
Tiba-tiba Xu Zhu menghentikan langkah. Mengawasi area sekitar dan dia menemukan sesuatu yang janggal. Meski demikian, Xu Zhu hanya diam dan tidak mengatakan sepatah kata pun pada murid-muridnya.
Yang Xu Zhu lakukan hanyalah mengambil racikan Alkimia tahap dewa. Anti racun yang benar-benar membuat siapa pun yang mengkonsumsi akan kebal terhadap segala jenis racun. Xu Zhu membagikan pil tersebut masing-masing mendapat satu. Termasuk Huo Jia.
Gao Yin melirik pada Zhang Lian. Kedua pendekar wanita itu tentu tahu akan Alkimia yang guru mereka berikan. Pil anti racun. Tapi di balik khasiat yang begitu hebat, tentu pula memiliki efek samping yang tidak kalah mengerikan.
Alkimia tahap dewa hanya akan mampu dicerna oleh mereka yang minimal berada pada Level Kultivasi Soul Formasion dan Body Integration. Jika seorang kultivator di bawah kemampuan tersebut berani mencoba, maka hal berlawanan yang terjadi.
"Bahkan jika aku harus celaka karena ini, tidak masalah. Paling tidak aku tahu bagaimana rasanya pil dewa." Gao Yin segera menelan pil tersebut.
Zhang Lian, Lin Fei pun sama. Mereka memakan hadiah dari sang Patriark tanpa peduli akan efek samping yang kemungkinan akan membahayakan hidup mereka.
Mungkin akan muncul pertanyaan, mengapa seorang Huo Jia yang tidak memiliki kemampuan kultivasi, tapi tubuhnya mampu untuk mencerna segala jenis sumberdaya bahkan dengan kualitas tinggi sekalipun? Jawabannya ialah karena Xu Zhu yang membantunya.
Bisa dilihat setiap kali Xu Zhu memberikan sumberdaya apa pun pada Huo Jia, maka Xu Zhu akan menyentuh bagian tubuh Huo Jia baik itu lengan ataupun pundak. Itu berfungsi untuk mengalirkan kekuatan sampai manfaat dari sumberdaya bisa diserap dan menyatu dengan tubuh Huo Jia yang lemah.
Semenjak bernaung di bawah bendera Sekte Jinlong, Gao Yin menjadi orang yang paling berani mati untuk Xu Zhu. Setelah pernah ingin meledakkan diri, ini adalah kali kedua Gao Yin mempertaruhkan nyawanya. Meskipun semua murid Xu Zhu melakukan hal yang sama, tapi Gao Yin sedikit berbeda mengingat dia merupakan bekas mata-mata sekte lain, datang ke Sekte Jinlong sebagai penyusup.
Tubuh keempat murid murid Sekte Jinlong terapung ke udara. Cahaya menyilaukan membungkus tubuh mereka. Proses penyatuan energi itu terlihat begitu menakjubkan.
"Huuuhhh ..." Xu Zhu menghela napas. Matanya berkedip tenang, dengan sinar bening penuh pesona.
Beberapa waktu berlalu, hingga pada saat yang bersamaan cahaya yang membungkus keempat muridnya memudar, kemudian lenyap sama sekali.
Xu Zhu memandangi satu persatu muridnya. Tanpa berkomentar apa pun, dia berbalik badan langsung mengayun langkah melanjutkan perjalanan.
Kabut asap kian menebal seiring mereka memasuki hutan. Tiada lagi terdengar suara nyanyian burung roh maupun siluman rendah lain. Suasana jadi mencekam ketika mereka hanya mendengar suara napas masing-masing.
Plok! Plok! Lin Fei menepuk angin di depan wajahnya.
"Ini gila ..." desis Lin Fei menyaksikan debu yang muncul setiap kali dia menepuk.
Setelah sekian lama, Lin Fei baru menyadari kalau kabut asap yang mereka lewati bukanlah kabut biasa. Semuanya adalah racun mematikan.
"Hah?! Hahaha! Kita kebal terhadap racun!" dengan Lin Fei menghirup napas dengan sekuat tenaga, menahannya dalam beberapa saat, barulah menghembuskan secara perlahan. Dan ... tidak terjadi apa pun. Semua baik-baik saja.
"Tuanku ... seperti ada mata yang terus mengikuti. Apakah hanya sebuah ilusi?" Gao Yin mencoba untuk mengejar bayangan yang dia maksud, tapi hanya menemui ruang hampa.
"Hmmm, trik kuno seorang pengecut," komentar Xu Zhu.
Hanya trik? Setidaknya untuk beberapa waktu Gao Yin bisa menghela napas lega. Di dalam gelapnya kabut racun, mereka tidak tahu hal apa yang direncanakan oleh para siluman.
"Aromanya kian kuat. Monster itu tidak jauh lagi."
Gao Yin, Zhang Lian dan Lin Fei telah menghunus senjata masing-masing. Mereka dalam kewaspadaan penuh, karena setiap waktu hal apa pun akan bisa terjadi.
Ssss !!! suara desis seekor ular mengaung di telinga.
__ADS_1
Dari balik gelapnya kabut, nampak sepasang mata merah menyala datang menghampiri. Seekor ular berukuran sangat besar menghadang jalan mereka.
"Inikah yang dinamakan ular surgawi?" darah dalam dada Gao Yin berdesir.
Hup! Yaaattt! Sekelebat cahaya berbentuk mata pisau berwarna putih melesat menyerang kepala ular.
Tubuh Zhang Lian telah melayang di udara, mempraktekan kemampuan serang teknik pedang rembulan, formasi bintang jatuh.
Duar! Duar! Duar! Ledakan terjadi, serangan dadakan yang Zhang Lian lepaskan tidak mampu untuk dihindari oleh ular surgawi.
Ssss! Ular surgawi mendesis kesakitan. Dia membalas serangan Zhang Lian juga dengan melontarkan semburan racun yang melesat menyerupai anak panah.
"Ribuan bintang jatuh merajam bumi!" Zhang Lian menambah kekuatan serangnya.
Trang! Trang! Trang! Pukulan keduanya bertabrakan di udara.
Ular surgawi menggeliat, kepalanya semakin tegak menatap Zhang Lian yang melayang turun.
"Ular jelek, coba yang satu ini! Yaaattt !!!" Lin Fei membantu Zhang Lian, menyerang ular surgawi tersebut dengan serangan mematikan.
Baamm !!! kembali terjadi benturan tenaga dalam di udara. Kali ini, ular surgawi yang harus terjajar ke belakang dan terjatuh.
"Formasi pedang pelindung langit!" Zhang Lian melompat tinggi, dia menunjukkan bagaimana salah satu kemampuan teknik pedang terbaik di Sekte Jinlong.
Akan tetapi sebelum Zhang Lian berhasil menggunakan teknik tersebut, muncul serangan lain yang mengandung racun lebih dahsyat. Terlebih dahulu Zhang Lian membentengi dirinya dengan teknik perlindungan.
Seorang wanita dengan aura penuh racun muncul di hadapan ular surgawi. Dia adalah Qin Tuo, si pemilik ular surgawi.
Sejak terakhir Xu Zhu mengembara di Tanah Larangan sepuluh ribu tahun yang lalu, dia tidak menemukan adanya kultivator racun yang melakukan semadi. Melihat usia si gadis racun yang sebaya Zhang Lian, rasanya juga tidak mungkin Xu Zhu akan mengenal. Mereka beda generasi.
"Fuiihh! Beberapa kronco mengawal seorang Nascent Soul, coba menjelajah Hutan Racunku?! Hahaha!" Qin Tuo tertawa terbahak.
"Hahaha! Kau gadis kecil bodoh yang tidak tahu apa-apa, baiknya tutup mulutmu. Cepat bawa ular kecilmu berlutut di hadapan Tuan kami. Mungkin kau belum terlambat," Gao Yin tertawa terbahak.
Qin Tuo pasti mengira jika ketua rombongan adalah Gao Yin, karena secara ranah kekuatan Gao Yin lah yang paling tinggi, telah berada pada level puncak Nascent Soul.
Qin Tuo menatap pada Xu Zhu, mengerutkan dahi dan tidak percaya setelah Gao Yin memanggilnya dengan sebutan Tuanku. Artinya, yang menjadi bos merupakan seorang Qi Refining?! Ini tidak masuk akal.
"Berani mengatakan aku gadis bodoh?Bahkan kalian tidak tahu tingkatan kultivasi, mana yang tinggi dan yang rendah. Tapi persetan dengan semua itu. Hei kau! Sepertinya aku mengenal trik pedang yang kau peragakan. Siapa kau sebenarnya?" Qin Tuo bertanya pada Zhang Lian.
"Apa kau tertarik pada teknik pedang tersebut? Kau bisa datang belajar padaku!" Xu Zhu mewakili Zhang Lian untuk menjawab pertanyaan Qin Tuo.
"Hah?! Kau siapa?! Takutnya kau sudah kencing di celana sebelum bisa melihat tingkat kemampuan pedang," Qin Tuo mencemooh Xu Zhu.
"Kurang ajar! Kau ..." Gao Yin mengarahkan kipas pusakanya, bersiap melakukan pertunjukan kelas atas Nascent Soul.
Xu Zhu mengangkat tangannya, menghentikan langkah Gao Yin. Justru Xu Zhu membentuk energi perlindungan yang tebal dan kuat, karena menangkap adanya gelombang besar yang akan datang menerjang.
__ADS_1
Benar saja, tidak selang beberapa detik kemudian satu hantaman gelombang raksasa menyapu tempat mereka berdiri.
BAAMMM !!!
Gelombang itu berubah menjadi ledakan ketika sampai. Asap mengepul menutupi pandangan mata.
"Uhuukk! Uhuukk!" Qin Tuo batuk seraya menyeka darah di sudut bibirnya.
Begitu juga dengan ular surgawi peliharaan Qin Tuo. Ular itu menggeliat kesakitan sebelum kemudian ukuran tubuhnya mengecil dan melompat ke pundak Qin Tuo.
"Sialan! Mengapa kepa*rat ini tiba-tiba muncul?!" Qin Tuo menghembuskan napas panjang, menetralisir sesak di dadanya akibat hantaman mendadak.
Seiring dengan hilangnya asap ledakan, perlahan tameng pelindung yang Xu Zhu ciptakan pun nampak. Memperlihatkan bertapa kuatnya energi tersebut, yang baik-baik saja meski terkena serangan mendadak yang begitu kuat.
Di hadapan mereka sekarang, muncul seekor siluman singa kepala emas yang menyeringai menunjukkan taringnya yang tajam dan berbisa. Siluman surgawi tingkat tinggi. Wajar kalau ular peliharaan Qin Tuo langsung ciut ketakutan.
"Darah pemurni energi sangat lemah. Tapi rasanya begitu mengganggu."
"Adakah suatu kesalahan sehingga siluman surgawi ini masih hidup?" Xu Zhu mengibaskan tangannya, membuka tameng pelindung.
"Hei, kucing besar. Apakah kita pernah berjumpa sebelumnya?" Xu Zhu bertanya seraya berpikir keras.
"Hu-ha-ha-ha! Kau mengerti bahasaku?" Singa kepala emas tertawa.
Suara tawa yang mengaum membuat telinga sakit dan berdenging. Membuat Xu Zhu harus kembali menciptakan tameng pelindung sebagai pagar supaya kekuatan energi Singa kepala emas tidak berefek pada murid-muridnya.
"Ingatanku sangat payah. Mungkinkah ada bayi yang berhasil kabur, atau kau terlahir dari cangkang di masa lalu?"
Alih-alih menjawab, Singa kepala emas justru melepaskan serangan yang mengincar leher Xu Zhu.
Qin Tuo tercekat. Keberanian pemurnian energi yang dia remehkan bahkan berada jauh di atasnya yang kini telah menggigil ketakutan.
Traangg!
Suara benturan terdengar ketika serangan Singa emas membentur pedang yang melindungi leher Xu Zhu.
"Gawat! Pemurnian energi to*lol ini memancing kemarahan singa kepala emas. Bahkan dia tidak tahu bahwa hidupnya telah diambang kematian," Qin Tuo berniat untuk menghentikan Xu Zhu, untuk tidak berbuat konyol.
Tapi terlambat, karena Singa kepala emas telah lebih dulu melihat Xu Zhu mengarahkan pedang. Yang berarti menyatakan perang. Sejauh yang Qin Tuo dengar, tidak ada manusia yang berhasil selamat dari kemarahan Singa kepala emas.
"Zhang Lian, kau harus lihat ini!" ucap Xu Zhu.
Xu Zhu bersiap dengan teknik pedang rembulan yang baru saja Zhang Lian lakukan. Xu Zhu akan menunjukkan di mana titik lemah yang Zhang Lian lakukan, hingga pedangnya jadi begitu lemah.
Ketika Xu Zhu yang melakukan, setiap sabetan pedang menjadi berenas dan sangat berbahaya. Teknik pedang yang benar-benar sempurna.
"Kau berhasil menguji kesabaran ku! Aku tidak akan berbelas kasih!" Singa kepala emas mengaung keras, kali ini dia akan menunjukkan identitas yang sebenarnya.
__ADS_1
"Sial! Kucing besar ini adalah bagian dari perang masa lalu. Apakah aku tidak berhasil membunuhnya kala itu? Atau dia tidak bisa mati?" Xu Zhu memicingkan matanya.
"Harus pikirkan cara yang lain ..."