
Sebenarnya penjaga pusat misi sedikit kebingungan ketika Wenhua datang melihat, dia tidak pernah terpikir seorang Wenhua keluar hanya untuk mengetahui salah satu murid.
Penjaga itu tidak menyangkal jika belakangan ini nama Liuzhen menjadi pusat perhatian, apalagi ketika dirinya mendapati surat tugas khusus.
Banyak murid yang berpikir jika Liuzhen memiliki latar belakang yang tidak sederhana, tapi mereka masih tidak mengetahui pria itu berasal dari keluarga besar mana.
Berbeda halnya dengan Li Liang tidak ada yang berani mempermainkan pria itu, selain kemampuannya Li Liang juga berasal dari salah satu sekte besar, Phoenix.
Terdapat beberapa keluarga besar di negara Chu, dimana masing-masing keluarga memiliki pembagian kekuasaan yang berbeda-beda.
**
Setelah Wenhua mempersiapkan kebutuhannya, dia meminta ke salah satu tetua untuk menjaga perpustakaan.
Pria sepuh itu berpesan agar siapapun tidak diperkenankan memasuki perpustakaan, hingga dirinya kembali.
Dalam satu kali tarikan napas, Wenhua langsung menghilang dari hadapan tetua tersebut.
Bahkan membuat tetua itu terpana dengan kecepatan Wenhua, meskipun usia Wenhua sudah cukup tua tetapi dia masih dapat bergerak dengan cepat.
Awalnya Wenhua bingung mencari Liuzhen, tetapi berkat beberapa orang dalam dia berhasil menemukan kunci dari misi Liuzhen.
__ADS_1
Wenhua berasumsi jika Liuzhen pergi ke Tanah Terlarang, tetapi tidak mengetahui pasti apa yang diperbuatnya di sana.
Saat sampai di tempat tujuan, Wenhua bertemu dengan salah satu penjaga sepuh.
Penjaga itu saat melihat Wenhua langsung memberi hormat, "Selamat datang senior, ada apa gerangan Senior Wenhua mendatangi tempat ini?" Tanya Mi kepada Wenhua.
"Ahh... ternyata itu kau bocah nakal, sudah lama sekali tidak bertemu denganmu," ucap Wenhua menepuk punggung Mi.
Mi sedikit kesal ketika dia dipanggil bocah, padahal wajahnya tidak menunjukkan seperti anak-anak pada umumnya.
"Senior... kau datang jauh-jauh, bukan untuk memanggilku bocah sajakan?" Sindir Mi halus.
"Bagaimana bisa bocah sepertimu berbicara seperti itu, kita baru saja bertemu apa kau tidak ingin bertanya kabar ku terlebih dahulu," Wenhua menggeleng-geleng kepala.
Perkataan Mi membuat Wenhua tertawa sambil menepuk bahu pria tua itu terus-menerus, "Kau ini bisa aja."
Tidak lama dari itu Wenhua bertanya kepada Mi, "Sepertinya kau baru melewati hari yang sulit," tanya halus Wenhua yang merasakan energi Mi tipis.
Mi hanya dapat menyangkal ucapan dari Wenhua, dia merasa malu jika harus memperjelas kekalahannya melawan seorang anak muda.
Lagipula meskipun dia menjelaskan jika anak muda itu adalah seorang senior, Wenhua tidak akan mempercayainya.
__ADS_1
"Senior terlalu perhatian, aku hanya baru saja selesai latihan," gumam pelan Mi.
Wenhua tidak menanyakannya lebih dalam dia berpikir jika dirinya harus fokus, saat dia sedang menunggu kesempatan untuk berbicara tiba-tiba Mi kembali bertanya, "Ngomong-ngomong pertanyaanku barusan belum dijawab, apa yang membuat senior datang kemari?"
Saat mendengar ucapan Mi, Wenhua sedikit tersenyum, momen yang dia tunggu kini telah tiba dan pria itu langsung berterus terang kepada juniornya tersebut, "Sebenarnya aku sedang mencari seseorang, aku menduga jika dia memasuki Tanah Terlarang... apa kau melihat seseorang yang memasukinya?"
**
Di dalam suatu ruangan Liuzhen menyipitkan matanya saat melihat patung besar itu, dia tidak bisa menahan rasa curiganya lagi.
Tetapi setiap dia ingin menghancurkan patung itu, niat bertarungnya menurun drastis seakan pria itu melupakan apa yang harus dia lakukan.
Dalam beberapa saat niat bertarung Liuzhen muncul lagi dan begitu seterusnya, pada akhirnya Liuzhen memilih untuk duduk bersila di hadapan Sang Patung.
Liuzhen menancapkan pedang hitam miliknya sambil memejamkan mata, dia berpikir hal seperti ini harus dihadapi dengan pemikiran tenang.
Liuzhen mencoba mencari petunjuk tentang formasi tersebut, tetapi dia kesulitan untuk mendapatkannya.
Selain niat bertarung yang menurun, kemampuan Liuzhen dalam berkonsentrasi juga ikut tergerus.
Liuzhen selalu melihat pria paruh baya yang melawan seorang pria muda, dia juga melihat kepala pria paruh baya itu terpotong dengan begitu mudahnya.
__ADS_1
Setiap Liuzhen mencoba untuk berkonsentrasi pemikiran itu terus-menerus berulang di kepalanya, dia tidak bisa menghentikan selain melawannya.
Liuzhen tidak tahu kenapa pikiran itu menyerangnya, tetapi yang dia yakini jika patung di hadapannya adalah kunci dari semua itu.