu yang malang.


Da Yinshen pun kembali membuka lembar masa lalu Xu Zhu. Mengejek Xu Zhu sebagai pendekar sampah yang terbuang, hina dan tidak berharga. Setelah gurunya, kakak seperguruan, adik seperguruan, bahkan para pendekar Jinlong yang setara murid, berhasil menembus gerbang nirwana dan terangkat naik ke alam kekal dunia tanpa batas. Tidak seperti Xu Zhu yang masih menapak di dunia fana, dan sedihnya lagi dia masih menjadi kultivator tahap pemurnian energi.


"Jika aku jadi dirimu, sudah lama aku bunuh diri! Sangat memilukan, begitu memalukan. Hahaha!" Da Yinshen terkekeh sambil memegangi perutnya yang terasa sakit karena terlalu banyak tertawa.


"Jika belum puas, maka selesaikan tertawanya, habiskan. Karena aku khawatir setelah ini kau tidak lagi bisa melakukannya!" suara Xu Zhu begitu dingin dan menyeramkan, jelas dia tetap tenang untuk menahan luapan emosi dalam dadanya.


"Di mana gadis peri yang dahulu? Kasihan dia, berjuang untuk seorang sampah sepertimu. Pilihannya cukup tepat, meninggal dirimu yang payah."


Tentu gadis peri yang dimaksud Da Yinshen adalah Hua Xiang. Tapi benarkah Hua Xiang pergi, naik ke alam nirwana kekal tanpa batas karena bosan menunggu Xu Zhu di pertapaan? Jika itu benar, maka tenanglah Xu Zhu. Tapi bagaimana jika semua hanya bualan?!


"Kau tidak berubah. Sama sekali ... tidak pernah berubah. Bahkan sekarang kau pun memanfaatkan seorang gadis polos. Merayu dan mencvmbunya di sini demi untuk memancing aku keluar. Kau memang sangat naif!" Da Yinshen menunjuk penuh amarah "jika aku tahu semua akal bulusmu, tidak sudi bagiku melihat wajah busuk mu!"


"Sekarang setelah muncul, apakah kau khawatir tidak bisa kembali lagi?! Aku bisa saja berbelas kasih jika kau memohon," Xu Zhu berlagak sok keren.


"Aku bukan anak kemarin sore yang bisa kau gertak. Jika bukan karena gadis peri itu, memangnya apa yang bisa kau lakukan? Lihatlah saat ini kemampuanmu hanya membodohi dan memanfaatkan seorang gadis kecil!" cibir Da Yinshen.


Melihat Xu Zhu tidak membantah perkataan Da Yinshen, hal itu membuat Huo Jia terlihat sangat kecewa. Xu Zhu hanya memanfaatkan dirinya untuk memancing Da Yinshen menampakkan diri. Tapi bukan hal itu yang membuat hati Huo Jia sakit. Mengapa Xu Zhu tidak bicara lebih dulu? Akan lebih baik rasanya jika semua direncanakan.


Semua salah Huo Jia yang terlalu melibatkan hati. Dia sempat berpikir bahwa hal yang mereka lakukan ialah murni spontanitas hati, ketika sepasang sejoli saling tertarik satu sama lain. Lantas bibir yang belum tersentuh itu, telanjur telah memberikan civman pertama pada Xu Zhu.


"Semua memang salahku. Tapi mengapa hati ini rasanya sakit sekali? Ataukah Kakak Xu, Patriark sekte yang aku hormati harus kehilangan rasa percaya dariku?" Huo Jia menelan ludah menahan kegetiran hatinya.


"Sejak pertama kali berjumpa, aku mengira kalau Kakak Xu Zhu berbeda. Tidak seperti lelaki pada umumnya. Sepertinya aku terlalu berlebihan dalam menilainya. Dia sama buayanya, sama seperti pria lain!" Huo Jia menguatkan hatinya. Dia tidak ingin menangisi kebodohan yang dia perbuat sendiri.

__ADS_1


Sementara Da Yinshen semakin terlihat puas. Dia pun menggunakan kesedihan Huo Jia untuk semakin memprovokasi. Mengatakan kalau Xu Zhu hanya seorang pria mes*um yang memanfaatkan kesempatan. Menyuruh Huo Jia untuk cepat pergi sebelum semakin dalam terperangkap yang pada akhirnya terjebak seperti layaknya Hua Xiang.


"Dia menggoda dan menghamili gadis peri yang begitu setia. Lalu kemudian membuangnya seperti sampah di jalanan. Hal serupa pula akan terjadi padamu Nona cantik! Tinggalkan pria mes*um itu, dia hanya ditakdirkan hidup seorang diri."


"Tutup mulutmu kepa*rat!" tidak tahan mendengar ocehan Da Yinshen yang semakin menjadi, Xu Zhu melompat dan melepaskan pukulan ke arah Da Yinshen.


Wuss! Wuuss! Serangan cepat yang tidak terkejar oleh mata telan*jang. Gerakan tangan Xu Zhu begitu cepat dan terarah.


Yaatt! Da Yinshen memblokade serangan Xu Zhu dengan melepaskan gelembung energi dari sekujur tubuhnya, hingga Xu Zhu terdorong mundur ke belakang.


"Hahaha! Kemarahan, kebencian, aku tidak melihat itu kecuali jika yang aku katakan adalah benar. Kau hanya bisa memanfaatkan orang lain. Kau yang begitu egois, hanya mementingkan diri sendiri tanpa peduli pada orang-orang di sekitarmu! Kau tidak peduli pada derita orang-orang di sekitarmu!"


"Ya! Kau benar. Aku egois, hanya mementingkan diri sendiri. Apa pun akan ku lakukan demi meraih tujuanku. Apakah sekarang kau merasa puas?"


"Hahaha! Meskipun aku hanyalah iblis, tapi aku sangat berbesar hati sekarang, karena aku lebih baik darimu. Bukan hanya mementingkan diri sendiri, kau bahkan tidak peduli pada sakit hati seorang gadis yang perasaannya kau permainkan."


"Aku akan menebusnya dengan meraih tujuanku. Yakni melenyapkan iblis jaha*nam seperti mu, Da Yinshen."


Xu Zhu menghunus Pedang Yongheng, pusaka andalannya sejak sepuluh ribu tahun yang lalu. Bahkan pedang biasa pun, setelah disimpan selama sepuluh ribu tahun akan menjadi pusaka hebat. Apalah lagi sejenis pusaka alam surga layaknya Pedang Yongheng.


"Baiklah! Aku akan temani kau untuk bermain!" Da Yinshen tidak mau kalah. Dia pun mengeluarkan pusaka andalannya.


Sebelum memulai serangan, Xu Zhu lebih dulu menyelamatkan Huo Jia. Dia memasukkan Huo Jia ke dalam cincin halimun. Jika tidak begitu, barang pasti Huo Jia tidak akan selamat berada di tengah pertarungan tingkat tinggi.


"Gadis Huo, aku tahu kau kecewa padaku. Tapi kau jangan sia-siakan waktumu. Tinggal dan berlatihlah di sana," ucap Xu Zhu di telinga Huo Jia.


Belum sempat Huo Jia bereaksi, tubuhnya telah tersedot dan berpindah ke tempat yang aman dan nyaman. Di dalam cincin halimun milik Xu Zhu.


Xu Zhu tidak menyahut. Yang dia lakukan justru membentuk formasi dengan melemparkan sebuah azimat ke arah langit.


Da Yinshen menyadari atas apa yang Xu Zhu lakukan. Azimat yang Xu Zhu lempar ialah material langit yang memiliki kekuatan menyegel berbagai jenis kemampuan teleportasi. Singkatnya, Xu Zhu telah mengurung Da Yinshen di Lembah Huang Quan, supaya tidak melarikan diri. Itu dilakukan karena Xu Zhu sadar, bahwa dia tidak bisa terbang.


Akan tetapi dia tidak melakukan antisipasi apa pun. Dia cukup yakin pada kemampuan besar yang dia punya. Mengalahkan Xu Zhu merupakan hal yang tidak begitu sulit.


"Aku tahu, kau adalah seorang pencuri. Sangat wajar jika kau punya azimat tak terbatas jumlahnya. Tapi sayangnya tidak ada azimat yang mampu selamatkan seseorang dari kematian!"


Da Yinshen mengangkat tongkat kayu di tangannya. Tongkat itu menyala terang, ketika Da Yinshen memutar tongkat maka cahaya api menyembur menyerupai anak panah menyerang ke arah Xu Zhu.


"Hujan bunga api?" Xu Zhu tidak pasrah dan berdiam diri. Dia bergerak lincah, melompat ke sana - ke mari untuk menghindari hujan api mematikan tersebut.


Sesekali Xu Zhu menggunakan Pedang Yongheng untuk menebas serangan api yang kian menghujani dirinya.


"Terlalu sombong, kau coba yang satu ini!" tiba-tiba Xu Zhu muncul dari arah belakang dan langsung melepaskan serangan mematikan.


BAAMMM !!!


Benturan keras terdengar. Tubuh Da Yinshen terpukul jatuh dan menghantam bebatuan dengan begitu keras hingga membentuk lubang yang sangat besar.

__ADS_1


"Kau tahu, betapa kerasnya batu yang tidak pernah kau pijak?!" seru Xu Zhu seraya melompat mendekat.


"Apa?!" Xu Zhu terbelalak ketika menemukan bahwa Da Yinshen tidak ada di dalam lubang tempatnya terjatuh. "Ilusi ini, terasa begitu nyata ..."


"Api abadi!" Da Yinshen yang asli kembali muncul dengan pukulan api abadi yang tidak bisa Xu Zhu hindari.


Xu Zhu menggunakan Pedang Yongheng untuk memblokir pukulan mendadak Da Yinshen, itu membuatnya terjajar ke belakang hingga beberapa langkah.


"Sinar Api Nirwana!" Xu Zhu berteriak lantang, menyambut pukulan api abadi milik Da Yinshen dengan api suci, serangan mematikan dari Pedang Yongheng.


Daar! Daaarrr!


Cahaya kekuatan yang terlepas dari Pedang Yongheng membuat hancur barisan api abadi yang datang.


"Ternyata kau punya sedikit kemampuan. Sangat menarik, mengingat pedang di tanganmu merupakan pusaka surga abadi," Da Yinshen kembali mencoba memprovokasi.


"Kau menguras kesabaranku. Tidak lagi ada alasan bagiku untuk membiarkan kau tetap hidup!" Xu Zhu berseru marah.


Detik berikutnya, Xu Zhu datang dengan serangan bertubi-tubi dan tidak memberikan sedikit pun celah untuk Da Yinshen mengembangkan permainan.


Plak! Plak! Gdebug!


Meski berhasil menghalau puluhan sabetan pedang, tapi Da Yinshen melupakan kekuatan tendangan kaki Xu Zhu. Yang kemudian mendarat dan membuatnya tersungkur ke atas tanah.


"Sepuluh ribu mata pedang!" Xu Zhu melompat dan berputar di udara, melemparkan Pedang Yongheng hingga memecah diri menjadi sepuluh ribu bagian.


Wwuuss !!! Ketika Xu Zhu menunjuk, sepuluh ribu pedang Yongheng turun bagaikan hujan, merajam tubuh Da Yinshen.


"Aneh ... mengapa aku merasakan kekuatan spiritual dalam tubuhku semakin terkuras?" Xu Zhu memandangi kedua telapak tangannya.


"Ah, sial! Ini adalah formasi sihir!" Xu Zhu melompat ke atas tebing, menghindari ledakan besar yang kemudian terjadi.


Yang terkena rajam bukanlah tubuh Da Yinshen yang asli. Melainkan hanyalah sihir. Sebuah trik ilusi yang begitu nyata, bahkan tidak bisa dibedakan antara asli dan palsu.


Da Yinshen adalah Iblis Besar yang merupakan siluman sepuluh ribu tahun yang lalu. Satu-satunya iblis yang berhasil melarikan diri saat pembantaian siluman abadi di seluruh alam.


Berlatih tanpa henti selama sepuluh ribu tahun terakhir, wajar jika kemampuannya meningkat begitu pesat. Bisa dikatakan, sekarang ini Da Yinshen merupakan raja dari seluruh raja iblis di alam fana.


"Ingatan iblis ini terhadap Hua Xiang sangatlah baik. Aku curiga jika dia ada kaitannya dengan hilangnya jasad Hua Xiang," gumam Xu Zhu dalam hati.


"Manusia lemah, apakah kau mulai ketakutan sekarang? Energi spirit dalam dirimu semakin melemah. Kau akan menyusul si gadis peri itu!"


"Praktek budidaya formasi macam apa ini? Mengapa dia menyegel kekuatan inti alam milikku?" Xu Zhu mengerutkan dahi, ketika menyadari kekuatannya tidak bisa digunakan.


"Hahaha! Sampai jumpa pria mes*um!" Da Yinshen muncul dan seketika menghantam kepala Xu Zhu dengan menggunakan tongkat sakti miliknya.


Plaakkk !!!

__ADS_1


Xu Zhu yang kehilangan kekuatan spiritual tentu bukanlah tandingan Iblis Besar. Gerakan tangan Xu Zhu menjadi sangat lambat. Hingga dia kalah cepat dan tidak sempat menggunakan Pedang Yongheng untuk memblokade serangan Da Yinshen. Tak ayal, dengan mudah dan cara yang begitu sempurna, Da Yinshen menempatkan pukulannya tepat menghantam kepala Xu Zhu.


"Akkhh !!!"


__ADS_2