
Yu Fei terkenal cukup tegas dalam mengatur anggotanya, tidak sedikit dia memukul prajurit lain untuk mendisiplinkan mereka.
Pukulan Yu Fei sudah cukup dikenal banyak orang, bahkan para prajurit menjulukinya Pukulan Emas.
Bukan karena pukulan Yu Fei yang begitu mematikan, tetapi tidak ada yang berani menegurnya setelah memukul beberapa prajurit.
Yu Fei tidak pernah menggunakan pukulannya lagi kepada Changyi setelah bertemu Liuzhen, meskipun perlakuan itu terkadang masih dilakukan olehnya.
Pukulan Yu Fei bersifat mendidik, dia ingin para prajurit memiliki apa yang dia harapkan kelak.
**
Ketika mereka melihat pukulan Yu Fei, para penjaga gerbang teringat dengan pukulan tersebut.
Mereka tidak mengenal wajah Yu Fei, tetapi pukulannya tidak ada yang tidak mengetahui hal tersebut.
Mereka mulai menghormati keberadaan Yu Fei dan yang lainnya, sekarang para prajurit mempersilahkan Yu Fei dan kawan-kawan untuk masuk.
Setelah beberapa langkah Changyi lalu berkata kepada Yu Fei, "Kaka... Ketua, padahal aku menunggumu dari tadi mengeluarkannya." ucap Changyi
Yu Fei melirik ke arah Changyi dan membalas, "Apa kau juga mau?"
__ADS_1
Serentak Changyi dan Xiao Mei terdiam, mereka sudah merasakan berkali-kali rasa Pukulan Emas itu.
Yuwen yang memperhatikan ikut berbicara, "Kau masih tidak berubah-ubah," tawa keras pria itu.
Yu Fei tidak membalas ucapan Yuwen dengan perkataan, tetapi dia melirik Yuwen dengan tatapan sinis.
Pancaran aura negatif seolah berkumpul mengelilingi Yu Fei, Yuwen yang dapat merasakan hal tersebut langsung memegang mulutnya.
Setelah memasuki Perguruan Elang Putih, keberadaan mereka dilihat oleh banyak murid tetapi mereka tidak mengetahui seseorang yang menggunakan topeng tersebut.
Salah seorang murid mendekati mereka dan bertanya, "Heii... berhenti! Siapa kalian dan kenapa bisa masuk ke lingkungan ini," ucapnya ketus.
Xiao Mei langsung mengambil inisiatif menjawab, dia khawatir korban berikutnya adalah murid di hadapan mereka itu.
Murid itu menyipitkan matanya lalu kembali bertanya, "Siapa yang menyuruh kalian?"
Xiao Mei sedikit bingung ketika ingin menjawab tetapi dia langsung terpikir satu orang, "Liuzhen," jawab spontan Xiao Mei.
Perkataan Xiao Mei langsung membuat mata Yu Fei dan Changyi mengarah ke Xiao Mei, wanita itu sekarang berpikir kalau dia keceplosan.
"Ohhh... murid baru itu, hemm... aku tidak tau apa yang spesial dari dia, bahkan orang aneh seperti kalian ingin bertemu dengannya," balas murid tersebut sambil berpikir.
__ADS_1
"Kalau begitu silahkan, aku tidak akan menahan kalian...." ucap pria itu memberhentikan perkataannya, "tapi dengan satu syarat, kalian semua berjalan sambil mengeluarkan suara yang sesuai dengan topeng kalian kenakan," lanjut murid tersebut.
Sekarang para gerombolan murid mulai mendekati mereka semua, Xiao Mei mulai kewalahan rasanya dia ingin membuka topeng dan mengajar masing-masing murid.
Tetapi hal tersebut dapat membuat orang mengerumuninya, keberadaan Xiao Mei dan kawan-kawan begitu populer.
Apalagi di samping mereka terdapat petinggi Rumah Pelelangan Sakti, kehebohan pasti bakal terjadi.
Di sisi lain Xiao Mei sudah terlanjur mengucapkan ingin bertemu Liuzhen, jika hal tersebut diketahui oleh mereka Liuzhen pasti tidak senang.
**
Para murid grade D biasanya merasa diri mereka paling berkuasa, bahkan tidak sedikit tamu yang mereka permainkan.
Bukan hanya karena kedudukan Perguruan Elang Putih, tetapi kedudukan keluarga mampu mempengaruhi sikap mereka.
Tidak sedikit murid perguruan yang berasal dari kelas atas memandang rendah orang lain, mereka selalu merasa diri di atas segala-galanya.
Sekarang Yu Fei dan yang lainnya harus menghadapi sikap buruk mereka, sebenarnya emosi Yu Fei sudah memuncak tetapi Changyi terus membisikkan kepada Yu Fei tentang Liuzhen.
Yu Fei begitu menghargai keberadaan Liuzhen, bukan karena terdapat keinginan tertentu tetapi dia merasa di samping Liuzhen dapat memberikannya rasa aman.
__ADS_1
Hal tersebut juga berlaku terhadap Changyi dan Xiao Mei, mereka selalu menyaksikan hal-hal menakjubkan jika bersama Liuzhen,
Sedangkan Yuwen melihat Liuzhen adalah tamu penting di Rumah Pelelangan Sakti, dia tidak akan membiarkan tamu penting mereka kenapa-napa.