
Di dalam kerajaan sebuah pesan diterima oleh Yu Huang pesan itu berisi tentang kejadian yang dialami putranya, Yu Fei.
Yu Huang langsung memanggil Danzhou, dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Danzhou merupakan wakil ketua tim Penegak Hukum sehingga dapat memberikan penjelasan dengan lebih baik
Danzhou mengatakan jika perintah tersebut tidak resmi, tetapi dirinya tidak mengetahui siapa yang memberikan perintah.
Danzhou juga melaporkan jika beberapa prajurit mengalami luka serius namun masih dapat disembuhkan.
"Maafkan saya tuan, sepertinya kita harus menunggu para prajurit sadar terlebih dahulu agar mengetahui permasalahan," ucap Danzhou memberikan saran.
Danzhou merupakan salah satu orang kepercayaan Yu Huang di dalam kerajaan, sehingga dia lebih memilih memanggil Danzhou.
**
Keesokan harinya Yu Fei segera melaporkan keberadaan Liuzhen di markas pusat, dia mengatakan jika Liuzhen merupakan salah satu kenalannya sehingga Liuzhen bukanlah seorang penyusup.
Markas pusat awalnya menolak untuk mempercayai Yu Fei tetapi kemudian kondisi berubah ketika perwakilan dari Penegak Hukum datang.
Perwakilan tersebut menjelaskan jika terdapat kesalahan komunikasi sehingga menyebabkan luka terhadap Yu Fei dan rekannya.
Selain itu perwakilan tersebut juga meminta agar Yu Fei mendapatkan kemudahan.
Setelah mendengar hal tersebut, markas pusat mempertimbangkan kembali dan pada akhirnya Yu Fei mendapatkan dispensasi untuk hal tersebut.
__ADS_1
Yu Fei kembali ke rumah dan mengatakan apa yang telah terjadi, Liuzhen kini bukanlah seorang penyusup.
Selain itu Yu Fei juga membawakan sebuah pedang dan kotak yang pernah dia gadai, dirinya sadar jika itu adalah barang Liuzhen satu-satunya.
Sikap Yu Fei terhadap Liuzhen juga berubah 180 derajat, setiap Liuzhen berlatih di halaman belakang dirinya selalu menghampiri.
Awalnya Liuzhen sedikit terganggu dengan hal tersebut, tetapi dia memaklumi perlakuan Yu Fei terhadapnya.
Meskipun tingkat kekuatan Yu Fei lebih tinggi dibandingkan Liuzhen tetapi Yu Fei tidak malu-malu untuk meminta arahan dari Liuzhen.
Changyi dan Xiao Mei juga tidak terlalu heran dengan sikap Yu Fei, terkadang Xiao Mei ikut berlatih tanding dengan Liuzhen.
**
"Adik Li, kau begitu muda tapi kekuatanmu sungguh mengagumkan," ucap Yu Fei yang tidak menyembunyikan perasaannya itu.
"Ohh benarkah?" Tawa lebar Yu Fei.
"Ngomong-ngomong kau sudah semakin fasih saja berbicara bahasa Chu," sambung Yu Fei.
Liuzhen sedikit murung untuk menjawabnya, "Ini akan lebih mudah untuk dipahami ketika dihadapkan dalam kondisi seperti ini," ucap Liuzhen menatap langit.
Liuzhen teringat dengan ucapannya ketika bersama Anzhu, "Jika langit menghentikanku akan kubuat dia menyesalinya." Senyum Liuzhen kembali.
Yu Fei yang menangkap arti senyuman Liuzhen tersebut berinisiatif menghiburnya, "Adik, aku masih terus berusaha untuk mengeluarkanmu dari negara ini, kau tidak perlu khawatir," gumam Yu Fei pelan.
__ADS_1
"Senior aku tahu itu, maaf sudah merepotkanmu selama ini," balas canggung Liuzhen.
"Sebagai tanda terimakasih, bagaimana jika aku memasak untuk kalian malam ini," lanjut Liuzhen tersenyum.
Liuzhen tidak berhenti membuat ketiga orang itu terkejut, ketika dirinya memasak aroma makanan mengalir hingga ke ruang tamu.
"Adik Liiiii... kenapa baru sekarang kau memasak pada kami, cepatlahhh perutku sudah tidak bisa diajak kompromi," teriak Changyi yang sudah tidak sabaran.
"Xiao Mei sepertinya kau harus belajar lebih banyak dengan adik Li kedepan," sambung Changyi.
Xiao Mei yang mendengar perkataan Changyi memalingkan wajah terlihat cuek, tetapi dia tidak bisa menyangkal perkataan rekannya itu.
"Changyi, biarkan kita merasakan masakan adik Li terlebih dahulu," gumam Xiao Mei.
"Hahaha... Xiao Mei, aroma tidak pernah menipu cita rasa," jawab Changyi improvisasi.
Liuzhen kemudian menghidangkan masakan, "Senior Chang... ini khusus untukmu," ucap Liuzhen memberikan porsi yang lebih banyak.
Mereka mulai mencoba mencicipi makanan yang dimasak Liuzhen, berbeda dengan Changyi dia langsung memasukkan beberapa sendok ke mulutnya.
"Luar biasa... adik Lii, sepertinya kita bisa membuka warung makan," ucap Yu Fei kagum.
Disisi lain Xiao Mei hanya bisa mengagumi masakan Liuzhen dalam hati, sedangkan Changyi tidak mengatakan sepatah katapun selain lebih keras menghabiskan makanannya dengan cepat.
Changyi berpikir jika makanannya cepat habis maka dia bisa nambah duluan, "Senior Chang tenanglah, makanan ini tidak akan ada yang berani mengambil," ucap Liuzhen tersenyum.
__ADS_1
"Gendut apa kau ingin berlomba denganku," timpal Yu Fei memperingati.
"Kakak, meskipun itu dirimu aku tidak akan mengalah," balas Changyi yang tidak kalah mempercepat gerakannya.