
Kehadiran pria muda itu membuat orang yang melihatnya berdecak kagum, meskipun rekan mereka baru saja terpukul begitu cepat.
Bahkan Yu Fei dan Yuwen tidak dapat merasakan kehadiran Liuzhen, mereka merasa aura pria tersebut berbeda jauh dari sebelumnya.
Setelah itu salah satu murid Grade D angkat bicara, "Bocah kurang ajar! Kau sudah bosan hidup rupanya!" Ucapnya sambil menyerang Liuzhen.
Sebuah pedang besar diayunkan ke arah Liuzhen, pria itu dengan rasa percaya diri menganggap bisa menjatuhkan Liuzhen dengan satu tebasan.
Liuzhen tidak mengeluarkan pedang untuk menangkis, tetapi dia memukul pedang tersebut dengan tinju miliknya.
Semenjak Seni Raga Langit miliknya sudah menembus tingkat tiga, tubuh Liuzhen semakin kuat bahkan bisa menjadi sebuah senjata.
**
Benturan antara pukulan Liuzhen dan senjata milik murid Grade D memberikan tekanan yang kuat, beberapa murid lainnya dapat merasakan energi pada masing-masing serangan.
Sesaat keadaan hening, Liuzhen memanfaatkan hal tersebut dan menendang keras musuh di hadapannya itu.
Liuzhen tidak memberikan sedikitpun ruang bagi mereka, siapa yang berani maju maka akan menerima konsekuensinya.
Dua murid Grade D sudah terluka cukup parah dibuat oleh Liuzhen, tetapi sedikitpun mereka tidak gentar.
Murid Grade D tidak memperdulikan kekuatan Liuzhen, dalam pikiran mereka Liuzhen hanya sendirian dan mereka semua banyak.
"Tidak perlu khawatir dia hanyalah tikus kecil, kita cuma perlu bersama-sama menyerangnya!" Semangat mereka semakin menggebu.
Salah seorang menimpal ucapan mereka, "Apa kalian mengabaikan kami," sela Yuwen sambil melipat tangannya.
Yu Fei dan kawan-kawan juga ikut memperlihatkan gaya terbaik mereka, meskipun masih menggunakan topeng.
__ADS_1
"Hanya bertambah beberapa ekor tikus tidak akan merubah keadaan!" Seru salah seorang murid Grade D.
Keributan mereka terdengar oleh murid Grade D lainnya, tidak butuh waktu lama semua orang semakin banyak mengelilingi Liuzhen dan lainnya.
Yu Fei yang melihat hal tersebut mengambil posisi paling keren, dia lalu memegang tangannya sambil berkata, "Sepertinya kalian butuh pelajaran tambahan hari ini."
Tidak mau kalah Changyi juga merenggangkan lehernya, "Pelajaran dariku cukup banyak loh...."
Xiao Mei mencoba memutar-mutar bahunya dan berkata, "Jangan lupakan aku!"
Seketika tekanan di sekitar berubah drastis, Yuwen sengaja mempertegas keberadaannya juga.
Semua Murid Grade D yang melihat sejenak terdiam, kemudian mereka kembali tertawa, "Haha... seekor babi yang tidak tau diri, mereka bisa ap...." Belum selesai ucapan itu, Changyi langsung bergerak dan memukul murid tersebut.
Mereka semua melihat pukulan Changyi dan langsung siaga di tempat, tidak ada yang berani meremehkan Changyi lagi.
Pukulan Changyi menyisakan aura, mereka dengan gugup mengucapkan, "Ti...ngkatan pe...jua...ang...." Salah seorang murid mulai khawatir.
"Dua orang ditambah denganku," ucap Yu Fei sambil tersenyum.
"Kurang ajar! Jika ketu...." Xiao Mei memberhentikan ucapan salah seorang murid yang lainnya, dia menendangnya dengan kuat.
"Tiga jika ditambahkan denganku," ucap Xiao Mei ketus.
Murid Grade D mulai berpikir ulang, mereka sekarang sadar jika telah memprovokasi orang yang salah.
Tingkatan orang di hadapan mereka setara dengan pemimpin divisi, mereka khawatir jika ini terus dilanjutkan akan menjadi musibah bagi mereka.
Mereka memutuskan mundur perlahan, tetapi Yuwen tidak membiarkan mereka bergerak sedikitpun.
__ADS_1
Aura tekanan Yuwen membuat para murid terdiam, mereka merasakan ancaman yang mengerikan dari pria di hadapan mereka.
"Sepertinya beberapa ekor tikus mencoba untuk kabur," gumam Yuwen pelan.
Sebenarnya para pengawal sudah mengetahui keributan yang terjadi, tetapi setelah mengetahui itu adalah ketua Yu Fei mereka mengurung niat untuk mengehentikannya.
**
Setelah puas menghajar para murid, Yu Fei dan kawan-kawan mengajak Liuzhen ke tempat yang lebih nyaman untuk mengobrol.
Mereka juga memberitahukan maksud dan tujuan, sejenak Liuzhen tertawa pelan melihat topeng mereka tetapi dia kembali fokus.
Liuzhen juga memperkenalkan rekannya tersebut, Wu Yong juga memberikan hormatnya kepada Yu Fei dan yang lain.
Wu Yong tidak mengenali Yu Fei sebagai salah satu petinggi di Perguruan Elang Putih, termasuk Yuwen.
Yu Fei kemudian menunjukkan kepada Liuzhen seekor monyet berwarna putih, saat melihat hal tersebut mata Liuzhen melebar dan tersenyum.
"Hahaha... akhirnya, padahal aku sudah memasang rencana untuk hal ini, tapi siapa yang tau kalian mendapatkannya duluan," ucap Liuzhen senang.
Yu Fei dan yang lainnya juga ikut senang, setelah itu Yuwen menginformasikan hal penting kepada Liuzhen.
Sebelum dia mengatakannya Yuwen seolah memberikan kode kepada Wu Yong agar pergi, tetapi Liuzhen menghentikan hal tersebut dan mengatakan jika Wu Yong bukan orang luar.
Yuwen kemudian tidak mempermasalahkan lebih lanjut, dia memberitahu kepada semuanya jika beberapa hari yang lalu dia mendapatkan informasi tentang makam kaisar pertama.
Liuzhen dan yang lainnya ikut terkejut lalu kembali menyimak dengan serius, Yuwen mengatakan jika segel yang dia berikan kepada peta tersebut sudah terbuka.
Informannya juga mengatakan hal yang sama, jika belakangan makam kaisar pertama telah ditemukan.
__ADS_1
Yuwen kembali menegaskan informasi ini belum banyak yang mengetahui, dan mereka harus bergerak cepat jika tidak ingin ketinggalan.