
Setelah begitu lama patung itu berbicara, pada akhirnya Liuzhen merendah dan memberanikan diri untuk bertanya, "Siapa kau sebenarnya? Bagaimana kau bisa tau begitu banyak tentangku?"
Patung kemudian menjawab, "Dasar bocah ingusan, kau tidak perlu tau siapa aku... tapi yang pasti kita berada pada pihak yang sama," sambung patung mempertegas.
"Dipihak yang sama? Apa maksudmu?" Liuzhen penasaran.
"Hah! Apa Yin tidak menjelaskan apapun padamu?" Timpal Sang Patung.
Liuzhen lalu mencoba mengingat perkataan Yin, hingga dia sadar jika seluruh keluarga Yin dimusnahkan untuk mendapatkan Seni Raga Langit.
Tapi Liuzhen sedikit bingung, "Jika itu masalahnya, apakah ini acara balas dendam?" Gumam Liuzhen dalam hati.
"Anak bodoh!" Sela patung kepada Liuzhen.
Patung itu seolah bisa membaca isi pikiran Liuzhen, dia lalu menerangkan sedikit kepada pria muda itu.
"Apa kau tau Seni Langit yang kau pelajari sekarang? Teknik itu mampu membuatmu meminjam kekuatan langit tanpa energi kultivasi, saking mengerikannya Seni Langit dipecah menjadi tujuh bagian, dan salah satu bagiannya adalah Seni Raga Langit."
"Pada saat itu Seni Raga Langit adalah kemampuan terkuat yang pernah dimiliki, bahkan pendahulu Yin telah menyempurnakannya dengan begitu baik, hingga pada akhirnya itu menjadi Seni Raga Langit miliki leluhur Yin." Sambung Sang Patung kepada Liuzhen.
__ADS_1
Patung tersebut juga menjelaskan jika Seni Langit dipecah dan diberikan kepada manusia, mereka diperintahkan untuk menjaga teknik tersebut agar tidak jatuh ke tangan yang salah.
Patung juga memberitahukan jika ada suatu keadaan dimana salah satu murid dari pemegang Seni Langit membocorkan rahasia teknik itu.
Hingga teknik itu diketahui oleh banyak pihak, tidak sedikit orang yang mencoba merebut paksa jurus itu.
Bahkan peperangan terjadi dimana-mana, salah satu penjaga Seni Langit merasa bersalah dan mencoba mencari penjaga Seni Langit lainnya.
Setelah bertahun-tahun mereka bertujuh berkumpul dan memulai misi baru, yaitu membentuk suatu tempat yang dapat mengatur banyak manusia.
Hingga pada akhirnya terbentuklah enam negara, salah satu penjaga Seni Langit menolak menjadi penguasa, dia merasa bersalah akibat kecerobohannya semua ini terjadi.
Tempat yang mereka maksud disebut sebagai negara, dan seluruh negara mengontrol banyak manusia.
Beberapa ribu tahun berlalu dan seluruh isu tentang Seni Langit mulai pudar, para penjaga Seni Langit juga mengalami kematian dan harus mencari penerus.
Patung tersebut menceritakan sedikitnya sejarah kepada Liuzhen, dia juga mengatakan jika setiap raja di dunia ini adalah penjaga Seni Langit.
**
__ADS_1
Penjelasan Sang Patung membuka wawasan baru kepada Liuzhen, setidaknya dia tahu harus berbuat apa.
Setelah dia mengetahui sejarah, Liuzhen juga bertanya tentang bayangan yang muncul dalam pikirannya, "Aku merasakan kesedihan yang begitu mendalam, tapi tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, dalam pikiranku...."
Liuzhen belum selesai berbicara patung tersebut menimpal, "Aku tidak dapat memberitahukan padamu bocah, hanya akan menimbulkan rasa dendam di hatimu nantinya, tapi yang kau lihat itu adalah kenyataan, sepertinya seseorang menyegel ingatanmu, dan kenangan itu adalah hal yang paling kau takuti."
"Takuti? Kenapa?" Rasa penasaran Liuzhen memuncak.
Patung itu tidak menjawab apa-apa, dia hanya memberitahu jika waktu akan menjawab pertanyaan Liuzhen.
Pria muda itu kembali bertanya, "Bagaimana bisa kau mengetahui tentang Yin?"
Patung tertawa lepas mendengar perkataan Liuzhen, dia lalu menjawab, "Kau ini bodoh atau bego, meskipun aku tidak memberitahukan padamu identitasku tapi setidaknya kau mengerti jika aku mengenal Yin lebih dari yang kau tau."
"Benda di tanganmu itu adalah pedang perang milik Yin, dia hanya akan memberikan pedang itu kepada penerusnya." Ucap patung kepada Liuzhen, "jika pedang itu adalah hasil rampasan dari tangan Yin sepertinya itu sangat mustahil, bahkan untuk ke luar dari ruangan ini saja kau tidak mampu."
"Terakhir aku mendengar berita tentangnya ketika dia membuat onar di Langit, tapi tidak tau apa yang terjadi padanya sekarang." Sambung patung mengingat masa lalu.
Liuzhen kemudian menjawab dan mengatakan jika Yin terkurung di reruntuhan kuno, dia tidak terlihat begitu mengerikan seperti kata patung tapi lebih ke arah kesepian.
__ADS_1