
"Aku dengar, ada seorang pemurni energi yang menggemparkan barat daya kota. Apakah layak kultivator baru menetas yang datang dari desa kecil terbelakang Long Haizi jadi bahan perbincangan? Sungguh, Long Haizi lebih hina dari sekadar sampah di Sekte Mouyun."
"Hehehe, kau begitu pandai menilai. Itulah sebabnya aku begitu kagum. Cup!" satu kecv*pan mendarat di pipi Gao Yin.
Saat ini Gao Yin berada pada level Golden Core, tahap tiga (great ascension). Suatu pencapaian yang sangat besar bagi wanita sebatang kara sepertinya.
Berlindung di balik tembok Sekte Mouyun yang makmur, wajar jika pencapaian Gao Yin begitu pesat.
Pimpinan Sekte Mouyun, Bai Huzi yang saat ini berada satu ranjang dengan Gao Yin merupakan orang yang royal. Tetua Bai tidak pernah tanggung dalam memodali wanita simpanannya tersebut.
"Betapa ada desakan yang menggaung lemah dalam sekte, meminta aku mengambil sikap. Namun kau tahu, di mana akan ku taruh mukaku jika dunia persilatan tahu jika sekte Mouyun yang besar ikut campur tangan mengurusi sekte hina sekelas sekte Jinlong."
"Tuanku datang pada orang yang tepat. Serahkan semuanya padaku dan anggap masalah ini telah selesai," ucap Gao Yin seraya bergelayut manja di lengan Tetua Bai.
"Aku sangat percaya pada kemampuanmu. Besok atau lusa, pergilah ke Sekte Jinlong dan selidiki. Laporkan semuanya padaku. Kau mengerti 'kan?"
Gao Yin tersenyum manis, "bukan merupakan hal yang sulit. Akan tetapi akan ada harga dari setiap resiko yang diambil."
"Hehehe, katakan apa kau butuhkan."
"Emmm, jika Gao Yin meminta Pil Siluman, apakah Tuanku menganggapnya berlebihan?"
Sejenak Bai Huzi menghela napas. Hanya ada tiga butir pil siluman tingkat menengah yang ia miliki saat ini. Akan tetapi, Bai Huzi pun tak kuasa menolak permintaan orang yang dia cinta.
"Sebelum kau berucap, aku sudah siapkan khusus untuk dirimu sayangku," dengan berlagak keren Bai Huzi menunjukkan pil siluman yang Gao Yin minta.
"Aaahhh, Tuanku begitu penuh perhatian ..." suara manja Gao Yin semakin membuat debar dada pimpinan Sekte Mouyun tidak karuan.
"Akan tetapi, kau tahu bukan kalau perhatian ku ini mahal?" ujar Tetua Bai seraya mengangkat sebelah alisnya.
Gao Yin tersenyum penuh arti. Bahkan kemunculan Tetua Bai di wisma pun telah membuatnya mengerti, menjadi pertanda kalau lelaki hidung belang ini minta jatah.
Nanti setelah mereka memadu kasih, barulah Gao Yin menjalankan tugas. Masuk ke dalam Sekte Jinlong untuk menjadi mata-mata. Tugas seperti ini, sudah acap kali berhasil Gao Yin lakukan dengan gampang. Lantas, akankah keberhasilan akan diraih kala harus berhadapan dengan Xu Zhu di Sekte Jinlong?!
"Tidak selamanya otot harus dilawan otot. Namun kemampuan otak akan menampakkan siapa yang terhebat."
"Menyusup dan mengungkap kelemahan lawan, bukankah kau seorang spesialis akan hal itu?"
"Tuanku tinggal duduk manis, akan aku acak-acak sekte Jinlong hingga ke akarnya. Urusan sekecil ini, Tuanku tidak usah banyak berpikir lagi," tegas Gao Yin begitu percaya diri.
Tetua Bai tertawa kecil. Tidak sekadar menghibur, akan tetapi dia memang menaruh harapan dan kepercayaan besar pada gundiknya itu. "Menambah daya, sangat dibutuhkan sebelum melakukan suatu pekerjaan."
"Tuanku tidak perlu risau. Tubuhku ini adalah milikmu seutuhnya," Gao Yin berdiri, dengan pose menantang bira*hi dia menanggalkan satu persatu sutra yang melekat di tubuhnya.
Bai Huzi menatap tanpa berkedip. Ini bukan kali pertama, akan tetapi setiap melakukan dengan Gao Yin merupakan suatu kenangan yang tak mungkin bisa terlupa. Gao Yin membuatnya tergila-gila, hingg Tetua Bai jatuh cinta berulang kali.
Dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun, Gao Yin menghampiri Tetua Bai yang sudah panas dingin.
__ADS_1
"Semuanya milikmu, Tuanku. Nikmatilah sesukamu ..." Gao Yin naik ke atas tubuh Tetua Bai lalu menyodorkan bongkahan besar daging kembar nan kenyal miliknya untuk dinikmati.
Dalam sekejap, kepala Tetua Bai tenggelam dalam himpitan gunung kembar yang kian mengeras. Menikmati inci demi inci permukaan halus nan mulus tersebut.
Gao Yin memejamkan matanya, kepalanya mendongak, menikmati sensasi liar dari setiap hisapan serta gigitan kecil yang dilakukan Tetua Bai pada gundukan daging kecil yang mengeras di ujung gunungnya.
"Yaa, terus ... lagi Tuanku, terusss ... mmhhh," Gao Yin menceracau.
Tangan Gao Yin dilingkarkan pada leher Tetua Bai, tidak inginkan untuk segera mengakhiri permainan itu. Dengan telaten meladeni bayi tua yang masih doyan nete.
°°°
Di pelataran Sekte Tailin, desa Long Haizi.
Baamm! Baamm! Letupan keras berulang kali menggema.
Kerusakan telah terjadi di sana-sini. Bahkan beberapa arca hias dan beberapa batang pohon pun menjadi korban dalam pertarungan. Jika dihitung, tentu Sekte Tailin telah menderita kerugian yang cukup besar.
Beberapa jurus telah berlalu, tidak terlihat tanda-tanda keistimewaan yang ditunjukkan oleh Pedang Petir Perak. Kekuatan nyata yang terlihat hanyalah ujung api tajam yang menebar kerusakan material.
"Sial! Pemurni energi ini ... bagaimana bisa dia menetralisir aura magis pedang petir perak milikku?!'' Liu Bei terlihat mulai panik.
Sementara itu, Xu Zhu telah mengetahui sesuatu. Yakni berkaitan dengan pedang petir perak yang ada di tangan Liu Bei.
"Hanya roh pedang. Pantas saja tidak terlihat wujud aura yang nyata," gumam Xu Zhu.
"Di mana kau sembunyikan jasadmu?" Xu Zhu memicingkan matanya, menatap tajam pada pedang di tangan Liu Bei.
"Apa yang terjadi?! Mengapa pedang ini ..." Liu Bei mengerahkan segenap tenaga dalam yang dia punya sekadar untuk menarik pedang petir perak yang notabenenya adalah pusaka miliknya, pusaka kebanggaan Sekte Jinlong.
"Sudah cukup kita bermain-main!" Xu Zhu melambaikan tangannya, menarik pedang petir perak mendekat padaku.
"Tidak! Tidaakk! Ini tidak mungkin!" jerit Liu Bei.
Pedih hatinya menyaksikan pedang petir perak yang dia banggakan berpindah tangan di depan mata. Sementara tiada hal yang bisa dia lakukan untuk sekadar mempertahankan hak. Harga diri Liu Bei seperti diinjak-injak oleh seorang Qi Refining.
"Sekarang kau merasakan, saat milikmu diambil secara paksa. Hal serupa yang dirasakan oleh sekte Jinlong kala kau menguras sumberdaya kami!"
"Jika dunia tahu, sekte kita diinjak-injak oleh seorang pemurnian energi. Mau ditaruh di mana muka kalian?" Liu Bei menatap pada murid-muridnya.
Serentak murid-murid sekte Tailin bergerak mengepung pergerakan Xu Zhu.
"Menyerahlah! Semua bisa kita bicarakan dengan kepala dingin!"
"Tidak peduli siapa pun, dari kalangan mana pun, berani menindas murid-murid ku di Sekte Jinlong, berarti cari mati!"
"Tidak tahu diuntung! Pergilah kau ke neraka !!!"
__ADS_1
"Jurus kedelapan - Badai Petir Membelah Langit!" Xu Zhu berseru lantang.
Dengan menggenggam erat roh pedang petir perak di tangannya, Xu Zhu melakukan gerakan indah. Ya, itu adalah jurus kedelapan dari tingkatan kemampuan magic pedang petir perak.
Liu Bei hanya bisa ternganga. Bahkan dirinya pun belum mencapai tahap seperti yang Xu Zhu lakukan. Tidak jelas siapa Patriark Sekte Jinlong ini, yang pasti kemauannya memerintah pedang petir perak jauh lebih baik dari pendiri sekte Tailin sebelumnya.
Langit yang semula cerah mendadak tertutup awan hitam, dengan ujung kilat menyambar bak sengatan listrik di setiap gumpalan awan.
"Mengapa jadi gelap? Apakah ini kekuatan sejati pedang petir perak milik guru kita? Lantas apa yang akan dilakukan oleh Pemurni energi itu?" murid-murid Sekte Tailin berbisik ketakutan satu sama lain.
Jawaban dari pertanyaan mereka segera terwujud sebelum mereka menundukkan kepala. Saat itu ujung kilat berubah menjadi hujan petir yang tajam. Meluncur cepat, menyambar, merenggut seluruh napas kehidupan.
"Perisai pelindung!" Tepat sebelum petir menghanguskan tubuhnya, Liu Bei membentuk tameng pelindung untuk dirinya. Hingga dia selamat dari amukan badai petir.
Awan hitam segera berlalu, kembali berganti pada cuaca semula yang cerah. Perubahannya ialah seluruh murid sekte Tailin telah menjadi bangkai. Tubuh mereka hangus terbakar, kecuali Liu Bei sang pimpinan sekte.
Tatap penuh angkara murka, hanya itulah yang tersisa. Kebencian menyelimuti hati, dendam yang akan dibawa mati. Berharap mendapatkan reinkarnasi, tentu untuk bisa menagih hutang nyawa dan melunasi.
"Sebelum aku mencabut nyawamu. Baiknya katakan di mana keberadaan ruang rahasia tempat kau menyembunyikan harta?!" tanya Xu Zhu.
"Aku tidak akan bicara!"
"Jangan khawatir, setelah menghancurkan seluruh bangunan yang ada. Aku pasti akan temukan yang aku cari. Sekarang kau bisa pergi!" menyudahi kalimatnya, Xu Zhu melemparkan pedang petir perak di tangannya.
Tambahan kekuatan yang Xu Zhu kerahkan, membuat pedang petir perak dengan begitu mudah menerobos perisai pertahan Liu Bei. Detik berikutnya pedang petir perak menembus dada Liu Bei yang langsung kehilangan nyawa.
"Leluhur! Leluhur !!!" terdengar teriakan suara yang tidak asing.
"Leluhur, aku datang membawa bala bantuan!" Zhang Lian datang tergopoh-gopoh diiringi beberapa murid sekte Jinlong.
"Apa ??? Leluhur telah mencelakai mereka semua?" Zhang Lian terbelalak, melihat tumpukan mayat yang berserakan.
"Kau datang dengan membawa seluruh murid sekte? Bagus. Sekarang kalian masuk, temukan ruang penyimpanan harta dan ambil semua yang ada!" perintah Xu Zhu.
"Menerima perintah! Siap laksanakan!"
"Ayo cepat! Ayo!" tanpa membuang waktu, seluruh murid lekas berlari terburu-buru.
Ada total enam belas orang murid sekte Jinlong yang sekaligus mereka bekerja mengurus pohon apel dewa.
"Zhang Lian, ambil ini." Xu Zhu memberikan Pedang Petir Perak yang baru saja dia rampok dari Liu Bei.
Zhang Lian hanya bisa ternganga, kehabisan kata-kata. Pedang petir perak? Mimpi apa dia diberi hadiah yang bahkan lebih mahal dari harga nyawanya?
"Kiranya hanya roh pedang rendahan, cocok untuk membantumu menaikkan kemampuan bermain pedang. Nanti jika kita temukan pedang sesungguhnya, maka kekuatanmu akan lebih sempurna!"
"Leluhur ... murid akan mempersembahkan segalanya untukmu." Zhang Lian berlutut, mengangkat kedua tangannya dengan wajah tertunduk, menerima pedang pusaka yang teramat sangat berharga selama hidup dan matinya.
__ADS_1
"Kau bantu mereka kumpulkan hasil jarahan. Oh, ya. Menurutmu, apakah kau pernah bertemu atau melihat perampok sekeren aku?!" tanya Xu Zhu dengan sedikit gaya.
Zhang Lian tidak bisa menggerakkan lidah. Terkesima. Ya, Leluhurnya adalah perampok paling keren. Sambil menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya, setelah tindakan brutal yang Xu Zhu lakukan. Menghancurkan dan merampok Sekte Tailin.