
Wajah Yu Fei semakin memanas, tetapi Changyi terus menenangkan Yu Fei, "Ketua... bersabarlah, kau bisa menghajar mereka setelah bertemu dengan adik Li," bisik Changyi kepada Yu Fei.
Tidak mau kalah Xiao Mei juga memberitahu kepada ketua mereka tersebut, dia mengatakan untuk tidak menarik perhatian dan tetap bersabar.
Yuwen membenarkan ucapan Xiao Mei, dia tidak ingin karena kecerobohan Yu Fei membuat mereka sulit untuk bertemu Liuzhen.
Yu Fei dalam posisi yang kurang menguntungkan, dia kemudian mencoba meredakan amarahnya perlahan.
Saat pria itu mencoba lebih bersabar, salah satu murid Grade D berbicara, "Ohh ayolah... tunjukan cara babi berbicara yang semestinya," ucapnya kepada Changyi.
Urat kepala Changyi mulai membentuk huruf tertentu, tetapi tiba-tiba Yu Fei menenangkan pria itu kembali.
Xiao Mei juga membantu Yu Fei untuk menenangkan Changyi, dia mengatakan sesuatu tentang masakan sehingga Changyi lebih berdiam diri.
Tidak lama dari itu murid Grade D yang lain juga mengatakan, "Bagaimana tikus-tikus ini bisa memasuki perguruan kita seenaknya, kalian semua! Jika tidak menghormati tuan kami sama saja tidak menghormati keberadaan kami semua, cepat suju...." Belum lagi pria itu menghabiskan kata-katanya, sebuah pukulan keras mengenai wajahnya.
Semua orang terkejut ketika rekannya tiba-tiba dihajar begitu saja, untuk beberapa saat mereka terdiam melihat hal tersebut.
Ketika kembali sadar beberapa murid Grade D melihat seorang pria muda telah menghajar mereka, bahkan kecepatan gerakannya tidak dapat dirasakan.
**
Setelah Liuzhen dan Wu Yong mendapatkan banyak keuntungan dari pagoda, mereka lalu pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
Awalnya Liuzhen ingin kembali ke kamar sendiri, tetapi entah kenapa dia mencoba berkeliling sebentar melihat Perguruan Elang Putih.
Wu Yong tidak mempermasalahkannya, pria itu lalu mengikuti langkah Liuzhen berjalan.
Liuzhen mengatakan kepada Wu Yong jika mereka sesekali harus menikmati pemandangan, entah kapan terakhir kali Liuzhen bisa berjalan santai seperti ini.
Bahkan sesekali Liuzhen mengeluarkan candaan yang tidak dimengerti Wu Yong, tetapi pria itu tetap tertawa meski canggung.
"Ada apa? Kenapa tawamu seperti orang bodoh," ucap Liuzhen yang melihat Wu Yong memaksakan senyumnya.
Wu Yong lalu membalas, "Kau... dasar! Bahkan aku berusaha keras untuk tertawa," ucap kesal pria itu.
Lizuhen sedikit tersenyum manis, dia mengerti usaha temannya itu yang mencoba menghibur.
Pria itu melihat dari kejauhan, untuk sesaat Liuzhen dapat merasakan aura mereka semua.
Sekarang Liuzhen mengerti, dia langsung tahu identitas beberapa dari orang yang sedang berkerumun tersebut.
Wu Yong lalu bersuara, "Heii... lihat di sana, apa sesuatu telah terjadi?" Tanya Wu Yong kepada rekan di sampingnya itu.
Liuzhen tidak memperdulikan, dia hanya menjawab, "Biarkan saja, kita cuma sekumpulan slot tambahan di Perguruan Elang Putih, tidak ada artinya mencari masalah," ucap Liuzhen.
Meskipun jarak mereka cukup jauh, tetapi Liuzhen mencoba mengamati apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Pria itu memusatkan pandangan serta pendengarannya ke gerombolan itu, Liuzhen dapat melakukan hal tersebut karena pengaruh tingkatan Seni Raga Langit miliknya.
Indera Liuzhen lebih sedikit peka dibandingkan sebelumnya, dia dapat merasakan sesuatu yang lebih dibandingkan orang normal.
Saat Liuzhen mendengar percakapan mereka, ternyata permintaan mereka tidak membuat wajah Liuzhen sedikit murung.
Wu Yong melihat perubahan ekspresi Liuzhen, dia lalu memandangi ke arah gerombolah itu dan menatap Liuzhen kembali.
Tetapi Wu Yong tidak mengerti apa-apa, dia lalu bertanya kepada Liuzhen, "Ada apa?"
Liuzhen menjawab pelan, "Terkadang ada hal yang tidak bisa diucapkan meski kau raja sekalipun," gumam Liuzhen.
Setelah mengatakan hal tersebu Liuzhen kembali berkata, "Langkah... Tidak Berbayang." Seketika Wu Yong tidak melihat pria di sampingnya itu.
Kecepatan Liuzhen begitu cepat, bahkan kali ini dia mengeluarkan langkah kaki tercepatnya.
Tidak ada yang dapat merasakan kehadiran Liuzhen, tiba-tiba saja pria itu sudah berada di hadapan mereka semua dan memukul seseorang.
Pukulan Liuzhen membuat salah seorang terpental jauh menghantam sebuah bangunan, seketika semua orang terdiam.
"Aku memang tidak begitu menyukai kekerasan, tetapi berbeda halnya jika kau menyingung hal yang tidak seharusnya kau singgung," ucap Liuzhen setelah memukul pria di hadapannya itu.
**
__ADS_1
Untuk chapter yang tertinggal akan diusahakan update sekaligus, nahh untuk waktunya mungkin blm bisa dipastikan tapi akan diupdate guyss 😁