Pendekar Nomor Satu

Pendekar Nomor Satu
Petunjuk Tabib Istana


__ADS_3

Rumah pengobatan Quanyule tidak pernah sepi pengunjung, meski saat itu hari telah berangsur malam.


"Tuan muda bisa mendaftar terlebih dahulu, biarkan kami mendengar keluhan Anda terlebih dahulu," seorang perawat menyambut Xu Zhu dengan ramah.


"Apakah di sini bisa menghidupkan orang mati?" tanya Xu Zhu serius.


Pelayan itu terlihat sangat terkejut mendengar pertanyaan Xu Zhu. Menatap pemuda yang begitu tampan dan penuh pesona, jelas kalau dia dalam keadaan sehat. Perawat pun menyimpulkan kalau jiwa Xu Zhu sedang terguncang dan butuh bimbingan seorang psikolog.


"Tuan muda bisa mengantri untuk bertemu dengan Tabib Wong. Silakan ..." sikap perawat yang penuh tata krama membuat Xu Zhu menaruh simpati.


"Tuan guru, biarkan aku masuk untuk melihat," Youqu keluar dari balik jubah Xu Zhu.


Xu Zhu mengangguk, dengan adanya mahluk roh tersebut nyatanya membuat pekerjaan Xu Zhu jauh lebih ringan. Youqu bisa diandalkan, entah dari mana Hua Xiang memperoleh mahluk roh langit istimewa tersebut.


Beberapa saat kemudian, Xu Zhu telah berada di puncak bangunan paling tinggi di sekitar rumah pengobatan Quanyule. Menggunakan kemampuannya untuk mendeteksi keberadaan kultivator tingkat atas di sana.


"Benarkah aku harus kembali mengulang untuk asah kemampuan sihirku dari tahap awal? Ataukah ini takdir ku yang baru?" Xu Zhu merenung.


Akal sehat Xu Zhu mengendalikan pikiran buruknya. Dia sepenuhnya menyadari jika sekarang dia telah berada pada kehidupan sepuluh ribu tahun yang berbeda dari masa lalu. Melihat sekarang, kemampuan para kultivator mengalami kemunduran yang sangat jauh. Akankah Xu Zhu mengalami hal serupa?


"Tidak masalah apa pun yang terjadi pada diriku. Yang terpenting ialah membuat Hua Xiang kembali. Bahkan aku rela kehilangan seluruh kemampuan dan semua yang aku miliki, hidup dengan damai di pedesaan menjadi petani mungkin."


Sementara Xu Zhu merenungkan nasib, Youqu telah kembali dari tugasnya. Dan tentunya mahluk roh itu membawa berita baik.


"Tuan guru tidak pernah salah. Kita datang ke tempat yang tepat!" ujar Youqu.


Youqu memaparkan kalau Tabib Wong, pemilik rumah pengobatan Quanyule adalah trah keturunan Tabib Dewa. Ada tanda khusus yang tersembunyi pada lengannya.


"Bagaimana kau bisa begitu yakin?"


"Aduh Tuan guru ... aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, tanda itu muncul setiap kali Tabib Wong menggunakan kemampuan mengobati."


Xu Zhu manggut-manggut "tunggu hari mulai sepi. Kita akan menyelinap masuk!"


Pancawarna kembali hilang dan bersembunyi di balik jubah yang Xu Zhu pakai. Dia akan melakukan hal itu jika Xu Zhu akan berkomunikasi dengan manusia biasa.


Waktu yang terus bergulir akhirnya membawa mereka pada saat yang ditunggu pun tiba. Xu Zhu telah berada di dalam bilik pribadi Tabib Wong.


"Aa ... siapa kau?" Tabib Wong tidak menyangka ada seorang pemurni energi bisa menerobos masuk ke rumahnya.

__ADS_1


"Xu Zhu Patriark Sekte Jinlong dari kabupaten Dao Long. Datang untuk meminta bantuan Tabib."


"Sekte Jinlong? Nama yang sangat asing di Provinsi Yanju. Tapi mengapa nama itu terasa akrab di telingaku?" batin Tabib Wong.


Tanpa berbasa-basi, Xu Zhu memperlihatkan Semangat Hua Xiang yang berada di dalam Hati Malaikat. "Aku ingin membangkitkan muridku. Hanya keturunan langsung dari Tabib Dewa yang mampu melakukannya."


GLEK!


Tabib Wong menelan ludah. Sudah jelas bahwa pendekar di hadapannya ini adalah orang gila. Mana mungkin membangkitkan orang mati. Dia bahkan baru mendengar perihal anak keturunan Tabib Dewa.


"Kau salah orang. Aku hanyalah juru sembuh yang punya sedikit kemampuan. Namun untuk membangkitkan orang mati ... rasanya aku baru mendengar."


"Aku telah bersumpah, aku akan melakukan apa pun untuk bisa membuatnya kembali ke dunia. Jadi tabib, aku tidak berharap menimbulkan kekacauan di sini!" desis Xu Zhu.


Dari cara bicaranya, jelas Xu Zhu tidak menunjukkan bahwa dia sedang memohon bantuan. Itu adalah paksaan, ancaman atau sejenisnya.


"Meskipun kau memohon dan berlutut di kakiku, apalah dayaku. Aku bukan dewa, mana mungkin menghidupkan orang mati."


"Kau beritahu saja caranya. Maka aku yang akan melakukannya sendiri!" desak Xu Zhu.


Bagaimanapun juga, Tabib Wong hanyalah seorang manusia biasa. Dia yang sabar juga punya batasan toleransi. Melihat seorang Qi Refining menindasnya, pada akhirnya api kemarahan pun tak tertahan.


"Kau sungguh tidak tahu adab dan sopan santun. Bagaimana cara gurumu mendidik? Aku beri kau satu kesempatan, cepat keluar dan tinggalkan tempatku. Atau ..." Tabib Wong mengepalkan tangannya.


Apa yang dia cari telah terlihat di depan mata. Mana mungkin Xu Zhu dengan begitu saja mudah untuk melepas. Dia akan menerobos masuk ke dalam ranah kemampuan Tabib Wong, menemukan silsilah keturunan Tabib Dewa di dalam sana.


Tanda khusus yang terdapat di lengan Tabib Wong menyala saat dia mempersiapkan tenaga dalam. Saat itu dipergunakan oleh Xu Zhu untuk bisa memaksa masuk ke dalam ranah kekuatan milik sang tabib.


"Aakkhh ..." Tabib Wong memegangi lengannya yang bersinar. Rasanya seperti mau meledak, ketika Xu Zhu memaksa masuk ke dalam cercah sinar.


Wuuss !!!


Angin yang menerpa wajah Tabib Wong membuatnya terpejam. Ketika dia membuka mata, dia telah berada di dalam ranah kemampuannya sendiri.


"Ini ..." Tabib Wong ternganga. Pernah sekali dia berhasil masuk ke tempat ini, yakni saat dia mencapai puncak kemampuan dan dinobatkan sebagai tabib penyembuh. Dan sekarang ...


"Wong Yin ... ada keperluan apa?" seberkas cahaya muncul, lalu kemudian cahaya itu berubah menjadi sosok manusia tua berpakaian tabib istana langit.


"Leluhur ... Wong Yin menghaturkan sembah," Tabib Wong berlutut.

__ADS_1


"Sebenarnya ... aku yang memaksanya datang. Salahnya tidak mampu membantuku," Xu Zhu mendadak muncul di tengah pertemuan haru guru dan murid.


Tabib Wong lalu menjelaskan dengan rinci apa yang menjadi keinginan Xu Zhu. Sebagai manusia biasa, tentu dia tidak memiliki kemampuan demikian.


"Kau ... hmmm, Penyihir masa lalu. Atas kepentingan apa inginkan untuk membuat seseorang hidup kembali? Kau tahu 'kan, itu menyalahi kodrat."


"Aku tidak peduli. Sayangnya tidak ada yang bisa membangkang apa yang menjadi keinginanku. Namanya Hua Xiang. Dia tiada karena aku. Maka bantulah aku untuk menebus rasa bersalahku padanya. Katakan sesuatu yang menjadi petunjuk."


Tabib Istana memandangi semangat Hua Xiang dengan seksama. Menghela napas berat, pertanda sesuatu yang sulit.


"Sepuluh ribu tahun, bukan menjadi kekuasaan kami para roh penjaga. Meskipun kami punya kemampuan, tetap saja kami tidak nyata. Sepertinya, takdir ini semua tergantung pada dirimu."


"Jangan ragu. Katakan saja," tanpa berpikir lagi, Xu Zhu langsung menyahut.


"Jika orang lain yang bicara, terasa tidak mungkin. Tapi karena itu dirimu, maka temukanlah Peti Mati Abadi. Pergilah ke dunia Jinji, dapati pohon anggur emas di kutub timur. Di sana Peti Mati Abadi bersembunyi. Setelah kemudian dengan sedikit pengorbanan, niscaya keuanganmu akan terwujud," papar Tabib peri istana.


"Pengorbanan macam apa yang kau maksud?" tanya Xu Zhu lagi.


"Pertama kau harus temukan Peti Mati Abadi. Setelah itu, dengan sendirinya kau akan tahu."


Xu Zhu menghela napas, lalu menganggukkan kepala. Sedetik kemudian, dia mengibaskan tangannya.


Dunia kembali berubah. Tabib Wong tersungkur, memegangi lengannya yang terasa hampir meledak.


"Ini bisa membantumu meringankan rasa sakit. Aku akan segera pergi. Terima kasih!" sambil berhanjak, Xu Zhu memberikan sebotol ramuan sebagai kompensasi.


"Dia seorang Alkemis ???" Tabib Wong semakin dibuat kaget setelah mengetahui isi ramuan di dalam botol pemberian Xu Zhu.


Tanpa menunda waktu lagi, Tabib Wong menenggak obat yang Xu Zhu berikan. Lalu melakukan meditasi, memulihkan kondisinya yang kacau.


Sementara itu, Xu Zhu telah berada di jalan utama. Dia kembali merasakan efek dari hilangnya kemampuan sihir secara besar-besaran.


"Tuanku, kau terlalu memaksakan diri untuk bisa menembus ranah kemampuan Tabib Wong. Baiknya kita cari tempat istirahat untuk pulihkan kondisimu." Youqu menyarankan.


"Aneh ... energiku hilang bukan karena terkuras. Aku merasakan bahwa tubuhku sendiri yang menelannya."


"Nona memujamu melebihi peri khayangan. Hal begini, aku yakin bukan merupakan hal serius!" ujar Youqu.


Xu Zhu duduk di gardu tunggu. Mengatur energinya untuk kuasai kekosongan dalam diri. Meski tanpa kemampuan sihir, tentunya bukan masalah bagi Xu Zhu.

__ADS_1


"Youqu ... temukan jalan untuk pergi ke dunia Jinji!"


"Siap, Tuan!" Youqu mengepakkan sayap lalu melesat secepat kilat, membumbung ke angkasa untuk temukan jalan ke dunia Jinji.


__ADS_2