
Setelah mengobrol panjang lebar Liuzhen kemudian pamit kepada Jia Xu dan Qixuan, dia kembali melangkahkan kakinya.
Mereka berdua cuma bisa terpukau melihat Liuzhen berjalan, padahal pria itu hanya berada pada tingkatan Pendekar Ahli Ketujuh.
Jia Xu yang melihat Liuzhen menjadi lebih bersemangat, tetapi dirinya masih perlu mengumpulkan tenaga lagi.
Sedangkan Qixuan dari tadi fokus dengan pengumpulan energi, dia tidak ingin menyia-nyiakan waktu.
**
Tidak lama dari itu Liuzhen terpikir kembali kedua nama mereka, tetapi dia bingung pernah mendengarnya dimana.
Liuzhen tidak terlalu menggubris pikirannya itu, dia terus melangkahkan kaki perlahan.
Di pertengahan tangga Liuzhen merasakan tekanannya meningkat drastis, "Untung saja anak itu tetap di sana," gumam pelan Liuzhen teringat Wu Yong.
Sekarang Liuzhen melihat anak tangga tinggal tersisa kurang dari sembilan, tetapi setiap kakinya melangkah tekanan bertambah berkali-kali lipat.
"Pantas saja pria tua itu begitu bersemangat ketika membagikan harta," ucap Liuzhen tersenyum kesal.
Tidak mudah untuk mendapatkan harta Perguruan Elang Putih, butuh perjuangan dan pengorbanan yang besar bagi banyak orang.
Tidak lama dari itu Liuzhen tiba-tiba sadar maksud tekanan anak tangga ini terus bertambah, dia seperti menemukan sesuatu dari kekuatan tersebut.
"Apakah ini semacam formasi tertentu," gumam Liuzhen dalam hati.
__ADS_1
"Jika itu benar berarti...." Sambung Liuzhen yang larut dalam pikirannya.
Tidak sadar pria itu sudah melangkahkan kaki di akhir anak tangga, ketika Liuzhen berhasil melalui semuanya dia dapat merasakan sensasi luar biasa.
Energi di lantai keempat ini lebih berlimpah berkali-kali lipat dari lantai sebelumnya, saat Liuzhen ingin memutuskan untuk beristirahat sebentar dia melihat seseorang sedang meditasi.
Pria tersebut begitu tenang dia bahkan tidak memperdulikan kehadiran Liuzhen, "Anak ini... dia kuat," gumam Liuzhen dalam hati.
Tidak ada orang lain di lantai keempat selain mereka berdua, saat Liuzhen sedang beristirahat dia melihat beberapa rak buku.
Liuzhen kemudian mendekati buku-buku tersebut, baru saja Liuzhen ingin menyentuh rak sebuah tekanan kuat membuat Liuzhen terdiam.
"Kau... jangan coba menyentuh benda itu," ucap pria tersebut kepada Liuzhen.
Meskipun suara pria itu pelan tetapi tenaga dalamnya dapat dirasakan oleh Liuzhen, "Apa aku melakukan sesuatu yang salah?" Timpal Liuzhen sambil membalikkan badannya ke arah pria yang terlihat anggun itu.
"Aku peringatkan semua yang ada di lantai ini adalah milikku, bukankah itu hadiah yang pantas untuk seseorang yang pertama kali berhasil sampai," ucapnya sambil tersenyum.
Liuzhen kebingungan ketika pria di hadapannya ini tiba-tiba mendeklarasikan hak milik, "Apa kau sinting? Kenapa tidak tempat ini aja sekalian milikmu," jawab Liuzhen.
"Lancang!" Ucapan Liuzhen membuat pria itu tidak senang, dia mengeluarkan kipas tangan miliknya dan mengarahkan kepada Liuzhen.
Sebuah angin halus langsung menuju Liuzhen, dirinya dengan cepat menghindari tetapi pipi Liuzhen sedikit tergores.
Angin yang dikeluarkan hampir tidak bisa dilihat, Liuzhen hanya mengandalkan kemampuan inderanya.
__ADS_1
Liuzhen tidak bisa memberikan pria itu menyerang, dia berpikir meskipun kekuatan lawannya berada di Pendekar Pejuang tetapi bakatnya terlalu tinggi.
Senyuman yang penuh makna menghiasi wajah pria tersebut, dia melihat Liuzhen seperti bocah baru berdiri.
"Pendekar Ahli tingkatan ke-7 mampu sampai ke lantai keempat, potensimu cukup bagus tapi sayang harus disingkirkan," gumam pria tersebut kepada Liuzhen.
"Kau memiliki mulut yang bagus, aku khawatir mulutmu akan segera menghancurkanmu," balas Liuzhen.
"Langkah Tidak Berbayang!" Seketika Liuzhen berada di hadapan pria itu, "Pukulan Tidak Berbayang!" Teriak Liuzhen memukulnya telak.
Pria tersebut terpental cukup jauh ke belakang, beberapa barang berserakan dan hancur.
Liuzhen tidak memberi ampun dia langsung mengejar pria itu dan menendangnya langsung dari belakang, seketika pria itu terpental lagi ke arah depan.
"Anak ini... kecepatannya tidak main-main," gumamnya sambil mencoba melindungi diri.
Tekanan angin yang kuat tiba-tiba berada di sekitar pria itu, Liuzhen merasakan sesuatu yang buruk akan segera terjadi.
"Padahal aku tidak ingin merusak tempat ini, tapi dia memaksaku," ucap Liuzhen dalam hati.
Pria itu kembali berdiri dan mengeluarkan jurusnya, "Pisau Angin!" ucapnya sambil mengayunkan kipas di tangan.
Sebuah angin yang begitu cepat melesat kembali ke arah Liuzhen, pria itu tidak tinggal diam dia langsung menangkisnya dengan pedang.
Liuzhen melempar pedangnya lurus ke arah lawan dan mengikutinya dari belakang, kecepatan Liuzhen mampu mengiringi pedang yang dia lempar.
__ADS_1
"Apa yang dia lakukan, mau bunuh diri," pria itu mengayunkan kipasnya lebih banyak, seketika puluhan Angin Pisau terbentuk mengarah kepada Liuzhen.