
Liuzhen terkejut ketika lawannya bisa memanipulasi energi menjadi sebuah unsur, padahal untuk memahami konsep ini membutuhkan kultivasi setingkat Pendekar Raja.
Bahkan tidak semua pendekar Raja dapat mengubah energi mereka menjadi berbagai bentuk unsur, pemahaman dan tingkat kultivasi penentunya.
Tidak sedikit pendekar yang menyerah dengan konsep tersebut, mereka lebih memilih menggunakan artefak untuk memperkuat diri.
**
Saat Pisau Angin diarahkan ke Liuzhen, dia memutuskan untuk menghentikan serangannya tetapi pedang dibiarkan terus melesat ke arah musuh.
Pada akhirnya pedang Liuzhen berhasil dihindari dan tertancap kuat, begitu juga dengan Liuzhen yang berhasil menghindar.
Liuzhen kemudian berkata, "Kipasmu itu cukup menarik, apa kau mengandalkan sumber daya untuk menginjak di lantai ini?"
"Aku penasaran seberapa banyak harta yang telah kau habiskan, sikapmu itu membuatku teringat seseorang," sambung Liuzhen.
Sekarang Liuzhen mengerti asal kekuatan angin tersebut, kipas yang dipegang oleh pria di hadapannya merupakan artefak tinggi.
Liuzhen sadar ketika dia tidak merasakan adanya perubahan energi, berbeda ketika dia melawan bos bandit sebelumnya.
Pria itu yang mendengar ucapan Liuzhen sedikit terkejut, "Kau ternyata tidak bodoh... lalu kenapa, Ingin membunuhku? Kau tidak pantas!" Timpalnya kepada Liuzhen.
"Kekuatanmu palsu, kau bukanlah lawanku," ucap Liuzhen ketus.
"Kurang ajar! Orang bodoh sepertimu tidak akan tau arti kekuatan," pria itu mengeluarkan aura pembunuhnya dengan pekat.
__ADS_1
Ruangan itu seketika dipenuhi rasa ingin membunuh yang sangat kuat, "Hahaha...." Tawa pria
Liuzhen langsung merasakan aura yang begitu mengancam, "Kau ingin menakutiku dengan kekuatan menyedihkan seperti itu?" Ejek Liuzhen, dia lalu melanjutkan, "terlalu tinggi memandang diri," sindir Liuzhen.
pemuda yang mendengar ucapan Liuzhen kemudian mengayunkan kipas dengan kuat, seketika terbentuk angin besar ke arah Liuzhen.
Angin tersebut menghancurkan semua isi di lantai keempat, Liuzhen menyipitkan matanya ketika memperhatikan di sekelilingnya sudah terhisap angin itu.
"Kau... bukannya memberikan kesempatan orang, tapi malah kau hancurkan," gumam Liuzhen kesal.
Liuzhen ingin menyerang tetapi dia baru sadar jika pedangnya tertancap jauh, Liuzhen kembali melihat di sekitarnya dia menemukan sebuah kaki kursi patah.
"Anak ini sudah gila, memang tidak ada cara lain," ucap Liuzhen dalam hati sambil memegang kaki kursi yang patah.
Putaran angin tersebut perlahan mendekati Liuzhen, tidak hanya mendekat tetapi menyedot seluruh isi ruangan dan berputar menghancurkan.
"Kau membuatku sedikit kesal," ucap Liuzhen pelan.
Liuzhen lalu mengayunkan kayu yang dia genggam dan mengarahkan ke arah musuh, "Pedang Penghancur Malam!" Gumam Liuzhen bertenaga.
Sesaat udara di sekitar Liuzhen berhenti, getaran kuat berkumpul di satu titik menyebabkan goncangan.
Sebuah energi tipis mengarah cepat ke pria tersebut, membelah apapun yang mengalanginya.
Angin besar di hadapan Liuzhen terbelah dengan cepat, kerusakan yang ditimbulkan oleh Liuzhen cukup besar.
__ADS_1
Kekuatan Liuzhen mengakhiri pertarungan dengan cepat, tidak ada tanda-tanda pergerakan lagi dari pihak musuh.
Liuzhen kembali berjalan dengan pelan ke arah tancapan pedangnya, tetapi dia tidak melihat pria itu.
"Dimana dia?" Tanya Liuzhen dalam hati sambil mencabut pedang.
"Mungkinkah dia kabur? Seharusnya aku menggunakan teknik itu dengan pedang ini," ucap Liuzhen menyarungkan pedangnya.
Liuzhen menghabiskan banyak tenaga untuk mengeluarkan tekniknya, dia lalu memutuskan untuk beristirahat lebih lama.
**
Di lantai bawah pagoda tiba-tiba terdengar suara keributan dari atas, semua orang melihat ke atas tetapi seperti tidak ada yang terjadi.
Jia Xu dan Qixuan yang paling dekat hanya bisa merasakan keributan, tetapi mereka tidak dapat melihat apa yang terjadi.
"Apa kau merasakan sesuatu Qixuan?" Tanya Jia Xu penasaran.
"Diamlah... fokus saja pada dirimu," timpal Qixuan.
Meskipun Qixuan mengatakan seperti itu, tetapi dirinya juga penasaran apa yang telah terjadi di atas.
Jia Xu kembali berbicara, "Apa kau yakin, aku kira sesuatu yang menarik telah terlewatkan," ucap Jia Xu kembali.
"Tetapi bukankah si pria dingin Sun ada di atas juga?" Sambung Jia Xu.
__ADS_1
Ketika mendengar ucapan Jia Xu, Qixuan tiba-tiba membuka matanya dan berkata, "Kau benar, apa mungkin terjadi sesuatu diantara mereka," ucap Qixuan sambil memukul kepala Jia Xu.
"Kau fokuslah!" Sambung Qixuan.