
Tidak butuh waktu lama hingga Yu Wen sampai di hadapan Yu Fei dan kawan-kawan, "Yu Feii! Yu Fei! Tenang jangan berpikir banyak fokuskan tenagamu," ucap Yu Wen yang baru sampai.
Yu Wen kemudian memberikan bantuan untuk mengehentikan pendarahan Yu Fei, kemudian dia menyuruh Changyi dan Xiao Mei untuk mengalirkan tenaga mereka.
Yu Wen sadar luka yang diterima Yu Fei tidaklah sederhana, bagian belakang tubuh Yu Fei juga ikut terbakar hangus.
Tidak ada yang dipikirkan Yu Wen selain menyelamatkan Yu Fei terlebih dahulu, Yu Wen ingin memberikan sebuah pil pemulih untuk saudaranya itu tetapi kondisinya kurang mendukung.
Tubuh Yu Fei terlalu lemah untuk menyerap pil tersebut, sehingga dia memprioritaskan mengalirkan tenaga dan menghentikan pendarahan.
Yu Wen juga menjelaskan jika tenaga yang dialirkan mereka tidak begitu maksimal, jadi Yu Wen cuma bisa berusaha sekuat tenaga.
**
Liuzhen hanya bisa terdiam ketika melihat Yu Fei berbaring, dia tidak memiliki kemampuan penyembuhan samasekali.
Setelah melihat tindakan dan penjelasan dari Yu Wen, Liuzhen sadar jika dia memiliki kemampuan formasi.
"Aku bisa!" Ucap Liuzhen tiba-tiba.
"Formasi. Aku bisa membuatnya untuk meningkatkan energi di sekitar," sambung Liuzhen.
Yu Wen terkejut bukan main ketika mendengar perkataan Liuzhen, dia tidak berharap banyak pada Liuzhen mengingat dirinya masih terlalu muda untuk memahami sebuah formasi.
Liuzhen tidak begitu peduli dengan tanggapan Yu Wen, dia langsung membuat sebuah formasi dari darahnya yang mengalir.
Changyi dan Xiao Mei hanya bisa fokus terhadap penyaluran tenaga, sedangkan pasukan memusatkan untuk melindungi.
Perlahan Liuzhen membuat sebuah garis hingga membentuk pola, Yu Wen cuma bisa terdiam melihat susunan pola tersebut.
"Bagaimana kau bisa...." Yu Wen menghentikan kalimatnya, dia sadar prioritas utama adalah Yu Fei.
Setelah Liuzhen berhasil membuat susunan formasi, seketika energi di sekitar mereka berkumpul dengan cepat.
Changyi dan Xiao Mei terkejut merasakan energi terpusat pada mereka, "Ini sungguh luar biasa, jika seperti ini terus kita dapat membantu kakak," ucap Changyi kagum.
Yu Wen tidak bisa berkata apa-apa dia baru saja meremehkan kemampuan pria muda itu, jika bukan karena Liuzhen yang tidak menggubrisnya mungkin Yu Wen akan kehilangan sesuatu.
__ADS_1
Setelah Liuzhen membantu dia kemudian fokus kembali pada penyerangan, mata Liuzhen kali ini tertuju pada seseorang.
Changyi dan Xiao Mei tidak bisa menghentikan Liuzhen, mereka harus tetap fokus dengan penyembuhan begitu juga Yu Wen.
Kecepatan yang ditunjukkan oleh Liuzhen bukan main, bahkan Yu Wen tidak bisa merasakan perpindahan Liuzhen.
Kecepatan Liuzhen membunuh para bandit meningkat drastis, bahkan para prajurit Yu Wen keberatan jika ini dikatakan pertarungan melainkan sebuah pembantaian.
Liuzhen sadar jika dia seperti ini terus akan menghabiskan banyak waktu, sehingga memutuskan untuk menggunakan teknik dari Yin, "Pedang Penghancur Malam," gumam Liuzhen pelan.
Ayunan pedang seketika mengeluarkan suasana mencengkam dan langsung menebas puluhan orang, bahkan mereka tidak dapat merasakan tubuh mereka terbelah.
Liuzhen tidak mampu terus menerus mengeluarkan teknik tersebut, tubuhnya masih terkena racun sehingga energi tidak dapat dikeluarkan secara maksimal.
**
Setelah beberapa saat darah Yu Fei mulai berhenti, tubuhnya juga sudah dapat merespon energi yang disalurkan.
Yu Wen kemudian mencoba memberikan sebuah obat kepada Yu Fei, obat itu bernama Pil Bunga Matahari.
Setelah Yu Wen memberikan obat tersebut, Changyi dan Xiao Mei lalu melancarkan kembali energi kepada Yu Fei agar dapat mencerna obat dengan cepat.
Mereka bertiga masih terus fokus untuk penyembuhan Yu Fei, setelah beberapa saat Yu Wen merasa Yu Fei telah mendapatkan efek dari obat Bunga Matahari.
Kemudian dia memerintahkan beberapa orang pendekar untuk mengikutinya, Yu Wen berencana membawa Yu Fei keluar dari situasi untuk dibawa ke tabib.
Changyi dan Xiao Mei mempercayakan Yu Fei pada Yu Wen, kemudian mereka kembali fokus melawan musuh.
"Changyi, apa kau merasakan sesuatu?" Ucap Xiao Mei yang melihat keadaan sekitar.
"Apa maksudmu adalah jumlah mereka yang semakin sedikit?" Balas Changyi canggung.
Xiao Mei menyipitkan mata dan mulai memperhatikan gerakan seseorang, "Bukan. Tapi Liuzhen, aura pembunuhnya semakin pekat aku tidak bisa membedakan apakah dia aliran putih atau hitam."
Changyi tidak membantah perkataan Xiao Mei, dia merasakan hal yang sama bahkan kali ini hampir tiga perempat musuh telah habis.
Changyi sedikit tersenyum kecut dan berkata, "Setidaknya makanan buatan dia adalah yang paling enak," ucap Changyi sambil mulai menghajar musuh kembali.
__ADS_1
Xiao Mei merasa perkataan Changyi tidak salah, Liuzhen memang ahlinya memasak dia bahkan mampu membuat seorang Changyi berkata demikian.
**
Kekuatan Liuzhen sudah mencapai batas, tubuhnya sudah tidak mampu menahan beban lagi meskipun dia memiliki Seni Raga Langit tetapi kondisinya sedang tidak prima.
Seandainya Liuzhen dalam kondisi stabil, mungkin tidak membutuhkan waktu yang begitu lama untuk menghabisi Pendekar Raja tahap awal.
Bahkan mungkin Yu Fei tidak akan mengalami hal yang tidak menyenangkan, sesaat Liuzhen mengingat kembali Yu Fei pikirannya kembali bangkit tetapi tidak dengan tubuh.
Liuzhen hanya memiliki sedikit energi lagi untuk bergerak, dia memutuskan untuk menggunakannya kepada ketua musuh.
Liuzhen kemudian mencoba memusatkan kembali fokus ke arah pemimpin preman, segenap kekuatan dia pusatkan pada pedangnya.
Energi yang dimilikinya sudah mencapai batas, Liuzhen tidak bisa memikirkan hal lain selain membunuh pria berbadan kekar tersebut.
"Aku harap kau bisa menghancurkannya," bisik Liuzhen pada pedangnya itu.
Liuzhen kemudian melempar pedangnya dari jauh layaknya sebuah tombak, pedang tersebut melesat dengan sangat cepat ke arah seorang Pendekar Raja.
**
Guyss untuk kalian yang menyukai Pendekar Penentang Langit silahkan untuk Like dan Coment, hal sesederhana itu dapat menjadi dukungan bagi penulis untuk terus berkarya.
Tingkatan Pendekar
1. Pendekar Muda (pemula) 1-9
2. Pendekar Ahli 1-9
3. Pendekar Pejuang 1-9
4. Pendekar Raja 1-9
5. Pendekar Roh 1-9
6. Alam Suci 1-9
__ADS_1