Pendekar Penentang Langit

Pendekar Penentang Langit
Ch. 31 - Pukulan


__ADS_3

Para murid Elang Putih yang menyaksikan tingkat pukulan Wu Yong sedikit kecewa, padahal mereka datang ingin melihat orang-orang terpilih untuk menjadi adik junior mereka nanti.


Tidak ada yang tau bagaimana Wu Yong mampu melewati begitu banyak rintangan, hingga dia menjadi salah satu orang lulus dengan syarat.


Sebenarnya sudah ada seratus orang yang lulus di perguruan Elang Putih, tetapi tiba-tiba ada tambahan kuota sebesar sembilan orang.


Kemudian sembilan orang tersebut dipilih berdasarkan nilai dan kemampuan masing-masing mereka, hingga Wu Yong terpilih.


Wu Yong sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi pukulannya terlalu lemah untuk mendapat kekaguman.


Setelah itu pemandu menunjuk orang berikutnya untuk melakukan pengujian pukulan, Li Liang lalu maju dengan penuh percaya diri.


"Dasar lemah! Lebih baik kau mundur dan lihat pukulan sejatiku," ucap Li Liang ke arah Wu Yong.


Wu Yong tidak begitu mempedulikan kata Li Liang, dia lebih memilih tidak banyak berbicara bila di hadapan Li Liang.


Wu Yong dan Li Liang sudah saling kenal dari awal, tetapi hubungan mereka tidak begitu baik.


Liuzhen memperhatikan sikap Wu Yong, padahal Wu Yong adalah orang paling berisik yang pernah dia temui.


Tetapi ucapan Li Liang seakan membuatnya menghentikan semangat Wu Yong, Liuzhen tidak ingin ikut campur tetapi semakin dia melihat Wu Yong semakin dirinya geram.


"Apa kau begitu membanggakan kekuatanmu? Padahal keberadaanmu bersama kami membuktikan kau setera dengan kami semua," ucap Liuzhen yang tidak bisa menahan kekesalannya.


Wu Yong yang tidak pernah melihat Liuzhen menanggapi perkataannya selalu, kini menjadi orang pertama yang membelanya.

__ADS_1


Li Liang tidak bisa berkata apa-apa yang dikatakan Liuzhen adalah sebuah kenyataan.


Liuzhen kemudian melanjutkan perkataannya, "Bagaimana kalau kita bertaruh, jika aku bisa mengalahkan skormu maka kau harus meminta maaf kepada dia," ucap Liuzhen menunjuk ke arah Wu Yong.


Li Liang yang mendengar merasa berang ketika Liuzhen menantangnya, "Kau... berani sekali. Baiklah! Terkadang orang sepertimu memang harus disadari dengan pertunjukkan," ucap Li Liang sambil mempersiapkan ancang-ancang.


"Bagaimana jika kau kalah?" Tanya Li Liang kembali.


Liuzhen lalu menjawab dengan santai, "Aku akan menyerahkan pilihan padamu."


Banyak orang mendengar perkataan Liuzhen, mereka langsung memanfaatkan hal tersebut dengan bertaruh.


Li Liang begitu bersemangat ketika mendengar jawaban Liuzhen, pria itu kemudian mengeluarkan seluruh tenaganya untuk memukul besi tersebut.


Bahkan tidak sedikit para pendekar di sana yang berdecak kagum dengan aksi Li Liang, sehingga banyak murid memilih sisi Li Liang sebagai pemenang dalam taruhan.


Liuzhen juga melihat kemampuan yang ditunjukkan pria itu, "Pukulannya sangat bertenaga, tingkatan kultivasi juga tinggi, tetapi kenapa dia tidak terpilih untuk lulus," gumam Liuzhen dalam hati.


Liuzhen sedikit penasaran tetapi dia tidak terlalu fokus dengan hal itu, Liuzhen sadar jika Li Liang adalah pria terkuat diantara peserta lainnya.


Li Liang mendapatkan skor 410 membuat seluruh peserta memandang tinggi dirinya, termasuk Wu Yong sekalipun.


Wu yong khawatir pada Liuzhen dia lalu berkata, "Teman Li... kau tidak perlu repot-repot ini adalah urusanku dengan Li Liang, perkataan dia memang benar aku masih lemah."


Liuzhen tidak menanggapi ucapan Wu Yong, dia berinisiatif langsung maju, "Pemandu izinkan aku mencobanya," kata Liuzhen.

__ADS_1


Wanita itu kemudian mempersilahkan Liuzhen untuk maju, penonton mulai begitu berantusias menikmati aksi Liuzhen.


Mereka tidak sabar melihat pukulan Liuzhen lebih tepatnya pukulan kekalahan, "Aku bertaruh 30% sumber kultivasiku kalau dia tidak bisa mengalahkan pria sebelumnya," ucap salah satu murid Elang Putih.


Perlahan Liuzhen mendekati besi dan mempersiapkan pukulan, setelah dia merasa siap Liuzhen lansung melepaskan tinjunya.


Sebelum dia memukul balok besi itu dirinya sedikit bersin, berpikir jika seseorang sedang memanfaatkannya.


**


Setelah mendengar Liuzhen tidak berada di rumah lagi Changyi sedikit murung, dia berharap bisa mendapatkan beberapa kebaikan dari pria muda itu lagi.


Tidak terkecuali dengan Xiao Mei, dia berpikir dapat belajar beberapa trik memasak dari Liuzhen.


Yu Fei yang melihat mereka berdua mencoba menghibur, dia mengingatkan jika mereka masih bagian dari Elang Putih meskipun status sudah sebagai prajurit.


Perkataan Yu Fei disambut baik oleh Changyi dan Xiao Mei, terlihat dari perubahan wajah mereka berdua seketika, "Ahhh ternyata adik Li sudah begitu melekat dengan mereka," gumam Yu Fei dalam hati.


"Kapan kita akan ke sana?" Tanya Changyi spontan.


Yu Fei terkejut saat Changyi langsung menanyakan melihat Liuzhen, "Sebenarnya aku baru dari sana, tetapi buru-buru kembali karena ada beberapa hal," jawab Yu Fei memberitahu.


Yu Fei kembali melihat tatapan memelas Changyi, "Baiklah... kita akan ke sana tapi tidak hari ini, melainkan besok, seharusnya adik Li mengikuti kembali pengujian besok pagi," sambung Yu Fei.


Pria itu juga menjelaskan jika Liuzhen tidak masuk ke dalam seratus peserta lulus, melainkan dia berada diantara peserta lulus bersyarat.

__ADS_1


__ADS_2