
Saat Liuzhen menuruni lantai keempat dia melihat Annchi dan Li Liang yang sedang bersaing, mereka berdua berusaha keras untuk menaiki anak tangga tersebut.
Li Liang sedikit tidak terima ketika Liuzhen berjalan dengan mudahnya, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Berbeda halnya dengan Annchi wanita itu berkata, "Aku rasa kita semakin tertinggal jauh," gumam pelan Annchi.
"Kurang ajar!" ketus Li Liang yang semakin menguatkan diri untuk melangkah.
Saat Liuzhen melangkah sejajar dengan mereka, dia menepuk pundak Li Liang dan Annchi, "Ini hadiah dariku sebagai satu kelompok," ucap Liuzhen meninggalkan mereka berdua.
Perasaan Li Liang dan Annchi tiba-tiba begitu lebih segar, tekanan tubuh mereka berkurang perlahan.
"Apa kau merasakannya," tanya Annchi kepada Li Liang.
"Sial! Aku semakin membencinya," balas Li Liang yang langsung bergerak lebih cepat.
**
Liuzhen sudah mengatakan kepada Wu Yong untuk menunggunya, jika ada sesuatu dia akan memberikan kepada Wu Yong.
Liuzhen lupa untuk mengambil sesuatu di atas, tetapi setelah dipikir-pikir memang tidak ada sesuatu yang cocok untuk Wu Yong.
Saat Liuzhen menginjakkan kaki di lantai ketiga dia merasakan jumlah peserta semakin banyak, tetapi yang lebih anehnya semua mata tertuju pada pria itu.
Semua peserta keheranan melihat Liuzhen, semua orang berlomba-lomba untuk menaiki lantai tetapi Liuzhen malah turun.
Salah seorang yang melihat Liuzhen berkata, "Pffttt... hahaha. Lihatlah dia, aku sudah menduganya dari awal," ucap salah satu anak buah Ho Tung.
__ADS_1
Sedangkan yang lainnya juga ikut mendukung Ho Tung, sekarang lantai ketiga penuh dengan tawa mereka melihat Liuzhen.
Mereka berpikir jika Liuzhen hanya bersikap sok kuat, ketika tidak sanggup menaiki lantai dia memilih untuk turun.
Liuzhen tidak menggubris perkataan mereka, dia melihat sekitar dan mencari seseorang.
Ketika matanya tertuju pada satu orang yang sedang tidur, Liuzhen lalu mendekatinya.
Entah kenapa Liuzhen merasa jengkel ketika melihat Wu Yong tertidur, bukannya memanfaatkan pelatihan di lantai ketiga tetapi malah tidur.
Saat Liuzhen mendekat Wu Yong dia merasakan sesuatu yang aneh, posisi Wu Yong tertidur bukanlah posisi biasa.
Liuzhen merasakan energi lebih banyak berkumpul di sekitar Wu Yong, "Trik seperti apa yang dia gunakan?" Tanya Liuzhen penasaran dalam hati.
Ketika Liuzhen mencoba mendekati Wu Yong, seseorang marah dan menyuruh Liuzhen menjauhi pria itu.
"Kurang ajar! Menjauh darinya." Sebuah pisau dilempar ke arah Liuzhen.
Liuzhen menghindari pisau tersebut dan langsung mengetahui arah lemparannya, dengan cepat Liuzhen berada di hadapan orang yang melempar.
Kecepatan Liuzhen bergerak membuat semua orang terdiam, bahkan untuk sesaat ruangan terasa sunyi.
Liuzhen lalu memegang leher pria itu dan mengangkatnya, "Kenapa? Mungkin kau bisa menjelaskan sesuatu padaku," ucap Liuzhen pelan.
Beberapa orang menjauhi Liuzhen, mereka merasakan niat pembunuh Liuzhen begitu pekat.
"Iy...ii... iyaa." Jawab pria tersebut sambil terbatuk-batuk.
__ADS_1
Liuzhen lalu melepas dan menyuruh dia berbicara, tetapi pria itu tidak bisa berbicara karena saking takutnya dengan aura pembunuh Liuzhen.
Wajah pria itu memucat hingga Liuzhen mengetahui alasan dibalik itu, dia lalu menahan kembali aura pembunuhnya.
"Aaa... ak... aku hanya mengetahui kalau dia memberikan energi yang lebih banyak jika tertidur," ucap pria itu gemetaran.
Liuzhen sedikit bingung, pasalnya ketika dia berada dalam satu tempat tidur Wu Yong tidak membuat hal seperti itu.
Liuzhen larut dengan berbagai pertanyaan di kepalanya, ketika Liuzhen terlarut pria itu tiba-tiba melarikan diri.
Sekarang seluruh orang di lantai ketiga sudah bersiap menyerang Liuzhen, meskipun aura pembunuh Liuzhen kental tetapi itu hanya sebatas aura.
Saat Liuzhen ingin bertanya kembali dia tidak melihat pria tersebut, kemudian Liuzhen membalikkan badannya dan menemukan semua orang memegang senjata.
Dalam sesaat Liuzhen menepun jidatnya, padahal dia tidak ingin mencari masalah dan cuma mau membangunkan Wu Yong.
"Aku tidak tau apa yang kalian harapkan dari tukang tidur itu, tetapi aku ingin membawanya," gumam Liuzhen pelan.
Semua orang dapat mendengar ucapan Liuzhen dengan jelas, bahkan setiap kata-katanya mengandung tenaga yang kuat.
Setelah Liuzhen mengucapkan hal tersebut dia tidak melihat orang menurunkan senjatanya, saat Liuzhen memperhatikan orang-orang tersebut matanya tertuju pada satu orang.
Liuzhen melihat Ho Tung sekilas, sekarang dia mengerti di balik semua orang mendadak ingin menyerangnya.
Ketika Liuzhen sedang berasumsi seseorang berteriak, "Kau sudah terlalu banyak membunuh, orang sepertimu harus disingkirkan," ucap salah satu orang di lantai ketiga.
Serentak semua orang membenarkan pernyataan tersebut, mereka membuat alasan logis untuk menyerang pria tersebut.
__ADS_1
Liuzhen tidak menyangkalnya, tetapi dia tidak habis pikir Wu Yong masih tertidur pulas saat kondisi sudah seperti ini.