Pendekar Penentang Langit

Pendekar Penentang Langit
Ch. 46 - Pagoda II


__ADS_3

Liuzhen dan Wu Yong pada akhirnya sampai di lantai ketiga, mereka melihat Li Liang dan Annchi yang sedang memulihkan diri.


Wu Yong kemudian berterimakasih kepada Liuzhen, meskipun dia tidak tau apa yang telah dilakukan pria itu.


Liuzhen membalasnya dengan tersenyum, tidak hanya mereka berempat yang ada di lantai ketiga tetapi sekelompok yang mencari masalah dengan Liuzhen tadi juga di situ.


Mereka menatapi Liuzhen dengan sinis tetapi tidak berani mendekat, beberapa diantaranya sudah melihat kemampuan Liuzhen ketika melawan salah seorang senior Grade E.


**


Di lantai ketiga ini terdapat begitu banyak harta, ada beberapa buku seni beladiri di atas rak dan ada juga pil tingkat tinggi.


Liuzhen kemudian bertanya pada Wu Yong, "Apa kau masih ingin melanjutkannya?" Tanya Liuzhen.


"Meskipun aku bisa membantumu sebelumnya tapi aku tidak cukup yakin untuk tangga kali ini," sambung Liuzhen.


Belum lagi Liuzhen menginjakkan kakinya di anak tangga lantai keempat, tapi dia sudah dapat merasakan auranya.


"Jika kau sudah mengatakannya, mungkin ini batasanku...." Timpal Wu Yong.

__ADS_1


Liuzhen tidak bisa memberikan harapan banyak pada Wu Yong, dia lalu berkata, "Di sini jauh lebih baik dari lantai sebelumnya, kau bisa berkultivasi sementara waktu dan berlatih beberapa seni beladiri atau mungkin kau akan menemukan buku obat," ucap Liuzhen menyemangati.


"Jika aku menemukan sesuatu yang cocok untukmu diatas sana, aku akan memberikannya nanti," sambung Liuzhen kembali.


Selepas Liuzhen mengucapkan hal itu kepada Wu Yong, dia melangkah menuju tangga lantai keempat.


Semua orang yang berada di lantai ketiga terkejut melihat Liuzhen langsung menuju ke lantai empat, mereka kemudian mencemoohkannya, "Dia kira dia siapa, bahkan kita saja masih harus beristirahat terlebih dahulu," ucap salah satu diantara mereka.


Liuzhen yang mendengar hal tersebut menghentikan langkah kakinya, dia lalu menatap semua orang yang melihatnya dan mengeluarkan tekanan kuat kepada mereka semua.


Annchi yang merasakan tekanan Liuzhen yang sesungguhnya langsung bergetar herbat, dia merasakan aura pembunuh Liuzhen lebih kental dari sebelumnya.


Sedangkan yang lainnya tidak bisa banyak bergerak, mereka merasakan ancaman yang luar biasa dari Liuzhen.


Hanya beberapa saat Liuzhen melepas auranya, dia kemudian berbicara, "Aku peringatkan untuk tidak bermain-main denganku," ucap Liuzhen sambil menutup auranya kembali.


Liuzhen lalu berjalan melangkah ke anak tangga pertama, baru dia menginjakkan kakinya tekanan kuat langsung dirasakan oleh Liuzhen.


Pria itu kembali teringat di hutan kuno dan tersenyum tipis, "Sudah berapa lama waktu berlalu," gumam pelan Liuzhen.

__ADS_1


Langkah demi langkah dilewati Liuzhen, dipertengahan tangga pria itu melihat banyak para murid yang sedang berhenti untuk memulihkan energi.


Ketika Liuzhen berjalan dengan santai dia melewati dua orang, satu pria dan satunya lagi wanita.


Kedua orang tersebut membuka matanya ketika melihat Liuzhen berjalan tanpa kesulitan, pria itu berkata, "Heii... kau! Bagaimana bisa kau...." Gumam pria itu keheranan melihat Liuzhen.


Liuzhen lalu membalas, "Ahhh... apa ada yang bisa ku bantu," ucap Liuzhen sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.


"Kau... bagaimana kau bisa berjalan begitu mudahnya di bawah tekanan kuat ini?"Tanya pria tersebut kepada Liuzhen.


Liuzhen tidak bisa menjawab pertanyaannya, dia hanya tersenyum canggung kepada mereka berdua.


"Aku juga tidak begitu yakin, tetapi tekanan yang kurasakan tidak begitu memberatkan," balas Liuzhen pelan.


Pria itu tertawa lebar mendengar ucapan Liuzhen, dia kemudian memperkenalkan dirinya, "Kau sangat menarik, perkenalkan aku Jia Xu dan disampingku ini Qixuan."


Liuzhen menghargai ucapan Jia Xu dan mengangkat tangannya seraya berkata, "Aku Liuzhen. Salam kenal," ucap pria itu kepada Jia Xu dan Qixuan.


Ketika Liuzhen mendengar kedua nama itu dia seperti pernah mendengarnya di suatu tempat, tetapi dirinya lupa pernah mendengar dimana.

__ADS_1


__ADS_2