
"Leluhur, silakan minum teh nya ..." Zhang Lian menyuguhkan teh hangat pada Xu Zhu yang sekarang telah duduk di kursi pimpinan sekte.
Dengan sekali lihat, Xu Zhu bisa mendeteksi bakat Qi luar biasa yang berada di dalam tubuh Zhang Lian. Jika dilatih, maka bisa dipastikan kalau Zhang Lian akan tumbuh sebagai ahli pedang tak tertandingi di masa depan. Itu bagus, murid layak Zhang Lian amat dibutuhkan untuk membangun Sekte.
"Aku belum begitu mengenalmu," ucap Xu Zhu seraya menatap Zhang Lian.
"Ah, begitu malu untuk didengar oleh leluhur jika saya masih berada pada tahap pembangunan pondasi. Begitu lancangnya saya mengambil tanggung jawab menjadi penanggung jawab Sekte Jinlong,l."
"Bagiku, loyalitas dan kesetiaan adalah hal paling penting. Sudah sangat lama Sekte Jinlong aku tinggalkan. Begitu banyak hal yang tidak aku ketahui, aku ingin tahu apa saja yang kau tahu."
Sekte Jinlong saat ini dikenal sebagai sekte penghasil sumberdaya, yakni Buah apel dewa yang hanya tumbuh di wilayah sekte Jinlong . Tidak sembarangan, buah apel dewa hanya bisa dipetik oleh murid sekte Jinlong. Jika ada "orang lain" yang memaksa untuk memetik, maka khasiat hebat yang terkandung di dalamnya akan sirna. Dan mungkin hal itu pula yang menjadikan Sekte Jinlong tetap bertahan hingga sekarang.
"Setahun yang lalu Senior Lie menghilang, hingga saya tidak punya pilihan lagi selain memberanikan diri untuk memegang panji Sekte Jinlong. Jika ini merupakan kesalahan, saya bersedia menerima hukuman."
Xu Zhu tidak merespon apa pun. Sebagai jawaban dia hanya menengok ke kiri dan kanan, mengitarkan pandangan matanya ke penjuru ruangan.
Zhang Lian cepat tanggap. Tentu yang dimaksud Xu Zhu ialah berkaitan dengan uang hasil penjualan buah apel dewa.
Sebagai sekte yang menghasilkan sumberdaya, paling tidak tentunya memiliki beberapa perlengkapan mahal yang ditempatkan di aula utama. Tidak seperti yang Xu Zhu lihat saat ini.
Xu Zhu bangkit dari duduknya lalu berjalan ke beranda. Pohon apel dewa yang tumbuh di pekarangan samping berbuah dengan lebatnya. Dengan satu lambaian tangan, sebuah apel matang telah berada di tangan Xu Zhu.
"Bahan Alkimia ini harusnya berharga cukup mahal ..." ucap Xu Zhu.
Dengan hanya mengandalkan buah apel dewa ini, akan mampu ciptakan pil ekstraksi berkualitas menengah. Sumberdaya yang banyak diburu oleh para kultivator.
Zhang Lian kemudian menceritakan hal yang sebenarnya terjadi. Mengenai Sekte Tailin yang selama ini bekerja sama dan menjadi sekte pelindung bagi sekte Jinlong dari ancaman dunia luar. Sebagai imbalan baliknya, Sekte Jinlong pun melakukan kerjasama terkait penjualan Buah Apel Dewa.
Berada di Desa Long Haizi, yang cukup jauh dari kota Dao Long bukan tidak mungkin keberadaan sekte Jinlong terancam jika tidak miliki bekingan yang kuat.
"Demi untuk menjaga sekte tetap berdiri, pilihannya hanyalah menundukkan kepala di hadapan pemegang kekuatan." Zhang Lian menutup ceritanya.
Dipikirkan seperti pisau, tidak dipikirkan seperti tersesat. Pernah sakit, terluka, menderita, tapi tetap tidak bisa melepaskan. Rela tiada, atas nama sekte.
Xu Zhu menghela napas panjang, "mulai saat ini Sekte Jinlong tidak akan tunduk pada sekte mana pun, pada siapa pun. Aku akan membuat mereka mengakui keberadaan sekte kita!" tegas Xu Zhu.
"Zhang Lian dengan sepenuh hati akan mengabdikan diri pada Leluhur Xu. Selembar nyawa ini akan saya persembahkan untuk leluhur."
Xu Zhu membuka telapak tangannya, seketika muncul pil energi. Pil mahal yang berkekuatan tinggi, berfungsi untuk membangkitkan kekuatan energi di dalam tubuh manjadi tiga kali lipat.
"Makan ini, cepat selaraskan dengan tubuhmu. Aku akan berkunjung ke Sekte Tailin."
"Zhang Lian menerima perintah!" Zhang Lian berlutut menerima pil tersebut, tunggu sampai Xu Zhu keluar dari dalam ruangan barulah dia mengangkat kepalanya.
Zhang Lian menatap butiran pil di tangannya. Dengan kekuatan fisiknya sekarang, Zhang Lian meyakini jika pil itu akan membuatnya sekarat, tidak mampu untuk menahan efek yang terlalu besar.
Zhang Lian menghela napas, kemudian memakan pil pemberian Xu Zhu tanpa ragu. Meski harus celaka, Zhang Lian tidak peduli.
__ADS_1
"Anak bodoh ..." Xu Zhu menggelengkan kepala melihat Zhang Lian yang kelojotan setelah memakan pil pemberiannya.
Tubuh Zhang Lian terlalu lemah untuk sumberdaya kelas menengah tersebut. Tidak lama lagi dia pun akan tewas akibat overdosis. Akan tetapi semua tidak bakal terjadi karena Xu Zhu lekas menjentikkan jarinya, mengirim titik energi untuk membantu Zhang Lian yang sedang sekarat.
Zhang Lian masih berjuang antara hidup dan mati. Sekujur tubuhnya begitu panas seperti terbakar, urat nadinya terasa putus, serta tulang belulang yang remuk. Sakitnya semakin menjadi ketika susunan kehancuran itu kembali terbentuk.
Keringat mengalir membasah di sekujur tubuh Zhang Lian. Kondisinya berangsur normal. Saat itu Xu Zhu pun tidak lagi nampak.
"Sekte Tailin?! Kepentingan apa leluhur ke sana?"
°°°
Di pinggiran kota kecil, akan tetapi yang Xu Zhu temukan bahkan melebihi pernik kota besar. Banyak macam kehidupan manusia yang semrawut. Jika dibandingkan dengan sepuluh ribu tahun yang lalu, peradaban sekarang begitu tidak bermoral. Miris melihatnya.
Sebuah kereta kayu berisikan beberapa orang wanita, nampaknya mereka adalah orang-orang yang akan mengadu nasib ke kota. Menilai dari wajah dan penampilan, termasuk pandai agensi memilih sosok wanita muda yang dibawa. Kemungkinan besar, mereka akan bekerja di rumah bordil di kota.
Xu Zhu terus berjalan, hingga dia kemudian menemukan adanya kerumunan orang dari berbagai tingkat kekuatan, meski rata-rata berada pada tingkat pendiri pondasi, tapi ada juga yang berada di tingkat Golden Core. Singkat kata, orang-orang itu disebut kelompok pengawal.
"Hmm ... orang penting," gumam Xu Zhu seraya melangkah mendekat.
"Aiiisss, Apa yang diinginkan oleh pemurnian energi itu ... lihatlah, wajahnya penuh iba," celetuk seorang pengawal yang berada pada tingkat kemampuan mencapai pintu puncak Fondation Establishment.
"Begitu banyak pil energi serta sumberdaya berharga yang dibawa. Apakah kalian sedang menjalankan bisnis?" tanya Xu Zhu saat tiba.
"Apa kau punya uang?" hardik seorang pengawal.
Hampir membuka kultivasi Soul Formasion tidak serta merta membuatnya merendahkan seorang pemurni energi. Jujur, Xu Zhu terkesan karena pria tua ini begitu pandai dalam menjalankan bisnis.
"Ada yang bisa aku bantu anak muda, kau mencari kebutuhan spiritual?" tanya pria paruh baya itu dengan lembut.
Dia memperkenalkan diri sebagai Xiao Yin, berasal dari cabang Rumah Lelang LinChun. Ya tentu, kerjanya berbisnis sumberdaya.
Berada pada pintu Soul Formasion, sudah memegang bisnis. Pengawalnya pun sebatas Golden Core. Benarkah dunia persilatan berada pada abad kemunduran?
Dengan kata lain, Puncak Nascent Soul yang dikirim oleh Sekte Tailin untuk menindas Zhang Lian merupakan orang yang diperhitungkan di daerah itu? Pantas saja, Liu Nah merasa menggapai matahari.
Xiao Yin menawarkan beberapa produk Alkimia yang sangat dibutuhkan oleh seorang pemurnian energi. Meski Xu Zhu nampak tidak tertarik, tapi Xiao Yin masih melayani dengan baik.
"Tuan Xiao, aku datang untuk menjual sumberdaya," ucap Xu Zhu kemudian.
"Aku membawa beberapa buah apel dewa, juga pil ekstasi tingkat menengah. Jika kau punya tawaran bagus, mungkin ke depan kita bisa bekerja sama," imbuh Xu Zhu.
Xiao Yin dan anak buahnya tentu terkejut ketika Xu Zhu benar-benar mengeluarkan apa yang ditawarkan.
'Mana mungkin seorang pemurni energi menyimpan pil ekstasi tingkat menengah. Qi Refining ini ... apakah ranah kekuatan yang dia miliki?' Xiao Yin menelan ludah. Masih tidak percaya pada kenyataan di depan wajahnya.
°°°
__ADS_1
"Namaku Xu Zhu, Patriark Sekte Jinlong. Datang untuk menyampaikan kabar buruk!" ucap Xu Zhu di depan pintu gerbang Sekte Tailin.
Sengaja Xu Zhu menekankan nama sektenya saat bicara, karena dia tahu Patriark Sekte Tailin, Liu Bei telah mengetahui kedatangannya. Xu Zhu merasakan kekuatan Liu Bei tengah memantaunya dari dalam sekte.
"Mengapa tidak lekas datang menyambut? Aku tahu kau begitu penasaran," lanjut Xu Zhu, dengan kekuatan tenaga dalam yang dia tujukan pada Liu Bei.
"Betapa congkaknya kau bocah! Lihatlah aku punya pelajaran berharga untukmu!"
Xu Zhu menatap dingin. Dia tidak ingin terlalu lama bermain dengan kroco-kroco tidak berguna. Membuang-buang waktu.
BRAAKKK !!! Hembusan angin nan kencang mendobrak paksa pintu gerbang sekte Tailin, bersama menyapu seluruh murid yang ada di sekitar pintu.
"Siapa yang datang membuat kekacauan di sekteku?!"
"Ooo ... akhirnya kau datang juga."
"Kepa*rat! Apa yang kau inginkan!" sembari bicara, Liu Bei melepaskan energi tenaga dalam yang ia tujukan untuk menggertak Xu Zhu.
Wuss! Hembusan angin yang berlalu seolah berpihak pada Xu Zhu, hingga menyapu bersih seluruh energi tenaga dalam yang Liu Bei kerahkan.
"Sial! Keterampilan apa yang bocah ini pelajari sehingga yang terlihat bahwa ia hanyalah seorang pemurnian energi. Kemampuan sesungguhnya tidak bisa ditembus mata, aku tidak melihat ada orang seperti ini sebelumnya."
Liu Bei meningkatkan kewaspadaannya, orang yang mengaku sebagai Patriark Sekte Jinlong ini bukan orang sembarangan.
"Ada kabar buruk. Sayangnya, putramu dan para pengawalnya telah tewas!" ucap Xu Zhu kemudian.
"Owh, benarkah?! Kau membuatku sangat terkejut. Atau jangan-jangan kau orang yang menghabisinya?" jawab Liu Bei. Jelas dari nada bicaranya, Liu Bei sedang mencemooh.
Liu Nah pergi dengan pengawalan lima orang murid terbaik di sekte. Bahkan Wiwei adalah pendekar terbaik di kota Dao Long. Omong kosong jika semuanya tiada di tangan seorang pemurnian energi.
Xu Zhu menatap dingin, kemudian dia mengeluarkan bola energi kehidupan di tangannya. Energi yang ditarik dari lawan yang telah dihabisi.
"APAAA ??? Tidak! Ini tidak mungkin!" Liu Bei terbelalak.
Semua yang Xu Zhu katakan benar adanya. Bola energi itu adalah Liu Nah, Wiwei dan empat murid yang lain. Mereka semua telah celaka di tangan Pemurnian energi.
"Kau ... kau telah membunuh putraku. Nyawa dibayar nyawa. Tidak ada alasan untuk aku membiarkan kau hidup!"
Liu Bei menggigil dalam kemarahan. Dengan kekuatan energi tenaga dalam, tangannya terangkat mengarah langit, menarik sebilah pedang pusaka bumi.
Duurr! Duurr! Duurr! Suara guntur bergemuruh seiring pedang petir perak ditarik dari tempatnya.
'Pedang Petir Perak mengapa ada di tangan orang ini? Siapa dia sebenarnya?!' Xu Zhu mengerutkan dahi, pusaka itu begitu familiar di masa lalunya.
"Pedang ini mampu menghancurkan gunung batu dengan satu pukulan. Dan sekarang, kepalamu yang menjadi korban!" suara Liu Bei menggelegar.
"Ooo ... sangat menarik. Sudah begitu lama aku tidak berolahraga," sambut Xu Zhu.
__ADS_1
Nampaknya, pertarungan epik tidak bisa dihindari lagi. Pertarungan kelas atas di Desa Long Haizi.