Pendekar Nomor Satu

Pendekar Nomor Satu
Nasib Tiga Setan Darah


__ADS_3

Hembusan angin malam yang semula dingin menusuk tulang, mendadak berubah layaknya tepi jurang neraka. Api kemarahan yang berkobar menciptakan rasa panas membakar jiwa.


Gao Yin telah bersiap untuk segala kemungkinan. Dia menyambut kedatangan Tiga Setan Darah tanpa gentar sedikit pun.


"Hanya kalian bertiga? Nampaknya Bai Huzi terlalu memandang enteng aku!" Gao Yin mendengkus.


"Fuiihh! Anj*ing tidak tahu diri. Kau lupa siapa yang menolong ketika lehermu terjepit? Kau ingat-ingat dulu, jika tanpa belas kasihan Tetua Bai yang mengangkat derajatmu, sampai detik ini pun kau tetap menjadi penghuni rumah bordil. Menjual diri untuk cari sesuap nasi!" Feng Xi, kakak tertua Tiga Setan Darah menunjuk wajah Gao Yin.


Seperti kacang lupa kulit, itulah yang dilakukan Gao Yin. Sakit hati mereka yang dikhianati terasa seperti menolong anjing terjepit. Susah payah ditolong malah menggigit.


Tiga Setan Darah merupakan kelompok pembunuh yang terikat kerja sama dengan Bai Huzi, bukan Sekte Mouyun secara keseluruhan. Mereka berada di luar panji Sekte Mouyun, hanya disewa Bai Huzi untuk membersihkan namanya yang tidak ingin tercemar karena memiliki hubungan gelap.


Tidak menutup kemungkinan Gao Yin yang berkhianat akan membongkar semua aib hubungan terlarang mereka. Dari itu, Bai Huzi gerak cepat untuk lebih dulu membungkam mulut Gao Yin yang berbisa.


Bai Huzi ingin mencelakai Gao Yin supaya tidak menjadi batu sandungan, membersihkan nama baiknya dan juga Sekte Mouyun. Padahal Gao Yin pun melakukan hal serupa, ingin membungkam mulut orang-orang Sekte Mouyun yang mengetahui masa lalunya supaya tidak menyebarkan masa lalu Gao Yin yang kelam. Mereka saling ingin mencelakai satu sama lain.


"Mengapa bertele-tele, Kak. Kita datang untuk memenggal kepala pela*cur murahan ini. Tidak ada hukuman yang lebih pantas dari hukuman mati untuk seorang pengkhianat!" Feng Yau, adik kedua Tiga Setan Darah terlihat begitu muak melihat tampang Gao Yin.


Sementara itu Feng Tau, anggota terakhir Tiga Setan Darah tidak setuju pada kakaknya. Terlihat dari sorot matanya, dia terlihat tertarik untuk bisa memiliki Gao Yin barang secelup dua celup, menikmati tubuh seksi nan menggoda itu, meskipun "bekas salome".


"Semuanya tergantung pela*cur itu!" Feng Yau langsung melemparkan kapak di tangannya ke arah Gao Yin.


Mungkin maksud Feng Yau, bakal bisa bersenang-senang dan menikmati tubuh Gao Yin seandainya Gao Yin bisa bertahan dan tidak mati dalam satu serangan.


Gao Yin mengangkat tangannya, pedang pendek di tangannya muncul dan menepis serangan kapak Feng Yau dengan mudah.


Keempat pendekar yang bersiap dalam pertarungan, kesemuanya berada pada level kultivasi yang sama. Hanya saja berbeda tingkat kemampuannya. Dalam hal ini tetap Tiga Setan Darah yang lebih diuntungkan karena mereka menang jumlah.


Feng Xi dibuat terkejut menyadari jika kemampuan Gao Yin saat ini telah melampaui mereka bertiga. Rasanya tidak masuk akal karena terakhir Gao Yin pergi, dia masih berada pada level Golden Core. Tapi sekarang ... bukan hanya telah berhasil menerobos Level Nascent Soul, bahkan kemampuan Gao Yin hampir berada di puncak Nascent Soul. Yang artinya kemampuan pela*cur bekas simpanan Tetua Bai itu lebih tinggi dari Tiga Setan Darah.


Pertarungan pun terjadi. Mengoyak kesunyian malam di dalam hutan, tepi kota Nan.


Serangan demi serangan berbahaya dilakukan oleh keempat pendekar level Nascent Soul tersebut. Terlihat jelas jika Gao Yin unggul dalam banyak hal. Hanya saja sebagai pembunuh bayaran, Tiga Setan Darah lebih kaya akan pengalaman.


Dar! Daarr!


Gao Yin menyertakan peledak benih penggoda dalam serangannya. Serangan tersebut berhasil dihindari oleh Feng Xi dan Feng Yau. Tapi nasib naas dialami Feng Tau.


Kemampuan Feng Tau adalah yang paling lemah dari mereka berempat. Membuat Gao Yin pun lebih berfokus untuk melumpuhkan Feng Tau terlebih dahulu.

__ADS_1


Efek ledakan dan pukulan tenaga dalamnya memang bisa dimaklumi oleh kekuatan tubuh Feng Tau. Akan tetapi tidak dengan benih penggoda.


Benih penggoda merupakan pengembangan trik yang Gao Yin pecah dari kemampuan ilusi hasrat. Sehingga Gao Yin memanipulasi akal pikiran lawan jenis dengan ledakan nafsu. Di dalam khayalan. Satu kehebatan ilmu ini yakni mengontrol kesadaran lawan. Hingga lawan merasakan halusinasi sebagai nyata.


Feng Tau yang telah terpengaruh pun segera melupakan pertarungan. Dia mendarat di tanah seraya tertawa terbahak-bahak. Dalam halusinasinya, dia merasa bahwa telah memenangkan pertarungan. Melihat Gao Yin tergeletak tak berdaya di depannya.


Nafsu bira*hi Feng Tau meledak-ledak ketika kedua matanya melihat dengan jelas Gao Yin yang tidak berdaya dengan pakaian bagian atas tubuh yang terbuka. Permukaan gunung kembar yang halus nan mulus itu, terpampang sangat menggoda.


"Keindahan yang tiada cela. Pantas saja Tetua Bai begitu tergila-gila ..." Feng Tau membasahi bibir dengan lidah. Tidak sabar rasanya untuk bisa menggagahi kesempurnaan fisik Gao Yin.


"Feng Tau! Feng Tau!" meskipun kedua kakaknya berteriak mengingatkan, namun semuanya tidak Feng Tau gubris. Pengaruh ilusi terlanjur mengikat jiwanya.


Feng Yau berusaha dengan sekuat tenaga untuk melindungi Adiknya dari serangan bertubi-tubi yang Gao Yin lakukan. Bahkan Feng Yau harus merelakan tameng baja alam iblis andalannya untuk memblokir serangan tenaga dalam Gao Yin.


"Tameng baja alam iblis?! Sialan!" Gao Yin memaki.


Begitu solidnya ketiga setan darah bergerak dalam formasi serang dan bertahan, ditambah dengan pusaka dan beberapa azimat yang mereka gunakan, membuat Gao Yin semakin kesulitan untuk bisa mencelakai salah satu dari mereka.


"Tidak ada pilihan lain!" Gao Yin melemparkan beberapa material langit untuk membantunya mengoyak pertahanan Tiga Setan Darah.


Ting! Ting! Tiiingg!


Craasss!


Pada akhirnya pedang pendek di tangan Gao Yin berhasil mengenai sasaran. Pedang itu menembus dada Feng Tau. Sementara Feng Tau yang masih dalam pengaruh trik ilusi, hanya tersenyum dalam menyambut kematian.


Crash! Plaak!


Walau sudah coba untuk menghindar, tetap saja tidak sepenuhnya Gao Yin berhasil. Pundak kirinya tergores oleh kapak milik Feng Xi. Di susul satu tendangan ke arah perut yang membuat Gao Yin terjengkang.


"Adiiik! Adiiikkk !!!" Kedua setan darah berteriak memanggil Feng Tau yang sudah tidak bernapas.


"Hahaha! Ternyata kalian tidak abadi. Fuiihh!" Gao Yin menyeka darah yang mengalir di sudut bibirnya.


Tawa Gao Yin meledak, mengejek Tiga Setan Darah yang begitu dipuja oleh Sekte Mouyun.


"Pela*cur kepa*rat! Jangan mimpi kau bisa lari dan bernapas lagi. Meski harus mati, aku akan membawa mu serta!" Feng Xi menghunus sebuah benda pusaka berwarna biru.


Dengan pusaka tersebut, kekuatan Feng Xi menjadi bertambah. Rasanya dia akan mampu bersaing dengan Gao Yin dalam duel satu melawan satu.

__ADS_1


Jangan pula dilupakan, adanya Feng Yau yang pula dibakar emosi akan semakin membuat Gao Yin terpojok.


YAATTT !!! Keduanya serentak menyergap.


Sama-sama mengandalkan azimat dan material berkekuatan tinggi, membuat pertarungan semakin seru. Amukan Feng Xi yang seperti orang gila, membuat Gao Yin gelagapan.


BAAMM !!!


Feng Yau yang menyerang dari belakang berhasil mendaratkan pukulan tenaga dalamnya tepat mengenai punggung Gao Yin.


"Aakkhh! Fuuuhhh !!!" Gao Yin terhempas dan memuntahkan darah segar yang cukup banyak.


"Pergilah ke neraka, temui gadun-gadun mu di sana!" Feng Xi tidak memberi celah.


Sebelum Gao Yin berbuat apa pun, Feng Xi telah melemparkan kapak pusaka andalannya.


Wuusss! Kapak itu berubah menjadi harimau hitam, berlari cepat menerkam Gao Yin.


BAAAMM !!!


Sebelum bayangan harimau itu menelan tubuh Gao Yin, mendadak muncul tembok yang sangat tebal, memblokir laju harimau dan memaksa perwujudan kapak pusaka Feng Xi kembali ke tangan pemiliknya.


"Siapa itu?!" Feng Xi begitu murka.


Dua sosok wanita cantik muncul menampakkan diri. Seorang berpakaian serba putih, seorang lagi berpakaian serba biru.


"Beraninya kalian ikut campur!" kedua setan darah menggertakkan gigi geraham mereka menunjukkan kebencian.


Gao Yin tentu mengenali kedua orang yang datang. Gadis berpakaian putih yang menghampirinya tidak lain adalah Zhang Lian. Sementara orang yang memblokir serangan Feng Xi merupakan anggota baru Sekte Jinlong. Dialah si gadis racun Qin Tuo.


"Sayang sekali ... pendekar berpengalaman seperti kalian ternyata sangat ceroboh," Qin Tuo menggelengkan kepala dengan tatapan iba.


Berada pada level Body Integration tahap atas, jelas dua orang pertengahan Nascent Soul hanyalah lalat di mata Qin Tuo.


Tidak perlu melakukan tindakan apa pun lagi. Karena Qin Tuo telah menyertakan racun pelemah sumsum pada kapak milik Feng Xi. Dan parahnya lagi kedua pendekar tersebut tidak menyadari jika racun tersebut telah bereaksi.


"Apa kalian mulai merasa sakit?! Xixixi ... sayangnya aku tidak membawa penawar. Jadi, nikmati saja ..." Qin Tuo melambaikan tangannya pada dua setan darah.


Dengan senyum mengejek, Qin Tuo meninggalkan mereka yang mulai mengerang kesakitan, menikmati sensasi racun yang tak terungkap oleh kata. Efek racun pelemah sumsum memang sangat mengerikan.

__ADS_1


__ADS_2