
"Dia langsung main ninggalin aja!" Ketus Wu Yong.
Pria itu tidak bisa berbuat apa-apa, Liuzhen langsung meninggalkannya dan pergi begitu saja.
Setelah sekian lama Wu Yong menunggu, Liuzhen tidak kunjung kembali pria itu sedikit curiga.
Wu Yong bergumam sendiri sambil membayangkan, "Saudaraku tadi sempat melirik ke belakang kan yak? Lalu tiba-tiba dia juga pergi... hmmm."
"Aku mencium bau-bau sentimen anak muda," sambung Wu Yong sambil tersenyum aneh.
"Apa aku perlu memberikan ruang pada mereka? Tapi jika terus seperti itu, saudara Li tidak akan menyempatkan waktunya padaku," Wu Yong mulai khawatir.
Setelah berpikir begitu lama pada akhirnya Wu Yong memutuskan mengejar Liuzhen, dia tidak ingin jika rekannya tersebut tidak memiliki waktu lagi padanya.
**
Sekelompok bertopeng itu mengeliling Annchi lebih dekat, bahkan salah satu diantara mereka memegang sebuah rantai untuk mengikat.
Annchi kemudian diikat tanpa perlawanan, sedangkan Liuzhen masih menunggu momentum untuk dapat beraksi.
Saat wanita itu dirantai dengan sempurna, mereka lalu bergerak membentuk sebuah formasi.
Liuzhen mencoba menebak formasi seperti apa yang sedang mereka buat, hingga dia menyadari jika gerakan mereka adalah untuk menghilangkan sisa ilusi di sekitar.
__ADS_1
Pria itu mengeryitkan dahinya, dia merasa salah satu dari mereka mulai menyadari kehadiran Liuzhen
Saat sisa formasi ilusi sudah menghilang, Liuzhen tidak dapat menahan diri lagi untuk menampakkan diri.
Pria itu benar-benar tidak memiliki rencana lain, Liuzhen cuma berpikir bagaimana mendapatkan Annchi dan membawanya kabur.
Pada saat itu Annchi tidak memiliki kesadaran, matanya sudah tertutup sepenuhnya sambil dirantai dengan kuat.
Liuzhen lalu keluar dari tempat persembunyian, serentak mereka semua melihat ke arah pria muda tersebut.
Baru saja Liuzhen menampakkan diri, tiba-tiba salah seorang dari bertepong itu langsung muncul di hadapan Liuzhen dan menendangnya dengan kuat.
Serangan darinya tidak memiliki celah sama sekali, tetapi Liuzhen memanfaatkan tendangan itu dan mengatakan, "Untuk sekarang aku masih memiliki prioritas lain," ucap Liuzhen sambil memegang pundak pria bertopeng yang menendangnya.
Liuzhen mengutamakan musuh yang memegang Annchi, pria itu dengan cepat memukul lawannya.
Setelah beberapa kali Liuzhen bertukar pukulan, akhirnya pria itu mendapatkan Annchi kembali.
Tetapi dari pertarungan itu Liuzhen tidak pernah mendengar mereka mengeluarkan suara, bahkan setiap kali Liuzhen mengajak bicara mereka tidak merespon.
Miskipun Liuzhen sudah melumpuhkan dua orang dari mereka, tetapi jumlah orang bertopeng di hadapannya masih terbilang banyak.
Terdapat sekitar delapan orang pria dan empat orang wanita bertopeng, masing-masing dari mereka tidak kurang dari Pendekar Raja.
__ADS_1
Liuzhen tidak dapat fokus pada pertarungan sambil memegang Annchi, dia juga baru menyadari kecepatan dari mereka juga tidak kalah cepat dari dirinya.
Tidak lama dari itu salah seorang pria bertopeng lainnya datang, kali ini jubah yang dia kenakan sedikit berbeda.
Pria itu lalu mendekat kepada Liuzhen dan berbicara, "Siapa kau? Kenapa aku tidak pernah melihatmu," ucapnya kepada Liuzhen.
Suaranya begitu berat, Liuzhen mencoba menebak usia dari orang di hadapannya ini kurang lebih 40 tahun.
Liuzhen kemudian menjawab, "Seharusnya aku yang menanyakan hal tersebut, siapa kalian? Dan apa tujuan kalian," timpal Liuzhen terus terang.
Pria itu spontan tertawa, "Hahaha... apa kau bodoh atau sedang bercanda? Pertanyaan bodoh seperti itu." Ejek pria bertopeng yang terlihat pemimpin mereka.
"Baiklah... aku akan memberitahukan padamu, tapi imbalan seperti apa yang akan kudapatkan," aura pembunuh pria tersebut tiba-tiba menjadi pekat.
Liuzhen yang merasakan hal itu langsung mundur beberapa langkah, aura pembunuhnya begitu pekat dirasakannya.
Pemimpin mereka kembali berbicara, "Ada apa? Aku tidak tertarik dengan bocah sepertimu, meskipun...." Dia melirik ke arah dua anggotanya yang terluka.
"Aku yakin kau juga tidak begitu bodoh, aku harap kau dapat bekerja sama... serahkan wanita itu, dan aku akan melepaskanmu," sambungnya lagi kepada Liuzhen.
Posisi Liuzhen memang kurang menguntungkan, pasalnya dia bukan hanya akan bertarung tetapi harus melindungi Annchi.
Pria muda itu lalu menjawab, "Bagaimana kalau aku menolak?"
__ADS_1
Pria bertopeng yang mendengar hal tersebut sedikit tidak senang, dia lalu menjawab, "Anak muda... jangan membuatku sampai menarik ucapanku, untuk kali ini aku akan memberikanmu kesempatan memikirkannya dengan cepat."