
E"nyahlah kau !!!"
Braakkk !!!
"Akhh! Kepa*rat!" hanya umpatan lemah yang yang terdengar. Seorang murid sekte Jinlong menyeka darah yang mengalir di sudut bibirnya.
"Hahaha !!!" tawa menggelegar terdengar memenuhi ruangan, seiring enam orang pria masuk dengan kepala tegak.
"Ah, Lim ... kau baik-baik saja?" seorang gadis cantik berlari menghampiri murid sekte Jinlong yang terluka.
"Hahaha! Gadis cantik, aku datang dengan niat baik. Sayangnya ... murid sekte mu itu yang tidak tahu diuntung!"
Gadis cantik itu bernama Zhang Lian, saat ini dialah yang bertanggung jawab atas Sekte Jinlong setelah Kakak seniornya menghilang tanpa kabar setahun yang lalu.
Sementara itu, orang-orang yang datang berasal dari Sekte Tailin. Sekte yang notabenenya adalah sekte "pelindung" bagi sekte Jinlong. Liu Nah adalah anak kandung Liu Bei, Patriark Sekte Tailin.
"Datanglah padaku, berlutut dan layani aku di ranjang yang panas. Aku menjamin, kau dan sektemu akan hidup tenang," ujar Liu Nah dengan angkuhnya. Matanya menatap tak berkedip, mengagumi kecantikan Zhang Lian yang memesona.
"Jika bukan karena sekte Jinlong dan juga saudara seperguruan yang ada, tidak sudi bagiku untuk mau bekerjasama dengan orang-orang licik seperti kalian!" Zhang Lian mendengkus kesal, menatap jijik pada mereka yang datang.
"Haha! Gadis kecil, dengar baik-baik. Hari ini adalah hari ulang tahun kelahiranku, yang mana artinya jika ayahku akan mengabulkan apa pun yang aku inginkan. Dan kau tahu ... aku begitu ingin menghabiskan malam yang membara bersamamu. Hahaha!" Liu Nah menunjuk ke arah Zhang Lian seraya tertawa terbahak, penuh kemenangan.
"Fuiihh! Jangan harap. Aku lebih memilih mati, daripada harus melayani binatang menjijikan sepertimu!"
Sriiing! Dengan tatap mata nanar, Zhang Lian menghunus pedangnya.
"Dasar ******! Beraninya dirimu. Bukannya cepat berlutut dan memohon ampunan pada Tuan Muda kami!" seorang pengawal Liu Nah melotot.
"Hahaha! Sangat menarik ... jangan sampai dia cidera, aku butuh dia untuk malamku yang membara," ucap Liu Nah pada pengawalnya.
Liu Nah menatap mesum, menjulurkan lidah untuk membasahi bibirnya yang terasa kering. Membayangkan tatkala malam ia menghisap isi di balik baju Zhang Lian yang padat dan mengkal.
'Hehehe ... tiada lagi alasan untuk Ayah beralasan. Sudah cukup bagiku menipu sang adik kecilku dengan permainan jari dan sabun. Namun malam nanti, aku benar-benar akan menikmati betapa moleknya tubuh Zhang Lian. Sruuupp !!! Buah dadanya pasti sangat segar!'
Betapa mesumnya Liu Nah. Kiranya dia begitu terobsesi oleh Zhang Lian, hingga kerap habiskan malam dengan berkhayal jorok.
"Yaaattt !!!"
Ting! Ting! Benturan suara pedang terdengar, seiring perjuangan gigih Zhang Lian dalam pertahanan harga diri.
Bagaimanapun, Zhang Lian baru berada pada pertengahan Pembangunan Pondasi. Sementara kedua bodyguard Liu Nah yang menjadi lawannya sekarang merupakan pendekar yang telah menginjak pada kultivasi Nascent Soul.
"Pedang Musim Semi - Angin Mengoyak Daun" Zhang Lian datang dengan kemampuan pedang terbaiknya.
Tep! Seorang pengawal berhasil meredam serangan jurus berbahaya Zhang Lian.
Malah sebaliknya, ketika hentakan energi yang dikeluarkan oleh lawan, membuat tubuh Zhang Lian terhempas kuat ke atas lantai.
"Hahaha! Ikan yang telah menelan mata kail. Usaha yang sia-sia kau coba untuk melawan."
__ADS_1
"Meski harus kehilangan nyawa, aku tidak akan biarkan sekte ku diinjak-injak!"
"Ooo, sangat menarik. Hehe, Tuan Muda bagaimana jika dia tidak kehilangan nyawa? Akan tetapi hanya ..."
Breettt! Suara kain cabik sebagai lanjutan dari ucapan Wiwei, pengawal Liu Nah.
Dengan tawa penuh kemenangan dan ejekan, pria besar berjambang itu menunjukkan sobekan kain di tangannya. Maju beberapa langkah untuk memamerkan hasil kemampuannya.
Tes! Air liur menetes di sudut bibir Liu Nah. Pemandangan di hadapan mereka terlalu sempurna untuk bisa diungkapkan dalam tata bahasa.
"Ah?!" Zhang Lian terperanjat. Ekspresi Liu Nah dan anak buahnya yang lain membuat Zhang Lian sadar jika sobekan kain di tangan pengawal itu, tidak lain adalah kain pakaian yang membungkus tubuhnya.
Pakaian bagian atas Zhang Lian telah berada dalam genggaman kepa*rat mesum Wiwei. Menyisakan hanya selembar kain tipis dan kecil yang menutupi tepat pada gundukan kecil berwarna merah jambu di ujung gunung kembarnya.
Tak ayal, kulit halus nan mulus sebening kaca yang terpampang nyata, bongkahan daging kenyal padat berisi, aset berharga milik Zhang Lian dipertontonkan secara gratis. Hal itu membuat sesuatu di pangkal paha Liu Nah mengeras dan menggeliat. Tentu, secara spontan Liu Nah memasukkan tangan kirinya untuk membelai belalai kesayangannya.
"Sedikit bersabar, maka jatahmu akan segera tiba," ucap Liu Nah lirih seperti orang gila.
Kedua pipi Zhang Lian memerah karena malu yang bercampur amarah meledak-ledak di sepanjang pembuluh darah hingga ke ubun-ubun. Namun hal pertama yang bisa Zhang Lian lakukan hanyalah menggunakan kedua tangannya untuk disilangkan ke depan dada, coba untuk memblokir tatapan tajam mata anjing-anjing di hadapannya.
Braakkk! Seiring Wiwei mencampakkan sobekan baju di tangannya, bersamaan dengan itu tubuh Zhang Lian terhempas keras dan menghantam kursi kayu.
"Dengan tanganku, akan menanggalkan meski hanya sehelai benang di tubuhmu!"
Tanpa menunggu reaksi dari siapa pun, pengawal yang berkemampuan mendekati akhir gerbang Nascent Soul. Bergerak bagaikan kilat menghampiri Zhang Lian yang masih dikuasai rasa sakit.
Wiwei adalah seorang yang miliki kemampuan paling tinggi di sana. Apa pun yang dia lakukan, tidak akan ada yang bisa menghalaunya. Hingga ia pun tidak yakin untuk memberikan tubuh molek Zhang Lian pada Liu Nah.
Tangan Wiwei terjulur semakin mendekat, berniat untuk mencampakkan pakaian bagian bawah yang dikenakan Zhang Lian.
"Aaa !!!" Zhang Lian hanya bisa menjerit, menutup kedua matanya, berusaha lari dari kenyataan.
Berharap semua hanyalah mimpi buruk, yang akan menjadi baik-baik saja saat terbangun dari tidur. Seumur hidup, tidak pernah terbayang jika nasibnya akan begitu buruk. Dipermalukan, ditelan*jangi di muka umum. Jika ada pilihan lain, tentu Zhang Lian lebih memilih mati.
Sekuat apa pun Zhang Lian berusaha berontak, akan tetapi belenggu energi yang dikerahkan Wiwei dengan mudah memblokir upaya dari Zhang Lian.
Pakkk! Bruuukkk !!!
Hening dalam beberapa saat. Sehingga Zhang Lian yang bersembunyi di balik telapak tangannya merasakan ada hal yang aneh.
Tidak terasa ada pakaian yang dilucuti. Malah sebaliknya, Zhang Lian merasakan kain sutra halus lembut yang membungkus permukaan tubuhnya.
Didorong rasa penasaran, Zhang Lian membuka matanya ...
"Kepa*rat! Seorang Pemurnian energi membuatku terkejut!" maki Wiwei seraya berupaya untuk bangkit.
'Apa ??? Bagaimana mungkin, seorang pemurni energi mencabut kemampuanku?' berada di ambang puncak Nascent Soul, harusnya bisa menggertak dengan mudah. Tapi yang terjadi adalah hal yang berbeda. Wiwei kehilangan seluruh kemampuan dan tenaga.
"Siapa kau? Begitu lancang menampakkan diri di hadapanku!" bentak Liu Nah dengan naga tinggi.
__ADS_1
"Namaku Xu Zhu, Patriark Sekte Jinlong. Berbuat onar di tempatku, artinya memilih jalan kematian!" jawab pria yang telah berdiri di depan Zhang Lian.
"APA ???" Zhang Lian terbelalak kaget. Xu Zhu ???
"Hahaha! Anjing yang hampir mati, masih berani menggonggong. Biar aku tunjukkan padamu, bagaimana bentuk kekuatan pertengahan Nascent Soul."
"Tidak perlu repot-repot! Katakan saja, bagaimana kalian ingin menjemput kematian!" jawab Xu Zhu dengan ekspresi dingin.
Tidak menunggu jawaban apa pun. Detik berikutnya Xu Zhu telah tiba tepat di depan seorang pengawal Liu Nah. Jari telunjuk Xu Zhu telah menempel di kening pria itu, "ku beri kau kematian paling mudah, kehilangan napas."
Belum sempat mengedipkan mata, Xu Zhu telah bergeser pada pengawal yang lain.
"Kau mati dengan urat nadi yang terputus. Sementara kau ... jantung yang hancur!"
"Aaa ... aaa aaaa ..." jeritan pilu terdengar beberapa waktu kemudian, sebelum sepi senyap.
Liu Nah terperanjat. Empat orang pengawalnya yang kesemua berada pada level kultivasi Nascent Soul, dibantai dengan mudah oleh seorang pemurnian energi. Orang yang mengaku sebagai Patriark Sekte Jinlong.
"Tidak! Ini tidak mungkin. Paling tidak, orang ini berada pada level Body Integration," Liu Nah bergetar ketakutan.
Seorang pengawal Liu Nah yang tersisa, menoleh pada majikannya. Seperti dikomando, kedua serentak berbalik badan untuk kemudian melarikan diri.
"Ooo ... mau ke mana? Tidak ada yang bisa keluar dengan selamat!"
"Aaa !!! Ampun, ampuni kami pendekar. Ampun ... saya berjanji untuk hidup lebih baik dan tidak menindas siapa pun lagi ..." kedua orang itu bersujud, menyembah berulang kali memohon belas kasih.
"Jika aku tidak cepat datang, akankah kalian melepaskan muridku? Kalian telah permalukan Sekte Jinlong, artinya tiket menuju neraka telah di tangan."
"Ayahku adalah Patriark Sekte Tailin, sekte kami kaya raya. Saya akan memberi apa pun yang kau inginkan. Mohon berbelas kasih ..."
"Kau tidak perlu khawatir, karena aku akan datang sendiri untuk mengambilnya. Tentu ... dengan membawa kabar kematian mu!"
Tidak ada kompromi, Xu Zhu melambaikan tangannya. Tubuh Liu Nah yang telah terikat oleh kekuatan energi milik Xu Zhu, melayang mendekat. Tanpa berkedip, Xu Zhu menampar wajah Liu Nah.
Prakk! Seperti kaca kristal, tubuh Liu Nah hancur berkeping-keping. Tiada lagi yang tersisa, menjadi santapan semut kecil yang mencari makan.
Lebih mengerikan, kiranya seorang lagi anak buah Liu Nah telah kehilangan nyawa. Aura yang Xu Zhu arahkan padanya, cukup membuat orang itu mati ketakutan.
"Leluhur ... salam hormat Zhang Lian memberi sembah bakti."
"Terimalah sembah kami."
Zhang Lian diikuti tiga murid sekte berlutut dan memberi sujud hormat, menyambut leluhur mereka yang baru tiba.
"Bangkitlah! Lantas, seberapa tahu kau tentang diriku?" tanya Xu Zhu.
"Mohon ampuni saya yang bodoh ini. Sedikit yang saya dengar dari senior, yakni mengenai nama leluhur."
"Ooo ... tidak buruk. Paling tidak, kau pernah mendengar namaku. Biar aku perjelas, namaku Xu Zhu, Patriark Sekte Jinlong ini. Mulai sekarang, aku mengambil alih kepemimpinan."
__ADS_1
"Memberi hormat. Kami akan tunduk dan setia pada Patriark!"