
Liuzhen sedikit tersenyum mendengar ucapan pria bertopeng di hadapannya itu, perkataannya membuat Liuzhen seolah sudah tersudutkan.
"Kau begitu percaya diri dengan kemampuanmu, hanya mengandalkan aura pembunuh ingin mengalahkanku, omong kosong!" Balas Liuzhen kepada pimpinan musuh.
Jawaban Liuzhen membuat ketua mereka semakin geram, dia berkata, "Aku harap mulutmu sesuai dengan kekuatanmu," tangan pimpinan mereka memberikan isyarat untuk menyerang Liuzhen.
Tiga orang pria bertopeng mengambil posisi membentuk formasi, dan sisa yang lainnya menyerang Liuzhen.
Pria muda itu tersenyum kecut, tetapi mau tidak mau dia harus melawan musuh di hadapannya.
Liuzhen kembali bertukar jurus pada musuh, keterampilan mereka juga tidak kalah hebat.
Tidak lama dari itu Liuzhen dipukul mundur oleh mereka, meskipun tidak berakibat fatal tetapi dia sedikit tidak senang.
Liuzhen kemudian mencoba meletakkan Annchi di sekitarnya, dia berpikir dengan seperti itu akan membuatnya leluasa untuk bertarung.
Di sisi lain musuh tidak membiarkan Liuzhen senggang sedikitpun, mereka terus menyerangnya dengan bersamaan.
Saat Liuzhen meletakkan Annchi di atas rumput, dengan cepat pria itu membalikkan badannya dan memenggal salah satu pria bertopeng.
Aksi Liuzhen membuat pimpinan mereka terkejut, dia curiga dan melirik pedang yang dipegang oleh Liuzhen tetapi tidak ada sesuatu istimewa dari besi itu.
Ketua bertopeng itu lalu bergumam dalam hati, "Kecepatan, kekuatan, bahkan rasa percaya dirinya mendadak meningkat... ada apa ini," pria bertopeng itu terus melihat pergerakan Liuzhen, "padahal bocah ini hanya pada tingkatan Ahli ke-7... tapi kekuatannya berbeda jauh," sambungnya lagi dalam hati.
Meskipun beberapa dari mereka telah habis di tangan Liuzhen, tetapi dia masih belum melihat pergerakan ketua mereka.
Di sisi lain Liuzhen juga tidak bisa bergerak leluasa, dia harus menjaga jaraknya dengan Annchi.
__ADS_1
Melihat hal tersebut pemimpin mereka berbicara, "Kau tidak akan bisa menang," senyum pria bertopeng itu.
Liuzhen lalu menimpal, "Kau dan aku... hanya akan ada satu yang mati," ucap Liuzhen sambil menusuk musuh.
Pria bertopeng putih itu terlihat santai dengan perkataan Liuzhen, dia bahkan tidak memedulikan anggotanya.
Setelah ratusan kali bertukar jurus, Liuzhen mendapati sedikit kesimpulan jika orang yang dihadapinya tidak kehabisan stamina.
Bahkan Liuzhen yang memiliki Seni Raga Langit masih harus merasakan kelelahan, pria muda itu terus menerus menggunakan Langkah Tidak Berbayang.
Tidak hanya itu musuh yang dia lawan masih tersisa tujuh orang lagi, jika harus ditambah dengan pemimpinnya berarti ada delapan.
"Sial... mereka tidak ada habis-habisnya," gumam Liuzhen dalam hati.
Liuzhen mulai kehabisan tenaga, kekuatan yang dia gunakan memerlukan banyak energi.
Saat Liuzhen mundur beberapa langkah, dia mencoba menganalisa dengan baik hingga pria muda itu menemukan sesuatu.
Beberapa saat Liuzhen mencoba menganalisa dan pada akhirnya dia mengerti, stamina mereka bukan tidak ada habis-habisnya tetapi formasi.
Liuzhen tidak menyadari hal tersebut dari awal, karena dia telah masuk ke dalam perangkap ilusi.
"Tapi sejak kapan? Aku tidak melihat mereka menggunakan ilusi sama sekali," pikir Liuzhen dalam hati.
Liuzhen tidak dapat berpikir jernih ketika dia sadar telah masuk ke dalam jebakan, pria itu terlarut pada pemikirannya sendiri.
Setiap gerakan mereka Liuzhen mencoba mengingatnya, tetapi tidak ada petunjuk satupun.
__ADS_1
Tiba-tiba dia terpikir sesuatu, "Annchi...." Liuzhen melirik ke arah wanita itu.
Liuzhen mencoba memastikan tebakannya itu, dia berpikir kunci ilusi ini adalah Annchi.
Pria muda tersebut melawan musuh lebih leluasa, dia mencoba tidak menjaga jarak dengan Annchi.
Liuzhen ingin melihat apakah Annchi adalah yang mereka inginkan, setelah beberapa saat kemudian ternyata benar.
Tidak ada satupun musuh yang peduli dengan Annchi, mereka terus melawan Liuzhen dengan membabi buta.
Semakin Liuzhen jauh dari Annchi perasaannya semakin lega, tubuh Liuzhen merespon perbedaan tersebut.
Liuzhen sekarang mengerti, dia berpikir jika musuh telah meletakkan sesuatu kepada Annchi.
Senyuman Liuzhen mulai terlihat perlahan-lahan, dia lalu bergumam, "Matilah!" ucap Liuzhen pelan, "Pedang Penghancur Malam...."
Pemimpin mereka yang melihat Liuzhen mengernyitkan dahi, dia melihat gerakan bibir Liuzhen yang mengucapkan kematian.
Tidak lama kemudian mata ketua kelompok bertopeng itu melebar, dia tidak dapat merasakan apapun untuk sepersekian detik.
Setelah itu dirinya tekejut ketika aura Liuzhen mendominasi dengan cepat, bahkan kepekatan aura pembunuhnya mengimbangi dia.
"Aa..anak ini, siapa dia?" Pria bertopeng tersebut tidak dapat menyembunyikan rasa kagetnya.
Di hadapan pria itu Liuzhen hampir membantai seluruh anggotanya dalam sekali serangan, bahkan ilusi yang mereka buat dapat ditepis oleh Liuzhen.
"Monster...." Keringatnya mulai mengucur menyaksikan kemampuan pria muda di depannya.
__ADS_1
Hampir seluruh orang yang menyerang Liuzhen mati, beberapa diantara mereka terluka parah.
Liuzhen lalu berdiri dekat dengan pria bertopeng itu dan berkata, "Pertanyaanku masih berlaku, siapa kalian dan apa tujuan kalian?" Tanya Liuzhen sambil mengarahkan pedangnya.