Pendekar Penentang Langit

Pendekar Penentang Langit
Ch. 61 - Informasi


__ADS_3

Dalam beberapa saat Liuzhen melihat dekat ke arah monyet putih tersebut dengan teliti, dia teringat kenakalannya pada saat di Hutan Kuno.


"Kau... akhirnya kita berjumpa lagi, aku pikir kau tertinggal," ucap Liuzhen tersenyum jahat.


Liuzhen mencoba mengambilnya dengan tangan, tetapi tangannya dicakar oleh monyet putih.


Anehnya Liuzhen bereaksi dengan cakarannya, "Aduh... dasar monyet!" Hewan tersebut keluar dan lari ke arah Xiao Mei.


Sesaat Liuzhen menyadari sesuatu, dia melihat kembali luka yang ditimbulkan oleh monyet itu.


"Tanganku terluka?" Pikir Liuzhen dalam hati.


Liuzhen melirik ke arah monyet putih tersebut yang sedang berada di atas pundak Xiao Mei, dia tidak percaya monyet kecil itu dapat meninggalkan bekas luka kepadanya.


Xiao Mei yang merasa dirinya disukai langsung memberikan beberapa makanan kepada monyet itu, dia juga mengelus kepalanya dengan pelan.


Liuzhen sedikit jengkel tetapi dia tidak memiliki pilihan lain, untuk sementara dia melepas hewan di depannyai itu.


**

__ADS_1


Setelah Yuwen memberikan informasi tentang makam kaisar pertama, dia kemudian menunggu tanggapan yang lainnya.


Tidak lama Yu Fei orang pertama yang memberikan reaksi dan berkata, "Kapan? Kalau memang seperti itu kita tidak bisa membiarkan yang lainnya mendahului kita," ucap Yu Fei bersemangat.


"Benar!" Jawab Xiao Mei, "kita tidak boleh sampai ketinggalan, apalagi jika informasi seperti ini sampai tersebar," sambung wanita itu kembali.


"Aku sih bisa kapan saja, semakin cepat semakin baik," timpal Changyi.


Yuwen kembali berbicara, "Lalu...." Serentak semua orang melihat ke arah Liuzhen.


Pria itu sedikit canggung dia kemudian mengatakan, "Ada apa? Kenapa kalian melihatku seperti itu," ucap Liuzhen menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Yu Fei kemudian melanjutkan ucapan Changyi, "Benar adik Li, kami siap membantumu untuk memberikan kemudahan agar kau dapat ikut bersama kami," sambung Yu Fei.


Yuwen juga ikut memperjelas, "Sebenarnya kita masih belum tau pasti akan membutuhkan waktu berapa hari untuk menelusurinya, tetapi yang pasti waktunya tidak sehari dua hari."


Liuzhen tidak bisa berkata apa-apa, dia memang ingin ikut tetapi dirinya berpikir akan sangat sulit keluar atau meminta izin tidak masuk perguruan berhari-hari.


Setelah mendengar ucapan dari mereka semua, akhirnya Liuzhen menyetujui hal tersebut dengan syarat tidak menimbulkan kegaduhan.

__ADS_1


Yu Fei yang paling cepat menyetujui hal tersebut, kemudian diikuti oleh yang lainnya.


Di sisi lain Wu Yong sedikit kebingungan dengan arah pembicaraan mereka, tetapi dia tetap mengikutinya.


Yu Fei juga menanyakan kepada Liuzhen apakah Wu Yong diikutkan, tetapi Liuzhen mengatakan untuk tidak, dia khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan nantinya.


**


Setelah berdiskusi banyak hal pada akhirnya Yu Fei mengatakan kepada Liuzhen, mereka akan menerima tanda-tanda jika ingin bergerak.


Liuzhen menyetujui hal tersebut dan kembali bersama Wu Yong serta monyet putih, pada awalnya monyet tersebut sulit untuk menerima Liuzhen tetapi pria itu menunjukkan sebuah kristal putih.


Dengan cepat monyet putih itu mengambil dan nurut kepada Liuzhen, mereka yang melihat hal tersebut ikut tertawa.


Liuzhen juga memberikan masing-masing dari mereka satu kristal putih, setiap kristal sudah diberikan segel agar energi tidak menyebar kemana-mana.


Setelah mereka berpisah Liuzhen dan Wu Yong kembali ke tempat masing-masing, di sisi lain orang pada tertawa melihat Liuzhen dan Wu Yong yang begitu cepat keluar dari pagoda.


Mereka berdua tidak terlalu menggubris hal tersebut, dan kembali fokus untuk berlatih teknik masing-masing.

__ADS_1


Liuzhen mencoba mempelajari teknik yang didapatkan di pagoda yaitu Kitab Lima Jari, dia berpikir jika teknik ini sangat menarik.


__ADS_2