
"Harta sebanyak ini, bagaimana membawanya sekaligus?" Zhang Lian celingukan, sekaligus terpana melihat hasil jarahan mereka.
Ada banyak peti uang emas dan perak, sumberdaya, material langit, obat-obatan, juga setumpuk barang berharga lainnya. Menguras persediaan persediaan tumbuhan langka yang bisa diekstraksi menjadi Alkimia, tidak cukup dipikul menggunakan bahu para murid tapi mereka butuh beberapa pedati.
"Zhang Lian ..." suara Xu Zhu memanggil.
"Siap, saya Leluhur," Zhang Lian lekas berbalik badan. Menghaturkan hormat menunggu perintah.
Xu Zhu mengangkat tangannya, menunjukkan sesuatu yang dijepit oleh jari telunjuk dan jari tengahnya.
"Pakai ini, kemasi semuanya. Lalu lekas kalian kembali, tidak seharusnya kalian mengosongkan sekte!"
Seluruh murid sekte hanya bisa menunduk ketakutan. Cepat-cepat mereka memberikan sembah hormat kemudian kembali ke Jinlong.
Tinggallah Zhang Lian seorang diri, tidak menyadari keadaan jika para murid lain sudah pergi. Dia masih terpesona oleh cincin penyimpanan yang baru saja diberikan Xu Zhu padanya.
"Waahhh ... dengan ini, aku bisa menyimpan apa pun ke dalamnya. Leluhur memang luar biasa," Zhang Lian berdecak penuh kagum.
Dengan senyum sumringah, Zhang Lian memasukkan cincin itu ke jari manisnya lalu mengarahkan pada kotak harta hasil jarahan.
Cling! Cling! Dengan ajaibnya semua benda menghilang dari pandangan, berpindah tempat ke dalam cincin di tangannya.
Setelah semuanya selesai, barulah Zhang Lian mengangkat kepalanya. Senyum seketika memudar dari wajahnya, berganti dengan ekspresi kaget. Sudah tidak ada siapa-siapa lagi di sana, hanya dia seorang.
"Ah, gawat! Mengapa aku begitu teledor?" Zhang Lian menelan ludah. Dengan sekuat tenaga, Zhang Lian mengayun kakinya untuk mengejar murid yang lain kembali ke sekte.
°°°
Xu Zhu menyusuri hutan seorang diri. Setelah menghancurkan Sekte Tailin, dia memerintahkan para murid untuk langsung kembali ke sekte, sementara Xu Zhu seperti sedang mencari sesuatu di hutan itu.
Setelah sepuluh ribu tahun, nyatanya perubahan besar membuat Xu Zhu menjadi orang asing yang datang ke tempat baru. Dahulu dia hafal betul seluk-beluk Kabupaten Dao Long. Tidak seperti sekarang ini ...
"Mungkinkah aku bisa menjadi baik-baik saja, memulai semua dari titik nol dengan semua yang serba baru? Sementara jiwa dan ingatanku ini masih terbelenggu dalam masa lalu?" Xu Zhu menghela napas berat.
Tidak seperti para kultivator dengan kemampuan tinggi pada umumnya. Sebagai pendekar level pemurnian energi, kelemahan Xu Zhu yakni tidak bisa terbang. Ya, bahkan dia tidak menguasai ilmu lari cepat. Meskipun kemampuan bertarung serta tenaga dalamnya berada pada tahap tak terbendung. Kelemahan Xu Zhu sebagai Qi Refining ialah tidak anti gravitasi.
Bahkan setelah sepuluh ribu tahun berlalu, Xu Zhu tetap tidak mampu lepas dari takdir. Hingga Xu Zhu pada akhirnya menerima dengan lapang dada jika level kultivasinya tidak bisa naik tingkat. Sudah terbiasa menerima cemoohan, lalu kemudian bangga dengan level kultivasi pemurnian energi.
Pendengaran Xu Zhu yang begitu tajam dan peka, membuat dia bisa merasakan adanya dua orang lain yang juga berada di hutan yang sama.
"Auranya begitu lemah, mereka bukan kultivator." Didorong rasa penasaran, Xu Zhu memutuskan untuk menyelidikinya.
Benar saja, di sebuah lembah yang mana terdapat air terjun yang begitu jernih, dua orang bocah sedang mengumpulkan tanaman berkhasiat obat.
Seorang gadis kecil berusia 12 tahun bernama Yu Yan, bersama adik laki-lakinya bernama Yu King yang masih berusia 10 tahun. Nampaknya dua bersaudara itu cukup mengerti mengenai tanaman obat.
"Kakak, apa masih belum cukup?" tanya Yu King.
"Tidak peduli harus bagaimana, aku akan berusaha untuk bisa mengobati ibu. Meski harus mencari obat ke ujung dunia!" tegas Yu Yan.
__ADS_1
"Hmmm ... sudah sejauh apa perjalanan mu? Apa yang kau cari hingga ke ujung dunia?" Xu Zhu yang telah berdiri di dekat mereka langsung menyahut.
"AAA !!!" kedua bocah itu menjerit kaget.
Tidak tahu datang dari mana, tiba-tiba saja muncul orang di dekat mereka, siapa yang tidak jantungan.
"Apakah kamu seorang peri?" tanya Yu Yan setelah berhasil menguasai diri.
Xu Zhu melirik keranjang yang dibawa oleh Yu King. Dia menemukan tanaman obat yang berkhasiat untuk menawarkan racun. Anak sekecil itu, tanpa bimbingan guru yang mumpuni sudah tahu tentang obat-obatan. Sungguh bakat yang langka.
"Darimana kalian belajar mengenai obat-obatan?" tanya Xu Zhu kemudian.
Secara singkat Yu Yan menceritakan jika mereka pernah membantu seorang tabib tua mencari obat di hutan ini, dari orang tua itulah mereka belajar tentang obat-obatan.
Xu Zhu melambaikan tangannya ke arah tanaman obat di keranjang Yu King. Dengan kemampuan tenaga dalam yang Xu Zhu miliki ditambah keahliannya membuat Alkimia, sangat mudah bagi Xu Zhu untuk menciptakan sebuah pil mujarab.
"Bawa aku pada ibu kalian. Aku akan mengobatinya ..."
"Baik Peri, mari ..." dengan wajah berbinar penuh harapan kesembuhan, Yu Yan dan adiknya berlarian kecil penuh semangat pulang ke gubuk mereka di pinggir hutan.
Sejenak Xu Zhu menghentikan langkah, dia melepaskan pandangan ke dalam hutan. Ada aura yang begitu kuat Xu Zhu rasakan. Aura siluman ribuan tahun.
Sementara Xu Zhu berpikir, kedua bocah yang berjalan di depan tidak menyadari akan hal itu.
"Aura ini ... rasanya tidak asing. Semoga dia adalah siluman yang selamat dalam perang besar sepuluh ribu tahun yang lalu. Jika benar, maka aku bisa memaksanya untuk bercerita akan apa yang terjadi."
Seandainya, Xu Zhu bisa melacak tentang Hua Xiang. Besar harapan Xu Zhu untuk dapatkan suatu kebenaran. Tidak banyak yang Xu Zhu inginkan. Salah satunya ialah mengurai konspirasi yang terjadi di sektenya. Siapa orang yang dengan sengaja menyegel Xu Zhu di gua rahasia, juga siapa orang yang telah memicu terjadinya perang.
"Tertunda selama sepuluh ribu tahun, bukan berarti lepas dari hukuman begitu saja. Siapa pun pengkhianat itu, aku akan tetap membuat perhitungan."
"Peri !!! Lewat sini!" suara Yu Yan membuyarkan lamunan Xu Zhu.
"Huuuhhh ..." Xu Zhu menghela napas dalam, lalu menghembuskan secara perlahan. Dia tidak boleh terburu-buru, tidak boleh terbawa nafsu. Yang ia hadapi pastilah seorang jenius luar biasa, Xu Zhu harus main cerdas.
"Biar ku cari tahu pada anak-anak ini, tentu mereka lebih paham mengenai seluk-beluk hutan."
Setelah berjalan kaki sekian lama, pada akhirnya mereka bisa melihat pondok yang dituju. Tempat tinggal Yu Yan dan ibunya yang sakit.
"Sudah hampir satu bulan lamanya ibu tidak sadarkan diri. Yang bisa saya lakukan hanyalah meminumkan ramuan untuk menambah energi. Tapi ... tetap saja tubuh ibu jadi sangat kurus," cerita Yu Yan.
"Ambilkan wadah berisi air hangat kuku, juga kain lap yang bersih," ucap Xu Zhu.
Dengan cekatan, kedua kakak beradik itu bekerja sama. Hingga dalam beberapa tarikan napas, apa yang Xu Zhu minta sudah ada di dekat mereka.
Xu Zhu memasukkan kain lap ke dalam air hangat, lalu memerasnya. Digunakan untuk mengompres kening Ibu Yu.
"Racun Anggur Ungu, jenis racun jeroan yang tidak terlalu berbahaya. Dengan takaran yang begitu pas. Tidak mencelakai, hanya mengatur tingkat kesadaran. Yang membuat racun ini kiranya mengetahui sedikit tentang racun," batin Xu Zhu.
Xu Zhu mengalirkan energi murni di telapak tangannya, digunakan untuk menarik racun yang menjalar pada pembuluh darah Ibu Yu.
__ADS_1
Gumpalan cahaya berwarna ungu muncul di kening Ibu Yu. Lalu berubah menjadi sebutir batu kristal sebesar biji anggur. Tergeletak di atas kain kompres, memancarkan cahaya ungu yang pudar. Xu Zhu mengmbilnya.
"Beri ibumu minum air hangat, lalu telankan obat yang tadi aku buat. Ibumu akan segera sembuh!"
"Baik, Peri."
Benar saja, tidak butuh waktu lama Ibu Yu membuka matanya, yang langsung disambut tangis haru kedua anaknya.
"Ibumu pasti sangat lapar, suapi dia makan buah apel ini," Xu Zhu memberikan buah apel dewa pada Yu Yan.
Dengan mengkonsumsi buah apel dewa, maka seluruh kekurangan energi pada tubuh Ibu Yu akan tercukupi. Bahkan dia akan mampu beraktivitas seperti biasa, meski tidak makan satu bulan terakhir.
"Ibu ... beliau adalah seorang Peri. Dikirim oleh raja langit untuk mengobati ibu," Yu Yan memberi tahu ibunya.
"Yu Yan, bantu ibumu membersihkan diri. Sementara aku ingin melihat-lihat pekarangan samping."
"Menuruti perintah Peri ..." Yu Yan membungkuk hormat.
"Ba-bagaimana kalian bisa bertemu dengan seorang Peri Suci yang baik hati?" setelah Xu Zhu keluar pondok, barulah Ibu Yu berani bertanya.
"Ibu tidak sadarkan diri selama satu bulan, hingga aku dan King er terpaksa mencari obat semakin jauh memasuki hutan. Secara tiba-tiba Peri Suci muncul di dekat air terjun di tengah hutan sana!"
"A-APA ??? Kalian masuk hutan? Na-naga dewa itu?" Ibu Yu terbelalak kaget.
"Kami menghindari wilayah suci naga dewa itu, bu. Ah, sudahlah. Yang terpenting sekarang ibu sudah pulih. Kutukan naga dewa puluhan ribu tahun itu tidak akan terjadi."
"Iya, bu. Naga dewa itu pasti takut pada Peri Suci," King er menimpali.
Mandi dengan cepat, menyiapkan hidangan pun begitu cekatan. Dengan bahan seadanya mereka memberanikan diri untuk menjamu Peri Suci.
Ketika gelap merengkuh mayapada, mereka telah duduk mengitari meja kayu.
"Hidangan kami, pasti tidak seperti selera Peri Suci. Mohon maafkan atas segala kekurangan kami," ucap Ibu Yu seraya menuangkan air minum untuk Xu Zhu.
"Iya, Peri. Mohon dicicipi masakan kami," Yu Yan mempersilakan Xu Zhu mengambil makanan terlebih dahulu.
"Jangan terlalu berlebihan. Aku bukan Peri Suci seperti yang kalian maksud. Aku hanya manusia biasa yang punya sedikit kelebihan. Namaku Xu Zhu dari Sekte Jinlong."
"Ahh? Tidak mungkin kau bukan Peri. Kau Peri Suci yang rendah hati!"
"Huuss!" Yu Yan menarik telinga adiknya yang berani bicara tidak sopan.
"Bisa ceritakan padaku, apa yang kalian ketahui tentang naga dewa di hutan itu?" tanya Xu Zhu to the poin.
Ibu Yu menghela napas sejenak. Terlihat dari raut wajahnya jika dia telah mengambil keputusan yang "berani". Mengabaikan kutukan yang melegenda, bagi siapa yang bernai bercerita tentang naga dewa maka hidupnya akan celaka. Begitu kira-kira inti dari bunyi kutukan yang turun-temurun dipercayai. Tapi ... Ibu Yu yakin, jika Xu Zhu adalah orang yang datang menarik kutukan tersebut.
"Tiada yang tahu pasti di mana tepatnya Naga Dewa bermeditasi. Tidak seorang pun berani mendekat karena takut akan kutukannya. Konon Naga Dewa itu telah berusia ribuan tahun, bahkan lebih dari sepuluh ribu tahun."
"Sepuluh ribu tahun?" Xu Zhu benar-benar tertarik. Nampaknya ini adalah titik terang atas apa yang sedang dia cari. Semoga saja.
__ADS_1